Senin, 03 Agustus 2015

Review: The Naked Traveler One Year Round the World Trip Part 1 & Part 2 oleh Trinity


Judul: The Naked Traveler One Year Round the World Trip Part 1 & Part 2
Pengarang: Trinity
Bahasa: Indonesia
Penerbit: B-First
Jumlah halaman:   
# Part 1: 260 hal
# Part 2: 272 hal
Terbit:  September 2014

Format : Paperback

Genre : Travel, Nonfiksi

Target Pembaca: Dewasa Muda


Sinopsis :


PART I
 
Kalau umumnya orang Indonesia jalan-jalan maksimum dua minggu, Trinity jalan-jalan selama satu tahun penuh! Ia telah mencapai lebih dari 144.577 km dan berkunjung ke 22 negara di dunia.

Apa saja sih yang harus dipersiapkan kalau mau jalan-jalan selama lebih dari 365 hari? Wuihh, pasti nggak kebayang deh. Mulai dari hal dasar seperti baju, bahan makanan, akomodasi, mengurus transportasi, sampai urus visa ke sana kemari.

Berbekal perencanaan matang dan tekad “gimana di sana lah ntar”, Trinity mantap melangkahkan kakinya dan bertualang mengitari bumi.

Di buku The Naked Traveler: 1 Year Round the World Trip Part 1 ini, kita akan diajak jalan-jalan keliling Eropa, Brasil, Cile, Peru, dan Ekuador. Mulai dari mengunjungi negara baru bernama Republik Uzupis, menangis di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, menginap di penjara tua di Ljulbljana, mendaki kota Inca yang hilang di Machu Picchu, memancing ikan piranha di Sungai Amazon, hingga berenang bersama ratusan singa laut di Galapagos!
 
PART II
 
Cerita setahun jalan-jalan keliling dunia Trinity belum berakhir serunya! Masih ada Kolombia, Kuba, Jamaika, Meksiko, Guatemala, dan lain-lain yang menanti.

Apa saja sih yang seru di The Naked Traveler: 1 Year Round The World Trip Part 2 ini? Bersiaplah untuk berdebar-debar menyusup ke pusat kartel Kolombia, nyekar ke makam Che Guevara di Kuba, bertamu ke rumah Bob Marley di Jamaika, diving di gua suku Maya di Meksiko, hingga meluncur di air terjun di Guatemala.

Selain petualangan Trinity ke tempat-tempat yang eksotis itu, kita juga akan disuguhi berbagai cerita yang mengharu biru. Dalam satu tahun, menginap di berbagai hostel dan naik bus dengan bermacam kondisi, dipaksa cepat beradaptasi dengan bahasa yang asing di telinga, dan mengatur menu makan sehemat mungkin, tentu bukan perkara yang mudah. Namun, bukan Trinity namanya kalau tak berhasil mengubah situasi sulit jadi penuh gelak tawa.

 Review

Note: untuk alasan kepraktisan (aih :v), saya memutuskan untuk mereview buku One Year Round the World Trip Part 1 dan Part 2 bersamaan. Review ini sudah pernah dimuat di Goodreads dengan beberapa penyesuaian :)
 
It's official that Trinity will always be my favorite travel blogger and writer!! :D

Mungkin karena saya emang bukan tipe orang suka baca travelogue yang serius (makanya tak pernah baca bukunya Gusweng atau apalah itu yang banyak dibaca sama teman - teman), dan juga males baca travelogue yang isinya malah curhat galau ngga juelas pol (saya dulu pernah baca model yang beginian pas numpang baca di Leksika yang udah ganti nama itu) atauuuu baca travelogue yang ngasih komplit tips jalan - jalan murah ke mene seje (halah berangkat aja kaga :v), makanya buku karya Trinity paling pas buat saya XD. Nyinyiran sama ngga tahu malunya itu lho yang juara XD. Beberapa mungkin bisa risih baca bukunya, tapi bagi saya tulisan Trinity udah ada kemajuan dibanding buku - buku sebelumnya.

Yang abis baca TNT 4 pasti tahu kalau Trinity udah bikin plan buat trip round the world #RTW. Walau namanya keliling dunia, nyatanya sih Mbak T ini cuma ke Eropa Utara, Eropa Timur ma Amerika Tengah-Selatan doang :v. Apalagi yang pas perjalanan di Eropa. Weleh nanggung abis ceritanya, karena porsi buku lebih banyak buat negara - negara amerika selatan macam Brazil, Ekuador, Peru dan Chile, dan sisanya dilanjutkan di buku 2 :(.

Yang paling saya suka dari TNT RTW Part 1 adalah karena ada tips packing ala Mba T. Gile ya, berangkat setahun ala backpacker, baju yang dibawa Mba T dan Yasmin itu dikit amat XD. Jadi keinget pas kemaren liburan ke Bandung sama suami saya. Kami sampai bawa koper, bawa tas ransel, bawa tas kecil, dll. Hadeh  jadinya malah kebanyakan barang bawaan! Dan kita bawa itu semua sambil naik kereta dan juga by motor rental saat pergi ke hotel. Ga bakat backpacker apa ya kayaknya saya ini :|. Tips yang dikasih Mba T mungkin bagi yang biasa travel sih biasa aja, tapi buat orang awam kayak saya nih, ini tips dari surga :V (ketauan selama ini ngga bisa packing XD).

Diselipi dengan humor, sarcasm dan juga beberapa harapan Mba T untuk pariwisata Indonesia, maka buku TNT RTW Part 1 ini wajib baca, entah anda itu fans Mba T atau emang doyan baca travelogue. Harganya sendiri menurut saya rada mahal. Tapi, kalau dipikir wajar juga soalnya emang colorful isinya, ngga cuma sekedar hitam putih. Walau saya kurang paham kenapa beberapa kalimat suka dibold ala stabilo, dan kadang yang dibold itu suka ngga penting :|. Fotonya pun menurut saya agak kurang...kurang banyak maksudnya, wkwkwkwkwk XD. Plus agak burem beberapa fotonya, sayang juga sih :(. 
 
Nah sekarang reviewnya lanjut ke TNT RTW part 2, karena udah baca yang pertama masa ngga dilanjutin? :v #krikkrik . Secara isi, saya lebih suka yang buku kedua ini karena printilannya jauh lebih asyik, bervariasi dan juga beberapa butuh pemikiran mendalam. TNT RTW 2 melanjutkan perjalanan Mba T dengan sohibnya Yasmin di negara2 Amrik Selatan, dan kali ini yang ketiban "hoki" adalah negara Kolombia, Kuba, Jamaika, Guatemala dan Meksiko.

Untuk trip RTWnya, bagian paling bagusnya menurut saya adalah saat dia di Kolombia -karena kerasa merindingnya travel di kota kartel ini-, dan juga Kuba yang terpencil. Bahkan di Kuba aja Mba T sampai ngga nginet sebulan. Bisa kah saya atau teman - teman  kayak gini? Kalau saya sih, bisa aja. Malah itu jumlah timbunan bacaan bisa - bisa habis kalau saya tinggal di Kuba, karena ngga ada gangguan sosmed sama sekali :P. Kalaupun untuk ngeblog, bisa ditulis di draft post yang nanti tinggal dipublish kalau ketemu inet, hahaha XD. Bukan berarti perjalanan yang negara lain kalah seru sih. Tetep seru semua menurut saya :D.

Untuk printilan di luar bagian trip, post tentang cara beribadah, kuliner dan juga biaya yang dikeluarkan untuk RTW yang menarik. Kenapa yang pertama saya ulik itu masalah ibadah? Oke, Mba T seorang penganut Kristen dan karena negara yang dia kunjungi adalah negara dengan penduduk mayoritas Kristen, maka tidak begitu susah buat Mba T untuk beribadah (walau tetep ada susahnya juga sih). Namun, sohibnya yang bernama Yasmin kan muslim. Nah, tau sendiri toh ibadah kita gimandose? :v Salut sama Yasmin yang tetep full ibadah sholat 5 waktu walau dalam perjalanan (dan saya langsung merasa tersindir parah, makjleb, jleb,jleeeeb) dan juga berusaha makan makanan halal. Puasanya pun full. Keren bingits! XD

Bagian kuliner sih ngga usah ditanya, karena walau saya ga ada hasrat untuk travel kemene seje, sebenarnya ada 1 faktor yang bisa bikin gw pengen jalan ke suatu daerah dan itu adalah kulinernya! Lucu banget baca bagian Mba T yang mencari KFC, dimana selera kami juga sama. Suka paha atas original recipe! Saya sendiri kalau pulkam selalu bilang ke sodara, "ntar aku traktir ya, tapi jangan ajak ke KFC, Mekdi, hokben, dll. Bosen!" Ya, karena bisa seminggu sekali makan ke KFC, apalagi kalau males masak :v #janganditiru. Mungkin kalau saya suatu saat traveling ke luar negeri, bisa jadi nyari2 KFC karena ngga yakin sama makanan setempat :P

Lalu, bahasan tentang berapa duit yang dihabiskan Mba T selama RTW. Emang sih, berasa bener ngiritnya Mba T dan Yasmin di RTW ini, sampai dia aja malsuin kartu pelajar biar dapet diskon pelajar padahal masa pelajarnya aja udah lewat berabad-abad :v. Tapi takjub membaca pengeluaran seharinya, yang kalau dikurs rupiahkan rata - rata 270-300ribu rupiah. Terlihat gede sih awalnya, TAPI INI KAN DI LUAR NEGERI. Dan semua biaya dari kantong Mba T sendiri, yang katanya tanpa sponsor (dan ya saya percaya aja). Pengeluarannya dihemat dengan cara memilih metoda transportasi darat dan juga memasak sendiri. And yep, dua hal ini aslinya yang paling makan biaya. Transportasi dan makan! Itu juga kenapa kok RTWnya Mba T cuma beberapa negara aja (hanya 22), karena untuk beberapa negara dia bisa stay sampai 2-3 bulan (sampai visa habis). Bayangin dah puas banget itu muter - muternya :v.

Bagian tentang perbandingan pariwisata (dan terutama transportasi) antara negara - negara Amrik Selatan dan Indonesia sebenarnya menarik buat dibaca. Bagian ini juga sebenarnya tamparan keras buat pemerintah Indonesia saat itu dan PR untuk yang sekarang. Eniwei, saat Mba T bilang orang Amrik cuma bisa bahasa Inggris, itu beneran kok :v. Soalnya teman2 Gudrids saya yang asalnya dari Amerika pada ngaku kalau cuma bisa bahasa Inggris, dan beberapa bisa sedikit bahasa latin. Bandingkan sama orang Indonesia yang selain bisa bahasa Indo, bisa juga bahasa Inggris, bahasa Mandarin, Jepang dll, yang walau dipelajari dari hasil kursus, nunjukin kalau kita tuh aslinya bisa karena mau berusaha. Plus ditambah bahasa daerah masing - masing! Jadi, kalau ada orang Amrik yang ngejek grammar kalian, sindir balik aja, yang bersangkutan bisa bahasa lain ngga? Waka waka waka #ketawapuas XD. Kalau ada sesama Indonesia ngejek, cuekin aja ya :P.

Baca buku Mba T ngga bisa cuma sekali dan emang asli nagih. Ini aja kedua buku RTW "tereak2" ke saya buat di re-read :v. Sempat kena reading slump phase selama beberapa bulan (parah ini rekornya), buku Mba T bikin mood baca naik lagi. Thanks a lot Mba T yang udah berbagi pengalamannya melakukan perjalanan keliling dunia. Ayo traveling lagi biar makin banyak cerita serunya :D
 
                                       

 Story

Saya memberi The Naked Traveler One Year Round the World Trip Part 1 & Part 2 ini:


2 komentar:

  1. Aku suka banget part 1. Sayang part 2-nya belum punya. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belinya kok ga barengan aja? :D

      Hapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)