Jumat, 30 November 2012

Friday's Recommendation #10 (+giveaway)

Minggu kemaren saya ga ngepost Friday's Recommendation #10, karena lagi hectic :|, jadi memenya saya perpanjang giveawaynya. Total ada 10 blogger yang ikut. Mmakasih semuanyaaa :), rekomendasinya keren - keren lagi. Untuk kali ini, pemenang meme Friday's Recommendation adalah :
Nadira Alisha

Selamat ya sudah jadi pemenang :D.  Tunggu email dari saya, dan tolong dibalas 1 x 24 jam, karena saya mau pesen bukunya secepatnya. Jika lebih dari itu, akan saya pilih pemenang yang lain :)

Bagi mereka yang baru ikut meme Friday's Recommendation (FC), silakan melihat rules yang saya posting di bawah ini :) :

1. Pilih jenis rekomendasi buku. Ada dua jenis rekomendasi, yang pertama dan sifatnya mutlak adalah Rekomendasi Buku untuk Diterjemahkan . Jika tidak ada buku yang direkomendasikan untuk diterjemahkan, maka bisa memilih pilihan kedua, Rekomendasi Buku Pilihan. Disini rekomendasikan buku yang paling kamu suka baca dalam minggu ini.

2. Pilih hanya 1 (satu) buku untuk direkomendasikan. Tidak boleh lebih.

3. Beri sinopsis, genre buku dan alasan kenapa kamu merekomendasikan buku itu.

4. Posting button meme di bawah ini :



5. Blogger yang sudah membuat memenya, jangan lupa menaruh link ke blog di daftar linky di bagian paling bawah post ini, sehingga pembaca bisa blog walking.

6. Untuk pembaca blog yang tidak punya blog, bisa menulis rekomendasinya di kolom komen.

7. Bahasa yang dipergunakan terserah. Jika memang khusus blog yang menggunakan bahasa Inggris, dipersilakan menulis dengan bahasa Inggris. Begitu juga sebaliknya.


Untuk Friday's Recommendation kali ini, saya akan merekomendasikan buku ini untuk diterjemahkan :



THE SILMARILLION
J.R.R. TOLKIEN
 

Genre : High Fantasy
Sinopsis :
The tales of The Silmarillion were the underlying inspiration and source of J.R.R. Tolkien's imaginative writing; he worked on the book throughout his life but never brought it to a final form. Long preceding in its origins The Lord of the Rings, it is the story of the First Age of Tolkien's world, the ancient drama to which characters in The Lord of the RIngs look back and in which some of them, such as Elrond and Galadriel, took part.

The title Silmarillion is shortened from Quenta Silmarillion, "The History of the Silmarils," the three great jewels created by Feanor, most gifted of the Elves, in which he imprisoned the light of the Two Trees that illumined Valinor, the land of the gods. When Morgoth, the first Dark Lord, destroyed the Trees, that light lived on only in the Silmarils; Morgoth seized them and set them in his crown, guarded in the impenetrable fortress of Angband in the north of Middle-earth. The Silmarillion is the history of the rebellion of Feanor and his people against the gods, their exile in Middle-earth, and their war, hopeless despite all the heroisim of Elves and Men, against the great Enemy.

The book includes several other, shorter works beside The Silmarillion proper. Preceding it are "Ainulindale," the myth of Creation, and "Valaquenta," in which the nature and powers of each of the gods is set forth. After The Silmarillion is "Akallabeth," the story of the downfall of the great island kingdom of Numenor at the end of the Second Age; completing the volume is "Of the Rings of Power and the Third Age," in which the events of The Lord of the Rings are treated in the manner of The Silmarillion.

This new edition of The Silmarillion contains the revised and corrected "second edition" text and, by way of introduction, a letter written by J.R.R. Tolkien in 1951, which provides a brilliant exposition of his conception of the earlier Ages. It also contains almost fifty full-color illustrations by the artist Ted Nasmith, many of which appear for the first time. 


Untuk kali ini saja saya merekomendasikan buku yang belum saya baca. Jujur saya ini maniak nonton film Lord of The Ring. Saya punya tuh file edisi extended versionnya di laptop, dan believe or not, tiap bulan selalu saya sempatin nonton salah satu fim dari trilogynya. Entah itu yang pertama, Two Towers atau Return of The King. Favorit saya sih Return of The King, bisa nangis tuh ngelihat pasukan Rohan yang datang di Pelenor Fields buat ngelawan pasukan Sauron. Dan mereka bersama - sama teriak "DEATHHHHH!!!!". Hihihi, lebay amat yah saya ;D. Saya sih belum baca bukunya, karena katanya bahasanya sulit dipahami. Satu - satunya buku Tolkien yang saya baca cuma The Hobbit, yang dulu pernah saya review juga di blog. Nah, setiap kali abis nonton filmnya LOTR, saya tuh selalu buka - buka wikipedia dan baca kisah-kisah tokohnya. Dan beberapa ada di buku The Silmarilion ini. Sayang kok ga diterjemahkan disini ya? :( Terhambat rights kah? Saya pengen banget baca, mengetahui sejarah Middle Earth, dan yang terpenting,semoga ada kisahnya Luthien-Beren di buku ini, yang konon sih sebenarnya menggambarkan Tolkien sendiri dan istrinya. Oh, romantis sekali :') (halah! X) )

Semoga dengan diputarnya film The Hobbit setelah ini, The Silmarilion juga dipertimbangkan untuk diterjemahkan :).

Bagi blogger yang sudah mengikuti meme Friday's Recommendation bisa membagi linknya di daftar linky di bawah ini. Jadi saya dan pembaca lain bisa blogwalking.Dan tentu saja tak lupa giveaway dong yaa :D. 

Dan rules untuk Friday's Recommendation giveaway ini adalah :


1. Posting meme Friday's Recommendation di blog kamu. Mulai dari hari Jumat, 30 November (hari ini) pukul 9:00 sampai dengan Sabtu besok,1 Desember pukul 12.00. Saya kasih toleransi mungkin ada yang baru bisa posting nanti malam. Jika meme diposting setelah batas waktu yang sudah ditentukan, akan saya anulir.

2. Setelah diposting, jangan lupa untuk menulis link blog di daftar linky di bagian bawah postingan ini. Ini untuk memudahkan saya mengecek dan mengundi siapa saja yang ikutan meme Friday's Recommendation.

3. Yang jelas sih, harus punya blog :D

Yak, itu saja. Mudah kan syarat giveawaynya? :) Akan diambil 1(satu) pemenang yang akan mendapatkan buku pilihan sebesar USD 8 (jika mau belinya di bookdepo) atau IDR 75.000. Pemenang akan saya umumkan di meme Friday's Recommendation minggu depan.
Ditunggu partisipasinya dan semoga buku yang kita rekomendasikan suatu saat bisa diterjemahkan disini ya :)


Rabu, 28 November 2012

Beres - Beres Lemari Giveaway

Oke, nama giveawaynya ga keren ya, Beres Beres Lemari. Kenapa ga pake bahasa Inggris aja Ren? Nanti dikiranya ini internasional, ha ha ha (garing ih :p). Tapi hadiahnya tetep keren dong. Kali ini saya akan bagikan beberapa buku koleksi saya, dalam rangka memberi ruang khusus buat buku - buku yang saya barusan beli. Tetap yah naluri beli buku baru ga bisa dibendung, walau entah kapan mau dibaca bukunya, he he he. Buku - buku yang mau saya kasih ini ada 10 buku. Berhubung bakal berat di ongkos jika satu orang satu buku, maka saya bikin per paket yang masing - masing paket isinya ada dua buku. Apa saja buku yang akan saya bagi, ini dia :) :

Paket 1

 The Thief - Megan Whalen Turner (Terjemahan)
Silver Phoenix - Cindy Pon (Terjemahan)


 Paket 2

Pacar Alternatif - Lusiwulan
Poconggg juga Pocong - @pocongg

Paket 3

Kiss of Midnight - Lara Adrian (Buku bahasa Inggris)
Midnight in Ruby Bayou - Elizabeth Lowell (Buku bahasa Inggris)

Paket 4

Dracula, My Love - Syrie James (Buku terjemahan)
The Darkest Surrender - Gena Showalter (Buku bahasa Inggris)

Paket 5




Lolita - Vladimir Nabokov
River's Note - Fauzan Mukhrim


Semuanya masih dalam kondisi bagus. Beberapa ada yang sudah saya baca dan yah, saya anggap biasa aja benernya. Lalu ada juga yang dapat gratisan tapi kok kayaknya bakalan ga saya baca kan sayang. Ada juga yang kayak Kiss of Midnight, sudah punya bukunya dan pas menang kuis malah dapat lagi. Jadinya dobel deh, cuma yang saya ambil tentu yang edisi ada tanda tangan dari pengarangnya, hehe. Mau dapat salah satu paket buku di atas? Ini syaratnya :


1. Pilih paket yang kamu mau. Boleh milih satu paket saja atau malah semuanya. Tapi satu orang hanya akan dapat satu paket saja. Jadi jika kamu memilih lebih dari satu paket, beri urutan paket nomer berapa yang kamu mau ya. Contoh :
"Mau paket no 5,3,4,2, atau 1"
"Mau paket no 3 atau 5"
  
Kalau kamu menang, maka akan saya kasih yang nomer 5. Kalau itu sudah diakui pemenang lain, saya akan kasih yang pilihan ke dua, dan seterusnya Jelas yah? :D
2. Harus berdomisili di Indonesia. 
3. Berlaku untuk semua umur, kecuali paket 3 dan 4, harus berumur minimal 21 tahun. Cover seksi, isi juga seksiyyyy, jadi harus sesuai umur yang baca ;)
4. Komen di kolom komentar dengan menyebutkan nomor paket yang dimau, umur berapa (jika memilih paket 3 atau 4), dan alamat email. Komen anonim wajib mencantumkan namanya.
5. Giveaway dibuka sampai tanggal 7 Desember 2012. Pemenang akan diumumkan pada hari Senin tanggal 10 Desember 2012. Pemenang ditentukan secara random.
6. Share giveaway ini. Kalau yang ini optional :)

Yup, tunggu apalagi. Ayo pilih buku yang kamu mau! ;)


Senin, 26 November 2012

Review : Bo & Jo - Ketika Suami Berusia Jauh Lebih Muda oleh Mira Rahman

Judul : Bo&Jo - Ketika Suami Berusia Jauh Lebih Muda
Pengarang : Mira Rahman, VBi Djenggotten Penerbit : Sahabat Ufuk
Tebal : 130 halaman
Diterbitkan pertama kali :  2012
Format : Paperback, Graphic Novel
Target : Remaja
Genre : Kontemporer
Bahasa : Indonesia 
Status :Numpang baca :D

Sinopsis  

Sebuah kolaborasi dua orang ilustrator, mengisahkan suka duka dalam pernikahan dengan kondisi suami yang berusia jauh lebih muda. Diinspirasi dan diadaptasi dari sebuah kisah nyata, dikemas dengan cara yang segar, santun dan masih seirama dalam konteks kekinian.

Review


Note : Ini versi lebih upgrade (alias dibagusin lagi :)) ) dari review saya di Goodreads :)

Pas saya nulis review graphic novel ini di hape lewat aplikasi Goodreads di Android (pamer nih :p), dah capek2 nulisnya, eh reviewnya hilang gara2 ditelpon pacar saya si K. Erggggghhhh!!!!! Bete banget pas itu,  rasanya dah kayak mau injak - injak  si dia aja *bercanda :)). Seperti biasa, saya numpang baca ini di Leksika. Waktu itu ada obralan novel banyak dan kebetulan nih buku plastiknya dibukain. Kayaknya kok Si Ren ini hobi banget yah numpang baca disitu? Kayak g ada kerjaan aja :)). Masalahnya bagi saya, kan pas itu lagi nungguin si K. Dan daripada bengong nyariin sepatu atau baju, lebih mendingan kalau baca aja, kan?. Soalnya menurut saya sepatu itu ga bisa dicoba tanpa dibeli lalu dimiliki. Beda sama buku. *ada yang merasa aneh dengan frase ini?*

Bo & Jo adalah edisi mainstream (diterbitkan penerbit besar, setelah sebelumnya beredar secara indie) dari "Married with Brondong" karya illustrator yang sama. Premisnya sederhana, gimana kalau seorang cewek yang sudah umur 30 tahun ke atas (dalam kasus ini 32 tahun) nikah sama cowok yang lebih muda. Ga tanggung - tanggung lho, lebih muda 7 tahun. Disini pengarangnya nyentil banget kebiasaan orang Indonesia. Belum tau A-Znya, belum dijelasin sama si Jo, tokoh utama cewek,  sudah komentar macam - macam. Mulai dari teman - teman Jo yang gaya hidupnya borjuis abis sampai keluarganya sendiri. Ngejleb juga sih pas baca ini, hahahaa. Tapi toh akhirnya Jo pun menikah dengan Bo yang dari Malang, dengan restu kedua orang tua mereka. Asal usul Bo inilah yang membuat saya ngasih 1 bintang plus dari awalnya yang cuma 3, huahahahahahaa X) #ketawasetan

Bo sendiri adalah pemuda 25 tahun yang ceplas-ceplos. Okelah, ga semua orang Malang kayak gitu kok, walau saya akuin saya juga. Bisa lihat dari beberapa review saya disini kan, hehehe.  Bagian yang paling menohok hati sebenarnya adalah saat bab Bo dan Jo membahas masalah keuangan. Teringat dengan keadaan saya ma BF saat ini (edisi curcol ini sebenarnya), dimana walau kami kerja di kantor yang sama, gaji saya jauh lebih gede dari dia. Jujur ada ketidaknyamanan masalah ini. Saya tertegun saat membaca adegan Bo yang bilang "gajiku cuma 2,5 juta" ke Jo, dan dia menyerahkan semua uang itu ke Jo. Dan gaji Jo yang 9 juta itu buat Jo sendiri. Saya langsung "nyesssss" baca ini. Hampir nangis juga. Dan malu. Selama ini saya sering bercanda sama teman kayak gini "yah gaji suami buat istri. gaji istri yah buat kita-kita dong". Tahu sih maksudnya itu hanya bercanda, tapi kok kesannya jadi kayak ga hormat sama suami? Setelah baca bab itu cuma bisa berdoa gini :"Ya Allah, seandainya saya dan BF emang jodoh dan nikah, jangan sampai masalah gaji jadi masalah pelik. Dan semoga saya ga jadi sombong."  Dan semoga juga bisa mencoba hidup sederhana seperti Jo. Amiiin (jadi berdoa disini X) )

Untuk Jo sendiri, entah kenapa saya merasakan dia itu "too good to be true" untuk seorang wanita seumuran dia. Apa karena beberapa orang seumuran Jo yang saya kenal ada yang skeptis sama pernikahan? Banyak yang menganggap karir lebih di atas segalanya daripada pernikahan? Tahu kok setiap orang beda - beda, dan itulah yang membuat saya merasa Jo jadi kayak "perfect" banget. Mungkin saya yang belum dewasa ini melihat kedewasaan Jo jadinya seperti itu :). Tapi salut sama Jo. Ketika dia menjelaskan bahwa dia ga keberatan dengan Bo yang lebih muda, karena bukankah Nabi kita, Muhammad SAW menikah dengan Khadijah yang 15 tahun lebih tua? Banyak kejadian menarik yang terjadi antara Bo dan Jo. Pertengkaran rumah tangga juga ada, lika liku kehidupan mereka setelah menikah dan hubungan dengan keluarga dan orang sekitarnya.

Novel grafis ini seolah ingin mematahkan anggapan bahwa cewek lebih tua nikah dengan cowok lebih muda, karena ga ada pilihan. Oh, dear, sakit banget kalau anggapannya seperti itu! Kalau memang yang cewek nyaman sama si cowok, why not? Ga ada masalah kan sebenarnya. Hanya anggapan orang pada umumnya itu, lebih ideal kalau cowoknya lebih tua karena dianggap sudah mapan dan dewasa. Emang sih dalam kasus beberapa artis seperti si Demi Moore-Aston Kutcher dan yang dari Indo sendiri Yuni Shara-Raffi Ahmad, kayaknya jadi kelihatan kalau hubungan cewek lebih tua-cowok lebih muda itu buruk. Dan pasti deh yang disalahin tuh, biasanya yang cewek! Saya jadi kasihan liat asumsi masyarakat yang seperti itu. Padahal kan bisa aja cowoknya yang ga dewasa. Malah selingkuh sana sini sementara yang ceweknya jadi menderita Iya ga? [-( #malahcurcollagi

Memang tidak ada pernikahan yang sempurna, begitu juga dengan Bo dan Jo. Tapi pernikahan itu yah, kalau emang sudah waktunya dan ketemu orang yang tepat, lalu Tuhan meridhoinya, pasti akan terjadi. Ga peduli sama urusan usia mau beda berapa tahun kek, yang cewek lebih tua kek, atau apalah. Graphic novel ini sangat cocok dibaca oleh remaja, supaya tahu gambaran menikah dan hidup rumah tangga kayak apa. Ga masalah kok remaja baca ini, biar mereka tahu lebih dini dan ga dibuai fantasy bakalan dijemput kesatria pakai kuda putih atau nikah sama bangsawan entah darimana #ups X). Buat yang akan menikah, apalagi yang keadaannya mirip sama si Jo, buku ini bisa banget dijadikan referensi. Banyak banget hal - hal penting yang bisa diambil dari graphic novel ini. Gambarnya juga sederhana dan enak dilihat. Berhubung saya numpang baca buku ini, janji deh saya bakalan beli buat koleksi. Dan nunjukin ke si K, siapa tahu dia jadi terinspirasi, hihihihi ^-^.



Rating Cerita




.

Kamis, 22 November 2012

Fall in Love Giveaway Hop

fall in love giveaway hop
The Fall In Love Giveaway hop was organized by Reading Romances!
Hello and welcome to Fall in Love Giveaway Hop! This is my second International Blog Hop, and thanks for Reading Romances as the blog hop host. The theme of this giveaway is all about romance. I had become reader from 6 years old and read so many genres. But back in college, I discover White Lies by Linda Howard and falling in love with romance genre. White Lies is classic for me, and I always thanks my friend for recommend that book for me. Since that I become avid romance reader. Even I still read another genre such as high fantasy, mystery or thriller suspense, I always read romance book more than once a week. 

There's some authors that always make me fall in love again and again with their book. Like J.D.Robb with her In Death series (yes, she create the ultimate hero in my romancelandia, Roarke), Lisa Kleypas who introduced me to her historical romance, Gena Showalter and Kresley Cole whose their books is the first paranormal books I'd read , Nalini Singh who have a beautiful writing style, Shelly Laurenston and Sandra Hill who is my crack when it come to romance with humor. And still so many more. 

So for this giveaway, I want to know what make you fall in love with romance genre? Who authors that make you fall in love over and over with their book? I will pick 2 winners to win book of their choice, up to USD 10. This giveaway is open to ALL! :)


How to enter: 

1. Must be 18 years older.
2. I will deliver the book from Bookdepository. Make sure its deliver to your country (click here to check their list)
3. This giveaway will open from 12:01 AM EST on November 22nd and end at 11:59 PM EST on November 29th. 
4.  Enter via Rafflecopter Widget below 

a Rafflecopter giveaway



Let's hop and find more prizes! :)

Pemenang Giveaway

Terimakasih buat teman - teman pengunjung blog Ren's Little Corner yang sudah ikut di dua giveaway terakhir, Weekly Giveaway ke-2 , Opini : Reading Challenge dan Pick a Book Giveaway . Terimakasih juga sudah mau berbagi pendapat atau pengalaman tentang Reading Challenge. Ada yang menikmati challenge, ada yang menganggapnya untuk fun. Ada juga yang baru mulai tahun ini, seperti ikut Reading Challenge di Goodreads. Bahkan ada yang mendapat info baru tentang "tantangan baca" dari post itu. Saya jadi mikir, apa jangan - jangan saya ini malah maniak "Reading Challenge" hehehe :P.

Dan kali ini, untuk pengumuman pemenang dari dua giveaway tersebut :). Pemenang untuk Weekly Giveaway ke -2 adalah :

Astrid

Dan pemenang untuk Pick a Book Giveaway adalah :

Citra Apsara
 (buku pilihan : Menaklukkan Maut - Josh Bazell)

Selamat kepada para pemenang! :D. Saya akan mengemail kalian, dan tolong dibalas dalam jangka waktu 2x24 jam. Jika melewati jangka waktu tersebut, saya akan mengundi pemenang yang lain. Lalu, saya ada sedikit woro - woro untuk pemenang giveaway - giveaway sebelumnya. Untuk buku pilihan kalian sudah saya pesan dan di saya saat ini. Hanya saja karena kesibukan saya (saya kerja full sampai malam :( ), jadi saya baru bisa kirim bukunya di hari Sabtu. Mohon bersabar yaaa  ^_^.

Weekly Giveaway ke tiga akan diposting nanti setelah makan siang (kira - kira jam 12), dan merupakan blog hop serta sifatnya international. Saya ikutan Fall in Love Giveaway Ho, dan karena blog hop, jadi akan banyak blog lain yang ikutan, jadi kemungkinan menangnya banyak banget. Untuk Biweekly Giveaway tahap 2, akan saya mulai tanggal 26 November besok, dimana saya akan kasih beberapa buku dari lemari saya. Dan jangan lupa, besok ada meme Friday's Recommendation, plus giveaway juga ;).

Rabu, 21 November 2012

Wishful Wednesday, #2

Oke, saya benernnya punya sendiri semacam meme Wishlist, cuma suka - suka aja bikinnya, ha ha ha. Lagian males juga kalau memenya dobel, karena di blog ini sudah ada meme Friday's Recommendation :D. Kali ini, saya ikut meme Wishful Wednesday yang diadakan oleh blog "Books To Share" punyanya Mbak Astrid . Selain karena ada giveawaynya, juga memeriahkan event beliau ini yang mau ultah tanggal 23 besok. Wah, selamat ultah ya Mbak Astrid, walau saya ngucapinnya duluan ;D.

Pengen ikutan juga? :D Silakan lihat syarat - syaratnya di blog Books To Share, tapi buat simpelnya sih , ini syaratnya :


1. Buat posting berisi buku yang menjadi wishlist. Sebutkan alasan kenapa pengen buku itu, dan jangan lupa sertakan covernya
2. Buku yang dijadiin wishlist, boleh bahasa Indonesia ataupun Inggris. Tapi harganya harus 100000 rupiah atau 10 dollar. Jadi yang mau hardcover, pendam jauh - jauh keinginan buat jadiin buku idaman itu wishlist :)). Sertakan juga link tempat order buku itu.
3. Setelah posting meme, jangan lupa mampir ke blog Books To Share. Buat submit link blog kamu di Mr Linky.
4. Giveaway ini cuma 1 hari saja, dan pengumuman pemenangnya akan diumumkan tanggal 23 November 2012

Dan pilihan saya kali ini jatuh pada :


Demon Bound (Black London, #2) 
by Caitlin Kittredge
 

Sinopsis :

Thirteen years ago, Jack Winter lay dying in a graveyard.  Jack called upon a demon and traded his soul for his life… and now the demon is back to collect its due.  But Jack has finally found something to live for.  Her name is Pete Caldecott, and because of her, Jack's not going to Hell without a fight.

Pete doesn't know about Jack's bargain, but she does know that something bigger and far more dangerous than Jack's demon is growing in the Black.  Old gods are stirring and spirits are rising--and Jack doesn't stand a chance of stopping them without Pete's help.

 
Kenapa saya pengen buku ini? Beberapa bulan yang lalu saya pernah review buku yang pertama di seri Black London, Street Magic . Saya akhir - akhir ini jadi suka baca buku dengan genre urban fantasy. Kurangnya aspek romance ga masalah, selama ceritanya bagus. Saya jadi menyukai pasangan Jack Winter dan Pete Caldecott  (Pete ini cewek lho :D) dari Street Magic. Satunya mantan pecandu dan anti hero, satunya heroine yang tangguh, polisi tapi juga rapuh. Kombinasi aneh tapi unik. Selain itu saya menyukai bagaimana cara si pengarang menggambarkan London yang misterius dan juga otentik, plus dengan slangnya padahal si pengarang orang Amerika. Yah, London di seri ini memang jadi tempat banyak makhluk supranatural. Saya pengen mengetahui kelanjutan kisah Jack dan Pete setelah event di buku satu, dan saya dengar akhirnya ada romancenya juga :D. 

Dan tentu saja selain ceritanya, karena di covernya ada model cover favorit saya. Paul Marron ;).

Yang pengen ikutan giveaway meme "Wishful Wednesday" ini, segera ke blognya Mbak Astrid dan yuk, kita ramein meme yang seru ini di hari Rabu yang juga seru!

Selasa, 20 November 2012

Review Film : Breaking Dawn Part 2

Judul : Breaking Dawn Part 2
Adaptasi dari : Breaking Dawn oleh Stephenie Meyer
Durasi film : 115 menit
Pemain : Kristen Stewart, Robert Pattinson, Taylor Lautner, Mackenzie Foy
Rating : Dewasa 

Review :

Note : Mengandung Spoiler

Duluuu sekali, waktu awal mendaftarkan blog ini ke BBI, sempat ada halangan buat saya, karena isi blog harus murni tentang buku. Padahal saya juga ada niat mau masukin review film - film yang saya tonton. Walau akhirnya ada kesepakatan, untuk review film, hanya yang ada hubungannya dengan buku. Nah, kali ini pas banget eventnya dimana saya abis nonton Breaking Dawn part 2 hari Minggu sore kemaren. Karena diadaptasi dari novel terkenal yang digilai banyak orang (tapi sayangnya tidak oleh saya :)) ) Twilight, jadi direview disini gapapa dong ;)

Perjuangan saya nonton Breaking Dawn part 2 (BDPt2) ini cukup pelik. Awalnya ingin nonton hari Jum'at, sayangnya saya pas itu lagi bete jadinya dibatalkan. Saya dan cowok saya si K, memutuskan nonton hari Sabtu waktu midnite. Kami datang setengah jam sebelum film mulai, dan saya terkejut lihat tiket sudah habis! Padahal di Kalibata 21, BDPt2 ini diputer di dua studio. Tapi tetap saja karcis semua ludes tak tersisa. Saya dan K cuma bisa ngakak aja, dan berhubung saya ngotot, pokoknya sebelum kerja kudu nonton BDPt2! K cuma bisa angguk - angguk aja walau dalam hati saya tahu dia tidak rela mau nonton film itu :)). Akhirnya Minggu sore kami kembali ke Kalibata 21, dan dapat tiket nonton yang jam 5 (kami datang jam 2). Itu juga dapat barisan 4 dari depan. Saya akhirnya maklum. BDPt2 ini film terakhir Twilight Saga, dan waktu itu liburan panjang. Jadi wajar aja kalau penuh terus.

Setelah menunggu sambil baca komik di Gramedia, pukul 17.15 kami masuk ke studio. Saya perhatiin banyak banget pasangan yang nonton BDPt2. Kalau gerombolan cewek saya sih ga heran, paling juga pengen liat si RobPatzz atau Taylor Lautner buka baju. Nah ini kalau pasangan? Entah yg cowok juga fans Twilight, entah dia fans Kristen Stewart, entah mungkin pengen liat si Taylor buka baju (upss!), atau sama kayak si K, dipaksa ceweknya (aka saya) nemenin nonton, padahal aslinya ga ngerti Twilight itu cerita tentang apa :)). Film pun dimulai. Jujur saya suka opening BDPt2 ini. Terlihat berbeda, menggambarkan Forks yang bersalju, didominasi oleh warna merah, putih, hitam dan abu - abu. Adegan lalu berganti pada Bella Swan yang terbangun. Bagi yang sudah nonton Part 1-nya, pasti ngeh kalau Bella diubah menjadi vampire oleh sang suami, Edward Cullen. Disini Bella yang sudah menjadi vampire, berubah jadi mirip boneka barbie. Kulit putih pucat (bedaknya pas lho, ga berlebihan!), warna mata yang merah menyala dan rambut berkilau megar - megar seperti abis keluar dari iklan sampoo. Bella sudah tak lagi sama dengan Bella yang dulunya manusia. Dia jadi jauh lebih cantik kali ini.

Bella yang menyadari kekuatannya sebagai vampir lalu dibimbing oleh Edward untuk mencari mangsa. Bella sudah menunjukkan ketangguhan dirinya dengan menolak minum darah manusia. Tapi dia masih belum aman untuk menggendong putrinya yang baru lahir, Renesmee. Betapa terkejutnya Bella saat tahu Jacob Black, cem - cemannya dulu sebelum nikah sama Edward, menjadikan Renesmee yang belum ada seminggu umurnya untuk jadi pasangan hidup Jacob. Pedofil banget ternyata Jacob ini :)). Tapi masalahnya ga panjang kok, Bella pun bisa nerima Jacob bakal jadi menantunya nanti. Bella dan Edward dapat hadiah kejutan dari Alice Cullen, saudara angkat Edward, yaitu sebuah rumah. Dan masa bulan madu yang tertunda pun dimulai. Jujur saya senang liat adegan intimnya, karena artistik walau bikin bosan juga. Bulan madu selesai, Bella mendapati sang putri Renesmee bertumbuh dengan cepat, tidak seperti anak biasa. Saat mengajak anaknya bermain di luar, Irina salah satu vampir Denali teman keluarga Cullen memergoki Renesmee yang memakai kekuatannya. Irina pergi melapor ke Volturi, klan pemimpin Vampire di Italia. Sementara Alice mendapat penglihatan kalau Volturi akan menyerang keluarga Cullen.

Keluarga Cullen pun mengumpulkan banyak saksi untuk membuktikan kalau Renesmee tidak berbahaya, sementara Alice dan Jasper menghilang. Carlisle Cullen, ayah angkat Edward berhasil mengumpulkan semua temannya, mulai dari para vampire Denali, dari Mesir, Irlandia, Amazon, Inggris bahkan sampai Rusia. Alice masih belum kembali dan Bella mendapati kalau gadis itu sudah menyiapkan paspor dan uang untuk Renesmee dan Jacob, kalau - kalau keadaan menjadi buruk. Keluarga Cullen dan sekutunya menyiapkan diri untuk menghadapi Volturi dan Bella menyadari kekuatannya sebagai pelindung. Hari yang dinantikan pun tiba, Volturi datang ke Forks dengan begitu banyak vampire. Sementara dari keluarga Cullen hanya beberapa saja, walau banyak dari mereka yang punya kekuatan khusus. Alice pun datang dan meyakinkan Aro, pemimpin Volturi kalau Renesmee bukan anak Abadi dan tidak berbahaya. Bisakah Aro diyakinkan? Atau perang antara Volturi dan keluarga Cullen harus terjadi?

Persis sis sis dengan bukunya. Itulah pendapat saya setelah selesai liat BDPt2. Sebelumnya, jika kamu belum pernah nonton film - film Twilight, kemungkinan bakal bingung liat film ini. Dan jangan sampai belum nonton Part 1-nya, kalau pengen ngerti isi BDPt2. Saya sampai sekarang ga paham kenapa Breaking Dawn yang sebenarnya ceritanya sangat simpel tapi gaya ceritanya tante Meyers yang bertele - tele itu membuat bukunya jadi tebel banget kayak bantal, dibagi jadi dua bagian. Aih, ikut - ikutan Harry Potter dong yak. Walau kalau HarPot itu make sense kalau dibagi dua, Breaking Dawn? Oh, pfft. Jalinan cerita di film ini sama persis dan tidak melenceng sedikitpun dari buku. Ada sedikit perubahan, tapi tidak signifikan. Sebelumnya ada kabar kalau bakalan ada adegan tambahan di film ini, yang tidak ada di bukunya. Apakah itu, cek bagian spoiler di bawah ini ya (dibold dulu jika ingin membacanya):

Adegan tambahan itu adalah perang antara Volturi dan keluarga Cullen. Setelah Alice berusaha meyakinkan Aro kalau Renesmee tidak berbahaya, sayangnya Aro tidak mempercayai Alice. Terjadilah pertempuran, dimana Aro membunuh Carlisle. Jujur saya kaget waktu liat adegan ini, dan sangat excited! Akhirnya pertempuran yang ga ada di buku, diadain juga disini! Perangnya sendiri sangat sadis, dan seharusnya BDPt2 ini dirating dewasa aja. Banyak yang mati, seperti Jasper, Seth dan Leah Clearwater. Bagian yang menurut saya keren adalah saat Benjamin, vampir dari Mesir yang bisa menguasai element, meretakkan bumi untuk membalik keadaan. Jane pun akhirnya menemui ajal di tangan Alice. Aro dibunuh bersamaan oleh Bella dan Edward. Dan ternyata... itu semua cuma masa depan yang diperlihatkan Alice pada Aro, jika Aro bersikeras mengadakan perang. Lucunya, setelah adegan itu semua penonton di bioskop berteriak kecewa. Semuanya sama ketipunya dengan saya :)).

Dan adegan tambahan itulah yang membuat saya jadi "heh, sudah kuduga". Ditilik dari segi filmnya, spesial efeknya adalah yang terburuk. Okelah, bagian serigalanya sudah smooth banget. Sayang Jacob cuma buka baju sekali :)). tapi spesial effect untuk pertumbuhan Renesmee kasar! Heran juga, karena film ini terkesan jadi kayak pelit budget. Selain itu effect buat para vampir yang bergerak cepat juga bikin saya meringis. Jauh lebih halus di film - film terdahulu. Untuk urusan make up, saya angkat tangan deh. Walau sebenarnya bedak untuk para vampir sudah oke, entah kenapa untuk make up Emmett berasa aneh. Abis mukanya putih pucat, tapi badannya ngga! Dari segi akting, Kristen Stewart tetap bisa memerankan Bella yang ga ada ekspresi, walau saya akui dia cukup oke aktingnya kali ini. Robert Pattinson sebagai Edward, duh, kayak lemes, letoy ga ada gairah sama sekali. Saat adegan intim Ed dan Bella, saya sempat mikir "si Rob ini, apa bakal kebayang kalau Kristen bakalan selingkuh dari dia ya, hehee". Taylor Lautner sebagai Jacob sudah lumayan. Dan saya suka banget ma Mackenzie Foy yang imuuuuut sebagai Renesmee. Michael Sheen sebagai Aro lebay aktingnya. Saya heran kenapa aktor kelas atas kayak dia dan Dakota Fanning mau main di film Twilight. Keluarga Cullen sih yah biasa aja. Yang kasihan tuh Jackson Rathbone, karena peran dia sebagai Jasper kayak jadi pajangan aja :)). Karakter favorit saya disini adalah para vampire Denali (Kate dan Tanya), para vampir dari Amazon, Benjamin, dan Garreth yang diperankan oleh Lee Pace (pemeran Thranduil di The Hobbit) ! Bagi saya Garreth ini jauuuh lebih ganteng daripada Edward, mungkin karena brewokan :)). Adegan endingnya ditutup dengan indah dimana menceritakan pertemuan Edward dan Bella sampai saat menikah. Bagian penutupnya menampilkan semua pemain yang pernah muncul di Twilight Saga.

Bagi kamu yang penggemar Twilight, maka wajib nonton BDPt2. Bagi kamu yang ga suka Twilight, tapi terlanjur nonton filmnya dari awal, atau kayak saya hanya menganggapnya sebagai hiburan, sayang rasanya kalau ga dilanjutkan toh ini yang terakhir. Bagi saya sih Twilight ini ga akan pernah jadi film terbagus sepanjang masa, apalagi masuk Oscar. Kelas dia yah bakalan cuma sampai MTV Movie Awards yang bagi saya penghargaan film terkonyol sepanjang masa. Tapi ga memungkiri kalau film Twilight ini membuka jalan bagi film - film remaja, utamanya yang diadaptasi dari novel. Dan menangiskah saya saat melihat ending scene film ini sama kayak pas saya nonton Harry Potter? Ngga tuh, saya malah lega ^-^. Mungkin yang bikin saya agak kecewa adalah kurangnya adegan buka baju dari para werewolf di film ini :)).

Rating : 
 


 Sensualitas :
 
Saya menyarankan agar kalian yang dibawah 17 tahun, seengganya tutup mata liat adegan ranjang. Dan jangan bawa anak kalau nonton ini! Saya jadi geleng - geleng kepala kalau ada orang yang bawa anak kecil buat nonton film yang dirating remaja/dewasa.

Senin, 19 November 2012

Review : New York to Dallas oleh J.D.Robb

Judul : New York to Dallas
Pengarang : J.D.Robb
Penerbit : Berkley
Tebal : 400 halaman
Diterbitkan pertama kali : 6 Maret 2012
Format : Mass Market Paperback
Target : Dewasa
Genre : Thriller Suspense Romance
Bahasa : Inggris
 
Seri : In Death
Buku ke- : 33 (tiga puluh tiga)
Status : Punya sendiri

Web Pengarang
Order di : Bookdepository
English Review at Goodreads :
click here
Review buku no 17.5 : Big Jack
Review buku no 32 : Treachery in Death

Sinopsis


The new novel from the #1 New York Times-bestselling author, which takes readers deeper into the mind of Eve Dallas than ever before.

The number-one New York Times -bestselling author J. D. Robb presents an intense and terrifying new case for New York homicide cop Eve Dallas, one that will take her all the way to the city that gave her her name-and plunge her into the nightmares of her childhood.

When a monster named Isaac McQueen-taken down by Eve back in her uniform days-escapes from Rikers, he has two things in mind. One is to pick up where he left off, abducting young victims and leaving them scarred in both mind and body. The other is to get revenge on the woman who stopped him all those years ago.

Review



Baiklah. Pembaca dan pengunjung setia blog Ren's Little Corner, dan juga beberapa teman yang kenal saya pasti sudah paham betapa saya tergila - gila dengan serial In Death. Dan juga karakter utamanya, selain Eve Dallas sang polisi tangguh, juga ada Roarke yang Ya-Tuhan-Kenapa-Cowok-Ini-Hanya-Ada-Di-Dunia-Novel. Oke, saya akuin saya lebay, tapi Eve dan Roarke lah yang membuat saya setia membaca serial In Death. Dan tidak seperti kebanyakan seri yang setelah beberapa buku, kualitas ceritanya menurun, In Death justru sebaliknya. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah penerbitan seri ini, tidak ada embel-embel "In Death" di judulnya. Kenapa bisa begitu?

Melanjutkan cerita setelah buku terakhir, Treachery in Death (yang sudah direview di blog ini, dan buku no 32. Jangan, jangan pingsan liat urutan keberapa buat buku ini), Eve Dallas dan Delia Peabody menghadiri upacara penghormatan dan pemberian medali atas jasa mereka meringkus polisi korup. Seperti biasa, Eve mendapat kasus kejahatan. Namun kali ini berbeda, karena pelakunya adalah orang yang Eve ringkus 12 tahun yang lalu. Saat Eve masih baru lulus dari Akademi Kepolisian. Sang pelaku, Isaac McQueen adalah seorang yang sadis dan juga pedofil. Hobinya menculik anak kecil, lalu memerkosa dan menyiksa mereka selama bertahun - tahun. Saat itulah Eve yang baru berusia 20 tahun tanpa sengaja menanyai Isaac yang dianggapnya saksi untuk kejahatan di tempat Isaac. Eve yang menyadari ada yang tidak beres dengan tempat tinggal Isaac, menggerebek tempat itu dan menemukan kurang lebih 20 gadis kecil yang semuanya diculik dan diperkosa Isaac. Isaac pun dipenjara, dan kabur 12 tahun setelahnya dengan menggorok leher perawat penjara serta menyusun rencana balas dendam untuk Eve.

Setelah mengirimkan "souvenir" yang berupa seorang wanita yang diperkosa Isaac dan mempunyai tato berbentuk hati dan bertuliskan no "27" sebagai peringatan untuk Eve, sang Letnan pun langsung bertindak. Penyelidikan selanjutnya mengarahkan Eve ke tempat tujuan Isaac selanjutnya, yaitu Dallas. Hati Eve mencelos. Bagi pembaca setia buku ini, pasti tahu bahwa Dallas menyimpan banyak kenangan pahit bagi Eve. Dallas juga nama akhir Eve yang saat ditemukan tidak ingat namanya sendiri. Namun demi menghentikan Isaac, Eve pun pergi ke Dallas bersama Roarke. Penyelidikan di New York pun diserahkan pada Peabody, McNab dan Feeney. Sesampainya di Dallas, Eve segera bekerja sama dengan kepolisian Dallas, dan menyadari bahwa korban baru Isaac, Melanie Jones adalah kembaran Bree Jones, salah satu polisi disana. Melanie dan Bree dulunya juga korban Isaac saat mereka masih muda tapi diselamatkan oleh Eve. 

Eve mendapati bahwa Isaac dibantu oleh seorang wanita paruh baya dan pecandu bernama Sarajo Whitehead. Sarajo dulunya adalah klien Melanie yang bekerja sebagai konseling pasca pemerkosaan. Eve dan Roarke berusaha menyelidiki dan menangkap Sarajo, yang suka berganti - ganti identitas, kali ini dengan nama Sylvia Prentiss. Mereka yakin Sylvia akan membawa mereka selangkah lebih dekat dengan Isaac. Betapa terkejutnya Eve saat menangkap Sarajo/Sylvia dan menyadari identitas asli wanita itu. Wanita yang ternyata memiliki hubungan yang sangat erat dengan Eve di masa lalu. Sayangnya, terjadi hal yang tidak diinginkan pada Sarajo dan Isaac kembali kabur. Eve harus berpacu dengan waktu, berusaha melawan mimpi buruknya yang kembali muncul, dan menghentikan Isaac. Karena target Isaac sekarang adalah Eve sendiri.

Saya benar - benar puas membaca New York to Dallas. Walaupun pelaku kejahatannya sudah diketahui sejak awal, sama seperti Treachery in Death, tapi penyelidikan dan kejar - kejaran antara polisi dan pelaku yang membuat buku ini beralur cepat dan juga seru. Ada beberapa momen yang bikin saya terenyuh. Seperti saat Eve lagi - lagi mengalami mimpi buruk, dimana dia diperkosa ayahnya sendiri saat masih 8 tahun dan lalu membunuh pria bejat itu. Dan Roarke yang ga bisa apa - apa saat Eve harus tenggelam dalam keputus -asaannya setelah bermimpi, karena walau Roarke ingin membunuh ayah Eve atas perbuatan pria itu, bagaimana dia bisa kembali ke masa lalu? Disinilah kita diperlihatkan bahwa Eve hanya manusia biasa. Dia memang biasanya terlihat kuat, cerdas, bahkan cenderung dingin. Tapi Eve juga punya masalahnya sendiri, dia masih belum bisa berdamai dengan masa lalunya yang pahit. Bersyukurlah Eve punya Roarke, dengan cinta, komitmen dan kepercayaan di antara mereka berdua, Eve bisa bertahan. Dan walau ingatan Eve akan ibu kandungnya selalu memperlihatkan Stella (nama ibu Eve) yang membencinya, Eve punya Dr Mira yang bagaikan figur ibu baginya.

Penggemar seri In Death bakalan bernostalgia dengan buku ini. Ada beberapa momen yang sudah pernah kejadian di buku - buku sebelumnya seperti adegan Galahad yang menyelamatkan Eve seperti di akhir buku Naked in Death. Sayangnya bagi mereka yang ngefans Peabody-McNab dan semua detektif NYPSD, keberadaan mereka disini sangat kurang. Apalagi mereka yang menunggu adegan Eve yang beradu mulut dengan Summerset. Cuma 1-2 dialog saja. Sebaliknya kita akan diperlihatkan bagaimana Eve bekerja sama dengan kepolisian Dallas yang menurutnya sih terlalu bersih gedungnya dan semua orangnya doyan ngobrol sama sopan banget! Menarik melihat Eve yang biasanya memimpin operasi penangkapan sekarang harus mengesampingkan egonya dan menyesuaikan diri dengan kepolisian lain. Tapi, bagi saya yang juara di buku ini ya hubungan Eve dan Roarke. Mereka benar - benar pasangan ideal favorite saya. Sama - sama punya masa lalu pahit tapi saling mendukung agar tidak tenggelam di masa lalu itu.

New York to Dallas sekali lagi membuktikan kemampuan Nora Roberts aka J.D.Robb dalam menulis cerita. Misteri pembunuhan yang mengasyikkan untuk dibaca, drama dan romansa diantara tokoh - tokohnya yang tidak selalu sempurna. Salut buat tante Nora yang sanggup nulis 2 buku untuk J.D.Robb dalam setahun dan 2 buku lagi dengan namanya sendiri. Dan kualitasnya nyaris ga berkurang. Saya tahu mungkin banyak yang masih ragu baca seri In Death. Tunggu apa lagi? Suka karakter cewe yang kuat? Suka karakter billionaire yang jaaaaauhhhhhhhh lebih oke dan keren daripada si Grey di Fifty?(yah saya ga bisa ga bandingin Grey sama Roarke). Suka sama cerita detektif yang bersetting di masa depan? Seri In Death (diterjemahkan jadi "Dalam Kematian") patut buat dicoba. ;)


Favorite Quote :

- "Oh thank you, Jesus."
"It's Roarke." He tapped a finger on Eve's head. 

"You really shouldn't forget your own husband's name

Rating Cerita



Sensualitas
 

 Seperti biasa adegan olahraga tempat tidurnya amat sangat mild :)). Tapi yah, karena ini Eve dan Roarke, mau semild dan sevanilla apapun tetap aja bikin hati saya deg - deg ser.

Jumat, 16 November 2012

Friday's Recommendation #9 (+ giveaway)

Maaf karena saya baru posting Friday's Recommendation jam segini. Karena Jum'at ini libur dan saya kemaren kecapekan abis jalan - jalan, jadinya baru jam segini deh bangunnya, hehehehe. Untuk kali ini, meme Friday's Recommendation pun tetap ada giveawaynya. Dan terimakasih untuk teman - teman blogger yang sudah mengikuti meme pada minggu kemaren. Total ada 12 blogger yang ikut,  dan walau saya mau kasih buku buat semua, saya cuma bisa milih 1 :|. Lalu siapa pemenang yang beruntung? 

Selamat untuk FJ yang memenangkan Friday's Recommedation minggu lalu, dengan merekomendasikan "Feed" karya Mira Grant! Tunggu email dari saya, dan tolong dibalas 1 x 24 jam, karena saya mau pesen bukunya secepatnya. Jika lebih dari itu, akan saya pilih pemenang yang lain.

Bagi mereka yang baru ikut meme Friday's Recommendation (FC), silakan melihat rules yang saya posting di bawah ini :) :

1. Pilih jenis rekomendasi buku. Ada dua jenis rekomendasi, yang pertama dan sifatnya mutlak adalah Rekomendasi Buku untuk Diterjemahkan . Jika tidak ada buku yang direkomendasikan untuk diterjemahkan, maka bisa memilih pilihan kedua, Rekomendasi Buku Pilihan. Disini rekomendasikan buku yang paling kamu suka baca dalam minggu ini.

2. Pilih hanya 1 (satu) buku untuk direkomendasikan. Tidak boleh lebih.

3. Beri sinopsis, genre buku dan alasan kenapa kamu merekomendasikan buku itu.

4. Posting button meme di bawah ini :



5. Blogger yang sudah membuat memenya, jangan lupa menaruh link ke blog di daftar linky di bagian paling bawah post ini, sehingga pembaca bisa blog walking.

6. Untuk pembaca blog yang tidak punya blog, bisa menulis rekomendasinya di kolom komen.

7. Bahasa yang dipergunakan terserah. Jika memang khusus blog yang menggunakan bahasa Inggris, dipersilakan menulis dengan bahasa Inggris. Begitu juga sebaliknya.


Untuk Friday's Recommendation kali ini, saya akan merekomendasikan buku ini untuk diterjemahkan :


THE MANE EVENT
SHELLY LAURENSTON
 

Genre : Paranormal Romance
Sinopsis :
One of the hottest new voices in paranormal romance, Shelly Laurenston knows how to do it all, delivering tales that are wickedly funny, action-packed, and scorch-your-fingers sexy. With The Mane Event, she proves just how delicious love can be once you unleash your inner beast...  

Christmas Pride

How come all the good-looking ones are insane? That's what runs through NYPD cop Desiree "Dez" MacDermot's mind the minute she hooks up again with her childhood buddy, Mace Llewellyn. It isn't just the way he stares at her with those too-sexy gold eyes--as if he could devour her on the spot. Or the six-four, built-like-a-Navy Seal bod-o-death. It isn't even that he sniffs her neck and purrs, making her entire body tingle. It's more about that disconcerting, shifting-from-man-to-lion thing that unhinges her...and makes her want more. Mace likes making Dez crazy. In fact, he likes her any way he can get her--in bed, on the desk, here, now, again. Together, they'd always been trouble, but Dez has no idea just how good trouble can feel...     

Shaw's Tail

  Brendon Shaw, hotel owner and lion shifter, has seen better days. He's been beaten, had a gun to the back of his head, and had to be rescued by a Pack of shape-shifting wolves. He didn't think he'd survive the night, much less find the woman of his dreams. And he never thought the woman of his dreams would have a Tennessee accent and wear cowboy boots. Once he sets his sights on her, the predator in him is ready to pounce and never let go. Ronnie Lee Reed is ready to change her life, and New York City is the place where any girl--even one who runs with a Pack--can redefine herself. First order of business: find a mate, settle down, and stop using men for sex. Even big, gorgeous, lion-shifting, oh-my-what-big-um-paws-you-have men. Then again...

Kayaknya tuh saya jarang banget liat novel paranormal romance yang ceritanya lucu banget sampai bikin ketawa nangis (oke, ini lebay) diterbitkan di Indonesia. Walaupun lucu, tapi humor bukanlah element utamanya, bahkan banyakan serius. Saya sendiri baca bukunya Shelly Laurenston karena direkomendasikan oleh teman saya, bahwa ceritanya bikin ketawa sampai lupa diri. Hmmm, apa bener sih yang dia bilang? Saya pun mulai dengan buku The Mane Event, dan ternyata dia benar. The Mane Event ini ada dua cerita pendek, tapi berhubungan. Menceritakan tentang para shifter (pengubah wujud) dan lika liku kehidupan mereka. Jenis - jenis shifternya sendiri banyak, tapi untuk sementara di buku ini masih terbagi jadi tiga, yaitu serigala, singa dan hyena.

Bagi saya, buku - bukunya Shelly Laurenston yang seri Pride sama sekali ga kerasa kayak paranormal romance. Lebih ke kontemporer, cuma orang - orangnya lebih dari manusia biasa. Ga ada tuh musuh yang ingin menyelamatkan dunia. Adanya cuma kehidupan sehari - hari yang dikemas dengan tokoh - tokoh ga waras, humor yang mungkin lebay tapi tetap aja bikin ketawa ngakak dan juga tema keluarga yang walaupun tetep ga waras tapi kadang mengharukan juga untuk dibaca :). Nanti kedepannya, bakal banyak lagi variasi shifter yang keluar, bahkan ada hybrid. Kayak blasteran macan+singa, anjing+serigala, bahkan ada yang singa+beruang polar. Aneh emang, tapi saya suka karena lucunya, hehehe.


Untuk review saya di Goodreads bisa diklik  disini  (pakai bahasa Inggris).

Bagi blogger yang sudah mengikuti meme Friday's Recommendation bisa membagi linknya di daftar linky di bawah ini. Jadi saya dan pembaca lain bisa blogwalking.Dan tentu saja tak lupa giveaway dong yaa :D. 

Dan rules untuk Friday's Recommendation giveaway ini adalah :


1. Posting meme Friday's Recommendation di blog kamu. Mulai dari hari Jumat, 16 November (hari ini) pukul 9:00 sampai dengan Sabtu besok, 17 November pukul 12.00. Saya kasih toleransi mungkin ada yang baru bisa posting nanti malam. Jika meme diposting setelah batas waktu yang sudah ditentukan, akan saya anulir.

2. Setelah diposting, jangan lupa untuk menulis link blog di daftar linky di bagian bawah postingan ini. Ini untuk memudahkan saya mengecek dan mengundi siapa saja yang ikutan meme Friday's Recommendation.

3. Yang jelas sih, harus punya blog :D

Yak, itu saja. Mudah kan syarat giveawaynya? :) Akan diambil 1(satu) pemenang yang akan mendapatkan buku pilihan sebesar USD 8 (jika mau belinya di bookdepo) atau IDR 75.000. Pemenang akan saya umumkan di meme Friday's Recommendation minggu depan, yang tentunya akan ada giveaway baru lagi.


Ditunggu partisipasinya dan semoga buku yang kita rekomendasikan suatu saat bisa diterjemahkan disini ya :)

Rabu, 14 November 2012

Opini : Reading Challenge (plus giveaway!)



Pernahkan kalian melihat atau membaca atau mendengar ungkapan yang ada di jam itu? Dipopulerkan pertama kali oleh Frank Zappa, kayaknya ungkapan ini beneran mewakili semua kutu buku. Banyak banget buku yang ada di lemari, tapi kayaknya waktu 24 jam itu ga pernah cukup buat selesai baca itu semua. Belum lagi kalau tiap beberapa minggu atau beberapa hari sekali beli buku. Makin panjang deh timbunan buku yang entah kapan kita baca itu :)). Nah, untuk membantu kita menghabiskan buku - buku (dalam artian dibaca tentunya), salah satu caranya adalah dengan menargetkan berapa buku yang kita baca dalam jangka waktu tertentu. Istilah kerennya sih, Reading Challenge :D

Sebelumnya postingan ini lebih ke share pengalaman aja yah, bukan semacam pendapat saya. Tapi semoga tetep pada enjoy bacanya :). Saya pertama kali tahu Reading Challenge dari Goodreads. Yup, dimulai sejak tahun 2011 (saya masuk Goodreads sendiri tahun 2010), Goodreads mengunggah sebuah widget Reading Challenge yang memungkinkan penggunanya untuk menarget berapa jumlah buku yang akan mereka baca selama setahun. Saya yang jumawa karena tahun 2010 abis 200an lebih buku (yang 90% dalam versi ebook :)) ), akhirnya menarget dengan jumlah yang sama. Dan coba tebak, pas akhir tahun 2011 saya cuma bisa baca 140 aja. Malu ga sih? Apalagi  widget Reading Challenge ini punya pengingat yang lumayan bikin bete kalau saya ga sampai target, hehehe. 

Akhirnya di tahun 2012 ini, saya ga muluk - muluk, target cuma 75 buku! Demi membuat saya patuh target ini, saya mulai ikut banyak Reading Challenge yang mempunyai tema tertentu. Seperti "Reading English Book Challenge" di blog surgabukuku, "Name in a Book Challenge" di blog Mbak Fanda. Saya juga pernah ikutan tantangan baca "Gone With The Wind" , masih tetap di blognya Mbak Fanda, dan yah malah ga kebaca. Malunyaaa. Selain di blog, karena saya anggota BBI, tiap bulan ada semacam baca bareng yang saya anggap itu juga semacam tantangan. Saya juga ikut Reading Challenge di blog luar, seperti Under The Cover dan Bitten by Paranormal. Sederhananya sih, karena paranormal romance dan urban fantasy adalah genre favorit saya aja.

Tetap deh ya, ikutan Reading Challenge di banyak blog, target saya ga kecapai. Maklum selain kerja, kadang mau baca aja sudah capek banget. Gimana yah, cara saya bisa mencapai target selesai baca 75 buku sebelum akhir tahun? Akhirnya saya pun ikutan Reading Challenge yang ada di komunitas pembaca Goodreads. Berhubung saya doyan baca buku Eng, maka komunitas yang saya masuki juga banyakan komunitas pembaca luar. Saya ikut banyak macam Reading Challenge, mungkin bisa sampai 5-6 tantangan sekaligus, dan saya akui orang Barat itu idenya luar biasa! Tiap bulan selalu saja ada ide untuk tantangan baca, misalnya "Spell it Out" dimana buku yang kita baca, huruf pertama judulnya harus sesuai dengan huruf pertama kata yang dijadikan tantangan. Ada juga tantangan baca buku berdasarkan covernya, sesuai dengan tema bulan itu atau genre tertentut. Dan banyak lagi. Durasinya pun bervariasi, ada yang tahunan, per 6 bulan, per tiga bulan, per bulan, dan ada juga yang seminggu satu buku haru selesai Percaya atau tidak,sejak ikutan Reading Challenge di banyak komunitas, saya sukses melampaui target 75 buku. Dan sekarang sudah naikin lagi jadi 100, hehehe.

Bagi saya, Reading Challenge adalah solusi yang cukup ampuh untuk membuat kita membaca buku, selain juga melawan rasa malas. Selain itu membuat kita keluar dari zona nyaman selama ini. Setelah gabung dengan BBI, dengan mengikuti event baca bulanan mereka, saya jadi banyak baca buku yang di luar genre favorit. Dengan mengikuti Reading Challenge di komunitas Goodreads, buku yang udah ga kesentuh sekian lama, akhirnya saya baca juga. Bahkan membuat saya jadi menemukan banyak pengarang baru dan buku baru yang keren. Dasarnya sih saya memang menyukai tantangan, dan mengikuti Reading Challenge membuat pengalaman baca saya jadi jauh lebih berwarna :).

Dan sekarang waktunya Giveaway Minggu yang ke dua! Yup, untuk Giveaway Mingguan, saya putuskan untuk membuat formatnya jadi "bagi - bagi pendapat (atau pengalaman) dan menangkan buku pilihan". Panjang ya, hehehe.  Saya akan memberikan 1 (satu) buku pilihan sebesar IDR 75000. Mau dapat hadiahnya? Ini syarat - syaratnya :

1. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar :

"Pernahkah ikut Reading Challenge, seperti yang di Goodreads atau blog - blog lainnya? Ataukan kamu tipikal orang yang tidak punya target saat membaca, hanya membaca saat sedang mood saja?"

2. Tulis alamat email di bawah jawaban. Ini penting, karena saya akan menghubungi pemenang via email. Bukan Twitter atau FBnya. Tulis juga nama id kamu, jika pakai pilihan "anonim".

3. Boleh share giveaway ini. Dan jangan lupa share linknya. Ini optional, tidak harus dilakukan :)

4. Giveaway berlaku hanya seminggu. Mulai tanggal 14 - 20 November 2012. Pemenang akan diumumkan di postingan Giveaway Mingguan selanjutnya pada tanggal 21 November 2012 . Pemenang akan diundi secara random.

Saya tunggu partisipasinya, dan kata - kata terakhir dari saya ;) :







Source pic: click here and here

Pemenang Weekly Giveaway 1!

Adakah yang dag dig dug der pengen tahu siapa pemenang untuk Weekly Giveaway yang pertama? :D Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimkasih pada teman - teman yang sudah berbagi opini. Total ada 69 orang (saya hitungin kok, hehehe) yang berbagi opini mereka tentang preferensi mereka dalam membaca buku, pilih yang terjemahan atau baca yang edisi aslinya. Setelah saya baca semuanya, ternyata banyak yang prefer buku terjemahan, dengan alasan karena Bahasa Inggrisnya masih kurang. Hehehe, saya bisa paham kok :D. Untuk mereka yang milih buku versi aslinya, ada yang karena nunggu terjemahan udah lama, ada juga yang ngerasa kualitas terjemahan kurang. Hmmm, PR buat para penerbit Indonesia untuk ningkatin kualitas terjemahannya nih. Lalu beberapa juga ada yang tergantung, karena masing - masing versi punya kelebihan dan kekurangan. Ada juga yang memilih baca keduanya :).

Dan pemenang untuk weekly giveaway kali ini adalah :

Arga Litha

Selamat, kamu berhak mendapatkan buku pilihan kamu dengan nominal 75ribu rupiah. Saya akan hubungi lewat email, dan tolong dibalas dalam waktu 1 x 24 jam. Karena saya harus cepet pesan bukunya :). Untuk yang belum beruntung, jangan khawatir. Karena setelah ini akan ada Weekly Giveaway Minggu ke 2, tetap dengan format yang sama. Share your opinion, win a book! :)

Selasa, 13 November 2012

Review : Romeo, Romeo oleh Robin Kaye

Judul : Romeo, Romeo
Judul Asli : Romeo, Romeo
Pengarang : Robin Kaye
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 488 halaman
Diterbitkan pertama kali : 18 Juni 2012
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Contemporary Romance
Seri : Domestic Gods
Buku ke : 1 (satu)
Bahasa : Indonesia
 
Status : Pinjam teman (thanks to Mbak Dian Aesha)
Website : Robin Kaye

Review in other site : Goodreads

Sinopsis  

Rosalie Ronaldi tidak bercita-cita untuk berumah tangga..

Hal yang dipedulikannya hanyalah karir, sehingga dia mampu bertahan hidup hanya dengan makanan siap saji dan minum martini, membiarkan sepatunya berada di bawah meja makan, dan pakaiannya berserakan di atas sofa. Nick Romeo adalah fantasi setiap wanita-tinggi, berkulit gelap, tampan, kaya, sangat hebat di ranjang, DAN dia suka memasak serta bersih-bersih rumah... Nick menginginkan seorang wanita yang mandiri, tapi ketika bertemu Rosalie, hal yang diinginkannya justru mengurus wanita itu.

Tidak lama berselang, dia pun membersihkan apartemen Rosalie, mengisi kulkasnya, dan mengadopsi anjingnya... Lalu, apa masalahnya? Hanya masalah kecil tentang salah duga soal identitas, pencurian korporat, masa lalu yang tersembunyi di penjara anak-anak, dan satu keluarga besar Italia yang suka ikut campur dan membuat tak nyaman...

Editor’s Note
- Lucu, romantis, menghanyutkan...
- Mendapat rating bintang 4.5 di Amazon.com

Review


Skeptis. Itulah kesan awal saya baca halaman pertama Romeo, Romeo. Judul yang bikin saya mendengus awalnya. Karena yah, emang lucu sih :)). Kenapa skeptis, mungkin karena saya baru baca novel contemporary dari penerbit yang sama yaitu Lelaki Terseksi Di Dunia karya Julie James dan buku itu cuma biasa aja bagi saya. Jadinya saya ga banyak ekspekstasi. Dan memang jangan terlalu ekspekstasi, karena saya justru menyukai Romeo, Romeo saat membalik halaman terakhir buku ini!.

Rosalie Ronaldi tidak mau menikah, ataupun berumah tangga. Seorang workaholic yang kerjanya menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, menikah tidak ada dalam pikirannya. Wajar sih kalau Rosalie ogah - ogahan, selain hampir semua pacarnya idiot termasuk Joey, mantannya yang terakhir, keluarga Ronaldi yang berasal dari Italia suka ikut campur masalah Rosalie. Apalagi sang Mama yang bolak balik tanya kapan Rosalie menikah dan menuduhnya anak durhaka (bahkan pelacur!) karena tega memutuskan Joey. Jangan heran kalau Rosalie makin enggan untuk jalan di altar pernikahan. Tapi semua berubah ketika mobilnya mogok di tengah jalan, ban cadangannya tidak ada karena diambil kakaknya yang brengsek (menurut Rosalie) Rich, dan bertemu dengan pria tampan berbaju montir tapi seolah baru keluar dari majalah GQ.

Dominick "Nick" Romeo, juga tidak percaya dengan pernikahan. Menganggap nama "Romeo" adalah kutukan, Nick yang tidak ingin bernasib seperti ayah dan leluhurnya yang suka mencampakkan wanita berubah menjadi pria anti komitmen. Di usianya yang 31 tahun, Nick punya segalanya, dia adalah pemilik Romeo's, dealer mobil terbesar di Brooklyn.Tapi prinsip "anti komitmen" dan "lebih baik berteman saja"nya ini berubah setelah bertemu Rosalie yang mencak - mencak karena mobilnya mogok. Rosalie tidak sadar kalau Nick yang ditemuinya adalah bujangan paling dicari di Brooklyn dan Nick menyadari dengan ngeri kalau Rosalie adalah adik Rich, orang yang membuatnya masuk penjara anak - anak gara - gara Nick meniduri pacar Rich saat umur 15 tahun. Walau begitu Rosalie yang tidak seperti wanita kurus bak lidi yang dikencaninya, menarik hati Nick. Maklum, Rosalie yang punya darah Italia memang memiliki tubuh yang molek dan tinggi semampai. Siapa juga cowok normal yang ga mau? :P

Dan dimulailah hubungan "no string attached" antara Nick dan Rosalie yang dipanggilnya "Lee". Nick tidak memberitahu siapa dirinya sebenarnya dan walau Rosalie sudah tahu kalau Nick adalah Dominick Romeo, dia tidak pernah menyinggungnya. Ini cuma hubungan anti komitmen dan suka sama suka kan? Tapi, kenapa yah di awal kencan mereka, Nick dan Rosalie sudah ciuman dengan ganas sampai Vinny, sepupu Nick bengong lihatnya? Kenapa yah, si Nick kok malah kalang kabut ketika Rosalie menderita pneumonia bahkan sampai mengusir mama Rosalie, gara - gara marah Rosalie mengencani Nick yang menurutnya cafone alias binatang? Nick bahkan sampai rela mengurus Rosalie yang sakit, mengurus anjingnya Dave, bahkan membersihkan rumah Rosalie yang kayak kapal pecah. Rosalie ternyata selain workaholic, juga tipe cuek bebek dengan apartemennya. Dan Nick ternyata hobi beberes rumah dan mengurus orang. Pasangan yang klop,kan? Lalu kenapa yah, dua orang ini masih saja menyangkal perasaan antara mereka? Ah, cinta emang urusan yang sulit, apalagi kalau sudah menyangkut ke pernikahan. Dan ketika Rosalie mengira bahwa Nick memanfaatkannya untuk mengambil alih Premier Motorcars, perusahaan yang sedang berusaha diselamatkan oleh Rosalie. Ketika mereka berpisah karena takut dengan perasaan masing - masing, hanya cinta yang bisa membuat mereka kembali dan menyadari bahwa pernikahan itu... tidak buruk sebenarnya.

Ah, saya jadi sok romantis pagi ini. Tapi bagi saya Romeo, Romeo ini secara ga langsung menyinggung beberapa hal yang penting. Salah satunya adalah pernikahan. Saya merasa simpati sama Rosalie, yang tidak mau menikah. Kadang kita bilang alasan belum menikah, karena memang belum ada jodoh, dan apa yang salah dengan itu? Apalagi kalau keluarga sudah mulai cerewet tanya "kapan nikah?" "emang mau jadi perawan tua", dll. Pasti bikin bete kan? Ini yang membuat saya jadi gampang terhubung dengan karakter - karakter di Romeo, Romeo. Bukan, bukan saya ga pengen nikah. Tapi Romeo, Romeo ini seolah ingin mengatakan , "kalau sudah waktunya, dan ketemu orang yang tepat, yang namanya pernikahan itu pasti akan terjadi". Jadi sok filosofis juga nih saya :p

Saya menyukai kedua karakter utama buku ini, Rosalie dan Nick. Chemistry diantara mereka rasanya pas, dialog yang lucu dan sarkastik membuat saya tersenyum dan juga tertawa bacanya. Saya sendiri merasa kalau Rosalie mirip banget sama saya. Cuek bebek sama lingkungan sekitar! Yah, saya emang hobi  berantakin kamar hanya buat diberesin lagi seminggu sekali :P. Nick juga adalah karakter pria yang bikin saya jatuh cinta! Saya ga terlalu menyukai tipikal pria "Anti komitmen", karena biasanya arogan. Tapi Nick punya nilai tambah, dia pandai urusan rumah tangga dan perhatian sekali sama Rosalie. Sudah ganteng, pinter ngurusin orang dan masak pula. Kalau saya ga suka, berarti saya aneh, hihihi. Dan Nick juga ga perfect kok. Buktinya dia masih tidak mau mengaku identitas aslinya pada Rosalie. Buku ini juga seolah ingin mengatakan, bahwa hubungan percintaan itu memang harus didasari oleh rasa percaya.

Karena Rosalie dan Nick sama - sama berdarah Italia, maka saya sudah menduga akan ada tema keluarga di buku ini, dan saya benar. Keluarga Rosalie sangat lucu, tapi juga menjengkelkan. Mama Rosalie, Maria yang menganggap pernikahan itu segalanya. Papa Rosalie yang walau terlihat diam, ternyata diam - diam selingkuh di belakang istrinya. Adik Rosalie, Annabelle, yang menurut Nick adalah versi anorexianya Rosalie dan juga drama queen. Yang waras di keluarga Ronaldi kayaknya cuma abang Rosalie, Rich dan Bibi Rose. Saya agak sedih saat baca bagian Mama Rosalie yang seolah membenarkan "perselingkuhan" saat Annabelle diselingkuhi oleh tunangannya, Johnny. Seperti dialog Rosalie di bawah ini :

" Kalau Annabelle yang berselingkuh, Mama akan memanggilnya puttana (pelacur). Kalau Johnny yang melakukannya, Mama bilang laki - laki memang begitu? Asal Mama tahu, aku tidak bisa memahami Mama. Kalau dia berselingkuh sekarang, nanti dia juga akan berselingkuh lagi. Tapi kurasa tidak apa - apa. Tidak masalah jika kita menikahi pria paling bajingan di dunia, sepanjang kita sudah menikah dan punya anak."

Jujur, bagi saya ini adalah dialog paling menohok di buku ini, dan juga membuat saya berpikir. Mungkin ini juga alasan Rosalie enggan menikah, karena tidak mau sakit hati akibat perselingkuhan. Saya hanya berharap di buku selanjutnya, masalah keluarga Ronaldi akan bisa diselesaikan. Dan hati Mama Rosalie bisa terbuka walau harus merasa sakit nantinya akibat perselingkuhan suaminya. Selain keluarga Ronaldi, juga ada karakter lain yang membuat buku ini jadi makin menarik. Seperti Vinny, sepupu Nick yang memberinya saran tentang masalah cinta. Gina, BFFnya Rosalie yang kecil - kecil cabai rawit. Dan jangan lupa dengan anjing Rosalie, Dave yang lucu dan menggemaskan. Seandainya saya ga takut anjing, saya ga keberatan punya anjing kayak Dave ^-^. Terjemahannya sudah oke, ada beberapa typo walau ga bikin keasyikan baca berkurang. Tapi saya agak bingung. Di awal cerita Nick dibilang berusia 31 tahun, tapi kenapa di akhir usianya 32? Emang sih durasi waktu novel ini ada sekitar 3 bulan, tapi kalau ga ada adegan ulang tahun, bisa saja saya berpikir ini inkonsistensi pengarang kan? :p

Dengan terjemahan yang enak dibaca, dan tema cinta yang sudah tidak asing tapi dikemas dengan sangat menarik, Romeo Romeo adalah karya debut yang menakjubkan dari Robin Kaye. Mereka yang menyukai genre kontemporer harus memasukkan Romeo, Romeo yang selain lucu, juga memiliki banyak pesan menarik terutama tentang pernikahan, dalam daftar bacanya.

Trivia

Trivia kali ini lebih ke fantasy cast! Baiklah, di buku ini Nick yang punya darah Italia dideskripsikan bertubuh tegap, dada six pack sluuurp, dan bermata biru (saya lupa warna rambutnya apa) dan mirip Jude Law. Heh? Bukannya Jude Law ga ada Italianonya sedikit pun, dan dia British. Saya ga bisa banyangin Jude Law sebagai Nick, karena bagi saya cowok itu keliatannya tua, muka Inggrisnya juga sangat menonjol! (kayak saya tau aja muka Inggris kayak apa). Tukang selingkuh lagi, hehehe. Karena itu inilah pilihan saya buat Nick :





Pilihan saya adalah Joe Manganiello (kiri) dan Raoul Bova (kanan). Semuanya punya darah Italia, dan siapa nih menurut kalian yang cocok jadi Nick :D?  (saya berusaha cari pic yang PG-13 tapi gambar Raoul Bova  shirtless yang lagi meluk anjing itu ngingetin saya sama Nick!)


Untuk Rosalie Ronaldi yang juga Italia, di bab awal wanita itu mengingatkan Nick pada Sophia Loren. Tapi kan Sophia Loren dan tua. Saya kepikiran Monica Belluci, tapi lagi - lagi juga sudah ketuaan dan seksinya minta ampun. Jadi ini pilihan saya buat Rosalie :

Namanya Asia Argento, dan menurut saya sih cocok kok jadi Rosalie dengan tubuhnya yang juga curvy tapi tetep cantik dong ;).

Source Pic : click here, here, and here


Favorite Quote 

"Oh ya, kau menjadi sang Dominick Romeo, pastilah banyak wanita yang  lari menghindarimu. Itu pasti sangat sulit. Mungkin sebaiknya kau mengganti namamu menjadi Dr. Hannibal Lecter. Mungkin itu membantu.

Rating Cerita





Sensualitas

Adegan olahraga tempat tidurnya lumayan eksplisit. Jadi mending dibaca sama mereka yang beneran udah gede (seengganya 21 tahun ke atas). BTW, adegan intim pertama antara Nick dan Rosalie cukup bikin saya ketawa. Bukan karena lucu, tapi ada terjemahannya yang bikin saya ga berhenti ngikik. No offense buat penerjemahnya, tapi saya bisa bayangin muka dia merah padam pas nerjemahin itu, hihihihi. Dan akhirnya saya nemu kata favorit saya disini, "menggelenyar" :)).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)