Senin, 18 April 2016

Review: The Hooker and The Hermit oleh L.H. Cosway dan Penny Reid


Judul: The Hooker and The Hermit
Pengarang: L.H.Cosway, Penny Reid

Bahasa : Inggris
Penerbit : Self-publish

Tebal : 369 halaman
Diterbitkan pertama kali :2 Februari 2015

Format : e-book
Target : Dewasa

Genre : Contemporer
Series: Rugby
Web Author: L.H. Cosway; Penny Reid 

Beli di : Kobo, Amazon, Bookdepository, 


Sinopsis :

New York’s Finest
Blogging as *The Socialmedialite*
April 22
 

LADIES AND GENTS! I have an announcement!

You know that guy I featured on my blog a few months ago? The really, really hot Irish rugby player who plays the position of ‘hooker’ in the RLI (Rugby League International)? The one with the anger management issues, the body of a gladiator and the face of a movie star? The one with the questionable fashion choices leading me to ask whether he was the lovechild of a leprechaun and a hobbit? Ronan Fitzpatrick? Yeah, that guy.

Well, I have a confession to make…
 

THE HERMITAnnie Catrel, social media expert extraordinaire at Davidson & Croft Media and clandestine celebrity blogger, can make anyone shine in the court of public opinion. She is the Socialmedialite, anonymous creator of New York’s Finest and the internet’s darling. Virtual reality is Annie’s forte, but actual reality? Not so much.
 

THE HOOKER
 

Ronan Fitzpatrick, aka the best hooker the world of rugby has seen in decades, despises the media—social or otherwise. The press has spun a web of lies depicting him as rugby’s wild and reckless bad boy. Suspended from his team, Ronan has come to Manhattan to escape the drama, lay low, fly under the radar. Only, Ronan isn’t easy to overlook, and he can’t escape the notice of the Socialmedialite…
 

THE PLAN
 

When Ronan is sent to Davidson & Croft Media to reshape his public image, he never expects to cross paths with shy but beautiful Annie, nor does he expect his fierce attraction to her. He couldn’t be happier when her boss suggests pairing them together.

What lengths will Annie take to keep her virtual identity concealed? And what happens when the hooker discovers who the hermit really is?
 Review


I knew better than anyone that information found on the Internet was suspect at best...

Gara - gara abis baca Mistborn karya Brandon Sanderson (yang nanti akan saya bahas serialnya di blog, setelah saya selesai baca buku dua dan tiganya), saya jadi lumayan merasa depresi dan mellow. Ditambah beban kerjaan, saya sedikit tidak nafsu untuk membaca. Saya lalu keingat, saya sudah lama nganggurin Vatthra (yang belum tahu, Vatthra ini nama Kobo reader saya ;3), dan waktu scroll judul, ketemulah judul The Hooker and The Hermit, yang merupakan kolaborasi duo L.H. Cosway dan Penny Reid. Awalnya, pasti pada ngebatin kalau hooker maksudnya pasti pelacur ya? :P 

Sorry you are wrong! Karena Hooker disini maksudnya adalah posisi pemain dalam rugby XD. Covernya sendiri menurut saya lucu banget, karena ditandai macem - macem sama pengarangnya. I think it's so hilarious, dan menurut saya emang ini yang namanya cover menjual. Tapi, apa ceritanya menjual juga?

Dengan bangga saya katakan, The Hooker and The Hermit sukses bikin saya baper berat!!!

Saya sudah pernah baca karya L.H.Cosway yang judulnya Painted Faces, sudah saya review juga di blog ini dan saya sangat menyukai gaya menulis dia. Untuk Penny Reid sih, belum sempat baca, tapi kalau lihat di FB, orangnya tuh lucu abis. Dia juga semacam peneliti, makanya buku dia juga ada yang temanya tentang peneliti plus dia juga orangnya suka statistik. Coba deh subscribe ke newsletter dia dan bakalan senyum lihat milisnya yang unik itu.

Lah, saya malah bahas pengarangnya :P.

Dari blurb sendiri sebenarnya sudah sedikit menggambarkan ceritanya seperti apa. Cukup unik awalnya, karena membaca novel romance yang tokohnya seorang blogger dan ahli social media cukup jarang bahkan di era saat ini, padahal blogger sendiri sedang ngehitz sekarang. Butuh waktu bagi saya untuk menikmati cerita The Hooker and The Hermit, dan saya mau kasihtahu yang ga saya suka dulu. Pertama, saya males banget pas tokoh utama cowonya, Ronan Fitzpatrick yang seorang Irish dibilang mirip COLIN FARRELL.
 
Nah, masalahnya, saya ngga ngefans Colin Farrell, dan saya ngga menganggap dia ganteng atau punya sex appeal tinggi. Kalau bicara masalah aktor Irlandia, bagi saya yang ganteng itu:
JONATHAN RHYS MEYER


atau MICHAEL FASSBENDER

Walau secara pribadi saya sukaan BENEDICT CUMBERBATCH, tapi sayangnya Benedict ini British, bukan Irish. Nama Ronan sendiri juga bikin saya jadi keinget Ronan the Accuser di Guardian of Galaxy:


Tapi pemeran Ronan, LEE PACE:
 
itu ganteng, dan menurut saya boleh lah kalau Ronan kelihatan seperti dia. Dan postingan blog ini jadi semacam pembenaran bagi saya untuk posting cowo - cowo kinyis, hal yang sudah sangat jarang saya lakukan :P

*uhuk*

Intinya sih, saya agak males kalau dalam cerita dibilang tokoh A mirip sama artis B, C, D dll. Itu semacam mengacaukan imajinasi saya karena sudah dibilang blak - blakan sama pengarangnya. Minimal tidak usah dibilang Ronan ini mirip Colin Farrell, apalagi sempat diulang - ulang. Biarlah saya berimajinasi Ronan itu mirip artis atau tidak, itu jauh lebih enak dibaca.

Baiklah, jadi semacam kayak sewot XD. Yang kedua, saya menganggap heroinenya, Annie Catrel itu annoying. Annie adalah seorang celebrity blogger dan tahu sendiri kan celebrity blogger itu gimana (ngga tahu, coba lihat blognya si Perez Hilton deh :P). Apalagi Annie pake nama samaran The Socialmedialite dan suka mengkritisi orang. Tapiiii...apa yang pada awalnya terlihat menjengkelkan, sebenarnya jadi make sense, karena menurut Annie, jika wanita bisa dianggap objek, kenapa pria tidak?

"What are you talking about? It's hilarious. It objectifies men in the same way women have been objectified for centuries. Turnabout is fair play you know"

Semakin saya membaca tiap bagian The Hooker and The Hermit, semakin saya merasa terhubung dengan Annie. Buku yang sempat membuat saya merasa seperti ini adalah Fangirl-nya Rainbow Rowell. Yak, Annie ini introvert, dan masa lalunya yang cukup pahit membuat dia sulit berinteraksi dengan orang. Hidup saya tidak semenyedihkan Annie, tapi saya bisa terhubung dengan sifat introvertnya. Begini, saya memang merasa beberapa bagian Annie mirip dengan saya. Kami sama - sama blogger, dan kami mereview hal yang kami merasa mengerti tentang hal itu (Annie tentang selebriti, saya tentang buku). Seperti Annie, saya punya persona yang bahkan orang terdekat tidak tahu. Suami saya, orang tua saya, kawan sekolah saya dan bahkan rekan kerja saya, tidak tahu Ren yang seorang book blogger, reviewer dan juga avid reader. Mereka melihat apa yang saya ingin mereka lihat. Mereka tidak tahu sisi saya yang sangat menyukai buku (yang bagi Ibu saya, hobi yang tidak ada untungnya), yang suka sarkastik tentang buku atau mengeluarkan opini tentang dunia literatur. Walaupun saya tidak se-ekstrim Annie yang bener - bener menghindari orang, sebagai INFP, saya tahu bagaimana rasanya bisa sangat melelahkan untuk bersosialisasi dengan sekitar. Bahkan ada waktu dimana saya "menghindari" ngobrol dengan kawan BBI atau PNFI. Simply because I'm too exhausted.

Saya merasa Cosway dan Reid menulis buku ini dengan seksama, menunjukkan sikap introvert Annie yang bisa membuat pembaca yang juga introvert pun mengerti. Apalagi jika pembaca itu juga blogger, akan menganggap buku ini "gue banget". Ada saat dimana Annie merasa dirinya pengecut, dan saya juga kadang merasa seperti itu. Saya merasa, secara mendasar, banyak yang seperti Annie. Ada bagian yang bikin saya merasa "nyesss", yaitu bagian ini:


"Blogging... blogging has always been my biggest secret. This is probably going to sound crazy, but it's the only place I can be free and completely happy - it's the only place where I can be my true self without fear"

Ini bener - bener bikin saya sangat baper. Saya mengerti rasanya, karena blogging buat saya pun semacam "pelarian". Mereview buku, mengulasnya dengan seksama, adalah cara saya untuk melepaskan penat. Sesuatu yang membuat saya merasa bebas menjadi diri sendiri. Bagi Annie, blogging dan anonimitasnya adalah cangkang yang melindungi dia. Menurut saya bagian tentang anonimitas dalam sosial media ini bisa menjadi debat tersendiri, dan saya suka cara Cosway dan Reid membahasnya di buku ini. Membahas topik yang relevan dengan kondisi masa kini dan cukup kontroversial, namun tidak terasa menghakimi dan tetap bisa menghibur.

Karena ini novel romance, ya ngga bisa ngga membahas romancenya. Saya baca review temen yang iri sama perlakuan Ronan ke Annie. Iya sih, Ronan tuh walau awalnya kelihatan kayak brengsek, aslinya so sweeet >.<. Sumpah deh, ada apa dengan karakter hero yang orang Irlandia ini? Banyak banget Irish heroes yang likable, lickable dan adorable *cough Roarke cough*. Saya senang baca interaksi Ronan dan Annie, dan dimana Ronan bisa sangat sabaaaar menghadapi Annie yang introvert dan antik ini. Ronan memang alpha, tapi alpha manlinessnya ditulis dengan sangat bagus. Apalagi, novel ini juga ditulis dari POV pertama, baik dari Annie dan Ronan. So, saya jadi mengerti apa yang mereka pikirkan satu sama lain. 

Yang bikin saya agak terkejut, saya ngga menyangka kalau Ronan itu seleranya...kinky X)). Bukan, The Hooker and The Hermit menurut saya bukan novel erotica dan kadar adegan ranjangnya masih setara novel romance biasa. Saya yang awalnya menganggap bakal biasa aja, kaget juga pas bacanya dari POV Annie. Bikin kipas - kipas, karena...ada unsur BDSMnya XD. Tapi, cuma dikit kok dan ngga ekstrim banget. Pokoknya ga sampai bikin ngga nyaman :).
Story wise, selain aspek tentang social media dan kehidupan bloggernya Annie, ceritanya menarik. Laiknya novel yang bisa masuk genre NA (walau menurut saya The Hooker and The Hermit bukan New Adult sih), tentu ada angstnya. Saya sering bilang kalau saya ngga suka angst atau drama berlebih, tapi karena saya merasa terhubung dengan Ronan dan Annie, saya tidak keberatan sama sekali baca drama mereka berdua. Cosway dan Reid sangat lihai dalam menyusun plot ceritanya. Mereka tidak lantas menjatuhkan twist begitu saja, tapi dengan seksama. Bikin saya jadi penasaran sama apa yang bakal terjadi sama Annie dan Ronan selanjutnya. Bagian tentang rugbynya ngga banyak, tapi yaweslah ya, saya juga ga terlalu ngerti tentang rugby XD. Karakter pendukungnya juga ditulis dengan bagus, dan saya sempat kesel sama ibu Ronan yang kesannya jahat banget ke Annie, walau ternyata sih memang ada maksudnya.
The Hooker and The Hermit is a must read, kalau kamu suka baca romance yang ngga biasa. Memang saya tidak memberi buku ini full 5 bintang, karena bagian "Ronan mirip Colin Farrell" :P, tapi The Hooker and The Hermit masuk di Top Read 2016 Ren's Little Corner! :D So what are you waiting for? Buku ini menegaskan kalau L.H.Cosway masih tetap jadi pengarang fave saya dan saya jadi penasaran sekarang buat baca bukunya Penny Reid ^_^.

"No person is ever truly their online or media persona. For better or for worse, the human condition, desires, and faults are so much more robust than pixels on a screen or words beneath a caption"


Story  Rate

Rating untuk The Hooker and The Hermit ini adalah: 


Dan untuk sensualitasnya:
 
Ronan ini...sangat kinky XD. Dan yah, ada aspek BDSMnya, tapi menurut saya sih ga berlebihan kok. Sangat mild, extra mild malah (loh jadi mirip iklan rokok).

3 komentar:

  1. Sy juga suka buku ini. Setuju Ren, penggambaran Ronan yg mirip Collin mengganggu imajinasiku, soalnya ga suka sama Collin Farrel.

    Btw, sy recommend untuk baca Penny Reid.. Bagus. Selain kocak cerita dan karakternya unik.

    BalasHapus
  2. Saya pun jadi ikut penasaran xDD

    BalasHapus
  3. Ini buku lanjutannya udah ada, sempet seliweran di notif TRSORku ^^' Kayaknya emang kudu baca nih

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)