Senin, 05 Oktober 2015

Review Film: The Martian

Judul : The Martian
Adaptasi dari : The Martian karya Andy Weir
Durasi film : 141 menit
Pemain :Matt Damon, Jessica Chastain, Kate Mara, Sean Bean, Chiwetel Eijofor, Michael Pena, Sebastian Stan, Kristen Wiig
Sutradara : Ridley Scott
Genre : Science Fiction
Rating : Dewasa


Review:


"In your face, Neil Armstrong!"


Dari semua genre film yang saya tonton, selain romcom/flick chick, science fiction film adalah film yang jarang banget saya tonton. Pertama, saya males kalau modelnya seperti model - model Alien, karena dikejar - kejar predator itu bikin parno. Kedua, kadang terlalu scientific, yang ujung- ujungnya saya malah ngantuk nontonnya. Mungkin film space yang saya tonton adalah Star Trek dan Star Wars, tapi keduanya juga bukan murni sci-fi. Lebih ke space opera. Sci-fi terakhir yang saya tonton adalah Gravity yang lumayan bikin depresi. Dan belum, saya belum nonton Interstellar, meskipun Nolan salah satu sutradara fave saya, tapi alasan belum nonton sudah saya kemukakan sebelumnya.

But, the hype to watch The Martian is too much, I simply must go to the cinema!

Halah :P

Eniwei, salah satu alasan saya nonton The Martian, karena ini juga diangkat dari buku The Martian karya Andy Weir. Jadi bisa sekalian saya review di blog ini untuk filmnya XD. Sesuai dengan kebijakan saya yaitu, mending nonton filmnya dulu baru ntar baca bukunya, saya juga belum menyentuh buku The Martian sama sekali. Hypenya sebenarnya sudah sangat terasa sejak tahun lalu, terutama saat The Martian menjadi best book Goodreads Choice 2014 untuk kategori science fiction. Yang kenal saya, pasti tahu kalau saya males banget baca buku dengan hype tinggi. Tapi, saat satu persatu teman yang saya percaya penilaiannya selama ini dalam mereview buku juga menyukai The Martian...saya pun tidak ragu untuk hari Sabtu kemaren bela - belain ke Blitz Grand Indonesia untuk menonton film ini. Lucunya, saat nonton, sebelah kiri saya adalah keluarga yang terdiri dari emak - emak gaoel, suaminya dan anaknya plus cukup keras juga ngomongnya. Terus di sebelah kanan adalah pasangan orang pacaran. Saya pun ngebatin, awas nih pada rame pas filmnya dimulai --". Parahnya, sebelum film dimulai ada iklan si "sesuatu" yang bikin semua penghuni bioskop ketawa ga karuan. Yah, lumayan buat hiburan :)). Tirai bioskop pun dibuka, film mulai bergulir dan....

I hereby declared that The Martian is awesoooomeeeeee!!!! *o*



Saya tidak akan menjabarkan secara rinci cerita The Martian seperti review - review film yang biasa saya post di blog ini. Premis ceritanya sungguh sangat sederhana, settingnya sekitar 20 tahun kemudian, dimana manusia sudah bisa menjelajah Mars dan melakukan ekspedisi. Mark Watney (Matt Damon), sang tokoh utama adalah salah satu crew Ares III yang saat cerita ini dimulai, bersama rekan - rekannya terjebak badai pasir dan harus membatalkan misi. Sayangnya, Mark malah ketinggalan di Mars. Cerita selanjutnya bisa ditebak, bagaimana Mark bertahan hidup di Mars dengan peralatan seadanya sembari berusaha menghubungi NASA. Masalahnya? Mark baru bisa melakukannya setelah 4 tahun, sementara persediaannya tidak cukup. Maka penonton pun dibawa terombang - ambing emosinya melihat perjuangan Mark bertahan hidup di planet merah.

Apa yang membuat film dengan durasi nyaris 2,5 jam ini tetap asyik ditonton? Tak lain adalah akting Matt Damon yang keren banget jadi Mark Watney dan juga atmosfir ceritanya. Alih - alih bikin depresi, sikap Mark yang bisa dibilang ceria dan optimis membuat film ini jadi enak diikuti. Pun, sang sutradara juga tetap bisa memasukkan unsur keputus-asaan di film ini, terlihat dari timeline cerita (memakai Sol - ukuran 1 hari di Mars) yang melompat - lompat, seperti dari Sol 1 langsung ke Sol 7, atau bahkan ekstrimnya, sampai 7 bulan kemudian. Saya tidak bisa membayangkan, orang yang terdampar di pulau tak berpenghuni sampai bertahun - tahun aja bisa gila dan untuk Mark skalanya lebih ekstrim lagi. Di planet tak berpenghuni, persediaan super terbatas, alam yang tak bisa diprediksi, dan kemungkinan NASA benar - benar menganggap dia sudah mati.

Tapi, Mark sedikitpun tidak menyerah, dengan sense of humornya yang bikin saya sempat ketawa di berbagai adegan, dia tetap optimis bisa keluar dari Mars dan pulang dengan selamat. Film ini seolah mengatakan "nothing is impossible" dan Mark menunjukkan "dimana ada kemauan, disitu ada jalan". Otak manusia memang memiliki kemungkinan yang tidak terbatas, dan dengan pengetahuannya sebagai botanis, Mark bahkan bisa menumbuhkan kentang di Mars! Proses pembikinannya emang  menjijikkan sih, tapi salut dengan Mark yang bisa memecahkan satu masalah penting dalam bertahan hidup, yaitu makanan. Belum lagi bagaimana membuat Habitat (istilah tempat crew Ares III tinggal) menjadi tempat untuk penanaman kentang, dan juga bagaimana Mark tetap berusaha menghubungi NASA dengan mengandalkan pengetahuannya.

Tentu saja akan membosankan jika film hanya melulu tentang perjuangan Mark bertahan hidup di Mars. Karena rupanya pihak NASA berhasil mengetahui kalau Mark hidup dan akhirnya dimulai misi penyelamatan Mark. Disinilah saya ditunjukkan, how humanity is still exist afterall. Mark itu cuma satu orang lho, tapi NASA sampai susah payah berusaha menyelamatkan dia. Mungkin ya, mungkin ini bisa dilihat sebagai propaganda, apalagi sampai ada adegan badan astronot Tiongkok membantu Amerika untuk menyelamatkan Mark, sebuah adegan yang menurut saya sih biar nih film laku disono XD. Tapi mengesampingkan itu semua, terharu rasanya bagaimana NASA dan juga crew Ares III yang diberitahu kalau Mark masih hidup, bahu - membahu berusaha mengeluarkan Mark dari Mars. Biaya tentu saja tidak sedikit, ada deadline yang mencekik, ada juga usaha yang baru separuh jalan langsung gagal, tapi hal inilah yang jadi salah satu point menarik dalam The Martian. Apalagi adegan terakhir film ini, tanpa berusaha untuk spoiler, saya benar - benar terharu menontonnya. Bener - bener baper mode on :').

Lucunya, banyak banget jokes nerd di film ini, yang kalau bukan movie geeks atau bookworm, mungkin ngga tahu lucunya dimana. Yang pertama sih, sudah saya taruh di awal postingan ini, dimana kalau Neil Armstrong adalah orang pertama yang berjalan di bulan, maka Mark adalah "penguasa" Mars. Mark bahkan sampai bilang dirinya bajak laut, karena hukum wilayah di Mars mengikuti hukum Maritim di bumi. Ada lagi satu joke yang cuma saya dan pasangan sebelah kanan saya ketawa, sementara orang di sebelah kiri dan juga seluruh penonton sepertinya, gagal paham. Adegan ini adalah adegan saat petinggi NASA sedang diskusi strategi penyelamatan Mark dan salah satu ilmuwan mengatakan kalau proyek penyelamatan mereka adalah proyek Elrond :)). Dimana mereka yang berdiskusi disitu adalah dewan Elrond, bahkan salah seorang dari mereka bilang, kalau dirinya adalah Glorfindel. Saya ketawa karena ini..kayak ngejek Peter Jackson banget X)). Yang fans LOTR dan nonton film pasti ngerti maksud saya deh, dan nanti kalau sudah nonton pasti tahu pas adegan ini...ada salah satu aktor yang juga masuk dewan Elrond yang asli! :))). Ada lagi joke - joke yang lain, tapi ngga akan seru kalau saya bahas semuanya disini :)

Tentu saja ada beberapa hal yang sedikit mengusik pemikiran saya. Yang paling menonjol adalah masalah gravitasi, karena gravitasi Mars hanyalah sepertiga dari gravitas Bumi, tapi Mark malah bisa jalan enteng di permukaan Mars. Di site NASA sendiri, ada perbandingan astronot suit yang dipakai Mark dengan astronot suit yang sudah mereka desain untuk misi ke Mars di masa yang mendatang. Begitu juga dengan beberapa hal yang ada di film, seperti penanaman tanaman untuk supply makanan, kendaraan rover yang dipakai Mark untuk menjelajah Mars dll, dsb. Semuanya...bisa dilihat di link ini: Nine Real NASA Technologies in The Martian. Ada juga yang mungkin mempermasalahkan, kenapa Mark tidak terlihat depresi sama sekali di film. Kalau saya lihatnya sih, ada indikasi depresi kok. Mungkin Mark sendiri juga sudah pasrah jika dia gagal keluar. Tapi pasrah toh, bukan alasan bagi dia untuk berhenti berjuang :D.

Tunggu apalagi? Suka ngga suka film scifi, bagi saya The Martian adalah salah satu film wajib tonton tahun ini! Begitu banyak pesan positif yang diberikan oleh film yang "harusnya" penuh aura depresi ini. Apalagi kalau kamu fans akang Damon, hahhh puas deh saya ngelihatin wajah Matt Damon disini XD. Plus ditambah "fanservice" untuk penonton cewek, berupa bodi dan pat-pat Damon yang seksi abis itu X). Tapi jangan khawatir, aktor plus aktris lain juga sama bagus aktingnya kok :D. Jadi, segera capcus ke bioskop terdekat untuk melihat salah satu film terbaik tahun ini! :) (menurut saya :P)





Movie Rate 

9 komentar:

  1. ahhh... nggak sabar pengen nonton juga Ren. aku fans berat Matt Damon :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puassss banget mandangin Akang Damon disini :))

      Hapus
  2. Di buku juga ada yg soal bantuan badan antariksa Tiongkok itu kok Ren. Iya, kayanya waktu aku nonton kok sering ketawa sendirian ya, haha.. Dan aku kagum banget lihat transformasi ukuran body kang Damon itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untunglah ga disensor yaaa bagian itu...*if you know what I mean :v*

      Hapus
  3. Aku suka banget sama film ini kak Ren. Keren dan baguuus banget :D

    BalasHapus
  4. Aku sebetulnya nggak gitu ngefanas Matt Damon. Tapi harus aku akui aktingnya di sini bagus. Cast yang lain juga nggak kalah bagus sih. :)

    BalasHapus
  5. Quote-nya yang di atas itu lho yg paling bikin ngakak, hahahaha. Yah, tapi aku belum nonton. Moga-moga segera lah ya...

    BalasHapus
  6. Pas nonton bagian badan antariksa Cina itu, aku udah suudzon adegannya ga ada dalam buku, cuma tempelan kayak di film Iron Man 3, gitu. Biar laku di sana, atau memang bikin filmnya dapat bantuan dana dari sana kayak beberapa film blockbuster belakangan ini.

    Nggak tahunya pas baca bukunya... ada.

    BalasHapus
  7. Setelah saya nonton film ini , benar benar puas , diajak bersama sama berpetualang di mars dengan visual effect yang epic. kasian sampe 4 tahun badannya sampe kurus banyak luka. kekurangan gizi .. hahaha semua makanannya dijatah.. gile bener :P

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)