Judul: The Naked Traveler One Year Round the World Trip Part 1 & Part 2
Pengarang: Trinity
Bahasa: Indonesia
Penerbit: B-First
Jumlah halaman:
# Part 1: 260 hal
# Part 2: 272 hal
Terbit: September 2014
Format : Paperback
Genre : Travel, Nonfiksi
Target Pembaca: Dewasa Muda
Sinopsis :
PART I
Kalau umumnya orang Indonesia jalan-jalan maksimum dua minggu, Trinity jalan-jalan selama satu tahun penuh! Ia telah mencapai lebih dari 144.577 km dan berkunjung ke 22 negara di dunia.
Apa saja sih yang harus dipersiapkan kalau mau jalan-jalan selama lebih dari 365 hari? Wuihh, pasti nggak kebayang deh. Mulai dari hal dasar seperti baju, bahan makanan, akomodasi, mengurus transportasi, sampai urus visa ke sana kemari.
Berbekal perencanaan matang dan tekad “gimana di sana lah ntar”, Trinity mantap melangkahkan kakinya dan bertualang mengitari bumi.
Di buku The Naked Traveler: 1 Year Round the World Trip Part 1 ini, kita akan diajak jalan-jalan keliling Eropa, Brasil, Cile, Peru, dan Ekuador. Mulai dari mengunjungi negara baru bernama Republik Uzupis, menangis di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, menginap di penjara tua di Ljulbljana, mendaki kota Inca yang hilang di Machu Picchu, memancing ikan piranha di Sungai Amazon, hingga berenang bersama ratusan singa laut di Galapagos!
Apa saja sih yang harus dipersiapkan kalau mau jalan-jalan selama lebih dari 365 hari? Wuihh, pasti nggak kebayang deh. Mulai dari hal dasar seperti baju, bahan makanan, akomodasi, mengurus transportasi, sampai urus visa ke sana kemari.
Berbekal perencanaan matang dan tekad “gimana di sana lah ntar”, Trinity mantap melangkahkan kakinya dan bertualang mengitari bumi.
Di buku The Naked Traveler: 1 Year Round the World Trip Part 1 ini, kita akan diajak jalan-jalan keliling Eropa, Brasil, Cile, Peru, dan Ekuador. Mulai dari mengunjungi negara baru bernama Republik Uzupis, menangis di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, menginap di penjara tua di Ljulbljana, mendaki kota Inca yang hilang di Machu Picchu, memancing ikan piranha di Sungai Amazon, hingga berenang bersama ratusan singa laut di Galapagos!
PART II
Cerita setahun jalan-jalan keliling dunia Trinity belum berakhir serunya! Masih ada Kolombia, Kuba, Jamaika, Meksiko, Guatemala, dan lain-lain yang menanti.
Apa saja sih yang seru di The Naked Traveler: 1 Year Round The World Trip Part 2 ini? Bersiaplah untuk berdebar-debar menyusup ke pusat kartel Kolombia, nyekar ke makam Che Guevara di Kuba, bertamu ke rumah Bob Marley di Jamaika, diving di gua suku Maya di Meksiko, hingga meluncur di air terjun di Guatemala.
Selain petualangan Trinity ke tempat-tempat yang eksotis itu, kita juga akan disuguhi berbagai cerita yang mengharu biru. Dalam satu tahun, menginap di berbagai hostel dan naik bus dengan bermacam kondisi, dipaksa cepat beradaptasi dengan bahasa yang asing di telinga, dan mengatur menu makan sehemat mungkin, tentu bukan perkara yang mudah. Namun, bukan Trinity namanya kalau tak berhasil mengubah situasi sulit jadi penuh gelak tawa.
Apa saja sih yang seru di The Naked Traveler: 1 Year Round The World Trip Part 2 ini? Bersiaplah untuk berdebar-debar menyusup ke pusat kartel Kolombia, nyekar ke makam Che Guevara di Kuba, bertamu ke rumah Bob Marley di Jamaika, diving di gua suku Maya di Meksiko, hingga meluncur di air terjun di Guatemala.
Selain petualangan Trinity ke tempat-tempat yang eksotis itu, kita juga akan disuguhi berbagai cerita yang mengharu biru. Dalam satu tahun, menginap di berbagai hostel dan naik bus dengan bermacam kondisi, dipaksa cepat beradaptasi dengan bahasa yang asing di telinga, dan mengatur menu makan sehemat mungkin, tentu bukan perkara yang mudah. Namun, bukan Trinity namanya kalau tak berhasil mengubah situasi sulit jadi penuh gelak tawa.
Review
Note: untuk alasan kepraktisan (aih :v), saya memutuskan untuk mereview buku One Year Round the World Trip Part 1 dan Part 2 bersamaan. Review ini sudah pernah dimuat di Goodreads dengan beberapa penyesuaian :)
It's official that Trinity will always be my favorite travel blogger and writer!! :D
Mungkin karena saya emang bukan tipe orang suka baca travelogue yang serius (makanya tak pernah baca bukunya Gusweng atau apalah itu yang banyak dibaca sama teman - teman), dan juga males baca travelogue yang isinya malah curhat galau ngga juelas pol (saya dulu pernah baca model yang beginian pas numpang baca di Leksika yang udah ganti nama itu) atauuuu baca travelogue yang ngasih komplit tips jalan - jalan murah ke mene seje (halah berangkat aja kaga :v), makanya buku karya Trinity paling pas buat saya XD. Nyinyiran sama ngga tahu malunya itu lho yang juara XD. Beberapa mungkin bisa risih baca bukunya, tapi bagi saya tulisan Trinity udah ada kemajuan dibanding buku - buku sebelumnya.
Mungkin karena saya emang bukan tipe orang suka baca travelogue yang serius (makanya tak pernah baca bukunya Gusweng atau apalah itu yang banyak dibaca sama teman - teman), dan juga males baca travelogue yang isinya malah curhat galau ngga juelas pol (saya dulu pernah baca model yang beginian pas numpang baca di Leksika yang udah ganti nama itu) atauuuu baca travelogue yang ngasih komplit tips jalan - jalan murah ke mene seje (halah berangkat aja kaga :v), makanya buku karya Trinity paling pas buat saya XD. Nyinyiran sama ngga tahu malunya itu lho yang juara XD. Beberapa mungkin bisa risih baca bukunya, tapi bagi saya tulisan Trinity udah ada kemajuan dibanding buku - buku sebelumnya.
