Jumat, 30 Desember 2022

Review: Gods of Jade and Shadow oleh Silvia Moreno-Garcia

 

Judul: Gods of Jade and Shadow
Pengarang: Silvia Moreno-Garcia
Bahasa : Inggris
Penerbit : Del Rey Books

Tebal : 384 halaman
Diterbitkan pertama kali : 23 Juli 2019

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Fantasy, Historical
 
 Sinopsis :

The Mayan god of death sends a young woman on a harrowing, life-changing journey in this dark, one-of-a-kind fairy tale inspired by Mexican folklore.

The Jazz Age is in full swing, but Casiopea Tun is too busy cleaning the floors of her wealthy grandfather’s house to listen to any fast tunes. Nevertheless, she dreams of a life far from her dusty small town in southern Mexico. A life she can call her own.

Yet this new life seems as distant as the stars, until the day she finds a curious wooden box in her grandfather’s room. She opens it—and accidentally frees the spirit of the Mayan god of death, who requests her help in recovering his throne from his treacherous brother. Failure will mean Casiopea’s demise, but success could make her dreams come true.

In the company of the strangely alluring god and armed with her wits, Casiopea begins an adventure that will take her on a cross-country odyssey from the jungles of Yucatán to the bright lights of Mexico City—and deep into the darkness of the Mayan underworld.

 Review

Membaca Gods of Jade and Shadows mau ga mau ngingetin saya sama American Gods karya Neil Gaiman. Lucunya, baik Gods of Jade and Shadows maupun American Gods saya baca di tahun 2022 ini, mungkin karena itu saya masih keinget ceritanya. Meskipun buku ini baik dari segi karakter maupun setting ga sekompleks American Gods, tapi keduanya sama - sama berakar dari mitologi. Kedua tokoh utamanya, seorang manusia dan dewa sama - sama menjalani perjalanan yang menjadi fondasi utama dari ceritanya. Pengarangnya sendiri, Silvia Moreno-Garcia menjelaskan di glossary buku ini, kalau Gods of Jade and Shadow (saya singkat saja jadi GoJaS biar lebih ringkas) memang terinspirasi dari Popol Vuh, sebuah buku mitologi Maya yang jadi pedoman suku Ki'che. Saya sendiri ga terlalu familiar sama mitologi Maya. Yang saya tahu cuma Quetzalcoatl (dimana saya familiar gara - gara main game Fate Grand Order 😋) dan Xibalba dari animasi The Book of Life. Kalau dipikir - pikir, emang ada semacam kesamaan antara GoJaS dan American Gods. Dimana di American Gods, mitologi Norse cukup berpengaruh, meskipun Gaiman juga menulis mitologi yang lain. Semacam ada kesamaan antara Xibalba dan Yggdrasil, meskipun Xibalba ini dunia bawah tanah (atau Underworld) sementar Yggdrasil itu bukan. Kedua dunia mitologi ini punya sembilan lapisan, dan juga hewan buas mythical yang semacam Leviathan yang berperan penting dalam sejarah pembentukan dunia. Kesamaan ini membuat saya bertanya - tanya, apakah semua mitologi itu sebenarnya akarnya sama? Apakah sumbernya juga satu, mengingat kesamaan diantara tiap mitologi ini walaupun bahasa atau struktur mitologinya berbeda - beda?

 
GoJaS bersetting di kota fiksional bernama Uukumil, yang terletak di semenanjung Yucatan, Meksiko. Saya sendiri ga punya banyak pengalaman membaca buku dengan setting Meksiko, jadi saya agak bingung baca saat Moreno-Garcia mendeskripsikan perjalanan Cassiopeia (si tokoh utama) dengan dewa kematian yang dia selamatkan dari penjara, Hun Kame. Perjalanan mereka dimulai dari Merida, ibu kota Yucatan, dan berlanjut ke kota Veracruz, El Paso, untuk kemudian berakhir di Baja California. Jadi mau ga mau saya googling dih tempat - tempat ini supaya lebih gampang membayangkan setting ceritanya. Meskipun saya juga ga familiar sama kata - kata atau istilah di buku ini, syukurlah Moreno-Garcia bikin glossary di akhir buku ini. Glossary yang dia buat menjabarkan beberapa element yang diambil secara bebas dari Popol Vuh. Seperti, mahluk - makhluk mistik, konsep tentang pengorbanan (kalau familiar dengan mitologi Maya, pasti tahu pengorbanan dengan darah dan nyawa manusia itu hal yang sangat wajar) dan juga banyak hal. Saya merasa, ketimbang menunjukkan atau showing, buku ini kebanyakan menjabarkan, alias telling. Moreno-Garcia ini seperti bercerita kepada kita para pembaca, melalui karakter - karakternya. Utas bak utas kata terjalin dengan sangat rapi dan indah, Moreno-Garcia jadi bak pencerita yang ulung. Apa yang dilakukan Moreno-Garcia, yaitu "telling rather than showing", bikin buku ini jadi berasa sangat magical.
 
GoJaS itu tidak hanya sebuah buku genre fantasy yang terinspirasi mitologi Maya. Bukan juga hanya sebuah buku yang menjabarkan perjalanan Cassiopea Tun dan Hun Kame untuk mengumpulkan artefak magis yang nantinya akan mengembalikan status dewa Hun Kame dan juga mengukuhkan kuasanya sebagai penguasa Xibalba. Inti dari buku ini adalah pendewasaan diri dan juga tentang keluarga. Dari sisi para manusia, ada Cassiopea dan sepupunya, Martin Levya yang manja dan seorang penindas. Dari sisi para dewa, ada Hun Kame dan juga kembarannya, Vucub Kame. Dimana Vucub Kame ini mengkhianati Hun Kame sehingga Hun Kame dipenjara dan tahta Xibalba diambil alih Vucub Kame. Kebencian dan rasa muak dialami baik oleh Cassiopea-Martin dan Hun Kame - Vucub Kame. Bagi saya, bagian yang menarik itu sebenarnya hubungan antara Cassiopea dan Hun Kame. Hun Kame disini dijelaskan sebagai seorang dewa, jadi kayak semacam wajar saya dia bersikap tak acuh dan tidak peduli dengan urusan para manusia. Tapi, entah kenapa sedikit demi sedikit pengaruh Cassiopea membuat Hun Kame menjadi bersikap seperti manusia. Untuk karakter utamanya, Moreno-Garcia menunjukkan perkembangan karakter untuk Cassiopea dan juga Hun Kame. Bahkan Martin sendiri juga ada perkembangan. Sayangnya, untuk Vucub Kame tidak banyak perubahan, meskipun di buku ini dijelaskan kenapa Vucub Kame mengkhianati Hun Kame. Untuk Martin, saya awalnya benci banget baca karakterisasi dia, karena dia bener - bener anak yang manja, misoginis dan merasa kalau dunia tuh di genggamannnya. Tapi saya juga melihat kalau semua sifat Martin itu sebenarnya karena pengaruh keluarganya yang bersifat patriarkal. Kebencian Martin ke Cassiopea itu berasal dari rasa percaya dirinya yang rendah. Pada akhirnya, saya suka cara Moreno-Garcia menjabarkan perkembangan karakter Martin, dan saya berharap kedepannya baik Martin dan Cassiopea akan berbaikan dan berhubungan baik layaknya saudara.

Saya ini pembaca romance garis keras, dan kalau ada unsur romancenya, saya pingin ada HEA (Happily Ever After) atau ya minimal HFN (Happily For Now). Nah, saya itu bolak balik ngingetin diri sendiri, walau bisa membaca dengan jelas ada rasa suka dan ketertarikan yang tersirat antara Cassiopea dan Hun Kame, bahwa buku ini tuh BUKAN ROMANCE. Romancenya sendiri saya rasa cukup tidak biasa, tapi saya bisa merasakan rasa cinta yang bertumbuh antara Cassiopea dan Hun Kame. Kisah cinta mereka sebenarnya seperti trope "star-crossed lover", bukan tipe yang terlarang, tapi lebih tidak mungkin untuk berkembang lebih jauh. Cassiopea ini manusia, sementara Hun Kame adalah penguasa Xibalba, sebuah personifikasi dari kematian itu sendiri. Cassiopea ingin tetap hidup, sementara Hun Kame berkuasa atas kematian. Tapi, saya bisa merasakan perasaan keduanya yang sebenarnya ingin bersama, sebuah rasa cinta yang lahir dari perjalanan mereka, sang dewa yang berusaha untuk mengerti tentang teman manusianya. Moreno-Garcia sendiri berusaha memberikan solusi yang terbaik untuk kisah cinta mereka. Kalau kamu pecinta romance garis keras banget, mungkin akan ada perasaan kecewa. Tapi saya sendiri cukup puas. Saya merasakan rasa syahdu (halah 😆😅) saat membaca deskripsi Moreno-Garcia akan perasaan Cassiopea dan Hun Kame. Bagian dramatisnya ditulis dengan sangat bagus, angstnya pun pas, bahkan lebih bagus dari novel yang full romance sendiri 😋.

Buku ini stand alone, dan buat saya, lebih baik jadi stand alone saja dan tidak perlu ada sekuelnya. Saya sendiri sempat merasa enggan untuk menyelesaikan novel ini dan merasa "aduh kok bukunya udah mau selesai aja yah?" Tapi di sisi lain saya juga penasaran saman ending ceritanya. Saya penasaran apakah nanti akhirnya Cassiopea dan Hun Kame akan berhasil dalam mengembalikan status dewa Hun Kame, karena tidak hanya Vucub Kame yang licik. Jalan menuju Xibalba yang dinamakan Black Road, juga penuh dengan ilusi dan rintangan yang berat. Membaca akhir buku ini membuat saya puas dan mengapresiasi akhir perjalanan Cassiopea dan Hun Kame. Endingnya mungkin bagi beberapa orang tidak akan sempurna, tapi mencoba untuk tidak spoiler, endingnya sendiri sesuai dengan tema di Popol Vuh yaitu tentang pengorbanan dan kesetiaan. Prosa yang ditulis oleh Moreno-Garcia terasa sangat indah dibaca, sehingga buku ini jadi terasa sangat magis dari awal sampe akhir. Bahkan saya sendiri ga terlalu peduli sama setting jaman Jazz (periode tahun 1920-an) yang jadi setting ceritanya. Moreno-Garcia bisa saja menulis GoJaS ini di era manapun dan saya akan tetap menikmatinya.
 
Kalau kamu pengen baca buku fantasy yang stand alone, dengan mitologi maya, cerita tentang pendewasaan diri, sebuah perjalanan dari kota ke kota, dilengkapi dengan makhluk mistis seperti para dewa, iblis, penyihir wanita dan penyihir pria yang licik serta dunia dengan keajaiban tapi penuh rintangan,  ditulis dengan kalimat - kalimat yang indah seperti membaca sebuah kisah dongeng dan tak lupa ada sedikit bumbu romansanya tanpa berakhir jadi menye-menye, saya sangat merekomendasikan Gods of Jade and Shadow ini. Buku ini juga jadi salah satu buku yang paling memorable buat saya di tahun 2022 dan pastinya akan selalu saya rekomendasikan untuk kamu yang juga cari buku fantasy yang ditulis oleh penulis dari Amerika Latin dan tidak white-centric atau US-centric. 

 

Story  Rate

Rating untuk Gods of Jade and Shadow ini adalah: 
  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah meninggalkan komen di Ren's Little Corner. Silakan untuk setuju/tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)

Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway).

Komen untuk postingan yang berusia lebih dari 1 bulan otomatis akan dimoderasi.

Terimakasih sudah mau berkunjung! :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...