Senin, 30 Januari 2012

Review : Kiss of Snow oleh Nalini Singh

Judul : Kiss of Snow
Pengarang : Nalini Singh
Penerbit : Berkley
Tebal : 427 halaman
Diterbitkan pertama kali : 1 November 2011
Format : Mass Market Paperback
Target : Dewasa
Genre : Paranormal Science Fiction Romance
Bahasa : Inggris
Seri : Psy-Changeling
Buku ke- : 10 (sepuluh)
Status : Hadiah dari temen <3
Web Pengarang Order di : BookdepositoryEnglish Review at Goodreads : click here



Sinopsis


Since her defection from the PsyNet and into the SnowDancer wolf pack, Sienna Lauren has had one weakness: Hawke.
Alpha and dangerous, he lost the woman who would've been his mate long ago. Now he walks alone. But Sienna stirs his primal heart, even as he tells himself she is far too young to handle the wild fury of the wolf.

Yet as they strip away each other's secrets, a deadly enemy is striking at everything the pack holds dear...but Sienna's darkest secret may savage the pack that is her home-and the alpha who is its heartbeat.


Review
Errr. saya bingung mau mulai darimana untuk mereview ini. Karena Kiss of Snow adalah buku ke 10 (sepuluh) dari seri Psy-Changeling, dan kisah buku ini sebenarnya seperti sebuah konklusi kisah kedua karakter utamanya , Sienna Lauren dan Hawke, yang sudah berjumpa mulai dari buku pertama, Slave to Sensation. Belum lagi ditambah dengan ide orisinil tentang 3 ras manusia yang dua diantaranya selalu berperang, setting dunia yang rumit, banyaknya tokoh - tokoh yang juga sama pentingnya. Jadi kalau bukan fans setianya, mungkin akan kesulitan kalau membaca langsung ke buku ini. Tapi saya coba ngereview sebisa mungkin deh.

Di bumi yang bersetting futuristik, manusia terbagi menjadi tiga ras. Manusia biasa, manusia yang memiliki kekuatan super yang berhubungan dengan pikiran yaitu Psy, dan manusia yang dianugerahi kemampuan untuk berubah wujud (shape shifter) menjadi hewan yaitu Changeling. Semua berubah saat kaum Psy mengaktifkan Silence, yang membuat mereka kehilangan emosi. Tujuannya agar mereka tidak terjebak dalam kegilaan dan hasrat untuk membunuh. Sementara Changeling dan manusia bersatu, Psy menguasai perekonomian dunia. Cerita seri Psy-Changeling aslinya dimulai saat perlahan - lahan beberapa kaum Psy kehilangan kontrol atas Silence dan mulai merasakan emosi. Mereka ini juga akhirnya berpihak ke kaum Changeling yang aslinya musuh, dan bekerja sama. Bahkan ada yang menjadi pasangan.

Untuk Kiss of Snow, pasangan Sienna Lauren dan Hawke adalah pasangan Psy dan Changeling. Sienna yang baru saja menginjak umur 20 tahun, sebenarnya sudah lama memendam rasa pada Hawke, yang notabene alpha dari kaum Changeling serigala di San Fransisco, SnowDancer. Apalagi Hawke juga sudah menyelamatkan keluarga Sienna yang menjadi buronan dan desertir di dunia Psy. Tapi Hawke masih teringat oleh pasangan takdirnya yang dulu tewas di usia sangat belia. Membuatnya tak percaya akan mendapatkan pasangan dan menghindari Sienna. Sienna sendiri bukannya tak punya masalah. Selain beda usianya cukup jauh (Hawke sendiri sekitar 30-35 tahun), Sienna adalah X-Psy, sejenis Psy yang kemampuannya berbahaya dan mematikan. Sienna takut dia akan mencelakai Hawke dan juga SnowDancer, tempat yang sudah dianggap rumahnya. Sekarang tergantung Hawke, bagaimana dia mengatasi ketakutannya sendiri dan memperjuangkan hidup dengan Sienna. Karena baik sisi serigalanya dan sisi manusianya menginginkan gadis berambut merah dengan mata yang bagaikan rasi bintang itu untuk dirinya selamanya.

Yang membuat saya menyukai Kiss of Snow adalah, selain kisah Sienna dan Hawke, juga ada kisah untuk karakter pendamping, yaitu antara paman Sienna, Walker Lauren dan Lara, penyembuh di SnowDancer. Gaya penceritaan Nalini sebenarnya sangat lambat, tapi herannya saya suka. Mungkin orang yang ga sabaran bakalan bete, kalau saya malah menganggap gaya ceritanya yang lambat itu indah. Apalagi pemilihan kata - kata tante Nalini bagus banget. Bikin saya terbuai pokoknya, hehehe. Beliau juga sanggup menceritakan antara pasangan yang beda usianya cukup jauh (10-15 tahun) dengan wajar. Membuat kita jadi pengen punya cowo kayak Hawke. Pertamanya keras kepala, arrogan, terjebak di masa lalunya yang pahit. Tapi tunggu sampai dia akhirnya mengincar gadis idamannya. Wow, deh!

Selain menceritakan tentang hubungan tokoh-tokohnya, Nalini Singh juga menceritakan perkembangan di seri ini. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, kalau belum baca dari yang pertama, memang bakal bingung setengah mati. Ga seperti karyanya tante Kresley Cole yang Dreams of a Dark Warrior (baca review di sini), walau udah buku kesekian sekian, tetep bisa ngeh seengganya. Baca Kiss of Snow harus pelan - pelan dan bolak balik liatin daftar karakter biar ga bengong pas bacanya.

Overall, seri Psy Changeling dan Kiss of Snow adalah salah satu bacaan yang wajib masuk wishlist bagi mereka yang mengaku doyan paranormal romance. Dibandingkan dengan serinya yang Guild Hunter, seri Psy Changeling emang lebih rumit, tapi ga begitu gelap,ga sadis - sadis banget. Tonenya lebih ceria dan berwarna - warni, tapi bukan berarti ceritanya jadi gampang dimengerti. Banyak juga pesan kemanusiaan yang ada di seri ini. Saran saya bacalah buku pertama yang judulnya Slave to Sensation. Denger - denger sih Dastan mau nerbitin seri ini jadi tunggu saja ya ;)
Ekstra :
- Saya suka cover versi UKnya daripada versi US. Abis versi USnya photoshop sih. Heran deh, padahal keluarnya hardcover, tapi covernya malah kayak gitu. Seri PsyChangeling emang ga terlalu beruntung dalam hal cover (walau ceritanya sih bagus banget)

- Saya mendapatkan buku ini dari temen Goodreads saya yang berasal dari Kanada, Annie. Jadi bukan menang kuis lho. Baca kisahnya di sini.

- Ada alasan kenapa buku ini diberi judul Kiss of Snow. Pembaca baru bisa tau menjelang akhir cerita

F
avorite Quote :
You have the power to tear me to pieces, to wound me so deep and true that I‘ll never recover. What Rissa‘s death did to the boy I was? You have the ability to do a thousand times worse to the man I‘ve become.

You’re in my every breath and every thought, intertwined so deep inside me that love’s not a strong enough word—you have my devotion, your name branded on my soul, my wolf yours to command. A hundred years? It’ll never be enough. I want eternity.

Rating Cerita

Dan juga Top Read tahun 2012. Nalini Singh tahu gimana bikin saya seneng dengan cerita-ceritanya.

Sensualitas



Minggu, 29 Januari 2012

Berburu Buku... di TB Leksika, Kalibata City Square

Buku gratisan...
Ohhhhh, mendengarnya aja udah bikin merinding, kepala pening, jantung dag dig dug ga karuan dan pikiran ga tenang pengen cabut aja dari kantor (yang pasti yang terakhir emang bener :P). Ketika saya mendengar, lebih tepatnya sih liat postingan Mbak Dina Begum di blognya tentang salah satu program yang diadakan suatu Toko Buku, yaitu Toko Buku Leksika di Kalibata City Square, saya langsung "aha!!". Secara kos-kosan saya di belakangnya Kalibata City Square gitu :P.

Jadilah pada tanggal 10 Januari kemaren, kebetulan pas cek timeline Twitternya Leksika, buku yang dibagikan adalah The Naked Travelernya Mbak Trinity. Pucuk dicita ulam pun tiba (bener ga sih ni pepatah?), kebetulan saya baru beli yang pertama. Memikirkan dapet gratisan yang buku kedua bikin saya gelisah sepanjang hari di kantor, sampai dipandangin rekan kerja. Sesi buku gratisnya sendiri emang diadakan tiap hari dan ada dua sesi yaitu pukul 13:00 dan 19:00. Cara mendapatkannya juga mudah, cuma registrasi pake KTP aja. Cuma, biar adil dan semua punya kesempatan, tiap pelanggan diberi ketentuan boleh mengambil buku gratis seminggu kemudian.

Baiklah, berhubung saya ga bisa ambil yang jam 1 siang (bisa sih, tapi kan panas banget jam segitu), ambil deh yang jam 7 malem. Saya pun cepet pulang dari kantor, ganti baju dan berangkat dengan santainya ke Kalibata City Square (disingkat CS aja kedepannya). Ah, masih jam 6 sore juga. Dan sampailah saya di depan Kalibata CS...

(note : untuk kualitas gambar maaf kalo buram. Hapenya masih tipe biasa- biasa aja sih ^^)



Yup, inilah gambaran Kalibata CS pas malem hari yang saya ambil asal-asalan. Sambil melongo liatin banyak apartemen disana (hehe) dan mikir kayaknya ga mungkin banget ngekos disini, saya pun masuk ke Groundnya Kalibata CS. Eh, perut udah kruyuk-kruyuk. Para cacing ma bakteri udah demo minta dikasih jatah, ya sudahlah saya pun pergi ke D'C**t (disensor ,biar ga iklan banget).


Inilah menu makan malem saya pas itu. Ga penting buanget ya, hehehe. Tapi ini juga jadi salah satu faktor saya nyaris ga dapet free booknya Leksika. Tanya kenapa? Karena saya keasikan makan, sampe nyadar ternyata udah jam 7 kurang 10! Dan saya ga tau Leksika dimana. Akhirnya sesi makan pun selesai, perut masih penuh, saya pun tanya - tanya ke orang - orang. Setelah bolak balik kesasar dan muter - muter tak tentu arah, terlihatlah tempat yang saya cari - cari!


Setelah sempat bengong sebentar (saya emang suka bengong) dan juga ketar -ketir takut ga dapat buku gratisannya, saya pun masuk kedalam. Seorang mbak cantik karyawan Leksika menyambut saya, dan tanpa basa basi saya tanya "dimana ya bisa ambil buku gratisnya?". Bener - bener ga tau malu deh saya, tapi mbak karyawan itu menunjukkan tempat mengambil bukunya dan saya langsung lemes. Selemes - lemesnya. Karena cuma tersisa buku The Naked Traveler no 1, yang saya udah punya. Makin meranalah saya liat antrian di kasir. Dan dalam hati saya berharap ada yang mau kasihkan buku no 2 atau 3. Doa tidak terkabul, saya bete, mengutuk perut saya yang ga bisa nahan lapar, dan akhirnya pun lihat - lihat buku yang ada disana. Disaat saya bingung pengen beli Angels and Demonsnya Dan Brown atau tidak, saya pun liat lagi ke bagian Buku Gratis dan... voila!!


Disana terletak dengan anggunnya, ada The Naked Traveler no 2!! Sebenarnya ada no 3 juga, tapi saya ambil no 2. Entah kenapa ada buku itu disitu. Mungkin ada yang ga jadi ambil dan meletakkan disana. Mungkin mbak karyawannya kasihan liat tampang saya yang desperate abis itu, mungkin Tuhan mendengarkan doa saya. Akhirnya saya bawa buku itu ke kasir , dibungkus dan pulang dengan hati puas. Tentunya tidak lupa bukunya difoto dong, kayak yang diatas ini, hihihihi. Saya pas itu langsung tidur sambil nyengir dan dekep nih buku (boong, aslinya sih langsung baca saat itu juga).

Waktu pun berlalu, sudah waktunya saya bisa ambil lagi free book di Leksika. Pas liat timeline Twitternya, kok ga ada yang menarik di hati ya (maaf, Leksika :P). Sampai pada akhirnya, hari ini tanggal 29 Januari, di saat saya janjian mau ketemu temen FB yang juga penggemar buku, buat gath, saya liat lagi timelinenya Leksika, dan free book hari ini adalah The Red Pyramid karya Rick Riordan!! Wuiiih, saya sampe melotot pas baca Tweetsnya, tapi bingung juga mau ambil yang jam 1, tapi saya ada janji, atau jam 7 malem aja abis pulang gath. Kaki ini udah menuju arah yang berlawanan dengan arah ke Kalibata CS. Tapi pas liat Goodreads, baru tau kalo The Red Pyramid ternyata buku pertama dari seri Kane Chronicles. Akhirnya saya langsung ke Kalibata CS. Dan begonya saya pake sandal hak tinggi, berhubung rencananya mau ngeceng di Plaza Semanggi, tempat gath! Mau ga mau gara - gara ga bisa ganti, nekat pake sandal itu, dan jalan saya udah aneh kayak KWnya Lady Gaga yang gagal :)).

Sampai di Kalibata CS, untunglah masih jam 1 siang. Belajar dari pengalaman dulu, saya langsung ke Leksika, walaupun ada atraksi barongsai di depan pintu masuk. Pas masuk ke Leksika, eh, eh, kok ada yang saya kenal ya. Dan saya pun ketemu salah satu teman FB, GRI, sesama anggota BBI, Melody Violine!! Hayoo, sapa yang belum kenal Melody? :D Kalo belum, add aja FBnya atau follow Twitternya, Melody adalah salah satu anggota BBI dan GRI yang aktif. Dia juga penerjemah dan sempat menerbitkan bukunya sendiri lho :). Akhirnya kami pun ngobrol - ngobrol. Tempat masih sepi, saya pengen ajak foto bareng Melody, tapi dasarnya saya pemalu, jadi ga kesampaian :P.


Akhirnya kami dan juga temennya Melody (yang saya ga tanya namanya, maaf ya Mas. Mana kausnya ada tulisan pemaen favoritku si Robin Van Persie pula!) yang jadi pembicara untuk bedah buku The Red Pyramid jam 2 siang, pun antri di tempat untuk dapet buku gratisnya seperti yang ada di atas ini. Saya pun iseng tanya, bukunya kira - kira ada berapa yang dibagiin. Secara ini buku kan peminatnya banyak. Temennya Melody menjawab mungkin hanya sedikit. Saya pun mulai was - was. Jangan sampai saya ga dapet lagi.



Didepan ini adalah antrian buat dapetin bukunya The Red Pyramid. Wuih mukanya udah ganas - ganas semua, hehehe. Dan tibalah saat yang dinanti - nanti. Petugas Leksika dan pak Satpam dateng bawa bukunya The Red Pyramid, yang ternyata cuma disediakan... 13 biji!! Untungnya saya, Melody dan dua temennya ada di urutan 6 dan seterusnya. Pak Satpam menghimbau mereka yang di urutan ke empat belas untuk menepi, saya jadi kasihan liatnya :P. Tapi gimana lagi, bukunya cuma 13. I'm such a lucky person! Saya sampai bercanda ke Melody, karena ketemu dia, saya jadi dapet The Red Pyramid ^^.



Setelah mendapatkan bukunya, saya pun antri ke kasir. Mbak kasirnya yang ramah menyambut saya, cantik lagi (dasar :P). Apa daya mau ketemu salah satu orang yang saya kenal, yaitu Silvero, yang juga jadi pembicara bedah buku, tapi udah janji gath di Plaza Semanggi. Akhirnya saya pun berpisah dengan Melody. Sambil berharap semoga nanti bisa ketemu lagi. Di saat saya pengen keluar, ternyata Leksika lagi sale! Dan lumayan loh judul - judul buku Dastan yang disale cuma 10-15ribu! Saya liat di atas (foto ini maksudnya) selain Alexandra Ivy , ada Julie Garwood, Susan Wiggs, pokoknya Dastan jadul - jadul (jadulnya tahun 2010). Tapi berhubung udah disms, saya pun langsung cabut. Semoga aja salenya masih lama ya.


Pas keluar, eh atraksi barongsainya masih ada. Saya udah ga mungkin lagi mau liat, secara udah telat banget buat dateng ke gath yang dijadwalin jam 1 siang. Akhirnya saya pun naik angkot, sambung metromini buat berangkat ke tempat gath di Plaza Semanggi. Dan, tentu saja tak lupa memfoto buku The Red Pyramid yang masih mulus dan kinclong abis itu.

Akhir kata, berburu buku gratisan, walo tanpa ikut kuis, juga bisa jadi pengalaman mengasyikkan, seperti yang saya alami barusan. Dan puas rasanya bisa mendapatkan buku - buku yang bagus secara gratis. Program Leksika ini saya dukung banget, selain karena siapa juga orang yang ga pengen gratisan, bisa menumbuhkan minat baca masyarakat dengan menyediakan buku - buku bagus berkualitas. Semoga kedepannya buku - buku yang ditawarkan untuk free books lebih bagus lagi. Dan siapa yang tahu pengalaman menarik apa lagi yang bisa saya dapatkan :)


Note :
Thanks to :
- Mbak Dina Begum atas postingannya tentang program free book dari TB Leksika.
- TB Leksika, buat program free booksnya. (dan juga penerbit yang sudah menyediakan bukunya)
- Melody Violine yang udah nemenin saya ngobrol sambil antri bukunya The Red Pyramid :)

Sabtu, 28 Januari 2012

Review : The Hunger Games oleh Suzanne Collins

Judul : The Hunger Games
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 408 halaman
Diterbitkan pertama kali : Oktober 2009
Format : Paperback
Target : Remaja
Genre : Dystopia
Bahasa : Indonesia
Seri : The Hunger Games
Buku ke : 1 (satu)
Status : Punya sendiri
Web Pengarang : Suzanne Collins
Order di : Gramedia Online

Review at Goodreads : click here

Sinopsis

Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.


Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah : membunuh atau dibunuh. Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

Review

Yah, jujur saja saya akui alasan pertama baca ini aslinya karena mau nonton filmnya yang tayang Maret nanti, hehehehe. Tapi di lain sisi saya juga penasaran, apakah pesona The Hunger Games sampai banyak orang yang menggilainya. Saya lihat idenya sendiri mirip sama Battle Royale, film sadis dari Jepang, dimana sekumpulan remaja satu kelas dikumpulkan di pulau terpencil dan harus saling bunuh sampai hanya satu orang yang selamat. Hanya, tentu saja The Hunger Games tidak akan menjiplak ide itu mentah - mentah ya.. (beda sama YA akhir - akhir ini yang beberapa pada plagiat #duh)

Seperti sinopsisnya, Amerika Utara hancur, dan di sisa - sisa puingnya berdiri negara Panem dengan Capitol sebagai ibu kota. Terjadi pemberontakan terhadap Capitol dari distrik - distrik sekitar yang akhirnya membuat Capitol mencetuskan sebuah permainan sadis bernama The Hunger Games sebagai pengingat. Sudah 73 kali Hunger Games dilakukan, dan di event yang ke-74, seorang gadis muda berumur 16 tahun dari distrik 12 yang paling miskin di Panem, tidak menyadari bahwa nasibnya akan berubah.

Katniss Everdeen, tokoh utama kita, seorang ABG yang keras kepala dan tegar, serta berjuang sebagai tulang punggung keluarga. Beserta sahabatnya Gale Hawthorne, dia sering berburu dengan menggunakan busur dan panah andalannya, walau itu illegal. Saat Hari Pemungutan, Katniss berharap semoga adiknya, Primrose (Prim) Everdeen, tidak terpilih. Nasib berkata lain, Prim terpilih menjadi peserta. Katniss yang begitu menyayangi adiknya, lalu mengajukan diri untuk menggantikannya. Disisi lain, untuk peserta pria, terpilihlah Peeta Mellark. Anak tukang roti, yang ternyata dulunya punya masa lalu dengan Katniss.

Singkat kata, mereka berangkat ke Capitol. Dan disanalah Peeta dan Katniss merebut perhatian penduduk Capitol, dengan mentor mereka Haymitch Abernathy dan penata rias Katniss, Cinna, membuat mereka menjadi pasangan "kasih tak sampai", demi mendapatkan sponsor. Fast forward lagi (eh masa gw cerita semua, hehehe), dimulailah event utama Capitol, The Hunger Games. Disinilah Katniss diuji habis - habisan. Bahwa dia harus mengandalkan dirinya sendiri. Bahwa di balik kekejaman pesertanya, masih ada setitik harapan , masih ada orang yang mau berteman dengannya, yaitu Rue. Dan walau Katniss tidak sadar, ada orang yang diam - diam memperhatikannya, yaitu Peeta. Sayangnya, dengan tensi permainan yang tinggi, Katniss jadi gampang curiga pada Peeta, dan menganggap beberapa tindakan Peeta hanya akting. Sanggupkah Katniss menyelesaikan Hunger Games dan jadi pemenang, atau dia tidak akan pernah kembali ke Distrik 12 selamanya?

Seru dan brilliant!! Itulah pikiran saya pas baca ini. Dan lebih bagus dari Twilight, hehehehe. Sampai saya mikir kalau ada yang nyamain The Hunger Games sama Twilight, ya sungguh terlalu. Karena dari segi genre saja sudah beda. Untuk love trianglesnya sendiri ga begitu kentara, karena disini hanya terlihat Peeta yang emang beneran suka Katniss, walau Katnissnya masih bego ga ngerti dan menganggap itu akting. Lagipula Katniss ga mau menikah. Hal yang bisa saya maklumi, karena keadaan yang tidak memungkinkan. (beda banget ya sama si itu tuh, yang pengen banget nikah sama vampir sampai ga peduli segalanya, ups!). Peran Gale ga begitu banyak disini, sepertinya kita akan melihat dia banyak berperan di buku ke dua.

Secara ide, walau sebenarnya tidak baru, Suzanne Collins bisa mengeksekusinya dengan baik. Dan apa tante Collins ini bisa memprediksi masa depan? Karena menurut saya, gambaran Capitol dan distrik-distriknya bagaikan keadaan dunia masa kini. Capitol, menurut saya adalah Amerika Serikat yang sesungguhnya, dan distrik - distrik di sekitarnya, adalah negara - negara lain, dimana yang termiskin adalah negara - negara Dunia Ketiga. Mungkinkah tante Collins berusaha menggambarkan apa yang terjadi di masa depan? Bahwa Hunger Games seperti mind games yang diset oleh suatu negara besar seperti Capitol dan akan didobrak oleh sesuatu yang tak terduga dari distrik paling termiskin, yaitu distrik 12 (dalam hal ini negara Dunia Ketiga)?

Who knows, bagi saya, terlepas dari semua itu, Suzanne Collins patut diacungi jempol, karena mampu membuat saganya sendiri yang akan selalu dikenal orang. Gaya menulisnya sendiri saya akui agak aneh. Beberapa diantaranya kurang mature. Seperti pemakaian koma yang berlebih dan beberapa struktur penulisan yang kurang bagus. Yah, saya sih bukan orang sastra, cuma analisa secara pribadi. Terjemahan sudah oke. Ada beberapa typo, tapi tidak terlalu mengganggu. Yang bikin saya mengerutkan kening, mungkin beberapa bahasa gaul yang dipake, misalnya nangkring. Hehehe, jadinya malah aneh ya. Tapi ga banyak kok, jadi ga terlalu merusak kenikmatan membaca.

Kenapa saya kurangin bintangnya jadi setengah dan ga kasih full lima bintang adalah hal - hal teknis yang sudah saya utarakan di atas. Beberapa hal lain mungkin seperti saat penggambaran makanan yang dimakan Katniss di Capitol. Terlalu detail, dan bikin ngiler, hmpfh. Pace ceritanya sering naik turun. Kadang cepat, kadang lambat, walau tidak terlalu banyak. Adegan kekerasannya sendiri sebenarnya biasa saja, ga yang sampai bikin mau muntah. Tapi entahlah nanti gimana kalau difilmkan. BTW, buku ini juga salah satu yang bikin saya nangis. Adegan yang bikin saya nangis adalah saat Katniss gantiin Prim, adegan terakhir Katniss dan Rue,peserta distrik 11 yang membuat Katniss teringat akan Prim. Lalu saat Katniss dan Peeta bertempur dengan Cato musuh terberat mereka, dan kejutan yang terjadi saat itu.

Overall, terlepas dari kelemahan-kelemahannya, The Hunger Games memang sangat wajib dibaca . Terutama kalau penasaran dengan filmnya. Jika menginginkan novel remaja yang berbeda dan menyukai setting yang tidak biasa, bacalah The Hunger Games!!


Ekstra :

Pembaca mungkin sudah tahu siapa - siapa pemeran tokoh tokoh di Hunger Games. Ga perlu saya bahas sekarang, mending nanti liat filmnya langsung dan bikin postingan terpisah.

Ini foto Jennifer Lawrence sebagai Katniss



Josh Hutcherson dan Liam Hemsworth sebagai Peeta dan Gale


Ini adalah trailer filmnya.



Wow, bikin merinding!! Dan sepertinya Jennifer Lawrence... kecantikan jadi Katniss, wkwkwkwk. IMO yah, kurang lusuh dan kurus aja gitu. Tapi siapa tau nanti setelah Hunger Gamesnya mulai, bisa berubah drastis. No komen buat Peeta dan Gale. Willow Shields pantes jadi Prim. Dan kayaknya Elizabeth Banks sebagai Effie Trinket bakal mencuri perhatian :)

Favorite Quote :

Jauh di padang rumput, di bawah pohon willow
Tempat tidur dari rumput, yang hijau, lembut, dan kemilau
Letakkan kepalamu, dan tutup matamu yang mengantuk
Dan saat matamu kembali membuka, fajar akan mengetuk

Disini aman, disini hangat
Disini bunga - bunga aster menjagamu dari yang jahat.
Disini mimpi-mimpimu indah dan esok akan menjadi nyata
Disini tempat aku membuatmu merasakan cinta

(Lagu Katniss untuk Rue. Bikin saya nangis, tau ga sih T_T)


Rating Cerita :


Sensualitas :

Hanya ada ciuman bibir saja. Yah, namanya juga novel yang targetnya buat remaja. Masa mau langsung boboan bareng pas lagi jalanin Hunger Gamesnya, hehehe.

Kamis, 19 Januari 2012

Review : (Kumpulan Cerita) SEAL of My Dreams

Judul : SEAL of My Dreams 
Pengarang : Various Authors 
Penerbit : Bell Bridge Books
Tebal : 380 halaman
Diterbitkan pertama kali : 11 November 2011
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Contemporary Romance, Thriller Suspense, Military peoples
Bahasa : Inggris
 
Status : Hadiah dari blog As The Page Turns 
Web Pengarang : Seal of My Dream
Order di :
Bookdepository
English Review at Goodreads : click here



Sinopsis

Honor, duty, courage, passion . . . the men of the Navy SEALs are a special breed of hero, and in these novellas by eighteen top romance authors the SEALs are celebrated not only as symbols of devoted service to their country but as the kind of men every woman wants to love. They’ll rescue a damsel in distress and her lap dog, too. They’ll battle hometown dramas and international bad guys. When it comes to giving away their hearts, they’ll risk everything.

All proceeds from sales of SEAL of My Dreams go to the Veterans Research Corporation, a non-profit fundraiser for veterans’ medical research.

Between them, the authors of SEAL of My Dreams have won dozens of writing awards including multiple RITAs from Romance Writers of America. Their nearly 600 published novels have sold at least 35 million copies worldwide.
The SEAL of My Dreams roster includes many of the best-known authors in modern romance fiction. In addition, many have strong family connections to the servicemen and women of our nation’s military, and many specialize in novels featuring heroes and heroines from all branches of service.


Review

Saya memilih anthology atau kumpulan cerita pendek, atau kumcer (yeah, terserah deh) SEAL of My Dreams ini sebagai bagian dari agenda posting bersama grup BBI (Blogger Buku Indonesia). Awalnya sih pengen memilih yang lain, karena saya punya beberapa anthology, tapi melihat temanya tentang militer yang jarang - jarang dibahas di dunia novel romance Indonesia (colek me if I'm wrong), maka saya mencoba mengupas buku ini, dan berharap siapa tahu habis ini akan ada kumpulan buku serupa, tapi dari pengarang Indonesia.

SEAL of My Dreams adalah kumpulan 18 (delapan belas) cerita dari 18 pengarang yang terus terang semuanya baru saya baca bukunya (saya masih menyesalkan pengarang suspense favorit saya Pamela Clare, ga ambil bagian juga :( ) Semuanya ada
lah pengarang yang sering mengarang buku genre kontemporer dan thriller suspense, dan nyaris semuanya memang punya background militer. Entah dari suami, atau sang pengarang sendiri atau keluarganya. Semuanya adalah pengarang yang berkali - kali mendapat penghargaan semacam RITA Awards (penghargaan paling bergengsi di dunia pernovelan romance di Amrik sono) atau cuma dapet nominasinya (walo nominasi kan udah bangga ya :P). Yang menarik adalah keuntungan yang didapat dari penjualan buku ini disumbangkan untuk yayasan "Veteran Search Corporation" , yayasan non profit yang mengurus masalah Veteran Perang di USA. Wow, saya jadi merasa ikut bangga bisa nyumbang, yah walaupun dapetnya buku ini juga aslinya dari menang kuis di blog, hehehee.

Membaca anthology dengan jumlah pengarang yan
g sangat banyak (18, bayangkan!) sedikit banyak menguras tenaga. Apalagi temanya sama semua, yaitu tentang Navy SEALs, jadi variasi penceritaan ga begitu banyak. Sekedar info, selama ini saya mengira SEALs ini sama kayak Marine (angkatan Laut USA). Ternyata beda ya, SEALs adalah singkatan Sea, Earth, Air and Land. Semacam pasukan khusus gitu kali . Lebih lengkapnya silakan googling sendiri (saya lagi keburu - buru pas nulis nih post, maklum mau masuk kantor). Hype tentang SEALs memuncak saat peristiwa tewasnya Almarhum Osamah bin Laden. Weeeks, siapa yang ga tau beliau? Orang yang dianggap pelaku utama hancurnya gedung kembar WTC a.k.a World Trade Center, pada tanggal yang bersejarah 11 September 2001. Walau ada yang bilang itu benernya cuma konspirasi Amerika Serikat dan CIA. Yah, saya ga akan bahas konspirasinya, tapi saat akhirnya pemerintah Amerika, dibawah kepimpinan Presiden Barrack Obama berhasil meringkus alm Osama, NAVY SEALs -lah yang dipuja - puja. Karena mereka adalah pihak yang bertanggung jawab atas kematian teroris kelas paus itu (udah di atas hiu dan kakap :P).

Saya ga akan mengupas satu demi satu ceritanya, habis emang banyak banget! Bisa - bisa 1 halaman penuh blog hanya bahas tentang buku ini aja. Saya hanya akan menyebutkan judul dan pengarangnya saja serta sedikit opini dari saya yaitu :

- Kata Pengantar dari Robyn Carr : Siapa yang ga kenal beliau? Beberapa karyanya dari River series sudah terbit di Indonesia, dan diterbitkan oleh Penerbit Violet. Sayang , beliau cuma kasih kata sambutan saja. Coba nulis ceritanya juga g
itu ya.
- Coming Home oleh Jami Alden : So far, cerita paling puendek di buku ini. 3 bab langsung selesai (ye!). Seorang SEALs pulang menghadiri pemakaman ibunya dan berdamai dengan mantan pacarnya.
- Baby I'm Back oleh Stephanie Bond : seorang pensiunan NAVY yang kakinya terluka, lalu bertemu dengan gadis teman masa kecilnya, sambil menjalani rehab yang ternyata pelatihnya adalah gadis itu. Yang ini ada 8 bab, jadi lumayan pan
jang ceritanya
-SEALed by Fates oleh Kylie Brant : pensiunan SEALs yang menjadi koboi dan membantu wanita tetangganya yang ternyata dulu teman kakaknya, dalam menghadapi mantan ibu tirinya yang kejam dan mempertahankan anak wanita itu.
- Going Dark oleh Helen Brenna : Misi penyelamatan tes medik di Somalia, dan seorang perwira bertemu dengan gadis yang sempat meninggalkannya, dan gadis itu sekarang menjadi tawanan. Sang gadis meminta sang perwira SEALs untuk meny
elamatkan kakaknya.
- Finding Home oleh HelenKay Dimon : Seorang wanita bekerja di Kedutaan dan kedutaan itu diserang. Seorang NAVY SEAL menyelamatkannya dan mereka terkena stockholm syndrome (yah sesimpel itu ceritanya).
- SEALed with a Kiss oleh Cindy Gerard : Ini adalah bagian dari seri Black Ops,Inc karya beliau. Jadi saya sedikit ga familiar. Ini adalah cerita favorit saya. Seorang NAVY SEALs sedang berbulan madu dengan istrinya di Palau. Kejutan yang direncanakannya malah berubah jadi bencana.
- Panama Jack oleh Tara Janzen : Cerita paling geje kalo kata saya. Udah pendek, alur cepat, bingung pula bacanya, hehe. Tentang seorang agen wanita rahasia yang bekerja sama dengan seorang SEALs untuk mengamankan suatu benda penting yang mengancam keselamatan dunia.
- Wrapped and SEALed oleh Leslie Kelly : seorang SEALs mengingat masa lalunya yang bertemu dengan seorang dokter wanita di medan perang dan tak bisa melupakannya. Tak diduga dia bertemu dengan wanita itu saat bertugas me
njadi Santa di rumah neneknya!
- Worth the Risk oleh Elle Kennedy : Seorang SEALs pulang kampung dan meminta sahabat masa kecilnya untuk berkelana dengannya, tapi si gadis tidak kuasa meninggalkan bibinya yang sedang sakit.
- Twenty One Hours oleh Alison Kent : Kebakaran hutan membutuhkan penanganan cepat dari unit pemadam kebakaran, dan salah satu anggotanya yang juga SEALs bertemu teman masa SMAnya. Dia hanya punya 21 jam untuk memenangka
n hati gadis itu.
- Not Waving but Drowning oleh Jo Leigh : Seorang SEALs berkunjung ke rumah temannya. Nantinya mereka akhirnya malah jadi kekasih (simple lagi deh, hehee)
- Her Secret Pirate oleh Gennita Low : Seorang SEALs ditugaskan untuk menyelamatkan putri orang penting di USA. Ternyata putri itu adalah kekasihnya selama ini yang menganggapnya adalah bajak laut (ga sungguhan , cuma gaya kayak baja
k laut aja)
- SEALed by Fate oleh Marliss Melton : Tim SEALs harus menyelamatkan putri seorang senator. Tugas ini dirasa menyebalkan oleh salah seorang anggotanya. Tapi saat bertemu dengan sang putri senator, dia merasa mereka akan sering bertemu.
- Signed, SEALed, Delivered...I'm Yours oleh Christie Ridgway : berlatar belakang Thanksgiving dan lagi - lagi tentang misi penyelamatan oleh SEALs. Seorang perwira menyelamatkan seorang wanita atas permintaan pamannya. Tapi sayangnya kebersamaan mereka hanya sebentar, karena si cowok harus kembali bertugas
- Dog Heart oleh Barbara Samuel
: Seorang perwira SEALs dan anjing tempur milik sahabat sang perwira yang sudah tewas, sama - sama cacat. Berdua mereka berusaha menata hidup mereka lagi dibantu mantan pacar sang perwira. Ceritanya cukup unik, karena ada unsur binatang, dimana kita bisa tahu seekor binatang juga bisa bertempur dalam medan perang (FYI, nama anjing tempur yang bernama Thor, bikin saya keinget Chris Hemsworth!)
- Whirlwind oleh Roxanne St Claire
: Seorang wanita yang merupakan saksi mata bersembunyi dari kejaran penjahat. Saat badai datang, seorang pria tak dikenal mengetuk pintunya. Pria yang ternyata seorang SEALs itu menginginkan jam saku warisan kakeknya yang dimiliki wanita, sementara wanita itu berpacu dengan waktu berusaha menghindari pembunuhnya.
- Holding On oleh Stephanie Tyler : merupakan bagian dari seri Hold. Jadi saya lagi - lagi kurang familiar. Ini bisa dibilang after story. Saya jadi pengen baca bukunya yang asli, karena sepertinya menarik.
- Letters to Ellie oleh Loreth Anne White
: Cerita paling menyedihkan di buku ini. Seorang wanita menunggu tunangannya yang MIA (missing in action) selama 15 tahun! Tak dinyana, teman dari tunangannya yang ternyata sudah tewas itu mengiriminya surat - surat yang ditulis oleh sang tunangan. Dan sang teman mengatakan bahwa dia mencintai Ellie, setelah menuliskan surat sang tunangan untuknya.

Kesimpulan saya setelah membaca seri ini adalah, betapa variasi penceritaannya sangat sedikit, dan nyaris sama semuanya. Walaupun gaya pe
nulisan sudah pasti berbeda. Ada yang penyelesaiannya memuaskan, ada juga yang terkesan "cukup sampai disini" saja. Saya lihat pola ceritanya ada 4 tema besar, yaitu entah sang cowoknya itu pensiunan SEALs atau masih aktif, ceritanya tentang mereka setelah keluar atau dalam misi penyelamatan, bertemu dengan teman masa kecil/ masa lalu lalu jadi kekasih, dan yang terakhir jatuh cinta sama yang diselamatkan alias stockholm syndrome. Yang unik dan favorit saya mungkin ceritanya Cindy Gerard yang judulnya SEALed by a Kiss, Dog Heart karya Barbara Samuel, Whirlwindnya Roxanne St Claire, Holding On karya Stephanie Tyler dan yang bikin saya hampir nangis, Letters to Ellie. Untuk pengarang lain, overall oke - oke saja walau ga variatif. Beberapa cerita saya juga cukup suka. Sayang yang bagus - bagus emang diletakkan paling belakang.

Melihat keseriusan pengarang - pengarang US untuk membuat buku ini, tersirat dalam benak saya, kapan ya pengarang romance Indonesia akan membuat cerita tentang tentara kita? Kalau saya perhatikan, biasanya ceritanya hanya tentang kehidupan sehari - hari, kehidupan sosialita, hingar bingar kota Jakarta dan sekitarnya. Tapi kok belum pernah nemu yang mengulas tentang tentara kita. Ah mungkin karena polisi Indonesia do
yan nilang kah? (rahasia umum, hihihi) Atau mungkin karena berita tentang tentara kita banyakan berita yang buruk - buruk semacam perebutan posisi, karamnya kapal atau pesawat terbang, dan lain - lain. Saya sih ga bilang angkatan bersenjatanya Amrik sesempurna itu, tapi jika pengarang Indo mau menulis tentang angkatan bersenjatanya Indonesia, apalagi dari sudut romance, wah pasti keren sekali. Bisa melihat para tentara - tentara gahar itu tapi dari sudut lain. Dan mungkin akan membuat kita makin respek sama mereka bukannya sama tentara negara lain. Karena siapa lagi sih yang menjaga negara kita kalo bukan anak bangsa?

Yah semoga keinginan dan harapan saya bahwa suatu saat penulis romance di Indonesia menulis romansa tentang angkatan bersenjata di Indo
nesia bisa jadi kenyataan.



FYI, gambar dari cover buku ini memang mengambil dari foto di atas. Dan orang ini emang beneran SEALs. Foto ini bertajuk : "U.S. Navy SEALs Prepare For Night Mission In Fallujah, Iraq" dan diambil pada tanggal 27 July 2007. Entah perwira di atas masih hidup atau ngga (semoga masih ya). BTW, tattonya keren banget, hehehe.
Favorite Quote :

Lord, thank you
Life is good
It's turned out just
The way it should
(SEALed by a Kiss - Cindy Gerard)
Rating Cerita

SensualitasSecara keseluruhan, untuk sensualitas masih aman - aman saja. Paling banter ciuman bibir. Kalaupun ada adegan intim, hanya 2-3 cerita saja yang ada (yah namanya juga cerita pendek gitu)

Rabu, 18 Januari 2012

Review : Immortal Rider oleh Larissa Ione


Judul : Immortal Rider
Pengarang : Larissa Ione
Penerbit : Grand Central Publishing
Tebal : 414 halaman
Diterbitkan pertama kali : 22 November 2011
Format : Mass Market Paperback
Target : Dewasa
Genre : Paranormal Romance
Bahasa : Inggris
Seri : Lords of Deliverance
Buku ke- : 2 (dua)
Status : Hadiah dari blog Wicked Scribes

Web Pengarang
Order di : Bookdepository
English Review at Goodreads : click here




Sinopsis

The signs are everywhere...disastrous world events. Evil rising up, unleashed upon the innocent. The prophecies were there...but no one listened. Until now. The time has come for those who can either usher in Doomsday...or prevent it.
They are here. They ride.
The Four Horsemen of the Apocalypse.

Arik Wagner, a soldier with the U.S. Army's paranormal unit, the R-XR, kissed a girl and liked it. And then he went to hell as punishment. Where he's spent weeks being tortured...and plotting revenge. Limos, Horsewoman of the Apocalypse, isn't your average girl. She's immortal, dangerous, and her fiancé is Satan himself. In a moment of weakness, she gave in to her desire and kissed Arik, triggering her fiancé's wrath - and his claim on her. In order to save Arik, and the world, Limos must make a dangerous pact with her recently turned evil brother, Pestilence. A deal that might just cost her her soul...and her heart.

Review

Beware! Membaca buku - buku Larissa Ione, harus dengan open mind, dan sadar bahwa ini hanyalah fiksi belaka. Kenapa? Karena emang isinya yang cukup "berat" dan "sensitif" serta menyinggung Alkitab (dalam hal ini adalah Injil). Jadi read at your own risk, kalau ga keberatan ya baca aja, kalo keberatan jangan mencak -mencak :P

Immortal Rider adalah buku ke 2(dua) dari seri Lords of Deliverance, yang merupakan spin - off seri Larissa Ione yang booming di Amerika sana. Kemungkinan diterbitkannya sih kecil sekali, tidak hanya isunya sensitif, banyaknya kata - kata makian dan adegan intim, mungkin membuat beberapa pembaca jengah. Tapi berhubung saya sudah mengikuti Demonica sejak awal, dan jatuh cinta setengah hidup sama seri ini, jadi oke - oke saja. Pembaca yang membaca buku pertama seri Lords of Deliverance (LoD), Eternal Rider, mungkin akan bingung, apalagi langsung baca Immortal Rider. Saran saya, untuk membaca seri Demonica yang hanya terdiri dari 5 buku (ga banyak kan), yang judulnya bisa dilihat di webnya tante Larissa. Atau kalau mau langsung baca seri LoD ini ya, fine - fine aja =)

Alkisah, 5000 tahun yang lalu, seorang malaikat bernama Yenrieth digoda ole
h iblis cantik Lilith, dan mereka mempunyai 4 anak, Reseph, Ares, Limos dan Thanatos. Empat anak ini dikirim ke permukaan bumi, kecuali Limos yang tetap bersama ibunya. Suatu saat Limos melarikan diri ke bumi dan menemukan kakak-kakaknya. Demon lalu menyerang mereka dan membunuh orang yang mereka cintai. Keempat kakak beradik ini lalu berperang dengan para demon, dan Surga marah melihat kekacauan yang mereka buat. Surga lalu mengutuk keempat orang ini, menjadi Four Horsemen of Apocalyse dan selamanya berjalan antara kebaikan dan kejahatan. Jika Seal (segel) dan agimortus (event/benda/orang yang berhubungan dengan Seal) yang mereka punya pecah, maka mereka akan menjadi Four Horsemen yang sesungguhnya (Pestilence, War, Famine dan Death) dan memulai Armageddon.

Dan lalu kemudian (habis ceritanya panjang juga sih), di buku pertama, segel Reseph, anak pertama rusak, dan dia menjadi Pestilence. Sebagai Pestilence dia menimbulkan kekacauan di bumi. Targetnya adalah Ares dan mencari malaikat yang merupakan agimortusnya. Singkat kata (spoiler juga :p) Ares berhasil menjaga Sealnya tetap utuh dan agimortusnya sekarang adalah Cara, manusia biasa yang berubah jadi immortal dan menjadi tunangan Ares serta ratu dari para Anjing Neraka (hellhound). Di buku ini target Pestilence adalah Limos, adik perempuan
satu-satunya, Horseman yang ketiga, dengan agimortus suatu wadah.

Pada pesta perkawinan Ares - Cara, Limos bertemu dengan Arik Wagner. Pembaca yang sudah baca Demonica (asumsi deh) akan mengenal Arik ini di buku dua. Desire Unchained. Arik adalah anggota RX-R, militer yang bekerja sama dengan Guardian, pelindung manusia dari para demon. Walau sekarang Guardian dan petinggi mereka, Aegis sudah mulai bekerja sama dengan para demon, karena ga semua demon itu jahat. Arik yang terpikat dengan Limos yang cantik, seksi namun juga tangguh, tak kuasa menahan diri untuk mencium Limos. Sialnya, saat itu juga Arik ditarik ke neraka. Neraka sungguhan, karena Limos ternyata adalah tunangan Satan, iblis tertinggi di Neraka.

Cerita selanjutnya berkisar antara Limos dan Kynan, teman Arik, yang dibantu dengan Ares dan Thanatos mencari keberadaan Arik. Sementara Arik mengalami penyiksaan yang sadis dan
penderitaan yang tak tertahankan. Belum lagi Pestilence lalu memblack-mail Limos, karena tahu rahasia besar gadis itu. Dalam keadaan serba kalut, akhirnya mereka berhasil menemukan Arik, sayangnya Arik keburu trauma, dan nyawanya berada di tangan Pestilence. Masalah menjadi makin rumit, saat Limos mau tak mau harus membeberkan semua kebohongan dan pengkhianatannya pada kedua kakaknya, Ares dan Thanatos. Belum lagi dia harus mencari agimortusnya, suatu wadah yang tak diketahui dimana tempatnya, sebelum didahului Pestilence. Tunangan Limos, Satan, juga terus mengejarnya dan mengancam hidup Arik. Lalu beberapa agenda rahasia dari Aegis untuk menghindari Armageddon yang melibatkan Thanatos. Pengkhianatan, kebohongan, kebencian, masalah yang tiada henti. Walau Arik dan Limos akhirnya saling mencintai, tapi masih banyak masalah yang mereka hadapi sebelum akhirnya bisa benar- benar bersatu.

SERU!! Itulah pikiran saya saat membaca Immortal Rider. Setelah Eternal Rider yang biasa saja itu, kali ini seolah Larissa Ione ingin menebus kesalahannya. Memang saa
t - saat Arik dipenjara di neraka dan usaha untuk menemukannya, cerita berjalan agak lambat. Tapi setelah itu pembaca dibuat tidak bisa menghela nafas, karena begitu banyak aksi yang diberikan. Ada begitu banyak fakta dibeberkan yang mungkin membuat pembaca terkejut dan akan antipati pada Limos. Sebenarnya wajar, karena Limos dibesarkan oleh iblis, jadi awalnya dia masih jahat. Tapi setelah bertemu kakak-kakaknya, dia sadar, walau masih sering berbohong. Arik-lah yang membuatnya tidak ingin berbohong lagi, walaupun godaan itu sangat besar. Lebih baik bagi mereka untuk hidup dengan kebenaran walau itu menyiksa daripada hidup dalam kebohongan dan pengkhianatan yang tiada akhir.

Salah satu poin plus dari buku Larissa Ione adalah, betapa handalnya beliau dalam menulis kisah tentang keluarga dan persahabatan. Persaudaraan antara para Horsemen, mengingatkan saya pada demon Seminus di seri Demonica. Saat ada saudara mereka yang salah, walau kesalahan mereka sangat fatal, toh akhirnya mereka saling memaafkan dan menguatkan. Dan bahwa tidak semua yang jahat itu jahat, baik itu baik. Larissa Ione mendeskripsikan begitu banyak area abu - abu di seri LoD ini. Untuk adegan intimnya sendiri, tidak se"panas" Demonica sih, walau ada yang melibatkan angka "6" dan "9" (haha :)) ), bahkan yang doyan SAM (sex after marriage) dan MOC (married of convenience) mungkin bakalan suka. Walau memang, banyak juga sih adegan intimnya, tapi diskip juga ga masalah =
).

Overall, Immortal Rider dan seri Lords of Deliverance sangat menarik untuk dibaca, dan wajib masuk dalam wishlist fans paranormal romance. Lalu buat fans hardcore Larissa Ione, buku ini bagaikan pemuas dahaga sembari menunggu buku tentang Horseman ke empat, Thanatos yang berjudul Lethal Rider. (yang model covernya Paul Marron, ah
eeeey!! :)) )


Oh ya, daripada yang versi USA ini, entah kenapa saya lebih suka sama cover versi UK yang saya letakkan di sisi kanan ini. Lebih mirip sama deskripsi Limos, walau dalam bayangan saya, Limos itu kayak Megan Fox (dan Arik mirip Channing Tatum)






F
avorite Quote :

“There's no sense drawing attention to yourself, Li." "Hellooooo. I'm a Horseman of the Apocalypse, and I'm betrothed to the most infamous, most powerful demon in existence. I couldn't draw more attention to myself i I wore Lady Gaga's meat dress to a PETA convention.”

Rating Cerita


Lebih ke 4.5 mangkuk mi, karena saya merasa endingnya terlalu gampang. Penyelesaiannya kurang memuaskan.

Sensualitas



Walau adegan intim yang beneran antara kedua karakternya cuma sekali (pertamanya sih oh so unromantic) tapi tetep aja banyak adegan sensual bertebaran =)) )

Selasa, 17 Januari 2012

Review : Goodnight Tweetheart oleh Teresa Medeiros

Judul : Goodnight Tweetheart
Pengarang : Teresa Medeiros
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 248 halaman
Diterbitkan pertama kali : Desember 2011
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Contemporer, Chicklit
Bahasa : Indonesia

Status : Punya sendiri
Web Pengarang Order di : Gramedia
English Review at Goodreads : click here




Sinopsis


@PenulisButuhIde
Setelah novel debutnya menjadi buku pilihan Oprah, Abby Donovan punya utang besar: menyelesaikan buku keduanya, yang sementara ini mandek pada Bab Lima. Jadi, sebenarnya Twitter hanya mengganggu konsentrasinya.

Trending Topic: True Love
Follower ber-ID MarkBaynard—dosen sinis yang sedang cuti panjang, begitu katanya—mengajarinya banyak hal tentang Twitter, sehingga Abby tak kesulitan menyuarakan pikirannya dalam 140 karakter. Tak lama, halangan menulisnya pun berangsur-angsur sirna.

Masalahnya, benarkah Mark Baynard nyata? Ataukah kedekatan mereka hanya ilusi sekejap yang tercipta di dunia maya?

#FollowToday
Kisah ini ditulis hampir seluruhnya dalam dialog tweet dan DM. Seperti rekaman chatting dengan teman yang kita simpan untuk dibaca lagi di kemudian hari.

Review

Ah, Teresa Medeiros. Salah satu pengarang historical romance selain Lisa Kleypas yang saya suka bacanya. Uniknya Tante Teresa ini tidak cuma mengarang hisrom, tapi juga paranormal romance, fantasy dan contemporary romance. Makanya saya gembira pas tahu karyanya yang berjudul Goodnight Tweetheart diterbitkan disini. Menurut saya ini kejutan dari GPU yang paling manis deh :).

Cerita bermula dari Abby Donovan, seorang penulis terkenal yang bukunya menjadi pilihan "Oprah's Book Club"... empat tahun yang lalu. Saat ini dia mengalami apa yang dinamakan "writer block" tidak tahu apa yang harus ditulis, tidak percaya diri bahwa buku keduanya ini akan lebih bagus dari buku pertama. Abby takut dia hanya akan jadi penulis "one hit wonder" dan hilang selamanya dari dunia penerbitan, apalagi dia baru mencapai bab 5 sementara deadline tinggal sebentar lagi. Agentnya yang melihat hal itu, lalu membuatkan Abby akun Twitter...

Dari Twitterlah, awal mula Abby bertemu dengan seseorang yang kelak akan membuatnya bangkit lagi. Sebuah akun yang avatarnya (profile picture atau ava, atau apa deh istilahnya) berbentuk telur (hal yang biasa ada di Twitter, jika seseorang belum memasang foto sebagai avatar) bernama MarkBaynard menyapanya. MarkBaynard mengaku sebagai professor bahasa Inggris yang sedang ambil cuti panjang, dan melakukan perjalanan keliling dunia. Mark lalu mengajari Abby tata cara dalam Twitter (ternyata emang ada tata caranya, pembaca) mulai dari mengunduh Tweetdeck agar mudah mengorganisasi tweetsnya (saya sih pake Twitter biasa, repot soalnya), cara me-mention, memakai tanda # atau hashtag (dalam indonya sih tagar, tapi entah kenapa di sini, tetep memakai hashtag), untuk tidak memfollow seorang bernama J*st*n B*eb*r (hahahaha!) sampai akhirnya mereka saling bertweet melalui DM (Direct Message, sama seperti Private Message di Facebook) karena tidak ingin tweets mereka diketahui orang lain, yang membuat saya sedikit mikir, kalo ga pengen diketahui orang, kenapa ga dibikin private aja ya? *garuk-garuk*.

Sejak saat itu Abby dan Mark selalu bertukar sapa melalui Twitter. Diawali dengan pakaian apa yang mereka pakai, lalu saling menunjukkan tempat mereka berada, dimana Mark menunjukkan foto tempatnya saat itu dan Abby menunjukkan foto laptopnya, yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Selain berbincang tentang kultur Amerika (yang bikin saya agak bingung sih, karena ga familiar), Mark juga menyemangati Abby untuk menyelesaikan novelnya. Mereka bahkan sempat kencan lewat Twitter! Pura - pura tentu saja, tapi jelas berkesan untuk keduanya. Yang membuat tweets mereka begitu spesial, Abby dan Mark selalu berpisah dengan mengucapkan Goodnight, yang ditambah dengan nama tokoh - tokoh, dan diakhiri dengan Mark yang berkata : Goodnight, Tweetheart...

Tapi, bagaimana kalau selama ini apa yang dikatakan MarkBaynard sebenarnya hanya kebohongan? Bahwa dia sebenarnya tak pernah pergi sekalipun ke tempat - tempat yang ditunjukkannya dalam Twitter? Bahwa walau benar dia sedang cuti panjang, sebenarnya keseharian hidupnya dihabiskan dengan berbaring di rumah sakit dan tinggal menunggu ajal? Bagaimana Abby bisa percaya dengan Mark, kalau apa yang dikatakan Margo, teman Abby itu benar? Untuk jangan mempercayai omongan orang di Internet?

Hanya saja, tentu ada maknanya diantara banyaknya tweets antara Abby dan Mark. Dimana Abby menemukan keberaniannya untuk menulis lagi. Mark yang memberinya semangat, untuk tidak apa - apa menulis sampah, asal Abby tidak menyerah. Dan ketika Abby akhirnya memaafkan Mark atas kebohongannya, sekarang giliran Abby untuk menyemangati Mark agar melanjutkan hidupnya, dan juga bertemu Tweetheartnya...

Goodnight Tweetheart adalah cerita yang unik, lucu, membuat saya ingin menangis saat tahu nasib Mark yang sebenarnya, tapi juga menghangatkan hati. Pembaca yang ga familiar dengan Twitter, mungkin akan berkerut kening membaca ini. Bahkan walaupun saya yang gila Twitteran ini paham apa yang Abby dan Mark bicarakan, beberapa kultur dan topik yang mereka angkat terdengar asing di telinga saya. Disini Teresa Medeiros, melalui Mark, mengajarkan kita untuk menjalani hidup dengan sebaik - baiknya. Dan teknologi, seperti Twitter, yang bagai pedang bermata dua, juga ada sisi baiknya. Kita mungkin sering mendengar artis - artis yang saling hina lewat Twitter (ga malu kali ya mereka), orang saling sindir, adanya link - link berbau pornografi dan SARA lewat timeline Twitter. Tapi disisi lain kita bertemu dengan orang baru, berbincang dengan mereka, bercanda, tertawa, menangis, padahal kita sama sekali tidak pernah ketemu. Bahkan mungkin seumur hidup ga bakal ketemu!

Twitter memang seperti Facebook, kalau digunakan dengan baik, dia akan bermanfaat dengan baik. Dia mungkin suatu saat akan membangkitkan semangat seseorang seperti yang Mark Baynard lakukan pada Abby Donovan. Sayang, saya kurang puas dengan endingnya yang mengambang. Walau saya pernah membaca di Twitternya tante Teresa (yup, dia ini rajin ngetweet, dan salah satu kucingnya Buffy the Mouse Slayer ada di novel ini juga), beliau ada rencana untuk melanjutkan novel ini. Semoga saja itu menjadi kenyataan ya =).

Note : Saya kurang suka sama cover versi GPU. Terlalu chicklit, lebih bagus cover aslinya yang berbentuk burung pipit ikon Twitter. Lebih terasa "aroma" Twitternya gitu.
Favorite Quote :
MarkBaynard : Goodnight, Tweetheart...

Rating Cerita


Sensualitas
Tidak ada adegan sensual, tapi mengandung konten dewasa yang membutuhkan pemikiran lebih dalam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)