Senin, 25 Agustus 2014

Review: Risky Business by Melissa Cutler

Judul  : Risky Business
Pengarang : Melissa Cutler
Bahasa : Inggris
Penerbit : InterMix

Tebal :  280 halaman
Diterbitkan pertama kali :15 Agustus 2014

Format : e-book (by NetGalley)
Target Pembaca: Dewasa

Genre : Contemporer Romance
Seri: Bomb Squad
Buku ke-:1 (Satu)
Web Pengarang : Click Here 
Buy Links: Kobo, Google Playbooks


Sinopsis :

Welcome to Destiny Falls, New York, home of the Bomb Squad—an ice hockey team full of rugged military heroes. But the season’s biggest match-up isn’t on the ice as one of their own prepares to go head to head with his new boss…
Allison Whitley’s ex left her with a mountain of debt and Cloud Nine, a struggling boat rental business. With zero job skills, her only hope of getting back in the black lies in a brooding ex-soldier who has her seeing red…

Theo Lacroix’s teammates are counting on their star player to help them win an upcoming high profile hockey game. But when a sexy tornado of a woman sweeps into town and expects him to help her with Cloud Nine, Theo is tempted to skate away from it all.

Theo vowed to never again be someone’s knight in shining armor, but his feelings—and desire—for Allison are becoming harder to ignore. He longs to save her, but to win Allison’s love, he’ll have to throw out his old playbook and take the ultimate risk…playing from the heart.

 Review

Dari semua buku yang saya baca tahun ini, buku dengan genre contemporer romance (CR) dan drama adalah yang paling bisa dihitung dengan jari. Masalahnya sederhana sih, saya gampang bosanan dan cerita CR itu banyakan konfliknya ya itu - itu aja. Tapi, bosan juga sih selama ini saya banyak baca pararom dan kuirang bahas buku CR di blog. Jadi, saya mengambil "resiko" dengan baca Risky Business, buku pertama serial Bom Squad karangan Melissa Cutler. Saya dapat ebooknya dari NetGalley, saat penerbitnya lagi bikin free request. Kalau ngga, biasanya sih kalau saya mau request jarang banget dikabulin. Beberapa penerbit di NetGalley emang pelit - pelit :P.

Awal baca blurb, saya pikir Risky Business ini cerita suspense karena nama serialnya ada "bom". Baca lebih lanjut, ternyata tentang olahraga ice hockey, dan saya baru ngeh kalau buku ini temanya sport romance. Satu lagi sub genre yang saya jarang banget baca. Yah, olahraga yang saya tahu itu kan sepakbola, itu juga baru semangat ngikutin kalau pas Piala Dunia. Sementara pengarang Amrik itu banyakan ngebahas olahraga, kalau ngga rugby (yang dibilang football, sementara football dibilang soccer), softball,  ya ice hockey. Tapi, ngelihat settingnya yaitu di kota kecil, akhirnya saya tertarik juga buat baca. Sempat takut juga ini bakalan jadi buku mediocre dan saya malah ngga bisa menikmati.

Nyatanya? Saya suka! :D

Cerita diawali dengan dunia Allison Whitley yang hancur setelah mengetahui suaminya selingkuh dan melakukan tindakan penggelapan uang. Parahnya, saat itu anak Allison juga lahir, dan dia juga baru bercerai, membuat Allison pontang - panting jadi single mother bagi putrinya, Katie. Fast forward 8 bulan kemudian dan cerita pun beralih ke Destiny Falls, dimana terjadi pertandingan ice hockey di turnamen setempat, dan kita akan dikenalkan pada sang hero, Theoren "Theo" Lacroix, salah satu pemain ice hockey di team Bomb Squad. Impian Theo untuk mengambil alih usaha rental boat Cloud Nine gagal saat tahu pemilik rental barunya adalah Allison. Perkenalan pertama mereka juga buruk, karena Allison ngga sengaja ngebakar Cloud Nine dan saat mantelnya terbakar, Theo malah menarik Allison ke danau padahal Allison tuh takut banget sama air! Parahnya lagi, Theo sempat memukul wajah Allison biar cewek itu ngga meronta - ronta saat diselamatkan. So, ngga butuh waktu lama emang buat dua orang ini untuk bermusuhan.

Usaha Allison untuk jadi bos Cloud Nine makin sulit karena Theo bersikap super menjengkelkan pada cewek itu. Tapi syukurlah ngga butuh waktu lama buat Allison untuk berteman dengan penduduk setempat. Bahkan beberapa member Bomb Squad pun membantu memperbaiki Cloud Nine, walau Theo udah ngedumel ngga karuan. Lama - kelamaan sikap keras kepala Theo melunak dan Allison pun mulai mengenal siapa Theo sebenarnya. Tapi, walau aslinya saling mendambakan satu sama lain, Allison itu bos Theo, dan Theo juga masih belum menyerah untuk mengambil alih Cloud Nine dari Allison.

Cliche yah? Ya, romance emang temanya itu - itu aja sih :D. Cuma, banyak banget hal yang dibahas di Risky Business ini, ngga cuma "battle of the sexes" antara Theo dan Allison. Yang pertama, pengarangnya membahas tentang veteran perang. Saya kagum karena veteran perang di Amerika itu kayak dihargai banget :O. Dan buku yang membahas tentang mereka juga banyak. Memang agak diromantisasi sih, tapi dari buku ini, saya jadi ngeh gimana para veteran perang itu menjalani hidup mereka. Apalagi semua member Bomb Squad adalah veteran perang yang salah satu anggota tubuhnya hilang karena perang. Ada Will yang tangannya hilang dan diganti dengan prostetik, ada Brandon yang juga tidak punya kaki, tapi hebatnya Brandon adalah ace team Bomb Squad. Untuk Theo sendiri, memang cowok itu tidak punya luka fisik. Tapi Theo mengalami Traumatic Brain Injury (TBI), sebuah kerusakan pada otak yang mempengaruhi pendengaran dan juga daya ingat cowok itu. Theo bahkan sulit membaca dan menulis! Saya ngga bisa bayangin hidup Theo seperti apa. Ngga bisa baca dan tulis itu bakalan sangat mengerikan bagi siapapun. Apalagi seorang cowo dewasa seperti Theo.

Hal lain yang saya suka adalah perkembangan karakter yang ditulis dengan sangat baik. Saya mengira Allison bakal jadi cewek TSTL dengan impian cuma jadi ibu rumah tangga. Umm, ngga ada yang salah ma impian Allison sih, masalahnya dia terlalu tutup mata sama tingkah mantan suaminya yang sangat buruk. Untungnya Allison sadar dan dia pun berusaha untuk survive. Bagi saya, Allison ini juga pejuang dengan caranya sendiri. Pertama, dia berusaha keras untuk kerja buat anak semata wayangnya. Lalu, dia juga ngga gentar sama Theo yang bolak - balik bersikap antagonis, bahkan nantangin balik. Allison bahkan berusaha mengambil kelas renang, supaya putrinya tidak takut pada air seperti dirinya. Allison juga beruntung karena teman - teman barunya di Destiny Falls mendukungnya dan bahkan beberapa member Bomb Squad juga peduli pada Allison, yang mengingatkan saya sama novel KGBnya Maya Banks.

Bicara tentang romansa, ah saya suka karena hubungan Allison dan Theo nggak terburu-terburu, ngga insta-love dan masuk akal. Awalnya saya emang males banget baca tentang Theo, karena pribadinya yang terlalu suram dan nolak jadi "knight in a shining armor" itu cliche bangeet. Walau lama - lama emang pribadinya berubah, apalagi setelah Allison tahu tentang cederanya. BTW, ada adegan yang saya sukaaa banget di novel ini, saat Theo menjelaskan cederanya pada Allison:


 "I have to concentrate and wear glasses, but yes, I can read shapes, colors and individual letters. You could hold up a single letter right now and if I had my glasses on, I could tell you what it is and remember it. I can remember two-and three- letter words for the most part, too. But it's like my brain in this black hole. The words go in and they just disappear."

"Glasses? I'd like to see them."

He sighed, frustated. Clearly, he'd been hoping to avoid this part. But he was a good sport. He reached into the back of the casette box and pulled out a glasses case. From it, he pulled a pair of stylish, black framed, thick lensed glasses and slid them on.

From the moment they touched his face, Allison knew she approved. He looked sexy in them. Really sexy.

He looked at her, serious and searching. She smiled back, loving those cute, thick, nerdy glasses on gruff, testosterone-dripping Theo. She had no choice. She had to kiss him



Yeah, long live men with glasses! XD

Oke, ini aslinya ngga berlaku buat cowok yang pakai kacamata seumur hidupnya #gimanasihRen :P. Tapi, kalau kamu kenal cowok, atau punya pacar, atau suami (kayak saya, uhuk), coba deh suruh dia pake kacamata. Ntar gantengnya bakal berkali - kali lipat. Kayak piku cowok di sebelah ini ;D (haha, alasan aja biar ada yang kinyis - kinyis di blog XD) . Plus, Theo juga punya motor gede, dan yah, salah satu kelemahan saya adalah baca karakter cowok yang menaiki moge. Halah, saya dulu aja pernah deketin cowok (sebelum nikah ya), hanya supaya bisa dibonceng mogenya :P.

Saya rekomen banget buat baca Risky Business, kalau kamu adalah penggemar CR dengan sedikit latar belakang tentang ice hockey (yang sayang ngga terlalu banyak dibahas sih), membahas issue - issue tentang veteran perang (kapan ya ada buku serupa di Indonesia? Apa karena veteran perang di Indo itu anggapannya veteran perang jaman 45 dulu? :|) dengan karakter - karakter yang lovable dan setting kota kecil. Plus, covernya juga lumayan bikin lap iler ;D


Dan, saya akan menutup review ini dengan perkataan dari Chelsea, adik Allison, yang menurut saya cocok banget bagi siapapun:




 "Standing tall and strong, whatever that means, is a fine dream. You should go with that for now. Stop feeling like you're falling short. It's not healthy. And don't ever let anybody tell you your dream is stupid or impractical. Just because you don't mean of being a rocket scientist or the president of the United States, doesn't mean you're any less of a feminist or any less important."

Is it worthy to buy the ebook?
Dengan harga 4,39 dollar, bagi saya sih worth it untuk dibeli. Kalaupun ingin beli paperbacknya, sayangnya buku ini cuma tersedia dalam format ebook saja. Saran saya sih, tunggulah beberapa bulan sampai ada sale, hehehe XD.

Story & Sensuality Rate

Rating saya untuk Risky Business ini adalah:

 

Dan kadar sensualitasnya adalah: 


Dengan kaver yang bikin ileran (karena six packnya, yang wuiiih), saya kira ini bakalan jadi novel erotic romance. Nyatanya sih, lebih banyak di sexual tension dan adegan olahraga tempat tidur (yang dilakukan di alam terbuka, hwhwhw XD) cuma sekali kok. Dan bagi saya, itu maniiis, manis banget :D.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)