Kamis, 22 Desember 2011

Review : Darkfever oleh Karen Marie Moning

Judul : Darkfever
Pengarang : Karen Marie Moning
Penerbit : Delacorte Press
Tebal : 342 halaman
Diterbitkan pertama kali : 2007
Format : E-book
Target : Dewasa
Genre : Urban Fantasy
Bahasa : Inggris
Seri : Fever atau The Chronicles of MacKayla Lane
Buku pertama.


Web Pengarang
Order di : Bookdepository




Sinopsis :

MacKayla Lane’s life is good. She has great friends, a decent job, and a car that breaks down only every other week or so. In other words, she’s your perfectly ordinary twenty-first-century woman. Or so she thinks…until something extraordinary happens.

When her sister is murdered, leaving a single clue to her death–a cryptic message on Mac’s cell phone–Mac journeys to Ireland in search of answers. The quest to find her sister’s killer draws her into a shadowy realm where nothing is as it seems, where good and evil wear the same treacherously seductive mask. She is soon faced with an even greater challenge: staying alive long enough to learn how to handle a power she had no idea she possessed–a gift that allows her to see beyond the world of man, into the dangerous realm of the Fae….

Mac delves deeper into the mystery of her sister’s death, her every move is shadowed by the dark, mysterious Jericho, a man with no past and only mockery for a future. As she begins to close in on the truth, the ruthless Vlane–an alpha Fae who makes sex an addiction for human women–closes in on her. And as the boundary between worlds begins to crumble, Mac’s true mission becomes clear: find the elusive Sinsar Dubh before someone else claims the all-powerful Dark Book–because whoever gets to it first holds nothing less than complete control of the very fabric of both worlds in their hands…

Review :

MacKayla Lane, atau Mac, adalah cewek Selatan berumur 22 tahun, dengan penampilan layaknya Barbie (mungkin mengingatkan kita dengan perannya Reese Witherspoon di Legally Blonde). Rambut blonde, gemar dengan warna hot pink dan menganut paham happy-go-lucky. Mac mengira hidupnya sudah baik - baik saja, sampai saat dia sedang menikmati panasnya udara Georgia (ceritanya lagi musim panas, maklum settingnya bulan Juli), Mac menerima kabar yang nantinya akan menjungkir balikkan hidupnya. Kakak perempuannya tercinta, Alina Lane, tewas terbunuh saat sedang menjalani masa studi di Dublin, Irlandia. Keluarga Lane hancur berantakan. Orangtua Mac, Rainey dan Jack Lane, tenggelam dalam kesedihan, tapi tidak halnya dengan Mac...

Sesaat setelah mendengarkan pesan terakhir Alina di hapenya, Mac memutuskan akan mencari siapa pembunuh kakaknya. Saat itu, Alina juga mengatakan bahwa dia sedang memburu sesuatu yang bernama "shi-sa-du". Penasaran, akhirnya Mac nekat pergi ke Dublin, walaupun orangtuanya tidak setuju. Yah, wajar aja sebenarnya, Mac yang masih dua puluhan ini masih di masa nekat-nekatnya bertindak tanpa mikir lebih panjang tentunya. Sesampainya di Dublin, tanpa basa basi Mac langsung menghubungi kepolisian setempat atau Garda (dibaca : gar-duh, yang suka baca In Deathnya J.D.Robb pasti ga asing sama istilah Garda ini). Mac mendesak mereka untuk membuka kasus Alina, sayangnya mereka berkali - kali menolak.Mac yang kesal akhirnya pergi ke pub (sambil tidak lupa mendeskripsikan dirinya yang bagai Barbie itu. Pembaca yang kesabarannya tipis, pasti bakalan getok si Mac ini :)) ). Saat di pub itulah Mac melihat sesuatu yang akhirnya akan membuat hidupnya berantakan.

Ya, Mac melihat salah satu makhluk mitologi Irlandia yang terkenal yaitu Fae (jangan disamakan dengan Fairy atau para peri kecil ala Disney itu yah). Dengan glamor cowok tampan rambut panjang blonde ala Fabio (model-model cover jadul. Yang doyan baca novelnya Johanna Lindsey, pasti ngeh deh sama nih cowok), si Fae yang aslinya buruk rupa itu, sedang merayu wanita dan menghisap sari kehidupannya. Saat Mac ingin menolong wanita korban si Fae, seorang wanita tua memukul kepalanya, dan mengingatkannya untuk tidak mendekati makhluk itu. Mac yang kebingungan, lalu kesasar di salah satu bagian Dublin yang terbengkalai. Saat itulah dia menemui suatu bangunan bernama "Barrons Books and Baubles" . Disinilah Mac akan bertemu dengan salah satu orang terpenting dalam hidupnya, Jericho Z Barrons...

Eng, ing, eng, mas Barrons ini ternyata tipe - tipe alpha misterius yang pastinya bakalan bikin pembaca wanita kelepek - kelepek (termasuk saya :)) ) , walau sebagian pembaca mungkin akan menganggap beberapa tindakannya sangat tidak masuk akal dan bikin jengkel. Barrons terlihat terganggu dengan kehadiran Mac yang acap kali dipanggilnya Ms Lane, tapi mendadak tertarik setelah dia tahu Mac bisa melihat Fae. Mac ternyata adalah sidhe-seer, orang - orang yang diberi bakat untuk melihat melalui glamour Fae, dan Mac adalah tipe Null, yang bisa membekukan gerakan Fae dalam sekejab. Mac pun mengetahui arti "shi-sa-du" yang dicari Alina itu adalah buku legendaris berjudul"Sinshar Dubh" (shee-suu-do). Barrons menjelaskan bahwa Fae terdiri dari dua faksi. Seelie atau Fae yang berjalan di jalan cahaya, dipimpin oleh Ratu dan pendamping pilihannya. Lalu ada Unseelie atau Fae yang berjalan di jalan kegelapan, dipimpin oleh sang Raja dan selirnya. Barrons juga menjelaskan bahwa masing2 faksi mempunyai 4 benda keramat atau Hallows. Sinsar Dubh adalah satu dari Hallows yang diciptakan Raja Unseelie, sekaligus benda yang membuat Alina terbunuh dalam pencariannya.

Barrons bersama Mac lalu memburu semua Hallows milik Seelie dan Unseelie, apalagi ternyata Mac bisa mendeteksi letak Hallows (dan dia dijuluki OOPs oleh Barrons). Dimulai dengan pencurian Tombak Longinus yang dulu pernah menusuk tubuh Yesus, yang ternyata adalah Tombak Luisine (Spear of Luisine) , Hallows milik Seelie, di rumah vampir bernama Malluce. Tombak ini lalu diberikan Barrons pada Mac, dan ternyata tombak ini bisa membunuh para Unseelie. Lalu mencuri batu dari rumah miliarder Rocky O'Bannion. Untuk ini Mac merasa bersalah, karena dia merasa dirinyalah penyebab Rocky akhirnya harus mati dihisap kehidupannya oleh Fae Unseelie yang disebut Shade, setelah dijebak oleh Barrons.

Mac dan Barrons ternyata tidak sendirian dalam memburu Hallows dan Sinsar Dubh. Mac didatangi oleh V'Lane, pangeran Fae pendamping Ratu Aoibheal, pemimpin Seelie. Entah kenapa, setiap bertemu V'Lane ini otomatis Mac selalu terangsang, dan berakhir dengan dia melucuti bajunya tanpa sadar hingga telanjang . V'Lane adalah death-by-sex Fae, Fae yang seksualitasnya sangat vital, hingga menyebabkan wanita yang mendekatinya akan terangsang, menginginkan sex begitu hebatnya hingga akhirnya ketika mereka berhubungan intim, sang wanita pun mati. V'Lane menawarkan pada Mac untuk memberinya Sinsar Dubh, yang ditampik mentah-mentah olehnya. Bahkan sampai saat mereka bertemu di museum, dan Mac lagi - lagi tidak sengaja membuka bajunya, dan jadi tontonan di museum itu. Kasian banget ya :P

Dalam pencariannya untuk menemukan Sinsar Dubh ini, Mac sedikit demi sedikit menemukan fakta tentang kehidupan Alina. Termasuk juga kekasih Alina yang misterius. Di Dublin ini Mac diuji terus menerus dalam pembalasan dendamnya atas kematian Alina. Siapakah pembunuh Alina sebenarnya? Benarkah kekasih Alina adalah pembunuh sebenarnya atau malah orang lain? Siapakah Jericho Barrons yang misterius itu? Kenapa Barrons juga menginginkan Sinsar Dubh? Apakah Barrons sebenarnya adalah Fae, lalu di faksi manakah dia berpihak? Seelie atau Unseelie? Bisakah Mac mempercayai Barrons?

Darkfever adalah buku pertama dari seri yang sangat terkenal di Amerika sana, yaitu Fever series. Karen Marie Moning sebelumnya sudah dikenal melalui seri paranormal romancenya yang berkisah tentang para Highlander. Dan ternyata seri itu ada kaitannya dengan seri Fever ini. Saya sendiri memutuskan untuk membaca Darkfever, setelah mendengar kabar seri ini akan difilmkan oleh Dreamswork , bahkan digadang-gadang sebagai The Next Twilight. Hal yang tentu saja bikin kening saya berkerut. Secara satu-satunya vampir di buku ini adalah Malluce, villainnya, yang diragukan kevampirannya (karena memang status undeadnya entah asli atau palsu, walau akhirnya Mac membuktikan kalau Malluce adalah vampire asli) dan sama sekali tidak bling - bling kalau terkena matahari seperti keluarga Cullen.

Bersetting di Dublin, Irlandia, Karen Marie Moning membawa kita ke mitologi Irlandia yang lain daripada yang lain. Dublin ala Karen memiliki daerah- daerah terbengkalai yang dinamai Dark Zone dan merupakan tempat Shade, para Unseelie musuh Mac yang akan membunuhmu dengan sekali sedot (sedot jiwa loh, bukan sedot WC :)) ). Ditambah dengan elemen Hallows yang dibuatnya sendiri yaitu Sinsar Dubh (karena emang ga ada buku ini di Mitos aslinya), gabung dengan mitos Tuatha' De Danann (People of The Goddess Danu) yang sudah terkenal dimana - mana, DarkFever menjadi asyik untuk diikuti. Buku ini bercerita dari sudut pandang orang pertama, yaitu dari MacKayla Lane. Bagi orang yang ga suka sama kepribadian ala barbienya dan suka ambil keputusan semau guenya Mac, pasti akan agak sulit bersimpati pada Mac, walau saya tidak mendapati dia semenyebalkan itu. Karena apa yang dilakukan Mac wajar. Dia kurang bisa berpikir jernih, selain masih sangat muda (masih dua puluhan awal dan labil-labilnya),dia juga dibakar amarah dan dendam karena kematian Alina. Untungnya Mac punya Barrons, yang siap menolongnya saat Mac ada masalah, walau caranya tidak bisa dibilang romantis.

Yup, buku ini sama sekali tidak romantis, walau kita bisa melihat ada ketertarikan antara Mac dan Barrons. Barrons adalah type pria alpha yang arogan, dingin, misterius, sombong dan tak segan - segan mengancam Mac jika diperlukan.Dia bahkan sering mengejek Mac dengan sebutan "Rainbow Girl" mengacu pada penampilan ala Barbie Mac. Tapi, Barrons juga yang melatih Mac dalam rangka balas dendamnya. Barrons yang menjelaskan tentang dunia Fae pada Mac, "memanipulasi" Mac untuk membantunya memburu semua Hallows milik Fae dan Sinsar Dubh, walau apa motivasi Barrons mendapatkan semua itu masih belum jelas.

Kelemahan buku ini selain sudut pandang pertama yang mungkin bagi beberapa pembaca merasa tidak nyaman, adalah awal yang begitu lambat, dan gaya bicara Mac yang cenderung dipanjang-panjangkan. Untungnya gaya penulisan Karen Marie Moning enak dibaca, walau alurnya lambat, mengingatkan saya dengan salah satu penulis favorit saya, Nalini Singh, yang sama- sama punya alur lambat dalam ceritanya, tapi membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Kelemahan lainnya adalah beberapa aspek tidak sesuai dengan sinopsis bukunya, seperti peran V'Lane. Kita hanya akan bertemu dengan V'Lane beberapa kali tapi tidak dengan sesuatu plot yang cukup berarti (selain V'Lane yang selalu bikin Mac tidak sadar buka baju :)) ) Pembaca lebih dihadapkan pada interaksi antara Mac-Barrons yang porsinya memang sangat banyak. Semoga kita bisa mengetahui tentang V'Lane ini lebih dalam di buku selanjutnya.

Dengan berbagai kelemahan dan kelebihannya,Darkfever adalah salah satu bacaan wajib bagi para pembaca penggemar genre paranormal dan fantasy. Kurangnya romance mungkin akan membuat penggila romance (kayak saya) menggerutu, walau saya akui saya menikmati ceritanya. Tapi gaya penceritaan Karen Marie Moning yang seru, mengasyikan dan enak dibaca, serta versi lain dari mitologi Irlandia/Celt yang sudah beredar, membuat buku ini patut untuk dimasukkan dalam wishlist dan daftar baca pembaca.

Favorite Quote :

There are really only two positions one can take toward anything in life: hope or fear. Hope strengthens, fear kills."

Rating cerita :


Sensualitas :

4 komentar:

  1. Dreamswork? film2 yang dikeluarin biasanya mantap tuh...

    BalasHapus
  2. Semoga aja beneran difilmkan :). Soalnya pada petisi tuh fansnya biar Dreamswork ga cuma ngomong doang :P
    Paling yang susah ntar cari pemerannya Barrons, ha ha ha :D

    BalasHapus
  3. Difilmkan? Wowwwwwwwwwwwwww.....

    Tapi.... agk trauma neh, biasanya film dan novel gak sama... (-_-")

    BalasHapus
  4. baca ripiu nya keren...jadi tertarik mau beli bukunya..tapi mau coba 1-2 aja..di amrik udah tamat belom ya ?

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)