Senin, 30 September 2019

Review: The Tokyo Zodiac Murder oleh Souji Shimada

Judul: The Tokyo Zodiac Murder
Judul Terjemahan: Pembunuhan Zodiak Tokyo
Pengarang: Souji Shimada
Penerjemah: Barokah Ruziati
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 360 halaman
Diterbitkan pertama kali : Desember 2012

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Misteri, Thriller


Sinopsis :

Pada suatu malam bersalju tahun 1936, seorang seniman dipukuli hingga tewas di balik pintu studionya yang terkunci di Tokyo. Polisi menemukan surat wasiat aneh yang memaparkan rencananya untuk menciptakan Azoth—sang wanita sempurna—dari potongan-potongan tubuh para wanita muda kerabatnya. Tak lama sesudah itu, putri tertuanya dibunuh. Lalu putri-putrinya yang lain serta keponakan-keponakan perempuannya tiba-tiba menghilang. Satu per satu mayat mereka yang termutilasi ditemukan, semua dikubur sesuai dengan prinsip astrologis yang diuraikan sang seniman.

Pembantaian misterius itu mengguncang Jepang, menyibukkan pihak berwenang dan para detektif amatir, namun tirai misteri tetap tak terpecahkan selama lebih dari 40 tahun. Lalu pada suatu hari di tahun 1979, sebuah dokumen diserahkan kepada Kiyoshi Mitarai—astrolog, peramal nasib, dan detektif eksentrik. Dengan didampingi Dr. Watson versinya sendiri—ilustrator dan penggemar kisah detektif, Kazumi Ishioka—dia mulai melacak jejak pelaku Pembunuhan Zodiak Tokyo serta pencipta Azoth yang bagaikan lenyap ditelan bumi.

Kisah menarik tentang sulap dan ilusi karya salah satu pencerita misteri terkemuka di Jepang ini disusun seperti tragedi panggung yang megah. Penulis melemparkan tantangan kepada pembaca untuk membongkar misteri sebelum tirai ditutup.

 Review

Jadi...setelah nyaris dua tahun saya hiatus....hey, I'm back (for now). Do you miss me, dear my blog reader? (hahaha, pede XD).

Terakhir saya mereview adalah bulan Maret 2017, dan yang menarik ternyata buku terakhir yang saya review di blog adalah Year of the Hyenas (Tahun Anjing Hiena) yang bergenre misteri. Suatu kebetulan kah kalau saya hari ini mereview The Tokyo Zodiac Murder (Pembunuhan Zodiak Tokyo)? Hmm..sebenarnya buku ini dibaca karena mau saya balikin ke Tantri setelah bertahun - tahun saya pinjam, hahaha. Bukunya bahkan sudah menguning di beberapa tempat. Saya jadi ga enak hati sama Tantri, walau yang bersangkutan saat saya WApri sih bilang gapapa. Maaf ya Tan :'(. Selama hiatus ngeblog, saya bukannya ga baca buku sama sekali lho. Masih, masih baca. Cuma saya banyakan review di Goodreads dengan bahasa Inggris (yang tentu masih jauh dari sempurna). Tapi, saat kemaren bertegur sapa dengan Rahib Tanzil di grup WA BBI (yang sekarang juga mati suri, sama seperti BBI sendiri), saya agak terharu dengan dukungan Rahib yang walau tahu selera saya cukup "aneh", dia tetap menyemangati agar menulis reviewnya di blog. Terimakasih banyak ya Rahib!

Well...intermezzo done, jadi ini sedikit kesan saya setelah membaca Tokyo Zodiac Murder


Saya melihat banyak review teman saya di Goodreads yang reaksinya mixed, Mulai dari beberapa bagian yang membosankan, pelakunya cukup bisa ditebak, gaya tokoh utama yaitu Kiyoshi Mitarai sama Kazumi Ishioka mirip dengan Sherlock dan Watson, dll. Either way, saya merasa bagian - bagian itu memang disengaja oleh Souji Shimada-sensei. Kiyoshi yang eksentrik mau ga mau mengingatkan saya  sama Sherlock Holmes, dan Kazumi yang mirip sidekicknya itu memang Dr Watson banget. Apalagi buku ini semuanya dari sudut pandang Kazumi yang awalnya saya kira cewe, tapi pas dipanggil Mr, lho ternyata cowo ya hahaha (habis namanya Kazumi kan bisa buat cewe juga, XD). Menurut saya juga, buku ini homagenya Shimada-sensei buat Arthur Conan Doyle, tapi di sisi lain dia juga mengkritik cara analisa Holmes!. Yang ngefans Sherlock Holmes, pasti bakal keki baca bagian Kiyoshi ngehina - hina  Sherlock :)).

Bagi saya buku ini sebenarnya tidak membosankan. Malah saya baca dalam sekali duduk (bukan, bukan karena mau dibalikin ke Tantri. Well, salah satu alasannya itu sih, hahaha). Tapi karena misterinya cukup menarik bagi saya. Bagian astrologinya memang awalnya cukup membingungkan, mulai dari pengaruh planet terhadap zodiak, garis lintang, garis bujur, lalu ditambah juga aspek historikal dan geografis Jepang masa lalu. Yang ga terlalu mengerti astrologi mungkin bakal bingung, tapi karena saya dari dulu selalu tertarik dengan astrologi dan mitologi Jepang, ini santapan yang lezat! Apalagi saat bagian Kiyoshi dan Kazumi ke Kyoto, dimana Kazumi memutuskan buat melakukan penyelidikan sendiri, pembaca pasti dibawa bertanya - tanya, apa Kazumi bakal berhasil melacak si pembunuh Zodiak Tokyo. Sementara di satu sisi, Kiyoshinya malah ngilang sendiri. Nah, jawabannya bisa kamu temukan di buku ini ;).

Bagian penyelidikan Kazumi ini sebenarnya menarik. Karena Shimada sensei memberikan ke pembaca salah satu plot device yang sering dipakai di novel detektif, yaitu "red herring". Tujuannya apa? Ya biar pembacanya menduga - duga. Shimada sensei bahkan sempat - sempatnya "menantang" pembaca, siapa pelakunya dan apa motifnya. Walau saya memang sudah bisa nebak siapa pelakunya, tapi bagian penjelasannya cukup memuaskan. Motifnya pun juga bisa ditebak, khas novel - novel misteri. Kunci untuk memecahkan kasus Pmbunuhan Zodiak ini adalah ...buku ini banyak sekali "red herring"nya. Bahkan sejak awal!! Padahal kalau mau dipikir - pikir, penjabarannya pun sederhana. Bakal bikin pembaca yang "oh, iya ya." Walau bagi yang menyukai komik Kindaichi dan Conan mungkin sudah sering tahu kasus pembunuhan di ruang tertutup atau bagaimana mutilasi korban dilakukan, jadi serasa tidak ada yang baru. TAPI...ini buku ditulis tahun 1981 lho, sekitar 38 tahun yang lalu! Sementara Kindaichi baru mulai serialisasi komiknya 1992. Jadi saya kira Kindaichi mungkin sedikit banyak terpengaruh juga oleh karya Shimada-sensei.

Perlu diingat, Pembunuhan Zodiac Tokyo seakan seperti "banyak kebetulan". BUT, actually the case happen in 1936, di Jepang pada masa sebelum Perang Dunia II. Teknologi jaman itu pastinya tidak sepesat sekarang (atau bahkan 1980an), walau mobil sudah digunakan. Makanya Kiyoshi  sendiri bolak-balik bilang kalau kasus ini mungkin terjadi di tahun 1936 tapi tidak mungkin bisa di 1979 (setting waktu bukunya). Nah, apakah karena kasusnya mutilasi, jadi bakal berdarah - darah? Menurut saya sih tidak, penjabarannya cukup sederhana dan sejujurnya tidak ada horrornya sama sekali walau ada unsur astrologi yang terkesan mistis. Mungkin hanya adegan saat Kazumi pergi ke museum Meiji-Mura untuk melihat maneken yang dianggap Azoth, nah itu lumayan merinding karena boneka/maneken itu selalu ada unsur merindingnya walau sedikit XD.

Di satu sisi, penyelidikan Kazumi yang mungkin dirasa membosankan,  itu sebenarnya cara Shimada sensei menjelaskan salah satu daerah Jepang, yaitu Kyoto, Osaka dan sekitarnya. Pokoknya buku ini memang Jepang banget. Yang suka segala hal berbau Jepang, mungkin akan suka dapat tambahan info-info yang cukup menarik tentang penggambaran Kyoto, museum Meiji-Mura dll. Endingnya pun menurut saya sudah cukup. Tidak bisa dibilang bittersweet. Tidak megah, tidak gegap gempita, cenderung sunyi senyap seperti kepribadian Kiyoshi yang introvert.

Terjemahan Teh Uci bagus, walau saya kurang suka pemakaian Mr, Ms, Miss dalam memanggil orang. Ya saya tahu, ini selingkung dari GPU. Tapi jadi berkurang sedikit kesan Jepangnya, karena tidak pake prefix "-san". Ilustrasi di dalamnya oke, dan cukup membantu dalam mencari clue kasus di bukunya. Sayangnya, sepertinya GPU cuma menerbitkan satu saja buku Shimada-sensei, padahal Tokyo Zodiac Murders ini buku 1 dari 30 buku (!!) tentang penyelidikan Kiyoshi dan Kazumi. Seandainya diterbitkan semua ya. Saya cukup jarang melihat novel detektif Jepang, dimana banyakan ya orang tahunya Kindaichi dan Conan saja. Kalau Rikako Akiyoshinya Haru, itu jatuhnya lebih ke misteri saja tanpa penyelidikan (halah bacanya padahal baru 1 judul saja XD). Dan tolong, After Dinner Mysteries itu sebuah kekonyolan. Tidak  bisa dibandingkan sama buku ini :P.

Terimakasih Tantri yang sudah minjemin bukunya. I wish I can read this sooner, tapi kalau ga karena bukunya mau dikembalikan, mungkin ya ga akan dibaca - baca XD. Yang jelas kalau kamu suka kisah penyelidikan, apalagi pembunuhan misteri ruang tertutup, atau sekedar pengen tahu gimana sih kasus detektif yang dari Jepang, buku ini bisa jadi salah satu rekomendasi saya buat kamu.



Walaupun Kiyoshi terlihat serius, bagiku ceritanya terdengar meragukan. "Kuakui kau tahu banyak tentang Holmes dan astronomi," kataku, "jadi siapa yang kau anggap detektif terbaik? Apakah kau pernah membaca serial Bapa Brown?"
"Siapa? Aku tidak tahu apa - apa soal agama Kristen."
"Bagaimana dengan Philo Vance?"
"Apa? Mobil van jenis apa itu?"
"Miss Jane Marple?"
"Seperti sirup mapel, begitu?"
"Inspektur Kepala Margaret?"
"Apakah dia polisi yang bertugas di Meguro?"
"Hercule Poirot?"
"Kedengarannya seperti nama minuman keras."
"Detektif Dover?"
"Maksudmu ikan itu? Tidak."
"Aku tidak tahu harus berkata apa. Kau tidak pernah membaca satu pun cerita detektif, tapi kau tetap berkeras bahwa kisah Sherlock Holmes itu konyol."



Story  Rate

Rating untuk The Tokyo Zodiac Muder ini adalah: 




5 komentar:

  1. pengen banget baca ini!! tapi udah susah dicarinya. di Gramedia Digital juga gak ada :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena terbitan pertamanya 7 tahun yang lalu, jadi kemungkinannya sangat kecil bisa ada di GD

      Hapus
  2. Yap kalaupun ada yang jual bukunya harganya udah 3x lipat wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kecuali nanti GPU mau cetak ulang dan menerbitkan sisa seri Detektif Mitarai ini. Cuma, rasanya mereka menerjemahkan dari versi Inggrisnya dan yang versi Inggris pun kalau tidak salah masih di vol 2

      Hapus
  3. Susah cari bukunya..ada di sophee.co.id harganya mahal.sekali antara 160-200 rb

    BalasHapus

Terimakasih sudah meninggalkan komen di Ren;s Little Corner. Silakan untuk setuju/tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)

Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).

Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan. Komen untuk postingan yang berusia lebih dari 1 bulan otomatis akan dimoderasi.

Terimakasih sudah mau berkunjung! :D


Thanks for commenting on Ren's Little Corner. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.

I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).

Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option. Comment for blog posted than 1 month will be automatically moderated.

Thank you for your visit! :D.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)