Rabu, 28 Desember 2022

Review: Rich People Problems oleh Kevin Kwan

 

Judul: Rich People Problems
Judul Terjemahan: Masalah Orang Kaya
Pengarang: Kevin Kwan
Penerjemah: Cindy Kristanto
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 480 halaman
Diterbitkan pertama kali : 12 Februari 2018

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Contemporer Romance, Slice of Life
Note: Buku dibaca tahun 2018
 
 Sinopsis :

Ketika mendengar bahwa neneknya, Su Yi, sakit keras, Nicholas Young bergegas pulang---namun ia tidak sendirian. Keluarga Shang-Young dari seluruh penjuru dunia ikut berkumpul, seolah akan merawat sang nenek tapi sebetulnya ingin memperebutkan harta melimpah yang dimiliki Su Yi.

Semua anggota keluarga diam-diam mengincar Tyersall Park---lahan premium di jantung Singapura. Tempat itu pun menjadi penuh intrik dan tahu-tahu Nicholas dilarang masuk ke sana.

Sementara keluarganya memperebutkan warisan, Astrid Leong berada di pusat badai yang berbeda: ia jatuh cinta pada kekasih lamanya Charlie Wu, tapi diganggu mantan istri Charlie, yang bertekad menghancurkan hubungan dan reputasi Astrid. Sementara itu, Kitty Pong, yang menikah dengan miliuner Jack Bing, mendapatkan lawan yang seimbang, yaitu Colette, putri tirinya.
.

 Review
 
Catatan: Review di blog dicopy dari review Goodreads dengan beberapa penyesuaian. Akan ada beberapa spoiler dari buku sebelumnya, Crazy Rich Asians dan China Rich Girlfriend dan juga versi film Crazy Rich Asians.

Well, akhirnya tibalah kita di penghujung acara. Setelah memulainya dengan sangat gila di Crazy Rich Asians (saya singkat CRA, yang filmnyanya booming, walau banyak bedanya. Ren ini masih jengkel karena perbedaan - perbedaan itu ๐Ÿ˜‚ ), lalu melanjutkan kegilaan itu di China Rich Girlfriend (CRG) yang bersetting di Shanghai, Kevin Kwan memutuskan untuk mengakhiri drama orang kaya Asia Timur yang berpusat di negara kecil superpower Singapura di Rich People Problems (RPP).

Perasaan saya setelah baca buku ini adalah...CAPEK :/.

Selain capek karena waktu baca buku ini sampai begadang dan bikin jadi kayak zombie, capek juga karena nulis reviewnya berturut - turut mumpung masih fresh ceritanya ๐Ÿ˜Œ. Tapi alasan saya capek ini sebenarnya bukan karena itu. Apakah RPP masih menghibur seperti pendahulu - pendahulunya? Masih. Apakah masih penuh gosip dan merek - merek terkenal yang bahkan mesti digoogle dulu? Masih. Masalahnya, karena ini ending dari trilogy CRA, banyak sekali plot-plot yang berusaha dijejalkan oleh Kevin Kwan dalam satu buku, banyak karakter baru yang diperkenalkan, sementara beberapa karakter lama tidak mendapat cukup panggung. Pun usaha Kwan yang berusaha menaikkan eskalasi kegilaan dari tingkah - tingkah orang kaya dan juga drama yang mengikuti, yang sayangnya beberapa jadi lebih kebanyakan "miss" ketimbang "hit".

RPP memuat beberapa plot, plot Suyi yang sekarat dan keluarganya yang semuanya seperti ikan hiu yang mencium bau darah dan siap menerkam peninggalan Su Yi -dalam hal ini Tyersall Park-, plot hubungan Charlie-Astrid yang lama - lama dramanya makin heboh karena mantan - mantan mereka yang tak rela melihat mereka bahagia, plot persaingan Kitty Bing (yang sudah cerai dari Bernard Tai, dan menikah dengan Jack Bing setelah jadi selingkuhannya selama setahun) dengan anak perempuan Jack, Colette, lalu diakhiri dengan apa yang terjadi Tyersall Park setelah kematian Su Yi.

Masih bisa mengikuti? ๐Ÿ˜‚

Dari semua plot - plot diatas, favorit saya adalah bagian saat Su Yi sakit dan apa yang terjadi setelah Su Yi akhirnya meninggal. Di buku ini saya jadi mengenal siapa itu Su Yi sebenarnya, dan bukan hal yang aneh kalau buku ini selain berfokus kepada Astrid dan Kitty, fokus utamanya adalah Su Yi. Pandangan saya kepada Su Yi yang awalnya adalah matriarch keluarga Shang dan Young yang terlihat kaku, berubah setelah saya tahu masa lalu Su Yi yang dijabarkan Kwan baik dalam mimpi Suyi, kilasan - kilasan balik maupun diarynya yang dibaca oleh Nick. Selalu ada lapisan - lapisan yang tak terkuak dan itulah yang menyebabkan Su Yi menjadi pribadi yang menarik. Apalagi keputusan-keputusannya tentang nasib Tyersall Park yang mengesankan kalau Su Yi berpandangan jauh ke depan. Sayang memang di buku ini Rachel tidak dapat jatah, dan hanya dapat satu bab khusus dimana lagi - lagi Eleanor berusaha mengacau karena Rachel ngga hamil - hamil juga, tapi itu juga tidak jadi masalah karena kisah Rachel toh sudah banyak di CRA dan bahkan jadi fokus utama di CRP.

Selain Rachel, porsi Nick juga tidak banyak dan kali ini Kwan memilih berfokus kepada Edison Cheng aka Eddie yang rasanya semakin mengkhawatirkan saja sikapnya, apalagi Eddie begitu terang - terangan mengincar Tyersall Park. Saya sendiri kagum dengan istri Eddie, Fiona Cheng-Tung yang mau saja diperintah Eddie yang control freak. Tapi endingnya bikin saya bersorak karena Fiona pun, adalah cewe yang tak kalah tangguh dengan tokoh - tokoh cewe lain dan sekali lagi membuktikan kalau dia pun bisa "menaklukan" Eddie. Kwan juga memperkenalkan satu lagi putri Su Yi, Catherine Young yang tidak banyak diulas di dua buku sebelumnya, dan memperkenalkan cabang Thailand. Tidak ada yang spesial, tapi saya seneng Catherine dan keluarganya ngga yang aneh - aneh banget. Tak lupa diperkenalkan juga keluarga Tsang, yang salah satu anggota keluarganya Scheherazade menjadi love interest Carlton yang udah meninggalkan Colette.

Ngomong - ngomong tentang Colette, tenang cewe ini tetep eksis dan sikapnya tetep busuk kayak di CRP, dan persaingannya dengan Kitty benernya cukup lucu karena Kitty ga sudi ngomong dengan Colette. Berbeda dengan Rachel yang tegas, Kitty sangat pengecut dan ga mau head-to-head langsung dengan Colette dan lebih memilih menyabotase apa saja yang Colette lakukan. Sayangnya mungkin Colette juga berlaku sama ke Kitty tapi posisi Colette lebih tinggi karena menikah dengan bangsawan. Saya jengkel juga baca bagian Kitty. Karena sama seperti saat Kwan mengubah karakter Michael di CRG menjadi nyaris tak bisa dikenali, Kitty di buku ini pun sama. Kitty selalu histeris, selalu merasa harus lebih dari Colette, tapi terlalu pengecut untuk melakukannya terang - terangan. Saya lebih menyukai Kitty di CRG ketimbang di buku ini.

Saya ga akan terlalu bahas hubungan Charlie-Astrid, karena toh sudah jelas Kwan emang ingin pasangan ini menemukan kebahagiannya, walau tentu saja drama yang mengikutinya cukup bikin saya rolling eyes berkali - kali. Too soap opera-ish dengan drama para mantan, apalagi yang terjadi pada pasangan ini banyak saya denger dari acara - acara gosip macem Ins*rt atau S*let :P. Tapi saya suka sama setting India yang jadi tempat lamaran Charlie dan Pulau Palawan. Rasanya Charlie-Astrid sudah tak perlu dibahas lagi lah ya ๐Ÿ˜‚.

Saya udah bilang kalau terlalu banyak plot yang dijejalkan Kwan, dan perkembangan beberapa karakter jadi dikesampingkan. Ada hal - hal yang membuat saya bertanya - tanya yaitu (silakan dihighlight jika ingin melihat isinya)

- Saya merasa hubungan ortu Nick agak aneh, dengan Phillip tinggal di Sydney sementara Eleanor tetap di Singapura. Nick sendiri bilang kalau Phillip menjauh dari Su Yi, tapi ada kemungkinan besar Eleanor pernah selingkuh saat Nick masih kecil. Karena ada dialog antara Su Yi dan Phillip dimana Su Yi bertanya apa Phillip sudah memaafkan Eleanor dan warisan Su Yi kepada Eleanor yang berupa sabun, yang sebenarnya Su Yi mau bilang kalau Eleanor adalah "perempuan kotor". Apa lagi kalau bukan selingkuh? Yang sebenarnya juga ironis, karena Su Yi sendiri pernah berselingkuh sampai akhirnya hamil Catherine.

- Pernikahan Peik Lin dan Alistair Cheng yang mengejutkan! Sayang banget hubungan mereka ga diceritakan, padahal rasanya menarik bagaimana awalnya Peik Lin dan Alistair akhirnya jatuh cinta, karena Alistair itu ga neko - neko kayak kakaknya, Eddie.


Akhiri tanpa harus bertele - tele, dan Kevin Kwan tahu jika drama keluarga Shang-Young-T'sien cukup sampai buku ketiga, walau saya merasa Kwan mungkin akan kembali lagi ke keluarga ini dan mungkin akan menceritakan generasi selanjutnya...umm, tolong jangan lah ๐Ÿ˜‚. Saya berharap suatu hari Kwan akan menceritakan kisah Su Yi pada masa mudanya (karena saya merasa porsi cerita Su Yi di buku ini agak kurang) atau misalnya bagaimana cerita Phillip ketemu Eleanor, karena sifat dua orang ini yang sangat berbeda.

Thanks Kevin Kwan for the ride and the crazy world that is Crazy Rich Asians trilogy!!
   

Story  Rate

Rating untuk Rich People Problems ini adalah: 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah meninggalkan komen di Ren's Little Corner. Silakan untuk setuju/tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)

Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway).

Komen untuk postingan yang berusia lebih dari 1 bulan otomatis akan dimoderasi.

Terimakasih sudah mau berkunjung! :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...