Selasa, 10 Mei 2016

Random Thoughts: Book Blogger as Secret Identity

 


Random Thoughts is back, dan ini adalah RT kedua tahun ini :D. Aslinya saya sudah mau nulis tentang topik ini sejak lama. Tapi, karena ada event Big Bad Wolf yang membuat saya hilang akal dan hilang uang kesenengan, jadi agak tertunda. Ditambah dengan kerjaan, yang merupakan lagu lama, ketunda lagi deh. Tapi, ini juga saya nulisnya pas istirahat kerja :P.


Well, apa sih Random Thoughts itu? Ini adalah sebuah postingan yang bersifat non opini  yang akan menanyakan pada pembaca blog tentang topik tertentu. Topiknya random, tapi masih berhubungan dengan buku tentunya ;). Dan waktu postingannya sendiri juga random. Yah, when the mood strikes, atau kebetulan saya dapat "aha!" moment. Topik yang akan dibahas di Random Thoughts edisi kali ini adalah:

"Book Blogger as Secret Identity"

yang saya dapat idenya setelah membaca The Hooker and The Hermit karya L.H. Cosway dan Penny Reid. Inti ceritanya sih, tentang seorang gossip blogger yang bimbang antara mesti diam saja tentang identitasnya atau malah ngaku aja demi mendapatkan cintanya. Yang bikin saya pun kepikiran, para book blogger, baik yang tergabung di BBI maupun ngga, dan juga para book reviewer, baik yang ngereview di Goodreads, Amazon, Facebook, dll...apa orang sekitar kalian (teman kantor, teman kuliah, keluarga ) tahu tentang aktifitas kalian?


Ortu tahu tentang hobi saya membaca, dan jujur mereka selalu menganggap novel yang saya baca itu satu kategori sama komik. Atau bahasa tersiratnya "yang kamu baca itu ngga berguna". Suami juga tahu saya hobi baca, sampai lemari buku di kontrakan kami beranak menjadi lemari yang lain dan dia cuma bisa geleng - geleng sambil bilang "mending kamu baca buku agama". Teman kantor pun tahu saya suka baca, setelah mereka sering melihat saya dapat kiriman buku dari Periplus dan lalu bilang "apa enaknya baca buku tebal - tebal?" sambil menonton drama korea kesukaan mereka. Banyak yang tahu saya suka baca. Tapi, mereka tidak tahu kalau saya ini seorang blogger buku dan juga reviewer (walau bukan reviewer professional).

Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan dengan orang tidak tahu kalau saya blogger buku. Karena bagi saya, seperti yang pernah saya bilang di review buku The Hooker and The Hermit, blogging dan review buku itu jadi semacam "pelarian". Semacam media saya bisa bebas berekspresi tentang hal yang saya suka, yang saya yakin orang sekitar saya di kehidupan nyata mungkin tidak mengerti. Tapi bukan lantas saya menutup - nutupi kenyataan kalau saya ini blogger dan reviewer. Malah, saya pernah nunjukin blog ini sama suami saya dan juga kolega saya. Tanggapannya? Ya dianggap angin lalu :P. 

(Eniwei, nama yang saya pakai pun sebenarnya juga bukan nama samaran. Ren memang nama asli saya, dan sebenarnya lebih ke nama panggilan dari nama lengkap saya)

 Lalu, bagaimana kalau suatu saat identitas saya sebagai blogger buku ini diketahui sama keluarga, teman kantor, teman sekolah dulu atau siapapun deh? Saya sih, merasa campur aduk ya. Disisi lain, saya senang mereka akhirnya mengakui hobi saya sebagai blogger buku. Disisi lain, saya jadi tidak bebas untuk berekspresi (atau menulis blog ini saat jam kerja :P), dan jadi selalu mikir saat menulis. Belum lagi, kalau saya pengen ngebahas buku yang bikin orang akan bergosip. Buku erotica, misalnya. Bisa-bisa dibilang saya makin mesum ntar :P. Jadi, bagi saya saat ini, saya lebih menikmati anonimitas sebagai blogger buku. Karena saya juga ngga mau tempat "pelarian" ini diketahui banyak orang, terutama mereka yang ngga mengerti hobi baca buku. 

Nah, bagaimana dengan teman - teman?

Apakah orang - orang di sekitar kalian -seperti teman kantor, keluarga sendiri, pacar, suami- tahu kalau kalian adalah blogger buku/reviewer? Kalau iya, apa tanggapan mereka?
Terus, kalau kalian pakai nama samaran dalam blogging/review tentang buku, alasannya apa sih? ^^ Dan, mana yang lebih kalian pilih? Orang lain tahu kalian itu blogger buku atau mereka mending ngga tahu aja?

Spill your random thoughts!! :D

18 komentar:

  1. Dulu juga aku blogger anonim, gak nyantumin sedikitpun identitas pribadiku. Sampai suatu ketika aku mikir, kenapa aku harus jadi anonim? Toh jadi blogger buku dan menulis review tentang buku bukanlah hal memalukan. Habis itu aku rombak blogku habis2an, aku cantumin nama dan identitas pribadi di sana :D
    Anw, nice random thoughts Ren :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih :). Wah, tapi jangan cantumin alamat juga ya. Takutnya nanti ada yang nge-stalk >.<

      Hapus
  2. Kalau saya sih dari awal tidak berniat jadi anonim. Toh tidak ada yang salah dengan menjadi blogger buku. Suami juga mendukung, apalagi setelah tahu saya sering dapat gratisan hasil menang kuis atau review buku. Dia juga ikut ngerasain kayak kalo milih hadiah menang Resensi Pilihan dari Gm, saya sering minta dia ngasih pilihan hadiahnya.
    Kalau teman kantor banyak yang belum ngerti kali ya... kecuali kalau pas pajang foto hadiah buku di FB misalnya, baru ada yang nanya gimana kok bisa dapat gratisan. Apalagi di FB aku masang kok status pekerjaan sebaga Independent Reviewer. (dan entah kenapa nongolnya di atas pekerjaan sebagai dosen). Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya ya...aku FBnya ada dua sih. FB buku sama FB keluarga dan kantor :P

      Hapus
  3. I love this topic!
    Orang-orang yang dekat dengan aku tau kalau aku suka baca buku dan punya blog. Please note, yang dekat dengan aku itu cuma satu atau 2 orang hahaha. Coworker di kantor (cuma 2 org) tau aku punya blog, tapi cuma sampe disitu aja. Aku memang nggak promosiin di kantor soalnya aku memang sengaja misahin, yang kantor ya kantor, yang hobi ya hobi. So far it works.

    Nggak pernah terpikir untuk anonim, because I have nothing to hide. Tapi tetap, yang terlalu pribadi nggak kuumbar di dunia maya. Mmmm... mending mereka tau nggak yah? Kayaknya mendingan nggak tau, deh hahaha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar juga ya. Mending dipisah antara kerjaan dan hobi, jadi tidak saling mengganggu satu sama lain

      Hapus
  4. kalo teman-temanku yang rajin liat fbku sih tau mbak kalo saya suka nulis-nulis review/ulasan buku. gak jarang juga pada nanya-nanya kalo misal mau beli buku tertentu. ya apa aja seputar buku seringnya pada nanya2 diriku. tapi itu cuma yang rajin nampang di fb ya. kalo yang jarang mainan sosmed, masih belum banyak juga yang tau kalau saya itu reviewer buku non pro haha. kalo keluarga paling keluarga inti aja kayak adik saya.

    di blog bukuku nama blognya memang bukan nama pribadi, tapi authornya kubuat ya nama asli, soalnya dari dulu brandingnya udah nama asli juga sih. kayaknya ga kepikiran buat nutup-nutupin jati diri sih.

    BalasHapus
  5. Hihi aku sih ga anonim ya, secara, kalo google Martina Sugondo atau Martina Daruli pasti nemu link ke blogku. Tapi entah ya, buat temen2 kantor atau gereja, blogku sih gak menarik minat mereka. Emang pada nggak segitunya dengan dunia baca sih. Paling cuma sekadar tau kalau aku ngeblog dan suka dapet buku gratis karena ngeblog... Trus biasanya mereka pinjem bukunya. Hahaha.

    BalasHapus
  6. aku punya dua blog, blog buku sama blog curhat. beberapa orang tahu blog curhatku, lalu saling ngomong2 "tahu nggak sih kalo wenny punya blog?" dan kemudian banyak orang jadi tahu :D ada juga beberapa yang tau aku punya blog buku, tapi yaa... udah. nggak sampai tahap saling ngasih tahu kalo wenny punya blog buku hahaha.
    orang tuaku cuma tahu kalo aku suka baca dan kadang dapet buntelan. nggak punya suami dan nggak punya pacar :( temen2ku cuma tahu kalo aku kadang ke kampus sambil bawa2 novel dan sasaran paling empuk kalo dimintain donasi buku, tapi cuma sebatas itu. mereka banyak nggak tahu tentang blog bukuku dan segala aktivitas bukuku.
    blogku judulnya by Wenny Widy, dan nggak semua ngeh kalo Wenny Widy itu nama beken dari nama asliku eaak.

    di blog curhatku, setelah banyak orang yang tahu, aku jadi nggak begitu bebas pas nulis. takutnya hal yang sama bakal terjadi sih kalo blog bukuku terekspos di kalangan temen2 haha

    BalasHapus
  7. Tauuu..
    orangtua tau, mantan pacar juga tau *eh
    aku malah pernah dihubungi sama penulis lokal buat ngereview karena kita dah kenal kak. Aku juga pake identitas asli di semua sosmed :D

    BalasHapus
  8. Ngga punya blog, tapi reviewer di Goodreads. Nama sih bukan samaran, emang nama panggilan Ami. Tapi selain teman yang memang aktif di Goodreads, orang sekitar tidak ada yang tau aku rajin review di sana. Bukannya ngga mau ngasih tau, cuma orang sekitar bukan penggemar buku apalagi genre yang aku baca, jadi aku pribadi males aja umbar identitas. Tapi teman Goodreads kan jadi teman di RL juga hehe

    BalasHapus
  9. Temanya interest banget mbak
    Sejauh ini aku juga suka dengan tipe anonym. Orang-orang didunia nyata jarang dan hampir easy going dengan hobi membaca atau mereview buku. Tapi, kekasihku lbih dukung untuk mereview itu, krena dia sndiri juga sudah trjun langsung dlm mreview ato meresensi buku. Jadi, sekalipun org2 di rumah, atau keluarga tak mengetahui maupun lingkup tempat kerja nggak tahu dg hobi mereview itu. Aku tetap enjoy.
    Setuju kalau seumpama mereka tahu, terus kita mengetik naskah utk postingan di sela2 jam kerja, heheee jadi kayak nggak pewe. Hhhee
    Nice sharing mbak ^_^

    BalasHapus
  10. beberapa teman kampus sih tahu kalau aku blogger buku kak dan mereka biasa aja gitu, gak nunjukin ketertarikan... haha -_-". Kalau buat aku sih, mereka tahu atau gak, gak jadi masalah karena emang dari awal aku gak ada niatan untuk jadi anonym, bahkan di profil sosmed aku malah nyebutin diri sebagai book blogger kak... :D

    BalasHapus
  11. Kalo di luar lingkungan kerja, aku sering memperkenalkan diri sebagai blogger buku, tapi ya jarang ada yg tertarik sih, meski itu di komunitas baca. Beberapa kolega yg tahu aku suka baca biasanya kukasi tahu 'kepanjangan' dari membaca yg kulakukan ya menulis, tapi jarang juga yg sampe mau tahu blogku apa. Orang rumah sih tahu BBI, soalnya aku tinggal di rumah ya, jadi segala kegiatan, merchandise, dsb mereka tahu. Apalagi sempat sering dapet buntelan dari hasil blogging, mereka jadi memandang keseriusanku di blogging ini, jadi ga ada komplain.

    Walaupun pake nama alias, sbnrnya bukan karena mau menyembunyikan identitas sih. Lebih ke proteksi terhadap orang asing di dunia maya ketimbang menyembunyikan diri dari orang2 yg kukenal. Mungkin krn ga ada yg menunjukkan ketertarikan, aku jadi bebas ngomong di blog, banyak curcol juga (bahkan lebih curcol ketimbang di socmed).

    BalasHapus
  12. keluarga dan teman dekat pada tahu kalau aku hobby baca, sering mantengin blog buat tulis review, dan scrolling akun media sosial yang semuanya kebanyakan tentang buku. tapi aku sengaja untuk memisahkan akun pribadi dengan akun perbukuan hehehe soalnya kan aku sering ikut kuis di facebook twitter blog, jadi aku nggak mau mereka terganggu soal promosi kuis atau kena tag atau apalah itu. makanya dari awal sengaja aku pisahin semuanya dan lebih mengisolasi diri di akun perbukuan.

    awalnya aku nggak punya teman lho karena statusnya kan sebagai akun baru, aku juga nggak niat add/follow teman-teman di dunia nyata. tapi lama-lama banyak ketemu dengan orang-orang sesama pecinta buku, book hunter, book blogger, host kuis, para penulis, dll. ya udah, nggak kesepian lagi deh hehehe.

    keluargaku nggak banyak komen meski mereka sering jadi si penerima buntelan paket buku. bahkan ayahku suka ngecek isi buku yang kuterima wkwkwk. cek aja, nggak pernah ikutan baca. kebanyakan novel sih, dia mana suka. hihihi.

    mereka tahu atau nggak bahwa aku seorang book blogger, nggak masalah sih sebenarnya buat aku. semua fine aja. tahu pun nggak apa-apa kalau mereka minta rekomendasi bacaan dari buku yang sudah pernah aku baca dan kebetulan sudah aku review di blog, aku bisa kasih langsung link review-nya dari blogku daripada aku capek ngoceh atau ngetik ulang di chat buat jelasin ke dia. XDDD

    BalasHapus
  13. mbak Ren, aku ikutan bahas tentang "book blogger as secret identity" di blog bukuku ya :D boleh kan? :3

    BalasHapus
  14. Halo halo... Numpang nampang ya... :p

    Yah, aku sih ga pernah nutup-nutupin sama siapa pun kalo aku ini book blogger/reviewer. Di blogku aku malah pasang tampangku hahaha *narsis*. Mama sama kakakku juga tahu aku blogger, tapi ya itu, mereka cuek aja. Sama lah, dianggap angin lalu, padahal kakakku juga suka baca lho.

    Kalo ditanya pilih mana, orang tahu ato ga aku blogger, yah aku malah pengen orang tahu, hehehe.

    BalasHapus
  15. Di lingkunganku gak ada yang peduli sama buku atau blog sih. Jadi mereka tahu dan tidak pun indifference saja. Kecuali kalau aku buat blog yg bahas tentang mereka, mungkin baru mereka peduli. Tapi kalau cuma buku, film dll yang gak ada hubungan sama mereka, kayanya sih mereka sebodo amat.

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)