Tampilkan postingan dengan label terjemahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terjemahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2022

Review: Rich People Problems oleh Kevin Kwan

 

Judul: Rich People Problems
Judul Terjemahan: Masalah Orang Kaya
Pengarang: Kevin Kwan
Penerjemah: Cindy Kristanto
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 480 halaman
Diterbitkan pertama kali : 12 Februari 2018

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Contemporer Romance, Slice of Life
Note: Buku dibaca tahun 2018
 
 Sinopsis :

Ketika mendengar bahwa neneknya, Su Yi, sakit keras, Nicholas Young bergegas pulang---namun ia tidak sendirian. Keluarga Shang-Young dari seluruh penjuru dunia ikut berkumpul, seolah akan merawat sang nenek tapi sebetulnya ingin memperebutkan harta melimpah yang dimiliki Su Yi.

Semua anggota keluarga diam-diam mengincar Tyersall Park---lahan premium di jantung Singapura. Tempat itu pun menjadi penuh intrik dan tahu-tahu Nicholas dilarang masuk ke sana.

Sementara keluarganya memperebutkan warisan, Astrid Leong berada di pusat badai yang berbeda: ia jatuh cinta pada kekasih lamanya Charlie Wu, tapi diganggu mantan istri Charlie, yang bertekad menghancurkan hubungan dan reputasi Astrid. Sementara itu, Kitty Pong, yang menikah dengan miliuner Jack Bing, mendapatkan lawan yang seimbang, yaitu Colette, putri tirinya.
.

 Review
 
Catatan: Review di blog dicopy dari review Goodreads dengan beberapa penyesuaian. Akan ada beberapa spoiler dari buku sebelumnya, Crazy Rich Asians dan China Rich Girlfriend dan juga versi film Crazy Rich Asians.

Well, akhirnya tibalah kita di penghujung acara. Setelah memulainya dengan sangat gila di Crazy Rich Asians (saya singkat CRA, yang filmnyanya booming, walau banyak bedanya. Ren ini masih jengkel karena perbedaan - perbedaan itu ๐Ÿ˜‚ ), lalu melanjutkan kegilaan itu di China Rich Girlfriend (CRG) yang bersetting di Shanghai, Kevin Kwan memutuskan untuk mengakhiri drama orang kaya Asia Timur yang berpusat di negara kecil superpower Singapura di Rich People Problems (RPP).

Perasaan saya setelah baca buku ini adalah...CAPEK :/.

Review: China Rich Girlfriend oleh Kevin Kwan

 

Judul: China Rich Girlfriend
Judul Terjemahan: Kekasih Kaya Raya
Pengarang: Kevin Kwan
Penerjemah: Cindy Kristanto
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 456 halaman
Diterbitkan pertama kali : 16 Januari 2017

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Contemporer Romance, Slice of Life
Note: Buku dibaca tahun 2018
 
 Sinopsis :

Sekarang malam pernikahan Rachel Chu. Ia memakai cincin bermata berlian Asscher-cut, gaun pengantin yang sangat ia sukai, dan memiliki tunangan yang rela kehilangan semua harta warisan demi menikahinya. Namun, gadis itu sedih. Ayah kandungnya, yang tidak pernah ia kenal, takkan mengantarnya menuju altar. Lalu suatu kejadian mendadak membuat identitas pria tersebut terungkap. Dan Rachel pun terseret ke dalam dunia gemerlap Shanghai, yang berisi kemewahan tak terbayangkan dan orang-orang yang bukan sekadar kaya raya--mereka kaya tujuh turunan. .

 Review
 
Catatan: Review di blog dicopy dari review Goodreads dengan beberapa penyesuaian. Akan ada beberapa spoiler dari buku sebelumnya, Crazy Rich Asians dan juga versi film Crazy Rich Asians.

Setelah re-read Crazy Rich Asians (review bisa dicek di postingan ini: Crazy Rich Asians) dalam rangka menyegarkan pikiran setelah nonton filmnya (YANG BANYAK BANGET BEDANYA. Jujur saya masih kesel kalau ingat ๐Ÿ˜‚ ), rasanya sayang kalau saya ga sekalian maraton baca dua buku sisanya, yang saat review ini ditulis, bukunya sudah lengkap semua. Syukurlah Kevin Kwan hanya menulis Crazy Rich Asians (CRA) sebagai trilogy dan mengakhirinya dengan manis di Rich People Problems (yang akan saya review selanjutnya), but eh, who knows if he change his mind. Soalnya benernya emang banyak tokoh - tokoh menarik di trilogy CRA ini.

Saya setuju sama Mbak Astrid BBI (yang juga bernama sama dengan Astrid Leong-Teo yang chic di buku ini ๐Ÿ˜†) yang bilang kalau plot tentang ayah Rachel itu sangat unoriginal. Akan jadi mayan spoiler  (walau review ini juga udah banyak spoiler rasanya, lol), bagi yang belum baca CRA. Jadi lebih bagusnya baca CRA dulu, karena China Rich Girlfriend bukan stand alone. Dengan setting 2 tahun setelah CRA, Rachel akhirnya menerima lamaran Nick (yang JAUH LEBIH ROMANTIS ketimbang versi filmnya. Trust me!) dan akan menikah. Masalahnya, Eleanor lagi - lagi mengacau dengan ngerusak set tempat nikah Rachel dengan invasi helikopter layaknya adegan film Apocalypse Now (kata bapaknya si Nick). Apa Eleanor masih ga setuju ma Rachel dan Nick? Oh tunggu dulu, karena Eleanor ya tetep Eleanor. Tetep apa - apa dihitung dengan uang, dan kalaupun dia setuju dengan pernikahan Nick dan Rachel, itu karena bapaknya Rachel itu orang penting di pemerintahan Tiongkok. Intinya? Rachel dari keluarga KAYA!
 

Jumat, 18 November 2022

Review: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat oleh Mark Manson

 

Judul: The Subtle Art of Not Giving a F*ck - A Counterintuitive Approach to Living a Good Life
Judul Terjemahan: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat-Pendekatan Yang Waras Demi Menjalani Hidup yang Baik
Pengarang: Mark Manson
Penerjemah: F. Wicakso
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Grasindo

Tebal : 256 halaman
Diterbitkan pertama kali : 5 Februari 2018

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Non Fiction, Self Help/Improvement
 
 Sinopsis :

Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson—melalui blognya yang sangat populer—telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren itu di dalam buku hebat ini.
“Dalam hidup ini, kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas. Makanya, Anda harus bijaksana dalam menentukan kepedulian Anda.” Manson menciptakan momen perbincangan yang serius dan mendalam, dibungkus dengan cerita-cerita yang menghibur dan “kekinian”, serta humor yang cadas. Buku ini merupakan tamparan di wajah yang menyegarkan untuk kita semua, supaya kita bisa mulai menjalani kehidupan yang lebih memuaskan, dan apa adanya.

 Review

Inilah mengapa, bersikap masa bodoh, adalah kuncinya. Inilah alasan mengapa itu akan menyelamatkan dunia. Dan kuncinya adalah jika kita bisa menerima bahwa dunia ini benar - benar keparat dan itu tidak apa - apa, karena memang seperti itu, dan akan seperti itu adanya.."

Setelah selesai baca buku ini, di benak saya hanyalah:

Ngomong emang gampang...

Prakteknya yang susah.


Eniwei, that's mostly just joke, ๐Ÿ˜‚. Baca buku pertama Mark Manson yang infonya adalah blogger dengan self help article yang terkenal, wicis saya juga ga tahu dia siapa pas beli buku ini, memang berasa seperti baca orang lagi ngoceh, lalala yeyeye. Itu bukan hal yang buruk sebenarnya. Saya bukan tipe orang yang suka baca buku self-help dalam artian membantu untuk urusan pandangan hidup. Saya dulu  baca 1 judul karya istrinya Ernest Prakasa, Meira Anastasia yang judulnya Imperfect.  Baca buku ini endingnya malah cenderung seperti baca curhatan orang saja. Ya menjadi turut bersimpati, tapi tidak lantas memberikan sesuatu yang cukup berarti bagi saya. Apakah buku ini "membantu" saya dalam masalah pandangan hidup atau mungkin semacam memberi pencerahan seperti buku - buku tentang diet yang saya baca dan saya puja - puja sampe dikasih bintang lima?

Nggak juga, dan gue tahu kenapa.

Selasa, 15 November 2022

Review: The Silent Patient oleh Alex Michaelides

 

Judul: The Silent Patient
Judul Terjemahan: Pelukis Bisu
Pengarang: Alex Michaelides
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 400 halaman
Diterbitkan pertama kali : 23 Desember 2019

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Mystery, Thriller
 
 Sinopsis :

Suatu malam, terdengar bunyi tembakan dari rumah pasangan Gabriel dan Alicia Berenson. Ketika polisi masuk, Gabriel ditemukan tewas tertembak lima kali di wajah dengan posisi terikat di kursi. Alicia berdiri di depan suaminya. Senjata api tergeletak di lantai.

Alicia membisu. Ia tak menjawab satu pertanyaan pun. Ia tetap diam ketika dituduh membunuh Gabriel. Alicia tetap bungkam sewaktu ditahan, tidak menyangkal atau mengaku. Ia tak pernah bicara lagi.

Alicia tetap membisu––tapi menyatakan satu hal, dengan lukisan potret diri. Ia memberi judul di sudut kiri bawah kanvas, dengan huruf-huruf Yunani biru terang.

 Review

KESEL. BANGET.

Itulah yang saya rasakan setelah baca buku ini. The Silent Patient adalah karya debut Alex Michaelides, walau yang bersangkutan sebenarnya sudah pernah jadi penulis naskah untuk beberapa film. Jadi emang baca buku ini kayak berasa nonton film. Biasanya untuk buku - buku genre misteri itu saya paling menanti - nanti plot twist apa yang bakal disajikan oleh penulisnya. Saya masih inget dulu misuh - misuh (in a good way ๐Ÿ˜‚) waktu baca Girls in the Dark karya Akiyoshi Rikako. Tapi perasaan saya terasa berbeda setelah menuntaskan The Silent Patient ini. Bukan, bukan perasaan hampa atau perasaan yang excited. Lebih ke yang "ini kan seharusnya ga harus seperti ini kalau saja..." dan banyak sekali pertanyaan - pertanyaan yang timbul dan diawali "kalau saja dia atau mereka bergini/begitu.. ".

Rabu, 09 November 2022

Review: Mempelai Berukuran 12 oleh Meg Cabot

 

Judul: The Bride Wore Size 12
Judul Terjemahan: Mempelai Berukuran 12
Pengarang: Meg Cabot
Penerjemah: Barokah Ruziati
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 384 halaman
Diterbitkan pertama kali : 9 Oktober 2014

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Cozy Mystery, Amateur Sleuth
Series: Heather Wells, buku 5
Review buku pertama: Ukuran 12 Tidak Gemuk
Review buku kedua : Ukuran 14 Pun Tidak Gemuk
Review buku ketiga : Bertulang Besar
Note: Buku dibaca April 2021
 
 Sinopsis :

Pernikahannya dengan detektif swasta, Cooper Cartwright, tinggal beberapa minggu lagi, dan Heather sangat stres. Dengan kematian mahasiswa baru yang cantik, Jasmine Albright, Heather yakin masalah tak akan bertambah buruk lagi. Sampai ketika semua mahasiswa menjadi tersangka dan ibunya yang telah lama pergi, muncul kembali.

Heather tak punya waktu untuk menangani air mata buaya ibunya. Ada rencana pernikahan yang harus diurus dan misteri pembunuhan yang harus diselesaikan. Karena bukan lonceng yang terdengar di pernikahannya melainkan desing peluru, Heather pun bertekad si penjahat harus mendapatkan hukuman setimpal jika itu hal terakhir yang bisa dilakukannya... dan kali ini, itu mungkin saja.

 Review

Akhirnya setelah hampir 2 minggu, selesai juga saya binge reading serinya Heather Wells. Lucunya, saya beli buku ini sekitar 7 tahun lalu, jadi ini bisa dibilang mengurangi timbunan juga, ๐Ÿ˜‰. Di The Bride Wore Size 12, Heather akhirnya bener - bener dapet HEAnya bersama sang cowok idaman, Cooper Cartwright. Seriusan, Cooper itu dreamy. Overprotective tapi dengan alasan yang bagus soalnya Heather emang pengundang masalah, tapi juga goofy, humoris. Black sheep pula di keluarganya, yang artinya, cowo rebel banget. What's not to love, hehehe ๐Ÿ˜. Cuma, bukan Heather namanya kalau ga dapat masalah. Masalahnya, sebulan lagi dia mau menikah. Masa ga bisa hidupnya agak tenang dikit atau minimal jadi bridezilla?

Setelah buku 4 yang berasa cerita crime dan suspense, buku 5 ini balik lagi ke pakem cerita Heather selama ini, yaitu whodunnit. Sama seperti buku 1 dan 2, misterinya solid dan cara penyelesaiannya juga lebih make sense dan lebih enak dibaca ketimbang buku 3 yang tahu-tahu Heather nemu aja siapa pelakunya. Masih sama juga pakemnya ma buku - buku sebelumnya, Heather sekali lagi harus terancam nyawanya oleh pelaku, walau untuk buku ini agak sedikit berbeda. Tapi intinya, Heather masih ga kapok jadi amateur sleuth di asrama, eh gedung tinggal Fischer Hall.

Selasa, 08 November 2022

Review: Real Face oleh Chinen Mikito

 

Judul: Real Face
Pengarang: Chinen Mikito
Penerjemah: Lina Budiarti
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Haru

Tebal : 388 halaman
Diterbitkan pertama kali : 1 Maret 2021

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Misteri, Thriller
 
 Sinopsis :

Karena butuh uang, Asagiri Asuka melamar dan diterima kerja di klinik bedah plastik milik Hiiragi Takayuki, seorang ahli bedah plastik genius. Dokter bedah itu bisa mengubah wajah pasiennya jadi apa pun... asal ada uang.

Asuka tak bisa mengikuti jalan pikiran sang ahli bedah yang kerap melanggar norma masyarakat itu. Ditambah lagi, semakin Asuka terlibat, semakin ia tahu bahwa Hiragi menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan kasus pembunuhanpembunuhan empat tahun lalu.

Apa yang sebenarnya terjadi empat tahun lalu?
Apa benar Hiragi terlibat?
Satu per satu rahasia Hiragi pun terungkap...

 Review

" Kebenaran di dunia ini tidak ada artinya. Keadilan yang cuma ditentukan oleh suara mayoritas penonton itu tidak lebih berharga dari kotoran anjing."

Untuk ukuran buku dengan genre crime/thriller, tidak menduga akan ada unsur humornya (dan bukan dark humor!), terutama dari si dokter nyeleneh, Hiiragi Takayuki. Interaksi Asuka, seorang dokter anestesi yang naif, idealis dan berpegang teguh pada prinsip kedokteran dihadapkan dengan Hiiragi, dokter ahli bedah plastik yang lumayan sosiopat, mata duitan, amoral dan narsis. Tapi apa benar Hiiragi memang seperti itu? 
 

Senin, 07 November 2022

Review: American Gods oleh Neil Gaiman

 

Judul: American Gods
Judul Terjemahan: Dewa - dewa Amerika
Pengarang: Neil Gaiman
Penerjemah: Lulu Wijaya, Ariyantri E Tarman
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 784 halaman
Diterbitkan pertama kali : 15 Mei 2017 (Cetak Ulang Ganti Cover)

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Urban Fantasy
 
 Sinopsis :

Shadow, yang sedang menjalani hukuman penjara tiga tahun, menunggu hari pembebasannya dengan sabar. Ia ingin pulang ke Eagle Point, Indiana. Ia tidak takut lagi akan hari esok. Ia hanya ingin memulai hidup baru bersama Laura, istri yang sangat dicintainya.

Tetapi beberapa hari sebelum Shadow dibebaskan, Laura dan sahabat Shadow tewas dalam kecelakaan mobil. Hidup Shadow berantakan dan kehilangan arah. Lalu datanglah pria misterius yang memesona dan menamakan dirinya Mr. Wednesday, dan ia sepertinya sangat memahami Shadow.

Maka Shadow menerima pekerjaan dari orang asing ini. Ternyata pekerjaan ini membawanya ke dalam perjalanan gelap dan aneh dan memperkenalkannya kepada tokoh-tokoh eksentrik dengan takdir yang bertautan dengan takdir Shadow sendiri. Puncaknya, ia menemukan bahwa di balik permukaan tenang kehidupan sehari-hari, ada badai yang akan datang––dan peperangan epik untuk jiwa Amerika, dan ia berdiri di tengah semua pergolakan itu.

 Review

" Dewa-dewa mati. Dan ketika mereka benar - benar mati, mereka tidak ditangisi dan dikenang. Gagasan lebih sulit dibunuh ketimbang membunuh manusia, tapi pada akhirnya bisa dibunuh""

Wew...memang tidak mudah menghabiskan buku setebal 784 halaman. Untuk edisi terjemahan ini, ternyata diterjemahkan dari edisi peringatan 10 tahun penerbitan, dan saat saya baca buku ini, edisi aslinya sudah terbit sekitar 21 tahun lalu sedangkan edisi terjemahannya saya beli versi cetulnya di tahun 2017. Iya, udah 5 tahun ditimbun dan baru dibaca ๐Ÿ˜‚. Temen saya banyak yang suka Gaiman, tapi pengalaman saya sama novel Gaiman yang baru baca 2 judul (Stardust, Good Omen) sepertinya banyak missnya ketimbang hitnya. Sama seperti buku American Gods ini, yang menurut saya punya ciri khas yang Gaiman sekali, yaitu ending yang nyaris antiklimaks. Tapi, sejujurnya saya juga sangat menikmati waktu 4 hari membaca buku setebal ini dengan font yang sangat tidak ramah dengan mata.

Selasa, 01 November 2022

Review: Daughter of the Deep oleh Rick Riordan

 

Judul: Daughter of the Deep
Pengarang: Rick Riordan
Penerjemah: Reni Indardini
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mizan Fantasi

Tebal : 416 halaman
Diterbitkan pertama kali : 5 Oktober 2021

Format : Paperback
Target Pembaca : Remaja

Genre : Science Fiction
 
 Sinopsis :

Ujian sudah seharusnya menegangkan, tetapi bukan berarti berbahaya apalagi sampai mengancam nyawa. Namun, tepat itulah yang dialami para murid kelas 9 Akademi Harding-Pencroft (HP), sekolah yang telah menghasilkan para ilmuwan dan prajurit laut terbaik di dunia.

Sekolah rival menyerang dan perang resmi meledak. Keempat asrama Akademi HP harus bersatu untuk menguak rahasia mengenai kekuatan teknologi dahsyat yang diperebutkan kedua kubu. Ujian naik kelas itu kini menjadi misi mematikan yang dipenuhi teka-teki dan taktik militer rumit.
 
Namun, satu perintah resmi yang diumumkan sang profesor pembimbing membuat seluruh murid kebingungan: Ana Dakkar harus selamat, apa pun yang terjadi.

Ana hanya gadis 15 tahun biasa. Dia memang mampu membaca gerak bibir, tetapi dia jelas bukan murid unggulan. Kenapa mendadak dia menjadi sangat istimewa?
Kenapa nyawanya harus dilindungi?
Kenapa Ana Dakkar tidak boleh mati?

 Review

" Baru sekarang aku menyadari bahwa peran sebagai pemimpin mengharuskan kita belajar untuk berlagak percaya diri padahal sebenarnya kita takut bukan kepalang"

Kesimpulan setelah baca karya terbaru Rick Riordan ini adalah: Agak TIDAK MASUK DI AKAL tapi ceritanya memang SANGAT menghibur.

Agak kontradiktif? Mungkin, ๐Ÿ˜‚. Saya berpendapat fiction itu sebenarnya kudu make sense. Tapi yah...emang agak outlandish ceritanya Daughter of the Deep ini. Buku ini (mungkin) adalah karya Rick Riordan pertama yang berbau science fiction setelah beliau berkutat dengan banyak mitologi untuk dunia Percy Jackson (dan serial turunannya) serta Kane Chronicles. Daughter of Deep bisa dibilang sangat terinspirasi karya Jules Verne, terutama tentang Captain Nemo. Halah, nama keluarga Ana saja sudah jelas ada hubungannya dengan Nemo yang bernama asli Prince Dakkar. Apalagi pendahuluan dari Roshani Choksi dan Rick Riordan sendiri di awal buku ini juga menyatakan demikian (jadinya mayan agak spoiler dikit bahkan sebelum cerita dimulai).

Senin, 31 Oktober 2022

Review: Berukuran 12 dan Siap Mengguncang Dunia oleh Meg Cabot

 

Judul: Size 12 and Ready to Rock
Judul Terjemahan: Berukuran 12 dan Siap Mengguncang Dunia
Pengarang: Meg Cabot
Penerjemah: Barokah Ruziati
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 352 halaman
Diterbitkan pertama kali : 9 Oktober 2014

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Cozy Mystery, Amateur Sleuth
Series: Heather Wells, buku 4
Review buku pertama: Ukuran 12 Tidak Gemuk
Review buku kedua : Ukuran 14 Pun Tidak Gemuk
Review buku ketiga : Bertulang Besar
Note: Buku dibaca April 2021
 
 Sinopsis :

Hanya karena musim panas dan gedung tinggal sepi dari kehadiran para mahasiswa, tidak berarti Asisten Direktur Gedung Tinggal Heather Wells bisa bersantai-santai. Fischer Hall lebih sibuk dari biasanya, dipenuhi remaja-remaja cewek yang histeris menghadiri Tania Trace Teen Rock Camp untuk pertama kali. Acara yang dipandu sendiri oleh bintang pop sensasional Tania Trace—yang kebetulan baru saja menikah dan hamil muda dengan mantan pacar Heather, Jordan Cartwright yang jadi pujaan.

Tapi masalah yang sebenarnya baru dimulai ketika produser reality show ini tewas di hari pertama. Padahal jelas, Tania-lah sasaran sebenarnya.

Grant Cartwright, pemilik Carwright Records menginginkan menantu sekaligus tambang emasnya tetap hidup. Disewalah Cooper Cartwright, anak sulung, si pemberontak dalam keluarga, dan detektif swasta— sekaligus tunangan terbaru Heather. Mestinya Heather membiarkan semuanya menjadi urusan Cooper. Namun dengan gedung yang dipenuhi jeritan calon bintang remaja, ia tak tahan untuk terlibat. Setelah Tania mengungkapkan rahasia yang mengejutkan, acara ini menjadi lebih berbahaya daripada yang pernah dibayangkan.

 Review

Aku sampai pada kesimpulan bahwa, selain Nazi, Taliban, dan mungkin luwak madu, tak seorang pun di planet ini yang lebih kejam dibandingkan seorang gadis remaja begitu dia memutuskan untuk tidak menyukaimu

Heather Wells is back...atau sepertinya setelah Big Boned, tante Meg memutuskan buat melanjutkan kisah Heather meskipun di Big Boned sebenarnya Heather udah pacaran sama Cooper (intinya hidup ini indah lah ๐Ÿ˜). Settingan waktunya ga begitu banyak dari buku 3, dimana saat ini sudah memasuki musim panas (Big Boned settingnya di musim semi). Heather masih jadi asisten direktur asrama, eh gedung tinggal. Kisah kasihnya dengan Cooper sangat so sweet unyu banget tanpa bikin harus muntah. Yah, Cooper emang idaman, dan nanti akan sangat terlihat cowok ini MEMANG IDAMAN. Walau Cooper niatnya mau nikah tamasya dan merahasiakan hubungannya dengan Heather, endingnya sih bocor juga. Walau ini bukan salah Heather, ya ini salahnya Cooper. Karena dia yang ember duluan :)).

Rabu, 26 Oktober 2022

Review: Kisah Hidup A.J. Fikry oleh Gabrielle Zevin

 

Judul: The Storied Life of A.J. Fikry
Judul Terjemahan: Kisah Hidup A.J. Fikry
Pengarang: Gabrielle Zevin
Penerjemah: Eka Budiarti
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 280 halaman
Diterbitkan pertama kali : 16 Oktober 2017

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Slice of Life
 
 
 
 
Sinopsis :

"Manusia tidak bisa hidup sendiri; setiap buku membuka jendela dunia."

Hidup A.J. Fikry jauh dari yang diharapkannya. Istrinya meninggal, penjualan di toko bukunya merosot tajam, dan hartanya yang paling berharga, koleksi puisi Poe yang langka, baru saja hilang dicuri. Pelan tapi pasti, A.J. menjauhkan diri dari semua orang di Pulau Alice. Bahkan ia tak lagi menemukan kegembiraan dari buku-buku di tokonya. Ia malah menganggap buku-buku itu sekadar penanda bahwa dunia telah berubah begitu cepat. Tetapi kemudian sebuah paket misterius muncul di tokonya. Paket itu kecil, meski bobotnya lumayan. Kemunculannya memberi A.J. kesempatan untuk membuat hidupnya lebih baik dan melihat semua hal dengan perspektif berbeda. Tak butuh waktu lama bagi orang-orang di sekitar A.J. untuk menyadari perubahan dalam dirinya. Ia tak lagi pahit, buku kembali menjadi dunianya, dan semua hal berubah menjadi sesuatu yang tak ia duga akan terjadi dalam hidupnya.

 Review

"Terkadang buku-buku tidak menemukan kita hingga saat yang tepat"

Sama seperti A.J yang baru baca The Late Bloomer -buku underrated tapi sangat direkomendasikan oleh Amelia- setelah 4 tahun dia mendapatkan bukunya, saya juga baru baca buku ini 4,5 tahun setelah beli ๐Ÿ˜†.

Apa yang lebih menarik dari buku tentang buku? Tentu saja buku yang menceritakan tentang buku, atau dalam hal ini...toko buku.
 

Selasa, 25 Oktober 2022

Review: Bertulang Besar oleh Meg Cabot

 

Judul: Big Boned
Judul Terjemahan: Bertulang Besar
Pengarang: Meg Cabot
Penerjemah: Nurkinanti Laraskusuma
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 320 halaman
Diterbitkan pertama kali : 1 Juli 2012

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Cozy Mystery, Amateur Sleuth
Series: Heather Wells, buku 3
Review buku pertama: Ukuran 12 Tidak Gemuk
Review buku kedua : Ukuran 14 Pun Tidak Gemuk
Note: Buku dibaca April 2021
 
Sinopsis :

Hidup cukup menyenangkan bagi mantan bintang pop berbadan besar yang kini bekerja sebagai asisten Direktur Asrama dan terkadang menjadi detektif amatir, Heather Wells. Ayahnya yang mantan narapidana dan menumpang hidup akhirnya pindah. Dia masih naksir berat pada induk semangnya yang seksi, Cooper Cartwright, tapi hubungannya dengan pacar sementaranya yaitu Tad Tocco, sang profesor matematika yang juga vegetarian, lebih dari memuaskan. Dan bagian terbaiknya, tidak ada yang tewas akhir-akhir ini di Asrama Maut, nama julukan yang diberikan pada asrama tempat Heather bekerja. Tapi tentu saja tidak selamanya keadaan selalu tenang dan damai. Dan ketika mayat korban pembunuhan terakhir yang muncul di wilayah kerjanya adalah sang bos yang tidak terlalu disukai, Heather menemukan dirinya memegang daftar tersangka utama—termasuk cowok pemimpin demo yang juga pacar asisten Heather yang selalu tegang dan pendeta muda kampus yang tampan yang dituduh menggoda beberapa mahasiswi anggota paduan suara.

Dengan ketenaran memanggilnya kembali ke dunia hiburan (sebagai bintang baru acara anak-anak!) sungguh bukan waktu tepat untuk kembali terlibat dalam penyelidikan pembunuhan. Ditambah Tad juga mengisyaratkan dirinya akan menanyakan Pertanyaan Besar, yang Heather sendiri tidak tahu harus menjawab apa....

 Review

Dalam rangka mengisi blog, mulai sekarang saya hanya akan mengopi review saya di Goodreads, dengan sedikit perapian (baca: malas XD). Jadi semua review di blog mulai saat ini semuanya akan diposting di Goodreads dengan gaya semau gue, baru akan diposting di blog jika ada mood :P.
 
 
Dari tiga buku pertama, bisa dibilang Big Boned ini agak lemah dalam segi misterinya, walau romansanya malah lebih kental. Mungkin yang doyan romens (ya kayak saya lah XD ) akan senang, tapi yang doyan misteri (ya saya juga sih) akan merasa kurang puas. 

Senin, 24 Oktober 2022

Review: Gadis Minimarket oleh Sayaka Murata

Judul: Convenience Store Woman
Judul Terjemahan: Gadis Minimarket
Pengarang: Sayaka Murata
Penerjemah: Ninuk Sulistyawati
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 160 halaman
Diterbitkan pertama kali : 1 Juli 2020

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Slice of Life


Sinopsis :

Dunia menuntut Keiko untuk menjadi normal, walau ia tidak tahu “normal” itu seperti apa. Namun di minimarket, Keiko dilahirkan dengan identitas baru sebagai “pegawai minimarket”. Kini Keiko terancam dipisahkan dari dunia minimarket yang dicintainya selama ini..

 Review

Dalam rangka mengisi blog, mulai sekarang saya hanya akan mengopi review saya di Goodreads, dengan sedikit perapian (baca: malas XD). Jadi semua review di blog mulai saat ini semuanya akan diposting di Goodreads dengan gaya semau gue, baru akan diposting di blog jika ada mood :P.
 

What is normal anyway?

Selasa, 01 Oktober 2019

Review: Stardust oleh Neil Gaiman

Judul: Stardust
Judul Terjemahan: Serbuk Bintang
Pengarang: Neil Gaiman
Penerjemah: Femmy Syahrani
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 256 halaman
Diterbitkan pertama kali : Februari 2007

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Fantasy


Sinopsis :

Ini dongeng untuk orang dewasa. Alkisah, di padang-padang rumput Inggris yang tenang, lama berselang, ada sebuah desa kecil yang selama 600 tahun berdiri di atas tonjolan batu granit. Di sebelah timur desa itu ada tembok batu yang tinggi. Itu sebabnya desa itu dinamai desa Tembok. Di desa itu, pemuda Tristran Thorn jatuh cinta pada si cantik Victoria Forester. Dan di sini pula, pada suatu senja bulan Oktober yang dingin, Tristran membuat janji pada si gadis. Janji gegabah yang membawanya berkelana ke negeri di balik tembok, menyeberang padang rumput, masuk ke Negeri Peri. Dan di sana dimulailah petualangan paling mendebarkan dalam hidupnya.

 Review

Dua hari berturut - turut ngeblog..apakah ini pertanda Ren bakal rajin ngeblog? Hmm...saya sih ga mau janji muluk - muluk haha, dan akan tetap ngeblog when the mood strikes atau ada buku yang memang bisa ditulis reviewnya dengan cukup oke. Kalau ga ada..ya balik hibernasi lagi XD. Oke, cukup bercandanya. Sama seperti Tokyo Zodiac Murder, saya pun baca Stardust karena dulu pinjem bukunya punya teman saya, Iestea. Tidak enak hati karena sudah pinjam sampai bertahun - tahun, mau tidak mau dibaca juga. Padahal saya pinjam Stardust barengan Good Omens, tapi malah Good Omensnya sudah dibaca sejak lama. Entah kenapa tidak baca Stardust saat itu. Mungkin karena bagi saya ending Good Omens agak "kentang"...dan ternyata Stardust ini juga rada "kentang" bagian akhirnya, hehe.

Dari semua review teman di Goodreads yang saya baca, nyaris semuanya membandingkan dengan versi filmnya. Hal ini wajar, karena versi terjemahannya sendiri juga hampir berbarengan terbitnya dengan jadwal rilis filmnya. Sama - sama tahun 2007 (wow, 12 tahun yang lalu! Dan pemeran Yvaine, Claire Danes masih awet cantiknya sampai sekarang, lol). Rata - rata pun sudah menonton filmnya dulu, dimana menurut saya ternyata beda buku sama filmnya BANYAK banget. Jadi review ini lebih ke perbandingan buku dan film. Expect spoiler if you not read the book yet or watch the movie (tapi filmnya mah sering diputer lho, hahaha. Plus terjemahannya udah cetul)
 
Again, fair warning...review ini akan full spoiler. Jadi read at your own risk ya :)

Senin, 30 September 2019

Review: The Tokyo Zodiac Murder oleh Souji Shimada

Judul: The Tokyo Zodiac Murder
Judul Terjemahan: Pembunuhan Zodiak Tokyo
Pengarang: Souji Shimada
Penerjemah: Barokah Ruziati
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 360 halaman
Diterbitkan pertama kali : Desember 2012

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Misteri, Thriller


Sinopsis :

Pada suatu malam bersalju tahun 1936, seorang seniman dipukuli hingga tewas di balik pintu studionya yang terkunci di Tokyo. Polisi menemukan surat wasiat aneh yang memaparkan rencananya untuk menciptakan Azoth—sang wanita sempurna—dari potongan-potongan tubuh para wanita muda kerabatnya. Tak lama sesudah itu, putri tertuanya dibunuh. Lalu putri-putrinya yang lain serta keponakan-keponakan perempuannya tiba-tiba menghilang. Satu per satu mayat mereka yang termutilasi ditemukan, semua dikubur sesuai dengan prinsip astrologis yang diuraikan sang seniman.

Pembantaian misterius itu mengguncang Jepang, menyibukkan pihak berwenang dan para detektif amatir, namun tirai misteri tetap tak terpecahkan selama lebih dari 40 tahun. Lalu pada suatu hari di tahun 1979, sebuah dokumen diserahkan kepada Kiyoshi Mitarai—astrolog, peramal nasib, dan detektif eksentrik. Dengan didampingi Dr. Watson versinya sendiri—ilustrator dan penggemar kisah detektif, Kazumi Ishioka—dia mulai melacak jejak pelaku Pembunuhan Zodiak Tokyo serta pencipta Azoth yang bagaikan lenyap ditelan bumi.

Kisah menarik tentang sulap dan ilusi karya salah satu pencerita misteri terkemuka di Jepang ini disusun seperti tragedi panggung yang megah. Penulis melemparkan tantangan kepada pembaca untuk membongkar misteri sebelum tirai ditutup.

 Review

Jadi...setelah nyaris dua tahun saya hiatus....hey, I'm back (for now). Do you miss me, dear my blog reader? (hahaha, pede XD).

Terakhir saya mereview adalah bulan Maret 2017, dan yang menarik ternyata buku terakhir yang saya review di blog adalah Year of the Hyenas (Tahun Anjing Hiena) yang bergenre misteri. Suatu kebetulan kah kalau saya hari ini mereview The Tokyo Zodiac Murder (Pembunuhan Zodiak Tokyo)? Hmm..sebenarnya buku ini dibaca karena mau saya balikin ke Tantri setelah bertahun - tahun saya pinjam, hahaha. Bukunya bahkan sudah menguning di beberapa tempat. Saya jadi ga enak hati sama Tantri, walau yang bersangkutan saat saya WApri sih bilang gapapa. Maaf ya Tan :'(. Selama hiatus ngeblog, saya bukannya ga baca buku sama sekali lho. Masih, masih baca. Cuma saya banyakan review di Goodreads dengan bahasa Inggris (yang tentu masih jauh dari sempurna). Tapi, saat kemaren bertegur sapa dengan Rahib Tanzil di grup WA BBI (yang sekarang juga mati suri, sama seperti BBI sendiri), saya agak terharu dengan dukungan Rahib yang walau tahu selera saya cukup "aneh", dia tetap menyemangati agar menulis reviewnya di blog. Terimakasih banyak ya Rahib!

Well...intermezzo done, jadi ini sedikit kesan saya setelah membaca Tokyo Zodiac Murder


Jumat, 10 Maret 2017

Review: Year of the Hyenas oleh Brad Geagley

Judul: Year of the Hyenas
Judul Terjemahan: Tahun Anjing Hiena
Pengarang: Brad Geagley
Penerjemah: Lanny Murtidjahana
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 472 halaman
Diterbitkan pertama kali : Maret 2015

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Misteri, Thriller


Link to Buy: Bukabuku

Sinopsis :

Seorang pendeta wanita diduga dibunuh dengan keji. Rakyat Mesir gempar, para pemimpinnya cemas. Karena pembunuhan terhadap pendeta akan membangkitkan amarah para dewa.

Penyelidikan pun digelar. Semerket ditunjuk menjadi penyidik. Namun bahkan Semerket sendiri bertanya-tanya, kenapa pecundang seperti dirinya––pemabuk dan pengangguran yang masih mengejar-ngejar mantan istri––dipilih untuk menyelidiki peristiwa langka ini. Apakah penunjukan itu disengaja agar kasus tersebut takkan terpecahkan?

Namun rupanya para dewa tak tinggal diam. Semerket perlahan berhasil menyingkap misteri pembunuhan itu; perjalanan yang membawanya ke harem firaun, membongkar konspirasi besar Mesir tahun 1153 SM; mengungkap fakta lain tentang kematian Ramses III

 Review


"Saya takkan pernah berdusta kepada Anda, Great Lord, setidak enak apapun kebenaran itu. Saya juga tidak akan mengolok - olok dalam nama kebenaran."


Kalau melihat trend baca buku terjemahan akhir - akhir ini, saya sekarang cenderung memilih thriller atau misteri. Setelah Girls in the Dark, saya pun mengambil Year of the Hyenas (diterjemahkan menjadi Tahun Anjing Hiena) dari lemari. Sudah lama saya ingin membacanya sih, selain saya juga suka banget kisah - kisah dengan settingan Mesir Kuno. Buku model begini yang pernah saya baca sebelumnya adalah Ledakan Dendam karya Agatha Christie, yang mengawali kesenangan saya pada apapun yang berbau Mesir, baik itu sejarahnya maupun mitologinya (dan bikin saya jadi pengen baca lagi, karena Ledakan Dendam saya baca sekitar 13-14 tahun yang lalu).  Sebuah kasus pembunuhan, di era Mesir Kuno, pada saat pemerintahan Ramses III yang dianggap sebagai satu dari "The Greatest Pharaoh" pada masanya, masa dimana belum ada teknologi seperti identifikasi DNA ataupun lie detector. Bagaimana cara sang tokoh utama, Semerket, memecahkan misteri pembunuhan ini?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...