Rabu, 06 April 2016

How I Write My Review (New Version, Revised and Updated)

Begitu lama dan jarangnya saya ngepost di blog, sampai blog ini jadi terkesan cuma hidup kalau ada GA atau event saja XD. But well, karena saya juga sekarang menjadi moody blogger, dimana saya ngeblog hanya jika mood atau ada ide, so please bear with me. Saya ngga mau pasang target mesti rajin posting. Bisa ngeblog saja sudah jadi anugerah buat saya saat ini, terutama saat sedang suntuk dan pengen lempar meja karena Pak Bos #eh

Well, enough for the not-so-called-introduction. Kenapa judul postingan ini ada istilah New Version? Karena saya pernah menulis bagaimana metode saya dalam menulis review di postingan Opini: How I Write My Review yang saya tulis hampir 3 tahun lalu. Sejatinya, tidak ada perubahan yang cukup berarti dalam hal menulis review, utamanya review buku bagi saya. Di postingan saya hanya ingin berbagi proses dalam mereview yang saya harap sih, semoga bisa menjadi inspirasi untuk teman - teman yang baru mau menjadi reviewer, lagi asyik - asyiknya mereview, atau bahkan yang sudah lama mereview :).

First note, first! Metode review saya tidak saklek, dan ini hanya berlaku untuk review di blog. Tentunya metode review saya berbeda dengan yang ada di buku - buku atau artikel cara meresensi dan saya tidak mengakui kalau metode yang saya pakai dalam mereview adalah benar. Jadi, jangan terlalu dibuat patokan ya. Cukup untuk informasi :D.
  
MEDIA REVIEW

Media untuk mereview, utamanya buku, ada banyak. Sebelum masa internet, kita banyak membaca review buku (atau resensi) di majalah dan koran. Saya yakin di pelajaran Bahasa Indonesia, meresensi juga ada. Saat ini, melalui media elektronik, pembaca buku sudah lebih bebas mereview di mana saja. Paling banyak di blog masing - masing, lalu ada yang di Goodreads, sebuah media sosial yang bisa dibilang Facebooknya para pembaca. Selain Goodreads ada juga Booklike, Shelfari, Amazon, dll dst. Untuk lokal ada Maca, dll. Sejujurnya, saya ngga tahu untuk media review onlen lokal, jadi tidak akan saya bahas :P. Untuk postingan ini, saya fokus membahas review di blog, karena gaya review saya di blog dan Goodreads berbeda, dimana di Goodreads saya suka - suka saja mereview (itu juga kenapa saya lebih rajin review di Goodreads, hehe).

MARI MENULIS REVIEW

Sebelum menulis review, tentunya kita..membaca bukunya dulu dong :)). Sebenarnya tidak ada patokan yang pasti bagaimana bentuk review itu, dan saya yakin teman - teman blogger/reviewer punya gayanya masing - masing. Untuk saya, struktur review saya adalah seperti ini:

A. Data Buku
Saya selalu menyertakan data buku, mulai dari cover, judul, judul terjemahan, pengarang, penerjemah, penerbit, tanggal terbit, nama serial, buku urutan berapa per serial, link pengarang dan juga link membeli buku. Saya sangat menyarankan untuk menaruk link pembelian buku. Saat ini, banyak program affiliasi dengan toko buku online, dimana dengan menyertakan link buku di tokbuk itu ke postingan kita, maka kita akan mendapat beberapa persen dari hasil penjualan apabila ada orang yang membeli buku itu dari hasil membaca review kita. 
Link buku untuk tokbuk online yang saya sarankan: Bookdepository, Amazon
Untuk lokal, saya belum mencoba..atau tepatnya sudah berusaha apply tapi ditolak, cyin :P

B. Sinopsis Buku
Sinopsis bisa diambil dari Goodreads atau link penerbit yang resmi, atau link toko buku. 

C. Isi Review
Yay, menu utama! :D Gaya saya dalam mereview adalah seperti ini:

- Pendahuluan
Ini isinya biasanya kenapa saya baca buku judul A at first place, atau saya baca buku ini untuk event BBI yang tema bla bla bla. Buatlah pendahuluan dengan semenarik mungkin . Bagi saya, pendahuluan adalah hal yang krusial sebelum saya mulai menulis review, karena saya ingin menarik perhatian pembaca blog untuk membaca review saya. Make it grand, make it fabulous, catchy or whatever. Pokoknya bagian ini mesti bisa bikin orang jadi tertarik.

- Ringkasan singkat tentang cerita: 
Menurut saya, ada beberapa pendekatan untuk bagian ini. Ringkasan singkat cerita sebenarnya sudah tertuang di dalam Sinopsis Buku. Namun, ada kalanya reviewer mencoba menceritakan buku dari sudut pandangnya sendiri. Saya menyarankan agar bagian ini tidak terlalu banyak. Hindari potensi spoiler sebisanya. Buatlah minimal 1-2 paragraf dan akhiri dengan kalimat tanya, atau kalimat yang membuat orang jadi penasaran. Ingat tujuan awal mereview, kita ingin bikin pembaca blog kita jadi penasaran dengan buku yang kita baca kan ;). Hindari penjabaran secara bertele - tele di bagian ini. 

Ada contoh kasus, dimana seorang teman blogger mendapati reviewnya dikomentari kalau tidak menceritakan isi buku dengan seksama. Setelah ditelusuri, sang pengomentar ternyata kecenderungan mereview buku dengan menceritakan kembali isi bukunya, bahkan banyak spoiler. Please don't do this! Ngga semua orang suka sama yang namanya spoiler, dan bahkan bagi beberapa orang (saya termasuk :P), yang suka nebar spoiler itu jahat banget namanya ;P.

- Ulasan tentang cerita:
Mungkin ada istilah yang lebih bagus untuk bagian ini :P, tapi setelah saya menulis pendahuluan, lalu bercerita singkat tentang buku yang saya baca, masuklah ke bagian inti, yaitu kesan - kesan saya tentang buku itu. Bagian ini juga tidak saklek. Saya biasanya menjabarkannya seperti ini:

# Kesan terhadap cerita secara keseluruhan, seperti tema, alur, plot, world building dll
# Kesan terhadap karakterisasi cerita. Biasanya saya fokus dulu ngebahas karakter utamanya, baru pendukung. Bisa juga kesan terhadap antagonis
# Kelebihan dan kekurangan buku. Bagian ini bisa overlap atau digabung dengan point - point sebelumnya. Bagaimana dengan porsinya? Mana yang lebih dominan, kelebihan buku itu atau malah kekurangannya? Bagi saya, jika memang sebuah buku sangat bagus, tentu saja saya lebih fokus ke kelebihannya. Namun jika sebaliknya, saya dengan sadis akan membahas kekurangannya apa saja. Prinsip saya cuma satu, jujurlah ketika mereview.

- Kesimpulan
Jangan lupa untuk selalu menulis kesimpulan kita setelah membaca buku. Bagian ini biasanya saya buat bersifat sugestif, baik positif maupun negatif. Positif dalam artian, saya ingin pembaca blog juga ikut membaca. Kalau negatif, biasanya saya sarankan untuk tidak beli atau pinjam atau tidak usah baca sekalian :P

- Quote
Kalau baca buku, suka nemu quote/kutipan yang "gue banget'? Feel free to add it on your review! Quote ini tempatnya sih terserah saja. Saya suka menaruhnya di bagian awal review (untuk faktor penarik perhatian) atau menaruhnya di sela - sela paragraf untuk menguatkan kesan saya terhadap tokoh atau peristiwa tertentu. Biasanya juga, saya meletakkan quote favorite di bagian akhir. 

- Trivia
Ini bagian yang kadang saya lakukan kalau sedang rajin atau banyak waktu. Trivia tidak perlu ada di review, tapi bagi saya sah - sah saja ditambahkan, karena akan menambah daya tarik dari review itu sendiri. Apalagi kalau novelnya genre fantasy atau historical.

D. Rating
Bagi saya, rating itu penting. Tapi hal sepenting ini malah saya taruh di bagian akhir, hehehe. Ini hanya faktor kebiasaan sih. Peletakan rating bisa dimana saja, bisa di awal review atau malah di akhir, walau yang sering saya perhatikan biasanya di akhir. Rating tidak wajib dan saya tahu ada beberapa blogger tidak menyertakan rating. Tapi adanya rating juga sangat membantu lho. Usahakan rating yang dipasang sesuai dengan isi review yang sudah dibuat. Ngga mau kan, reviewnya sangat memuja - muja, tapi kok malah dikasih rating 2 :P

Saya sendiri punya dua rating. Rating cerita dan rating seksualitas jika buku yang dibaca romance. Saya sendiri menganggap hal yang terakhir adalah penting, karena tidak semua orang nyaman baca buku yang ada aktifitas seksualnya (walau meski cuma ciuman.

Yak, itulah struktur yang saya pakai dalam mereview. Walau saya bilang ini tidak saklek, tapi nyaris semua review saya memang gayanya seperti ini. Next, let's do a little Q&A :)

Q: Berapa banyak jumlah paragraf yang ideal ada dalam sebuah review ?
A: Saya berpendapat bahwa tidak ada yang ideal. Saya pernah baca review yang hanya 2-3 paragraf dan ada juga yang sangat panjaaaang (saya juga suka ngelakuin ini kok :P). Panjang review yang saya tulis, biasanya memuat 7-10 paragraf, dan bagi saya itu sudah lumayan panjang. Untuk jumlah paragraf dalam review kamu, silakan disesuaikan dengan gaya masing - masing ya :). 

Q: Boleh curhat ngga pas ngereview?
A: Sah - sah saja sih kalau ingin curhat di review. Atau bahkan jadi semacam awalnya tidak nyambung. Saya sering baca review campur curhat, dan bagi saya itu menarik! First thing first, review campur curhat ini kan tidak untuk media resmi, alias kebanyakan hanya untuk konsumsi pribadi. Jika kamu merasa nyaman untuk menaruh curhatmu dalam review, ya go ahead. Tapi kalau reviewmu itu untuk lomba atau dimuat di media resmi atau berbayar, maka hindari ini ya.

Q: Boleh kasih spoiler ngga sih pas ngereview?
A: Perlu diingat bahwa tidak semua orang suka spoiler. Walau saya sendiri cukup toleran masalah spoiler, ada beberapa hal yang ketika spoilernya tersebar, malah jadi bikin ilfeel. Sebisa mungkin hindari memberi spoiler atau membocorkan hal yang utama dalam buku. 
Tapi, kadang bagi saya, hal ini cukup membantu terutama jika saya baca review buku kacrut atau buku yang ekspekstasinya tinggi, jadi saya ngga terlalu penasaran. Jadi masalah spoiler, kembali ke masing - masing individu. TAPI, usahakan jangan terlalu banyak tebar spoiler yak ;). Jika memang mau menaruh spoiler, beri catatan jika reviewnya mengandung spoiler, atau bisa menaruhnya dalam sebuah bagian tertutup dan bertanda spoiler. Bisa dihighlight putih supaya ngga kelihatan (jangan lupa sesuaikan dengan background blognya!), atau mencari kode html untuk spoiler (bisa digoogle).

Q: Aku suka banget gaya ngereview A. Aku ingin meniru gayanya ah, boleh kan?
A: Meniru gayanya, dalam artian cara - cara seorang mereview buku, itu boleh saja. Tapi, mengkopi reviewnya kata per kata (atau kalimat per kalimat) lalu dituangkan dalam review sendiri? Itu namanya PLAGIAT. Please don't do this! Review itu sama saja dengan pendapat atau opini. Akan jadi lucu kalau pendapat pribadi tentang sebuah buku (atau hal lain) malah mengcopy-paste punya orang kan? Saran saya, belajarlah untuk lebih percaya diri dan jujur dalam mereview dan selalu ingat tujuan awal saat mereview.

Q: Aku suka nemu postingan review, tapi isinya cuma quote aja. Ini bisa dibilang review ya?
A: Saya tidak menyarankan untuk menulis review yang isinya cuma quote - quote yang dianggap menarik. I will not call it a review, tho. Yang dinamakan review itu lebih ke kesan dan atau pendapat reviewer terhadap buku yang dibaca, dan kalau isinya cuma kutipan, apa yang bisa membuat pembaca mengerti kesan reviewer terhadap bukunya?

Ada yang mau ditanyakan masalah review? Atau cuma ingin ngomentarin saya aja (haha :P)? Feel free to comment ya :D


19 komentar:

  1. thanks postingannya ka ren...bermanfaat banget
    kalo resensi dengen review itu sama ngga? kalo beda, dimana bedanya...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku sih sama saja ya resensi dan review :-)

      Hapus
    2. Resensi dan review sih sama aja. Yang beda itu sinopsis. Jadi jangan bikin review isinya sinopsis ya hihihi

      Hapus
  2. Makasih kak Ren postingannya, sangat ngebantu aku yang biasanya bingung kalo mau ngereview buku :D

    BalasHapus
  3. Wah! Postingan yg mencerahkan bagi nubie sepertiku ๐Ÿ˜Š

    Thank u so much! ๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  4. Gue setuju banget sama yang ini "Buatlah minimal 1-2 paragraf dan akhiri dengan kalimat tanya, atau kalimat yang membuat orang jadi penasaran" --- well, gue sih ga saklek berapa paragraf atau akhiri kalimat tanya, tapi memang review itu jangan isinya sinopsis. Sayangnya kadang itu yang dilakukan beberapa reviewer yang pernah gue temukan baik di blog review maupun Goodreads. Pendapatnya malah ngga ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kecenderungan malah cerita dari awal sampai akhir dan kalau perlu nebar spoiler sekalian ;P

      Padahal mau tahu juga kesan terhadap cerita gimana, karakternya gimana dll

      Hapus
  5. Sering kepentok masalah Rating, karena belum bisa menilai buku dari rating. Bawaannya pengen ngasih rating 5 mulu :D

    BalasHapus
  6. Sangat membantu sekali kak Ren. Thank's so much, apalagi untuk aku sebagai pemula.

    Emm sebenarnya sih aku tipe orang yang nggak terlalu mementingkan rating saat me-review buku. Menurutku isi review sudah cukup mewakili untuk mengatakan itu semua, hehe. Beda dengan di goodreads, soal rating harus dipikirkan bener2. Kadang suka bikin pusiingg juga kalau mau kasih rating, ehehe.

    Anw, a nice post. Senang bisa berkunjung :D

    BalasHapus
  7. Ini membantu sekali kak. Apalagi buat aku yg msh sering gonta-ganti gaya pas ngereview, jd keliatannya sok kebanyakan gaya :v skrng aku jd tmbh ilmu buat review, krn kalo ngreview msh suka sembarangan :D

    BalasHapus
  8. Aku sering kasih spoiler kalau cerita bukunya menurutku pantas ditertawakan, misal Breakin Dawn :D I know it's bad, but couldn't help it

    BalasHapus
  9. ini menarik. ada satu poin yang masih perlu ditingkatkan pada ulasan-ulasanku: jumlah paragrafnya. biasanya cuma 5-6 paragraf saja. hm. but, well, kita punya gaya masing-masing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurutku jumlah paragraf bukanlah parameter yang pasti atau ada aturan yang mesti diikuti. Review yang cuma 1 atau 2 paragraf juga masih bisa dibilang review, selama isinya adalah ulasan tentang buku itu (bukan 100% menceritakan kembali ya)

      Hapus
  10. Hihi, saya kalau nulis review mesti secara alamiah jadi panjang, Kak Ren, apalagi kalau buku yang lagi saya review bagus banget atau jelek banget, jadi pengin mendedahkan poin per poin keunggulan/kekurangannya. Oh, ya, yang Kak Ren maksud dengan sinopsis buku (poin B) itu mungkin lebih tepat kalau disebut blurb, kali ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya ya :-). Makasih ya koreksinya

      Review mau panjang atau pendek tidak masalah sebenarnya. Yang penting point - point yang ingin disampaikan tercapai

      Hapus
  11. Kak ren..
    Aku boleh ngga minta epub (link/pdf) nya in death series dari buku 23 atau epub lainnnya by nora roberts?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sorry, aku ga punya. Punyanya buku fisiknya aja :)

      Hapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)