Rabu, 12 April 2017

Books & Budgeting: Tips Koleksi Buku Banyak Dengan Budget Seadanya


Selamat siang :D

Masih dalam rangka Marathon Posting untuk merayakan HUT BBI yang ke 6 (time sure do flies fast!!), kali ini saya juga ikutan posting berjamaah :D. Setelah di hari Senin saya berusaha mencuci otak merekomendasikan ke pembaca buku - buku karya pengarang yang baru bagi saya dan bukunya worth it (bukan worthed ya :V) untuk dibaca, di hari Selasa, saya curhat baper gara - gara kejadian di kantor. Nah, di hari Rabu ini, saya akan mengajak teman - teman, ala - ala orang ahli finansial, untuk gimana bisa koleksi buku dengan budget yang ada (atau seadanya. Whichever you prefer). Saya tahu, buku dan uang...adalah hal yang bertolak belakang. Karena, buku mesti dibeli dengan uang, betul? 

Makanya..mari simak tips ala - ala saya ini. Semoga berkah dan bermanfaat  bagi teman - teman pembaca semua :D


Apa hal yang paling membahagiakan buat teman - teman pembaca?

Apakah ini?


Atau ini?


Ngaku deh....beli buku itu kadang rasanya seperti candu. Bagi saya, serasa ada yang kurang jika dalam satu bulan tidak ada buku baru yang mampir ke lemari buku. Atau bahkan, mungkin ada yang jika dalam seminggu tidak beli buku, badan langsung gatal - gatal? Sayangnya..kadang kondisi keuangan tidak sejalan dengan kondisi hati yang merindu akan buku (cieh bahasanya XD). Akhirnya..antara mendamba buku karya author favorit yang tak kunjung terbeli, atau cuma bisa gigit jari lihat teman pembaca yang lain sudah membaca buku yang kamu sudah tunggu - tunggu tanggal rilisnya. Duh, bete yak! Apalagi kalau misalnya kamu orangnya ga sabaran (kayak saya :P). 

Nah, ini tips dari saya biar dengan budget seadanya, kamu tetap bisa beli buku yang kamu mau dan nambah koleksi ke timbunan kamu yang makin menggunung!

#Seperti yang sering dikasihtahu ahli keuangan manapun (atau siapapun), buatlah list.

Langkah pertama yang sangat sederhana dan gampang. Buat list buku  atau book wishlist yang pengen kamu baca dan beli. Buat skala prioritas. Apakah buku karya pengarang A ini worth it buat dikoleksi? Ataukah cukup dengan hanya meminjam di perpus atau pinjam teman atau cari gratisannya? Saat ini banyak software yang bisa digunakan untuk membuat wishlist ini. Saya sendiri memakai fitur shelves Goodreads untuk membuat wishlist. 

Buatlah wishlist ini seinformatif mungkin. Mulai dari tanggal rilis, harga, sinopsis, skala prioritas dan lain - lain. Saya biasa memakai situs - situs yang memuat info buku dari genre fave saya, dan karena kebanyakan saya membaca buku impor, informasi tentang kapan buku baru akan rilis biasanya sudah ada dari jauh - jauh hari. Dengan ini saya bisa mencocokkan antara jumlah buku yang mau dibeli per bulan dan budget untuk buku selama sebulan.

#Tentukan budget untuk beli buku 

Saya tahu...ada meme yang bilang mending beli buku ketimbang beli sepatu. Itu pasti, buat yang pembaca. Tapi jangan lantas kebutuhan primer teman - teman sekalian terlewatkan. Seperti meme Sarah's Scribles di samping, untuk kebutuhan primer, cukup beli yang biasa - biasa saja dan tidak mesti harus branded. TAPI..ga lantas juga jadi foya - foya pas beli buku XD. Ingat dengan tips pertama sebelumnya. STICK TO YOUR WISHLIST!!! Jangan beli yang di luar skala prioritas kamu. Ga mau kan kayak saya, yang dulu asal beli buku...terus satu - dua tahun kemudian mikir "dulu gue beli buku ini karena apaan sih??" 

#Patuhi budgetmu!!

Sudah dibahas di atas sebelumnya kalau saya bilang untuk "stuck to your wishlist". Itulah kenapa saya bilang skala prioritas penting, karena kata Ayah saya "penyesalan adanya di belakang. Kalau di depan itu namanya pendaftaran" #yawlaaa. INGAT, budget kamu cukup terbatas. Jangan gampang tergoda dengan buku - buku yang kayaknya sinopsis oke, covernya catchy..atau godaan terbesar untuk semua umat manusia manapun. Ada...diskon. 

Kalau udah diskon..duh saya juga gampang tergoda cyin! Tapi sekali lagi, pikir baik - baik, apakah kamu emang yakin mau beli buku itu? Atau...karena cuma pesona diskon saja? "Yang penting beli sekarang, baca nanti. Yang penting harga murah!" Kalau budget tak terbatas sih, ya monggo. Tapi, disini saya bahas dengan budget seadanya, maka berpikirlah kembali!

#Bukan berarti ada diskon itu buruk untuk kesehatan uang (dan mental) , tapi jika buku yang dimau bisa beli saat diskon, maka belilah saat lagi diskon!

Saya sering nih kayak gini. Kadang saking ga sabaran, saya beli aja buku yang saya mau baca saat baru rilis. Terus beberapa bulan ke depan ngedumel karena harganya turun, dan saya ternyata juga ga baca bukunya setelah beli (biasa deh kaum penimbun). Skala prioritas lagi - lagi penting dalam menentukan buku mana yang harus dibeli pertama saat rilis, dan mana yang bisa nanti - nanti saja. Terutama untuk penyuka buku impor kayak saya. Hal ini juga berlaku untuk e-book sih. Saya suka mantengin info sale e-book atau kapan penulis fave saya yang self publish mau rilis buku barunya. Karena biasanya saat masa pre-order, harganya bisa sangat miring, dan akan balik ke harga asal saat sudah rilis. Skala prioritas dan juga kesabaran adalah kuncinya disini.

Jika saya aja beli baju baru buat ngantor aja nunggu diskon Matahari 70%..kenapa engga gitu buat buku? XD

#Perhatikan format buku yang mau kamu beli. Format itu menentukan harga.

Tips ini lebih untuk yang pembeli buku impor, walau untuk yang terjemahan atau lokal juga bisa diterapkan. Untuk buku Impor, beda format beda harga. Paling mahal jelas hardcover (atau library binding, tapi saya rasa jarang - jarang beli yang format beginian), diikuti dengan format odd size (trade paperback) dan mass market adalah yang termurah. Jika bisa beli yang versi mass market, BELILAH YANG MASS MARKET!! 

Saya selalu menekankan hal ini pada saya sendiri walau godaan untuk membaca versi Hardcovernya yang keluar duluan sangat kuat, pun teman - teman pembaca lain di Goodreads sudah baca (dan suka tebar spoiler). Saya berkeyakinan, selalu beli versi yang termurah, karena HC kadang suka makan tempat. Ini juga berdasar pengalaman saya dulu yang bela - belain beli versi HC karena ga sabaran. Ada satu buku yang HCnya ternyata tebel banget sampe saya ga kuat megangnya dan akhirnya saya kasih ke orang XD. Sekarang saya beli HC hanya jika diskon saja. Misal diskon di BBW :P. Hal yang sama juga berlaku untuk edisi kolektor yang saya tahu harganya bisa berjibun. Pikir dan pikir kembali, apakah worth it untuk mengoleksi edisi kolektor ini, kalau misal saya juga ga ngefans - ngefans banget. Kalau ngefans sih..ya lain cerita :P.

Bagaimana dengan yang terjemahan? Saat ini versi e-book dari buku terjemahan dan lokal sudah banyak beredar. Jika kamu tidak keberatan baca versi elektronik, versi e-book biasanya lebih murah. Jika tidak terbiasa baca e-book? Silakan lihat tips - tips diatas lagi ya.

#Jangan ragu untuk beli edisi secondhand atau buku bekas

Untuk buku - buku lama..jangan ragu beli yang versi secondhand, atau buku bekas. Selama masih bisa dibaca ya. Untuk impor, ada situs Better World Books yang juga menyertakan kondisi buku bekas. Selain itu, kamu juga bisa donasi lho di BWB ini :D. Kalau edisi terjemahan dan lokal, bisa mencari - cari di situs belanja online. Pastikan juga harganya ya. Kadang kalau bukunya sangat langka, harganya bisa jadi melejit! Kalau sudah begitu..coba pastikan beda harganya dengan harga buku saat pertama rilis. Kadang juga penerbit akan cetak ulang, walau harganya juga bisa jadi malah nambah mahal. 

#Ikutan giveaway berhadiah buku atau giftcard

Saya rasa sih, banyak juga teman - teman yang begini :P. Yah, saya juga kok. Walau saya kurang suka dengan sebutan "Giveaway Hunter", karena kayak orang oportunis banget (padahal saya juga oportunis, untuk kondisi - kondisi tertentu XD). Jika ada waktu dan koneksi inet mendukung, ikutlah GA yang sering diadakan di blog - blog atau IG. Jangan lupa, di HUTnya yang ke-6, BBI juga akan ada GA Hop lho. Kesempatan emas nih :D

#Untuk menambah budget, jual kembali buku - buku lama yang sekiranya tidak akan dibaca lagi

Cara ini bisa ditempuh juga jika kalian misalnya terlalu banyak buku, atau lemarinya sudah tidak cukup lagi. Saya yakin sih, dan ini dari pengalaman sendiri, tidak semua buku yang dipunya akan dibaca ulang. Kebanyakan juga baca sekali pun cukup, apalagi jika kamu juga tidak berniat bikin perpus sendiri atau mewariskan ke anak cucu misalnya. Jika sudah begini, selain opsi mendonasikan buku ke taman bacaan, bisa dijual kembali lho kolpri kamu, untuk memberi nafas lemari buku dan menyediakan tempat untuk buku yang baru. 

#Langganan layanan baca bulanan untuk e-book

Untuk pembaca e-book, langganan layanan baca selama sebulan atau setahun juga bisa membantu lho. Layanan ini sudah banyak ada, mulai dari Scoop dan Bookmate untuk buku terjemahan/lokal/impor dan Scribd. Biasanya mereka juga menyediakan layanan ini untuk multiuser. Jadi bisa patungan deh. Uang aman, hati senang XD

#Menabung
Yang ini sih sudah ga perlu saya bahas lagi. Semua juga pasti tahu, dan itulah kenapa saya taruh di akhir XD. Menabung untuk beli buku bisa dalam banyak cara. Misal mau puasa beli buku dulu kah, atau ikut tantangan teman untuk habis berapa buku dulu baru beli buku baru atau yang lain. Yang penting...selalu berpatokan sama wishlist kamu dan skala prioritas buku - buku yang kamu mau koleksi ya :D

Semoga beberapa tips beli buku di atas bisa membantu teman - teman ya :D. Nah, kok ga ada opsi baca buku di perpus setempat atau sewa atau minjem teman dll? Karena ini temanya koleksi, jadi dalam artian koleksi pribadi teman - teman (walau kalau e-book, ga bisa juga dibilang koleksi kalau sistemnya langganan :P). Nah apakah teman - teman juga ada tips tersendiri untuk budgeting dalam beli buku? Silakan share di kolom komentar ya :D.

41 komentar:

  1. Saya suka jual buku untuk beli buku lagi. Trus belinya buku bekas. Yang ngeselin kalau harga buku bekasnya itu sama dengan beli buku baru yg diskon...hehe

    BalasHapus
  2. "Belilah saat diskon."

    NOTED!
    Dan aku setuju poin baca ebook aja. Hehe. Lumayan. Buat menghemat uang bulanan yang sikit buat anak rantau. Hoho.

    BalasHapus
  3. yap beli pas diskon dan pameran hihihi

    BalasHapus
  4. Sekarang, budget untuk beli bukuku agak berkurang karna adanya scoop kak. Apalagi scoopnya patungan alias rame2, jd makin murmer. Haha.. Lumayanlah jd gak usah beli buku dr penerbit itu.

    BalasHapus
  5. Kebetulan aku jarang beli buku yang baru (karena bisa pinjam dari kantor #plak) jadi hobi menimbun buku obralan pun belum sampai mengganggu jalannya neraca keuangan. Nice writing Ren, keren deh kamu bisa nulis panjang lagi berisi gini.

    BalasHapus
  6. Tentukan budget beli buku, ini yang lagi aku terapkan di tahun 2017. Tiap bulan ada alokasi tersendiri dan nggak banyak2 soalnya masih ada timbunan dan tiap beli buku ngerasa bersalah sama timbunan. Wkwk

    BalasHapus
  7. Ini pasti nulisnya sambil curhat ya cyiiin. Etapi bener, patuhi wishlist XD

    BalasHapus
  8. Sepakat sama semua poinnya, tapi duh masih susah nih buat patuhi wishlist dan patuhi budget hiks hiks

    BalasHapus
  9. Bli buku saat PO juga biasanya hemat banget kok, tapi ya itu... Sekarag tiap bula bisa ada lebih dari 10 buku baru dengan sistem PO. Siap2 ajah pegangin dompet kenceng2! Hahahha

    BalasHapus
  10. Saya bisa dibilang sangat logis dan realistis dalam hal budgeting dan membeli buku.. Dengan sistem menyisihkan sedikit uang sisa belanja tiap bulan bisa membeli satu buku pun sdh sangat bersyukur, terkadang kalau memang dlm bulan itu blm ada buku yg diinginkan saya simpan untuk digunakan saat ada buku idaman dan ada diskon yg cukup besar, aku juga berlangganan layanan bulanan ebook yang kebetulan bisa digunakan bersamaan dengan beberpa teman jadi bisa patungan membayarnya, klo untuk Giveaway aku hanya ikut jika buku yang dijadikan hadiah adalah buku wishlist atau berhadiah voucher buku. #BBI#hut6marathon).

    BalasHapus
  11. Beberapa tips Kak Ren sama dengan yang aku jalanin, terutama yg beli saat diskon dan ikutan giveaway. Prinsipnya kalo nggak dapet yang gratisan, ya cari yang murah :D

    BalasHapus
  12. Dulu, pas awal-awal mulai sadar suka baca novel, saya yang termasuk kepengen punya semua novel yang udah terbit. Segala-gala kepengen punya. Sampai saat ini timbunan di rumah semakin numpuk bikin saya sadar. Saya menjadi pemilih untuk mengoleksi novel mana yang menjadi prioritas. Saran mbak ren juga sudah kuterapkan. Membeli buku sesuai daftar saja. Hal ini berguna banget biar saya nggak melenceng dari rencana awal. Kalau nggak bikin daftar dan kebetulan ada bazar/buku murah saya masih sering kalap beli buku nggak sesuai prioritas. Ujungnya jelas, buku langsung masuk timbunan. Dan puncaknya merasa bersalah timbunan dianggurin terus :'(

    BalasHapus
  13. Aku ini masih seorang pelajar, dan tips diatas cukup membantuku disaat genting memanfaatkan uang jika kondisi keuanganku sedang tidak fit.
    Mengikuti Giveaway dan baca di situs aplikasi baca buku itu cara yang sudah aku terapkan berkali-kali. Tapi aku belum sampai ke tahap jual buku, mungkin tips ini bisa aku gunakan bila rak bukuku sudah tak cukup kapasitasnya. membantu sekali tipsnya Mbak Ren, terima kasih :)

    BalasHapus
  14. Kalo saya karena budget beli sama sekali tidak dalam prioritas jadi cara satu2nya ya ke perpustakaan baik online atau offline :))

    BalasHapus
  15. Setiap bulan aku selalu menyisihkan uang utk beli buku.. Aku membeli buku terbitan baru berdasarkan pengarang favoritku.. Aku biasanya suka windows shopping di toko offline dan online, menghitung harga jika sudah didiskon dan ditambah ongkir lalu dipilih harga terendah.. Aku juga suka berburu buku bekas yg masih bagus dan yg udah buka segel agar tidak tertipu buku bajakan.. (aku pernah tertipu beli komik bajakan) Aku juga rajin mengikuti banyak giveaway terutama ketika budget beli buku sedang menipis.. 😁

    BalasHapus
  16. Wah! Meme diatas pas banget buat aku. Ngelihat uang buat beli sepatu itu, rasanya gimanaa..gitu. Antara nggak rela, tapi pingin beli. Tapi giliran lihat buku-buku murah, langsung tergiur dan tanpa pikir panjang pun dibeli walau harganya seharga sepatu yang sudah jadi wishlist haha.

    BalasHapus
  17. Udah sering bikin skala prioritas tapi kalo pergi ke event buku yang didiskon atau tempat buku bekas suka khilaf..... Jadi sering ngajak temen yang enggak terlalu suka buku supaya ada yang ngingetin buat balik ke dunia nyata -dompet menipis-
    hehe

    BalasHapus
  18. Jujur, saya kebiasaan menghianati list priority yang udah dibuat wkwkwk. Terkadang, ketika sedang tertarik dan penasaran dengan buku tertentu atau pengarang tertentu, saya langsung mengorbankan wishlist yang udah dibuat, dengan dalih "Beli buku itunya kapan-kapan aja dah". Dan, salah satu penyakit saya yang sering kumat, kalau ada diskon, langsung ngambil buku-buku yang sekiranya bagus, tanpa mikirin list dan kondisi dompet dulu. Akibatnya, yaaaa, kalap kemudian :D

    BalasHapus
  19. Beberapa tips diatas sudah saya lakukan. Saya sudah amat jarang membeli buku baru (kecuali untuk buku atau pengarang tertentu), belinya pas saat diskon atau obral saja. Tapi langsung kalap :D

    Beberapa buku-buku lama yang aku sudah gak minat juga kujual dan ujungnya buat beli buku bekas juga.

    Kalau baca ebook atau beli di Scoop kadang ujungnya tetap ingin yang hardcopy juga, entah karena alasan ceritanya bagus atau covernya yang cantik. Jadi malah pengeluaran lebih.

    Dan selalu kalau beli buku kebanyakan yang ada diluar wishlist.

    BalasHapus
  20. Kaum Penimbun hehehe sama dong kayak aku Kak. Awal-awal seneng banget ngeliat buku incaran kita udah terbitkan pengen cepat-cepat baca eh pas buku udah di tangan selera baca udah hilang. Alhasil itu buku langsung nongkrong di lemari, 1 atau 2 bulan baru di tengokkin wkwkwk.

    BalasHapus
  21. aku udah melakukan tips2 dari mbak ren di atas. terutama yg stick to your wishlist. kadang kalo kadung kumat gitu, apa2 penginnya dibeli aja, lupa kalo duit makin menipis x'DD apalagi dulu waktu awal2 pengin ngoleksi buku, apa2 dibeli. apalagi kalo pas harganya murah x'DD sekarang aku cuma fokus beli buku2 yg emang genre fav-ku aja. kalo di luar genre fav, kalo bisa cari gratisan atau ikutan banyak giveaway aja xDD

    BalasHapus
  22. Bagian paling susah buat dilakuin itu yang patuhi budget:'( Setiap pergi terus ke toko buku, buat enggak bawa pulang satu novel aja rasanya itu berdosa banget. Padahal mah dosaan beli terus malah ketimbun, tapi itu bagaikan dosa terindahku:v
    Dan kalau mau jual buku-buku lama, Kakak ada tips enggak jualnya dimana biar banyak yang tertarik sama harga jualnya itu sebaiknya berapaan?

    BalasHapus
  23. duh diskon besar besarn di salah satu toko buku besar yang sampe 5-10 ribu itu godaan banget! kejebak sekali aku. kalap beli buku buku yang sinopsis dan cover nya kece, pas di baca ternyata itu sekuel dan itu adalah buku kedua. strategi marketingnya keren emang hahaha. dan hasilnya beberarapa buku belum sempet ataubahkan berhenti kubaca. diskon gede juga godaan terberat kedua, biasanya kalau sama temen sesama penggila buku dan haus buku langsung beli sih. hindari ke toko buku sama temen kayak gitu, oke sip.
    GA itu surga yang agak susah digapai. kadang kalau kepingiiinn bgt eh nggak dapet, tapi pas jawab asal-asalan malah dapet. rejeki anak soleh aja itu mah -_-

    BalasHapus
  24. Duh, pesona buku itu memang menggoda ya? Kebiasaanku tuh, suka debat, terus nego-negoan sama diri sendiri, supaya tidak tergoda saat nganter sepupu ke toko buku (Etapi, lewat juga tergoda sih :D )
    Jadi, banyak-banyak do'a. Sambil melakukan tips terakhir kak Ren, MENABUNG. Juga ikutan giveaway buku :)

    BalasHapus
  25. Kalo aku biasanya me-list dulu pastinya. Menyusun mana yang lebih utama untuk dibeli lebih dulu. Sambil menyelam minum air, sambil menabung uang untuk beli buku pas diskon gede-gedean, aku ikut giveaway dulu yang ada di twitter dan blog. Ikut juga ga semua buku, hanya buku yang memang aku suka, dari penulis favorit dan memang yang antre di WL. Giveaway ga selalu buku baru kan, terkadang ada beberapa blogger buku yang mengadakan kuis berhadiah buku kolpri, selama hadiahnya aku minati dan buku inceran, aku ikutan kok. Bagiku ga masalah buku baru atau second hand, selama masih bisa dibaca why not.

    BalasHapus
  26. saya suka membeli buku walaupun bacanya kapan-kapan....hahaha
    melihat novel yang kita inginkan nangkring di rak buku itu adalah suatu kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan walaupun novelnya hanya dipajang sambil menunggu mood yang tepat tuk membacanya. mau coba tips-tips kak Ren dulu mulai sekarang ah, untuk meminimalisir kering kerontangnya kantong.

    BalasHapus
  27. Aku nih salah satu contohnya. Sudah bikin wistlist, sampai daftarnya panjang kayak rambut Rapunzel tapi baru bias ke beli satu dua buku setelah lamanya nulis wistlist. Alasannya karena satu hal: duitnya enggak ada :( Maklum anak kuliahan yang dapat jatah duit pas-pasan untuk keperluan ini-itu. Jadi harus bener-bener mikir buat nyisin duit buku. T
    Godaan kedua adalah, setelah nulis buku A dan belum kebeli, udah muncul buku B, C, dll. Ntar harus nimbang lagi mana yang dibeli duluan antara A, B, dan C. Itu kenapa aku rajin banget ikut GA. Kalo jodoh kan lumayan bias mencoret judul buku dari wistlist yang panjang bak rambut Rapunzel itu.

    BalasHapus
  28. Klo Aku biasanya beli buku yg ada di Google play, lihat dulu contoh gratis bru klo cocok beli,
    Kadang klo beli langsung yg cetak lihat covernya terlihat sangat menarik ketika di baca wow tidak sesuai harapan :D

    BalasHapus
  29. Tengkyu kak, buat tips2nya diatas. Kalo aku biasanya nabung dikit-dikit buat beli buku. Entah itu lima ratus perak, seribu, lima ribu.. kalau uda kekumpul uangnya baru deh dibeliin buku Wishlist.hehe meskipun agak lama kewujudnya, tapi puas bgt kalo berhasil beli buku dari hasil nabung receh..hehe belajar sabar :D

    BalasHapus
  30. Tengkyu kak, buat tips2nya diatas. Kalo aku biasanya nabung dikit-dikit buat beli buku. Entah itu lima ratus perak, seribu, lima ribu.. kalau uda kekumpul uangnya baru deh dibeliin buku Wishlist.hehe meskipun agak lama kewujudnya, tapi puas bgt kalo berhasil beli buku dari hasil nabung receh..hehe belajar sabar :D

    BalasHapus
  31. Diskonan memang menggoda banget, Kak Ren. apalagi kalo itu di bazar. Udeh bazar, harganya rata2 murah, trus ada diskonnya pula. Kalau pulang duluan nanti nyesel wkwk.

    Tapi salah satu tips aku kalau misal aku pinjam buku bacaan dari temen, trus tu buku ada lanjutannya, aku ga akan beli lanjutannya sekali pun aku udah penasaran bgt. Mending aku ngomporin temen buat beli trus nanti pinjem deh. Biarin dia aja yg punya seri bukunya lengkap. Kalo dia punya 1 dan aku punya 1 kayaknya ga afdol. Hehehe.

    BalasHapus
  32. Biasanya sih, saya memang menyisihkan uang untuk budget buku. Saya ini klasik banget. Lebih baik ga makan enak, ga punya baju baru, daripada ga beli buku. :(

    BalasHapus
  33. Semenjak kuliah dan lokasi tinggal jauh dari toko buku jadi jarang beli buku. Dan sekali ada info diskon langsung cussss pergi dan khilaf hu hu tapi senang dan puas!! :"D

    BalasHapus
  34. Belilah buku saat diskon! Benar sekali. Aku sampe catetin tanggal yang biasanya buku-buku di toko buku online maupun offline mengadakan diskon. Sekarang emang harus pandai mengatur budget buku karena buku kalo keluar yang bagus selalu bertubi-tubi, jedanya gak akan lama.

    BalasHapus
  35. Jujur. Aku tipe pembaca yang cukup selektif sebenarnya dalam hal nge-list buku buat dibeli. Yaa mengingat kondisi dompet yang jarang banget berlebih isinya, yah tau sendiri lah isi dompet Mahasiswa perantauan seperti apa, mau gak mau pengeluaran juga harus ditekan habis-habisan, lebih difokuskan ke hal-hal yang bermanfaat aja dan sekiranya gak bikin dompet jebol. Bahkan untuk diskon pun aku masih pertimbangin dengan matang, ya kan sayang kalau beli yang ujung-ujungnya cuma jadi panjangan di lemari. Makanya harus benar-benar pas dalam memilah buku-buku yang sangat dipengin dan kualitasnya pun bagus, ya seenggaknya gak nyesel lah abis belinya.

    Untuk budget sendiri seringnya masih pake strategi nabung, walaupun terkabulnya beberapa bulan kedepan, tapi cukup bisalah mengobati kecintaan akan baca. Dan strategi terakhir ya dengan turut aktif di blogtour/giveaway yang berkenaan dengan buku. Lebih lagi kalau hadiahnya voucher buku, bakalan diusahain banget ikutan, yah minimal kalau hoki bisa nyoretin wishlist 1/2 buku ;D

    BalasHapus
  36. Jujur. Aku tipe pembaca yang cukup selektif sebenarnya dalam hal nge-list buku buat dibeli. Yaa mengingat kondisi dompet yang jarang banget berlebih isinya, yah tau sendiri lah isi dompet Mahasiswa perantauan seperti apa, mau gak mau pengeluaran juga harus ditekan habis-habisan, lebih difokuskan ke hal-hal yang bermanfaat aja dan sekiranya gak bikin dompet jebol. Bahkan untuk diskon pun aku masih pertimbangin dengan matang, ya kan sayang kalau beli yang ujung-ujungnya cuma jadi panjangan di lemari. Makanya harus benar-benar pas dalam memilah buku-buku yang sangat dipengin dan kualitasnya pun bagus, ya seenggaknya gak nyesel lah abis belinya.

    Untuk budget sendiri seringnya masih pake strategi nabung, walaupun terkabulnya beberapa bulan kedepan, tapi cukup bisalah mengobati kecintaan akan baca. Dan strategi terakhir ya dengan turut aktif di blogtour/giveaway yang berkenaan dengan buku. Lebih lagi kalau hadiahnya voucher buku, bakalan diusahain banget ikutan, yah minimal kalau hoki bisa nyoretin wishlist 1/2 buku ;D

    BalasHapus
  37. sepertinya kita punya kesamaan Ren dalam hal tidak sabaran. hehe
    saya juga selalu begitu sering membeli pas rilis. jadi sudah bisa ditebak harganya sangat tidak ramah. kadang juga saya salah beli atau tergoda untuk membeli buku yang bukan wishlist saya. alhasil kecewa tak bisa dihindari.
    well, maksih infonya ren.. sangat membantu.. :)

    BalasHapus
  38. Wah..., bermanfaat banget nih infonya buat aku yang asal comot buku kalau di toko buku. Kalau aku sih, berusaha selalu nabung buat beli buku, hehe. Kadang juga udah buat daftar apa aja yang kudu dibeli tapi tetep aja kadang nggak bepatin daftar belanja itu, hehe :)

    BalasHapus
  39. Ya ampun, tipsnya ini nyambung banget di aku. Persis aku lagi nyari tempat buat nyari buku second hand import, nih. Dapat dari sini infonya. Makasih, bermanfaat bangeet. >.< klo masalah budjeting kadang masih suka khilaf aduuhh

    BalasHapus
  40. Tips yang sering aku lakuin ya ikut GA sih dimana2. Tp dari 162 GA yg kuikutin, baru 3 yg menang. Ya ampuun oportunis bgt ya aku. Trus banyak juga sih liat author2 pada buka PO, cuma ongkirnya itu loh, sampek 30k lebih. Udah sama dengan harga buku di tokbuk di kotaku

    BalasHapus
  41. Keuangan pelajar itu gak seberapaaaa!

    Kadang pengin banget sama buku A tapi enggak ke beli itu rasa... ada pahit pahitnya gitu kak.

    Bagus banget nih tipsnya tapi buat yang 'menabung' aku parah banget. Niat doang, tapi ujung-ujungnya duit di pake buat keperluan lain. *resiko masih pelajar* jadi kadang kalo pengeeen banget minta abang, ikutan GAnya hehe😂 atau kalau udah stuck minjem temen deh.

    Thank you kak buat tipsnya!

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)