Rabu, 31 Juli 2013

Scene on Three #1 : Naked in Death

Setelah sekian lama tidak ikut meme, selain Buying Monday kemaren yang dihosting oleh Aul dari The Black in the Books (simply because my schedule too tight dan saya kan moody gitu :P. Mana meme blog ini, Friday's Recommendation masih saya hiatuskan! :( ), saya melihat B-zee dari blog Bacaan B-Zee punya meme baru yaitu Scene on Three. Apa nih maksudnya? Well, B-zee mengajak kita untuk berbagi scene atau adegan dari suatu buku yang pernah atau mungkin sedang kita baca sekarang, yang kita anggap menarik. Tentunya dilengkapi dengan alasan kenapa kita memilih adegan itu. Uniknya, meme B-zee tidak bersifat weekly or monthly, tapi diposting di tanggal yang mengandung angka 3. Jadi bisa di tanggal 3, 13, 23, 30 atau 31 (ga ada 33 lah pastinya :)) )








So, I do what a blogger do, tertarik ma meme B-Zee dan memutuskan untuk berpartisipasi tentunya. Seharusnya sih saya posting kemaren, tapi berhubung lagi meeting, akhirnya baru sempat sekarang. Saya punya satu adegan dari buku yang sampai sekarang tuh, masih membekas di ingatan saya. Dan buku itu adalah Naked in Death karya J.D.Robb, atau diterjemahkan disini menjadi Telanjang dalam Kematian. The book that start my love for thriller suspense genre and for my numero uno hero, Roarke (ehm!). Karena buku "Telanjang dalam Kematian" milik saya lagi di kampung halaman saya, maka untuk Scene on Three kali ini, saya menyadur dari versi ebooknya saja : 

 Though there were more than a hundred faces, Eve had no trouble picking Roarke out of the crowd. He was alone. There were others lined in the pew with him, but Eve recognized the solitary quality that surrounded him. There could have been ten thousand in the building, and he would have remained aloof from them.
 
 His striking face gave away nothing: no guilt, no grief, no interest. He might have been watching a mildly inferior play. Eve could think of no better description for a funeral.
 
More than one head turned in his direction for a quick study or, in the case of a shapely brunette, a not so subtle flirtation. Roarke responded to both the same way: he ignored them.
 
At first study, she would have judged him as cold, an icy fortress of a man who guarded himself against any and all. But there must have been heat. It took more than discipline and intelligence to rise so high so young. It took ambition, and to Eve’s mind, ambition was a flammable fuel.
 
He looked straight ahead as the dirge swelled, then without warning, he turned his head, looked five pews back across the aisle and directly into Eve’s eyes.
 
 It was surprise that had her fighting not to jolt at that sudden and unexpected punch of power. It was will that kept her from blinking or shifting her gaze. For one humming minute they stared at each other. Then there was movement, and mourners came between them as they left the church.

When Eve stepped into the aisle to search him out again, he was gone.

Adegan di atas adalah pertemuan pertama Eve dan Roarke di gereja, tempat pemakaman seorang cucu senator terkenal, yang kasusnya ditangani oleh Eve. Menurut Eve, Roarke ini adalah salah satu tersangkanya,apalagi sebelum kematian, sang korban bertemu Roarke. Eve awalnya hanya tahu Roarke dari data komputer (btw, ini settingnya di masa depan), dan tentu saja adegan ini cukup krusial bagi perkembangan hubungan Eve dan Roarke ke depannya.

Saya sendiri sangat suka dengan adegan ini, simple but powerful! Eve yang sedang mengamati Roarke, tanpa sepengetahuan pria itu, dan tiba - tiba Roarke berbalik dan menatap Eve. Seolah dia tahu wanita itu ada disana dan mengawasinya. Tidak ada kata - kata yang terucap, tapi saya bisa seolah bisa merasakan tensi yang terjadi antara Eve dan Roarke, seperti yang saya bold dari cukilan adegan di atas. Dimana Eve dan Roarke saling memandang, seakan menilai satu sama lain. Antara seorang polisi dan calon tersangka, orang biasa dan miliuner, wanita dan pria. Inilah titik awal yang nantinya akan membuat Roarke terlibat dalam kehidupan Eve. Dan, seperti yang para pembaca serial In Death tahu, bagaimana akhirnya mereka menikah dan menjadi pasangan yang solid :D.

Pengen ikutan meramaikan meme Scene on Three? Ini dia caranya :

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
 Oh, iya, postingan ini dibuat juga dalam rangka merayakan postingan ke 200 di blog Ren's Little Corner! ^_^ . Hihihi, saya tahu saya ga terlalu rajin, tapi bisa mencapai 200 postingan sebelum anniversary blog yang ke dua itu bener - bener prestasi buat saya. So, I dedicated this 200th post to Scene on Three meme by B-zee. Makasih ya B-Zee sudah membuat meme yang menarik ini :D

5 komentar:

  1. Roarke di buku-buku awal IDS bikin gak bisa tidur. terus kebayang aja cowok-cowok cakep kayak George Clooney gak tau kenapa ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ga suka George Clooney, hobinya ngelajang ma nemplok sana sini sih :))

      Hapus
  2. roarke - yang bikin penasaran gara2 digila2in sama anak BBI terutama ren! adegan ini berkesan banget pastinya ya...apalagi setelah sekian banyaknya buku di serial ini, pertemuan pertama tak terlupakan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. First impression matter, Mbak, hehehe. Adegan ini paling keren pokoknya. Macam curious to each other at the first sight.

      Hapus
  3. wah, percikan2nya udah mulai sejak pertemuan pertama ya. Kutipannya bagus :)
    Makasih Ren udah ikutan dan memposisikan di tempat spesial di postingan ke-200, hehe, semoga bisa segera mencapai postingan ke-300, 400, 500 :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah meninggalkan komen di Ren's Little Corner. Silakan untuk setuju/tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)

Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).

Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.

Terimakasih sudah mau berkunjung! :D


Thanks for commenting on Ren's Little Corner. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.

I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).

Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.

Thank you for your visit! :D.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)