Rabu, 17 September 2014

Review: So I Married a Werewolf oleh Kristin Miller

Judul  : So I Married a Werewolf
Pengarang : Kristin Miller
Bahasa : Inggris
Penerbit : Entangled

Tebal :  260 halaman
Diterbitkan pertama kali :28 July 2014

Format : e-book (by Publisher)
Target Pembaca: Dewasa

Genre : Paranormal Romance
Seri: Seattle Wolf Pack
Buku ke-:3 (Tiga)
Web Pengarang : Click Here 
Buy Links: Kobo, Google Playbooks


Sinopsis :

Carter Griffin, enforcing officer for the Seattle Wolf Pack, has a problem. He's been offered the promotion of his dreams…if he can find a wife to prove he's over his playboy ways. But Carter's already walked the matrimonial road and bought the stinkin' T-shirt. Besides, a werewolf only gets one fated mate. Been there, done that.

All werewolf dog trainer Faith Hamilton wants to do is earn enough green stuff to put her younger brother through college. Okay, okay, so she also totally wants Carter, her sexy next-door neighbor, to look at her as more than a friend. It's too bad size 12 and plain isn't his type. At all.

The two friends strike a deal to help one another out. They must face a variety of challenges from a psycho ex-girlfriend to a Yorkie with a shoe fetish...and that pesky problem of only having one-fated mate in a lifetime. Will a relationship ruin their friendship…or spark a love neither anticipated?

Review

Saya masih mood pararom, jadi mohon maklum jika buku yang saya baca banyakan pararom, hehe. Saya juga banyak banget dikasih ARC (Advanced Reader Copies), baik dari NetGalley maupun Entangled, dan jujur sudah rada burn-out :P. Tapi apa boleh buat, tiap bulan saya selalu diemail Katie Clapsald, orang Entangled yang menawarkan judul - judul buku terbitan Entangled untuk dibaca dan direview, dan selalu ada judul yang saya ingin baca. Oh ya, Entangled ini mirip - mirip Harlequin deh. Jadi mereka ada nerbitin banyak novel romance, tapi ada lini - lini tersendiri yang persis Harlequin. Soal cerita? Yah sebelas dua belas sih :P

Nah, So I Married a Werewolf adalah satu dari banyak judul dari Entangled yang mesti saya review. Dan kayaknya sih, saya ini jadi minoritas kalau baca review - review di Goodreads yang semuanya memuja - muja buku ini :(. Alasan kenapa saya dulu rekues judul ini adalah:
1. Kristin Miller bukan pengarang baru bagi saya, dan saya menikmati karya - karya dia terdahulu yang kebanyakan pararom tapi ringan
2. Temanya. Saya tuh sukaaaa banget sama tema "Friends to Lovers" alias dari sahabat jadi kekasih. It quite romantic! :D

Masalahnya, alasan #2 yang bikin saya jadi ngga bisa menikmati buku ini :(



Saya beneran bete sama karakter hero buku ini. Carter dan Faith emang teman baik sih, TAPI IN NAME ONLY. Itu menurut saya yah, karena saya bisa ngelihat kalau hubungan mereka itu malah destruktif, dengan Faith cuma bisa memendam rasa ma Carter, sementara Carter bolak balik memamerkan hubungan seksualnya dengan pacar (atau mantan pacar) di depan Faith. Apa yang dilakukan Faith? Diem aja, dengerin kayak anak anjing yang setia! X( Padahal jelas banget kalau Faith itu suka sama Carter, tapi si cowok bego itu ga bisa melihatnya. Merasa dirinya menderita karena pasangan hidupnya (yang disebut Luminary) sudah mati dan juga selingkuh. Carter percaya kalau pasangan hidup itu cuma sekali, makanya dia juga semacam ngga menganggap Faith. Yeah, talk about commitment issue there -__-"!

Masalah makin pelik saat Carter meminta Faith buat menikah, karena salah satu faktor agar Carter bisa jadi detektif adalah dia kudu punya pasangan. Sayangnya si Faith mau aja karena:
1. Carter bakalan bantuin Faith buat biayain kuliah adik Faith di Yale (univ terkenal di Amrik sono)
2. Mereka kan TEMAN BAIK.

Tentang "TEMAN BAIK" ini bolak balik disebut di buku ini, bikin saya jadi bete. Apanya sih yang teman baik dari Carter yang bolak -balik nolak perasaan Faith, hanya karena takut diselingkuhin lagi? Belum lagi Carter ini tipe hero yang egois dan brengsek banget! Sudah nolak Faith, eh begitu Faith flirting (cuma flirting!) sama cowok lain, marahnya luar biasa. Kalau saya jadi Faith, itu lamaran pernikahan sudah saya tolak dari dulu deh. Ogah kan makan hati X). Untungnya sih, Faith ini karakter yang gampang disukai dan I can relate to her. Awal - awalnya si Faith ini type cewe yang cuma bisa nerima nasib, tapi  lama - lama rasa percaya dirinya muncul. Oh ya, Faith ini juga blogger yang kerjaannya kayak Cesar Milan, jadi dia adalah dog trainer. Faith-lah alasan saya masih bisa tahan buat nyelesein nih buku (selain karena juga harus direview, hehee XD).

Sayangnya, ceritanya sendiri juga terlalu simple. Emang sih buku ini genrenya pararom, tapi aspek paranormalnya cuma di werewolf aja. Ngga ada tokoh jahat yang pengen bunuh si A, si B atau pengen menguasai dunia. Paling antagonisnya hanya Paisley, mantan Carter yang lalu jadi istri Nate, saingan Carter buat dapatin posisi detektif. Itu juga karakterisasinya tidak dikembangkan dengan baik. Yang bikin saya agak kecewa juga, dinamika kawanan werewolfnya ngga banyak. Walau jadi keuntungan di satu sisi, karena walaupun buku ini bagian dari serial, pembaca ngga perlu baca buku sebelumnya. Jadi lebih kayak stand alone gitu.

Yang suka genre pararom dan cerita yang ringan, bisa sih mencoba baca So I Married a Werewolf. Cuma, kalau kamu ngga suka dengan hero yang menyebalkan plus brengsek, siap - siap aja buat nampol si Carter, hihihi ;D

Is it worthy to buy the ebook?
Dengan harga 4,39 dollar dan cerita yang biasa aja (alias ga memorable) mending nunggu salenya. Atau donlod :P

Story & Sensuality Rate

Rating saya untuk So I Married a Werewolf ini adalah:

 

Dan kadar sensualitasnya adalah: 


Berhubung saya bete banget sama si Carter, jadi ga bisa menghayati sexy times di buku ini deh, hahahaha! XD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)