Rabu, 17 Juli 2013

Opini : The Art of (Not) Finishing a Book

Sebelumnya, maafkan kalau judulnya mungkin tidak sesuai dengan kaidah grammar dan struktur bahasa Inggris, atau mungkin saya gaya aja pake judul yang serba Inggris (duh! X). Beberapa hari yang lalu, saya melihat Elizabeth, salah satu founder Goodreads (sebuat sosmed yang yang wajib punya jika kamu mengaku sebagai pecinta buku), memposting sebuah skema statistik yang cukup menarik. Dengan judul "The Psychology of Abandonment", Elizabet menjabarkan beberapa buku populer yang paling sering dibaca namun akhirnya tidak diselesaikan sampai akhir, buku klasik yang juga tidak dibaca sampai akhir, dan juga alasan kenapa pembaca berhenti membaca buku tersebut.

Semua bisa dilihat di grafik di bawah, yang saya sadur langsung dari Goodreads :




Sorry kalau gambarnya BWK, alias Bandwith Killer, alias lemot kalau dibuka, hihihi. Dari gambar di atas, menurut Goodreads, lima buku yang paling banyak dibaca tapi akhirnya ditinggal begitu saja oleh para pembacanya. Yaitu The Casual Vacancy, Fifty Shades of Grey, The Girl with Dragon Tattoo, Eat, Prey, Love dan Wicked. Tentu saja dari kelima buku ini, cuma Fifty yang sudah saya baca :)). Dan baca sampai habis, kalau - kalau kalian mengira saya juga ikutan ga selesai bacanya. Seandainya saat itu saya tidak membuat grup baca bareng #FiftyUnited, kemungkinan juga saya akan tidak selesai membaca Fifty, saking frustasinya.

Elizabeth juga menjabarkan alasan kenapa pembaca tidak menyelesaikan buku - buku itu. Dimana untuk The Casual Vacancy, make sense karena fans Harry Potter mungkin masih belum bisa move on dari dunia penuh sihir dan Hogwarts. Saya? Belum beli bukunya karena masih versi hardcover tentu saja. Alasan untuk tidak menyelesaikan Fifty cukup membuat saya geli, terutama di bagian "saya merasa malu untuk mereka yang membaca", hahahaha! Tidak hanya buku populer, tapi juga ada lima buku klasik yang paling sering ditinggalkan pembacanya. Jujur, saya masih belum selesai baca Fellowship of The Ring. Mungkin karena saya terlalu suka sama filmnya, jadi waktu baca buku rasanya sangat panjaaaang, lamaaa dan membosankan. Tapi, saya janji bakal selesai bacanya kok ;).

Di bagian "point of no return", alias alasan kenapa pembaca tidak selesai membacanya ada beberapa point yang cukup menarik. Yaitu penulisan yang kurang menarik, editan yang parah, plot yang tidak masuk akal dan... pengarang melakukan hal yang dibenci pembaca. Yup, point terakhir itu lumayan saya banget. Kalau saya tahu pengarang ada yang merendahkan pembacanya atau marah - marah karena bukunya dikritik pedas, saya otomatis jadi malas baca bukunya. Oh ya, kalau buat saya ada alasan lain juga. Biasanya ada buku lain yang jauh lebih menarik, sehingga saya meninggalkan buku yang saya baca saat itu (disamping bukunya membosankan tentunya).Selain itu, saya pernah tidak selesai baca buku, saking jijiknya saya sama buku itu, yaitu The Claiming of Sleeping Beauty. Kamu fans Anne Rice? Saran saya, jangan dibaca deh buku itu. Bikin ngilu ga karuan!

Setelahnya ada bagian "what keeps you turning pages?", atau kenapa tetap terus membaca sampai akhir walau tahu bukunya tidak bagus. Dua alasan yang dominan cukup mewakili jawaban saya, yaitu "karena saya harus baca sampai akhir", dan "itu kebiasaan". Ada kalanya saya terus membaca sampai akhir, selain karena penasaran dengan endingnya (kali aja saya jadi suka, mungkin), juga karena buku itu adalah buku yang dikasih untuk direview. Untuk bagian terakhir ini saya ga bisa apa - apa deh :)). Lalu, sampai halaman ke berapa pembaca memutuskan untuk berhenti baca? Well, mayoritas rupanya beranggapan kalau halaman ke 50-100 adalah batas toleransi mereka terhadap sebuah buku. Beberapa mengatakan jika di bab - bab awal bukunya tidak menarik, maka buku itu tidak usah dibaca saja sekalian. Sedangkan jumlah yang terbanyak tetap mengatakan " baca sampai selesai". Hmmm, mungkin karena sudah buang duit dan juga buang waktu, jadi mau sejelek apapun bukunya ya ayo aja XD.

Bagaimana dengan kalian? Adakah buku yang kalian tidak selesai membacanya dan memilih baca buku yang lain? Kalau iya, alasannya kenapa dan sampai halaman berapa kira - kira kalian berhenti membaca? Lalu, setujukah kalian dengan bagan yang dibuat Elizabeth di atas ini ? Atau malah punya pendapat lain? Jangan lupa share ya :D.

Pic source : click here


27 komentar:

  1. Ada, aku nggak selesai2 baca eragon sama the day of jackal.. Sampai halaman sekian, berhenti... Diulang, berhenti lagi.. Akhirnya berhenti sama sekali :) kalau eragon, mungkin aku nggak cocok sama cerita yg ada naga2nya... Kalau jackal, tulisannya kecil2 dan terlalu banyak detil yg harus diingat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, padahal aku suka Eragon. Bela2in baca pas mati lampu, hahaha. The dayof Jackal karangan siapa?

      Hapus
    2. Dan aku suka banget The Day of the Jackal. Tapi itu baca versi english-nya sih.

      Hapus
  2. fufufufu, belum baca semua most abandoned top read GR sih :3 dan sempat kaget juga klo ada yang gak bisa nyelesain LOTR, ada yang bilang boring atau apa, dan aku inget pas SMP itu aku sempet frustasi sama buku kedua dimana terlalu banyak puisi dan aku skip akhirnya xD anehnya, novel klasik Indo yang aku putuskan untuk baca itu gak ada yang dnf, se-slow apapun plotnya pasti selesai juga bacanya.

    biasanya aku moody dan sering berhenti di tengah jalan sih, tapi selalu kembali jika waktunya tepat *lirik tumpukan*

    ada juga yang dnf (belum pernah kejadian pada buku yang aku beli pake uang sendiri sih), biasanya karena aku gak suka tokoh utamanya (damsel in distress, perempuan ataupun cowok, spineless karakter itu big NO NO), ridiculous, dan weak writing. Bad editing cuman terjadi pada fanfiksi :Y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bad editing juga ada kok di published book. Pengarang seperti Laurell K Hamilton, JR Ward ma Lora Leigh menurut reviewer di luar ga pake editor, makanya suka dikritik juga

      Hapus
  3. Ada beberapa buku yg aku abandon juga, termasuk 50 shades :). Alasan kenapa ngga selesai macam2 sih, karakter yg menyebalkan, deskripsi yg bertele tele, plot maju mundur yg ruwet (ada yg ngga ruwet), bahasa yg ngga aku banget ( inget buntelan Pengantin Surga yg ngga ke review gara2 ngga betah dg gaya bahasanya), dan tentu saja tumpukan yg keliatan lebih menarik. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga ga kebaca - baca Pengantin Surga XD (malu), dikasihkan ke orang aja ya? :P. Eh, Lila abandon 50 Shades? Kirain khatam bacanya :O

      Hapus
  4. semangat Mbak Ren, moga2 bisa menyelesaikan LOTR nya, jangan kaya saya, buku LOTR cuma baca 2 halaman udah ngga sanggup trus di giveaway ><

    aku jadi penasaran sama yg The Claiming of Sleeping Beauty trus gugel dan cek wiki, astaga setelah liat ringkasan ceritanya mendadak fifty jadi buku yg bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukannya buku itu covernya aja udah nggak bener ya? ._.

      Hapus
    2. Hahaha, iya Lin. Target tahun ini ya kebaca semua LOTRku. Masa cuma ketonton filmnya aja.
      Kalau novel erotica memang wajar sih covernya sugestif, tapi isinya memang jauh lebih sugestif daripada covernya :))

      Hapus
  5. aku udah baca dua dari buku di atas. em. buku yg blm selese selese aku baca ~ ada banyak. karena cover ngga menarik, alurnya bertele tele, hero/heroine nya ngeselin, tapi yg sering sik karena bukunya terlalu tebal -____-

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau buku kuliah, meski tebel tetap kebaca ya Vin? X)

      Hapus
  6. Aku pernah sekali nggak selesai baca buku. Waktu itu baca My Name Is Memory-nya Ann Brashares. Tapi aku berenti bukan karena bukunya jelek atau apa, tapi karena itu ebook dan bahasanya kurang aku mengerti juga. Aku kan paling malas baca ebook kalau nggak terpaksa. Ujung2 aku malah beli yg versi terjemahan dan mutusin baca ulang. :D

    Kalo buku yang ancur trus aku teteup baca sampe habis, juga ada. Alasannya karena aku jaraaaang banget baca buku kacrut. Pengin sih berenti bacanya, tapi ga bisa, soalnya ada hasrat pengin ngomelin tuh buku setelah selesai baca. *niat setan* :p

    BalasHapus
  7. Sebenarnya aku termasuk orang yg membetah2kan diri menyelesaikan buku, karena berdasarkan pengalaman, ada buku2 yg menarik justru saat2 akhir (Seperti Dracula yg baru seru setelah halaman 200an!!!).

    Tapi kembali lagi ke quote yg di gambar paling atas, karena aku termasuk orang yg suka baca beberapa buku dalam satu waktu, jadi kadang kalau bacanya berbarengan dengan buku lain yg lebih menarik, dan seterusnya begitu, kelamaan ditinggal akhirnya tunda aja sekalian sampai entah kapan.

    Ada juga buku yg sebenarnya aku mau banget baca, tapi kumulai dari ebook, terus ga betah dan memutuskan melanjutkannya suatu saat kalau sudah ada printed versionnya (yg mana kadang lama ga kesampaian), kurasa beberapa buku kurang nyaman dibaca via gadget.

    Jadi ga semua buku yg belum kuselesaikan itu ga menarik buatku. Berhenti di halaman berapa itu bervariasi, perhitungan kasarku sih biasanya sepertiga awal yg berat. Kalo bisa lewat sepertiga itu mau seperti apa juga bukunya biasanya bisa lah diselesaikan.

    BalasHapus
  8. Postingan yg keren, Ren! Sayang di Blogspot, ga bisa aku kasih bintang (aku pake WordPress).
    Pertama, masalah grammar udah bener kok. *eh dibahas*
    Kedua, karena ini di kantor, gambarnya bukanya ga lama. Beda kalo pake Semarku ya=g ga smart itu. Tapi ukurannya kekecilan. *mewek* Mataku udah minus ini, ntar jereng, Re. *melototin gambar* *micingin mata* *tetep susah bacanya*
    Ketiga, alesan utk ga selese baca Fifty di situ... iya kayaknya maksudnya kayak ngomong "shame on us" (if we read something with little, if any, literary merit like this sex flick) ya. Hahaha. Itu biasanya (bener tuh di gambarnya), si pembaca adalah a literary snob. Aku sih ga. Selese aja gitu bacanya. Hahaha.
    Keempat, Sleeping Beauty ini jangan2 yg dimaksud sama Bugot yah? Aku ga ngefans Anne Rice sih, cuman punya banyak e-booknya tapi cuman pernah baca 2 buku dia. Ngilunya kenapa? *kepo*
    Kelima, kayaknya buat aku "what keeps you turning pages?" itu jawabannya adalah "because I'm a compulsive reader." Tapi pernah sih brenti baca buku lokal. Kalo buku impor jarang, soalnya mikirnya "belajar bahasa Inggris nih, belajar nih." *alesan*
    Keenam, setuju sih sama bagan itu. Keren, hahaha.
    Ketujuh (buset dah), nah itu pernah baca buku lokal yg banyak pake bhs Inggris tapi banyak salahnya. Gatel pengen ngedit. Hahaha. Bukannya gimana2, tapi aku cukup pede dg bhs Inggris aku. Ya kalo kuliah Bhs Inggris tapi ga pede sama bhs Inggrisnya trus itu kuliah ngapain aja???
    Kedelapan, yang novel terjemahan agak ngebosenin tu TLOTR. Suka filmya aja. Soalnya aku ga suka terlalu banyak deskripsi spatial (tempat). Cape bayanginnya. Hahaha. *alesan*
    Kira2 begitulah. Again, love the post. Main2 ke blog aku yah. :D
    En maap komennya kepanjangan. (>_<) Just love the post. *enthusiastic reader*

    BalasHapus
  9. tadinya aku selalu selesai baca buku macam apapun, tapi kayaknya tahun ini aku memecahkan rekor dengan tidak menyelesaikan Midnight Sun punya tante Stephenie Meyer :(
    bosen sih soalnya kan udah tahu ceritanya dari Twilight nghahaha :D

    BalasHapus
  10. hahaha.. gua juga ngga kelar baca "eat, pray, love" karena itali diletakkan di bagian awal di mana itu banyak adegan makan and 'enjoy' life-nya terus langsung terbang ke india yang spiritual bangets.. jadi mogok baca dhe :))

    BalasHapus
  11. Hmmm...50-100 memang batas toleransi, contohnya Life of Pi itu kata banyak orang bagus, tapi awalnya bener-bener pengantar tidur, so sekaligus mengaku dosa, aku gak selesai baca deh.

    Tapi ada kasus lain seperti Draculanya Bram Stoker itu, hampir seratus halaman pertama sangat membosankan tapi saking penasaran sama buku itu, aku bisa lanjut baca sampai selesai deh

    So, kesimpulannya moodku sangat mempengaruhi proses membaca :D

    BalasHapus
  12. Aku termasuk yang keukeuh nyelesein buku sampe selesai, sesebel apapun aku sama buku itu. alesannya, sebenernya karena i hate to be a quitter. meski tentu aja alesan ini nggak selamanya bagus :D karena, kalo udah jelas membenci sesuatu, ngapain juga buang2 waktu ngotot ngabisin sampe abis kan ya? ;p dari buku2 di atas, yang hampiiiir aja nggak aku selesein itu girl with dragon tattoo.. aku nggak suka sama karakternya, plotnya lambat, nggak sesuai ekspektasi deh pokoknya. buku lain yang hampir nggak selesai itu new moon (akhirnya memang mentok abis itu nggak lanjutin lagi serialnya haha). lessonnya buatku adalah mendingan milih buku yang memang menarik buat kita, daripada maksain baca buku gara2 hype atau trend padahal bukan genrenya kita dan kecil bgt kemungkinan kita suka sama buku itu. oh well.

    BalasHapus
  13. Untuk buku klasik, aku kebetulan "menunda" batja Robinson Crusoe.

    Untuk buku "zaman sekarang" (saya kesulitan menemukan istilah yang pas), saya kebetulan tidak bisa menikmati buku The Sisterhood of the Traveling Pants karya Ann Breasers.

    Alasannya sih sama, gaya bercerita penulisnya tidak pas buat saya.

    BalasHapus
  14. postingan yang menarik! >.<

    wew, berarti saya keren dong, bisa menamatkan The Lord Of The Rings Trilogy. mwakakakakakk. *menghindari lemparan kursi*

    The Casual Vacansy juga berhasil saya tamatkan. entah ya, tapi rasanya nggak ada kendala berarti sewaktu membaca buku itu.

    nah, kalo Eat Pray Love emang gak selesai dibaca. baru juga beberapa halaman, eh udah ketiduran.

    buku lain yg gak saya selesaikan di antaranya adalah Eragon (iya, Eragon. makanya saya gak bisa lanjut baca seri-seri selanjutnya). entah kenapa rasanya membosankan. :( terus ada Goodfather, The Melian Revelation (please jangan hakimi akuh, tapi saya beneran kurang sukaaa. asli gak kelar dibaca itu buku. kalo di GA-kan ada yg mau gak ya? hehe), The Devil Wears Prada (duluan nonton filmnya sih. filmnya sih oke banget, Anne Hathaway kereen >.<), dan... lain-lain (mendadak blank).

    ahh, saya telat gabung di BBI sih. kalo tau ada #FiftyUnited mungkin saya juga akan ikut baca bareng (biar ada teman senasib sepenanggungan). untuk saat ini saya gak ada niatan sama sekali untuk nyentuh itu buku (gaya, padahal aslinya ebook hahaha).

    BalasHapus
  15. aku juga ada nih, kalau di goodreads aku kasih label nggak-selesai-dibaca :)

    BalasHapus
  16. Waduh ke-5 buku itu sudah ku baca hingga selesai dan semuanya termasuk buku-buku favorit ku ._. Ah ini mungkin perkara selera saja :p

    btw saya pencinta dan maniak buku tapi gak punya goodreads ^^ urus 1 blog aja keteteran~

    BalasHapus
  17. Aku juga sering banget nge-DNF, kak ren, iya biasanya karena ada buku lain yg lebih enak gitu atau udah sampe halaman tertentu kok rasanya gak menarik-menarik jg ceritanya hehe,
    tapi The Girl with Dragon Tattoo selesai dooong :D

    BalasHapus
  18. Aku selalu berusaha menghabiskan buku yang aku baca, meskipun kadang lebih banyak di-skip daripada dibacanya, tapi setidaknya sampai di halaman terakhir. Ada juga buku yang lamaaaaa banget di "currently reading", contohnya
    The Girl With Dragon Tattoo. Itu buku udah bantal, penuh istilah ekonomi di awalnya yang bikin pengen ninggalin buku itu.
    makanya sekarang berusaha nyari reviewnya dulu sebelum baca bukunya untuk memutuskan kira-kira buku itu bakal aku bisa baca sampai habis atau nggak

    BalasHapus
  19. Hahaha, sama Ren. Dari Top Five Most Abandoned baru baca FSOG saja. Dan dari yang classic baru baca LOTR, tapi males juga waktu bacanya.

    BalasHapus
  20. Saya sudah baca The Girl With Dragon Tattoo dan Alhamdulillah selesai. hahaha. Malah selesai baca satu seri & jadi favorit.
    Lord of the Ring penuh perjuangan bacanya dulu tapi selesai juga. Lega bangeeet rasanya pas nyelesaiin.
    Setuju banget sama pendapatnya kak Ren tentang The Claiming of Sleeping Beauty! Whoa ngga nyangka ada yg nemu buku itu juga. Ngga sanggup baca, serius. Dulu ngga sengaja nemu ebooknya. Trus sekarang lagi baca The Vampire Lestatnya Anne Rice yang udah berapa bulan ngga selesai selesai. Tebel sih -_-

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)