Rabu, 13 Januari 2016

Let's Meet Vatthra, My New Kobo Aura

Akhirnya, setelah saya janji - janji buat ngereview ebook reader baru saya, baru bisa kesampaian hari ini ^^. Nah, postingan ini akan panjang dan juga banyak gambar, tapi saya emang ingin mereview Kobo Aura saya yang baru dengan seksama sehingga bisa kasih gambaran buat yang misalnya berminat ingin membeli e-book reader.

Let's take back to November 2015. 

Jadi, saya kan aktif diskusi di thread  Pembahasan Lengkap Ebook Reader di Goodreads Indonesia. Awalnya, saya emang masih keukeuh baca di Tab, mengingat saya bisa install aplikasi Moon Reader untuk epub, Kindle for Samsung untuk kindle, dan juga I-Jak untuk meminjam buku lokal/terjemahan. Kenyataannya? Tab saya malah kepake buat main game terus - terusan dan baterenya drop bangeeet kalau dipake membaca. Sampai kemudian ada yang komen kalau di Bukalapak ada jualan e-reader, yaitu Kobo Aura yang cukup murmer. 


Saya sendiri emang suka browse site Tokoebookreader atau nengririen, tapi harga yang mereka tawarkan cukup bikin saya cenut - cenut dan berpikir sangat kerassss untuk beli. Mungkin ini takdir, mungkin ini keajaiban alam (jadi ingat sontrek Sailor Moon), tapi melihat link di Bukalapak saya jadi panas dingin dan bimbang untuk beli atau tidak. Setelah berdiskusi dengan teman di FB yang punya Kobo juga, yaitu Elle dari blog In Lust With Book, dia mengatakan untuk beli saja karena harganya memang jatuh. Saya sendiri konfirmasi langsung ke penjual di Bukalapak, kenapa harganya bisa murah jika dibandingkan dengan dua site yang saya sebut diatas. Ternyata memang bener harga Kobo Aura sedang turun, karena kabarnya produksinya dihentikan dan akan diganti dengan Kobo Aura H2O. 

Akhirnya, pas dengan pengumuman di kantor yang cukup bikin saya gembira, saya memutuskan untuk menghadiahi diri saya sendiri dengan memesan Kobo Aura ini di Bukalapak. Harganya sendiri memang cukup bersahabat, yaitu sekitar + 2 jt rupiah. Mungkin, kalau saya beli via e-bay atau titip teman, atau beli di toko online luar lebih murah lagi. Tapi saya tidak ingin pake CC (walau punya) dan juga paypal saya baru dihack, jadi ini memang sudah takdir buat saya untuk bertemu dengan Kobo Aura >_<. Tak butuh waktu lama, akhirnya Kobo Aura datang, dan satpam sampai minta KTP saya untuk tanda bukti. Yah, saya sih maklum saja karena barang panas XD. Pas saya terima, cukup kaget lihat packagenya:


Tidak adanya alat buat membuka kayu packagenya, saya sampai turun lagi dan minta tolong satpam untuk membuka XD. Ternyata, isinya sih aslinya ini aja :P:


Taraaaa XD: 


Pas saya buka kardusnya, ternyata low battery -__-":


Terus gimana charge baterainya? Itu gampang, karena Kobo ini dilengkapi dengan kabel USB yang bisa disambung ke PC/laptop untuk charge. User juga bisa nyolokin kabel usb ini ke adaptor hape yang dimiliki untuk charge. Jadi masalah baterai pun terselesaikan :D. Oh ya, kabel USB Kobo selain untuk charge juga untuk mengisi ebook ke dalam e-reader. Tapi dibahas nanti saja ya. Setelah saya colok, muncul  seperti ini:


Oke, tulisannya memang ngga jelas, tapi ini adalah list petunjuk bahasa yang akan digunakan. Sebelum Kobo siap tempur, saya harus mengkonfigurasinya terlebih dahulu. Konfigurasi ini bisa memakai Wi-Fi. Tapi saya frustasi karena koneksi yang tidak bersahabat. Sesama BBI-ers yang memakai Kobo yaitu Mide, menyarankan kepada saya untuk mengkonfigurasi via PC, karena jika memakai Wi-Fi akan membebani daya Kobo. Akhirnya saya pun harus bersusah - susah dulu untuk install aplikasi Kobo di PC via web Kobo. Tidak lama sih, cuma cukup bikin saya makin ngga sabar. Setelah aplikasi terinstall, saya menghubungkan Kobo ke PC dan mulai syncronize. Kebetulan saya sudah punya beberapa e-book di akun Kobo, jadi saat sinkronisasi ini e-book yang ada library akun Kobo otomatis masuk ke e-reader. Oh ya, pastikan juga punya akun Kobo sebelum sinkronisasi. Kalau ngga punya, tinggal sign - in aja. Caranya cukup mudah kok :D.

Proses diatas memakan waktu hampir sejam, mengingat koneksi yang acakadut. Tapi saya senang karena si Kobo sudah bisa dipakai :3. Nah foto - foto di bawah ini diambil barusan, jadi isinya emang sudah banyak. Tapi saya akan jelasin masing - masing ya :D. Oh ya, saya akan refer ke Kobo saya sebagai Vatthra. Mungkin ini cheesy, tapi pengguna e-reader banyak yang menamai reader mereka, jadi kenapa saya ngga? XD

Ini adalah penampilan dari monitor Vatthra yang sudah diisi e-book:


Eniwei, kapasitas storage Kobo sendiri ada 4 GB. Cukup besar sebenarnya, tapi kalau file - file e-book dan manga yang kamu punya gede - gede, ada slot untuk external memory card sampai dengan 32 GB. Untuk format, Kobo bisa membaca format ePub, MOBI, PDF, Adobe DRM, RTF, HTML, TXT, Comic Book Archive file, JPEG, PNG, BMP, GIF, dan TIFF ;hanya saja tidak ada fitur PDF re-flow di Kobo (sama juga kayak di Kindle) yang bisa menyesuaikan size file pdf yang dimiliki agar lebih enak dibaca.

Nah, kalau screennya di-touch akan muncul menu home. Di home ini ada option - option seperti di gambar ini:


dimana saya bisa menyesuaikan cahayanya, lalu tahu baterai tinggal sisa berapa, mengaktifkan Wi-Fi dan juga sinkronisasi. Sinkronisasi disini biasanya untuk update software Vatthra. Eniwei, baterainya emang awet ya. Sudah 1,5 bulan sejak saya membeli Vatthra, dan baterainya masih sisa segini. Untuk waktu baca selama 2-3 jam, baterainya memang berkurangnya hanya sedikit. Dengan catatan, Wi-Finya di-disable dan brightnessnya jangan 100%. Eh, kalau segitu ya silau banget dong XD.

Pada bagian paling bawah di screen juga ada opsi library, bookstore dan extras. Untuk library, ini adalah opsi dimana kita bisa mengatur e-book yang dimiliki. Selain itu kita juga bisa mengkategorikan e-book yang kita miliki dalam satu koleksi. Karena saya orangnya lumayan organized, feature ini ngebantu saya dalam memilah - milah e-book per genre, lalu memisahkan mana e-book yang saya beli dari situs Kobo, mana yang free dan mana yang "donlodan" :P.  Memasukkan e-book ke dalam koleksi juga cukup mudah. Tinggal tekan sedikit lama judulnya, nanti akan muncul opsi masukkan ke koleksi dan remove.

Penampakan librarynya sendiri seperti ini, yang bisa dibuat dalam dua mode, yaitu cover mode


, dan list mode:


Untuk list ini juga bisa dimodif sesuka hati lho. Bisa ditampakkan hanya e-book yang sedang dibaca atau yang belum dibaca. Bisa juga disortir sesuai dengan tanggal masuknya atau judul, author, besar file dan sebagainya. 

Opsi bookstore sendiri ada jika saya ingin membeli e-book. Disinilah enaknya Kobo, tanpa harus ganti alamat ke US address, saya bisa beli e-book apapun termasuk yang self-published. Tentunya untuk mengakses dibutuhkan Wi-Fi dan sebelumnya sudah punya akun Kobo. Selain itu ada fitur related reading dan juga wishlist yang masih belum saya eksplore lebih lanjut. Opsi extras sendiri lebih berupa tidbit, seperti statistik membaca saya, berapa jumlah buku yang dibaca, speed reading dll. Lucunya, Kobo juga punya badge - badge macam Foursquare dalam opsi Awards yang akan terbuka ketika saya mencapai milestone tertentu.

Penasaran sama gimana rupa e-book kalau dibaca pake Vatthra? Ini dia:


Jika screennya diketuk, maka akan muncul opsi Home di baris atas dan opsi Books di baris bawah. Opsi Home sudah saya jelaskan ya sebelumnya, nah untuk opsi Books ini yang berguna untuk user. Saya bisa menentukan font apa yang dipakai, size, margin dan lain sebagainya dengan menekan opsi Aa. Panah dua arah sendiri artinya fitur konten, jika disentuh akan memberikan informasi berapa chapter/bagian yang dimiliki. Bagian barchart menunjukkan statistik saya dalam membaca, sementara ikon di sebelahnya adalah judul - judul apa saja yang memiliki genre sama dengan e-book yang dibaca. Fitur ini juga otomatis ada, sehingga tidak butuh Wi-Fi untuk mengaktifkannya. Opsi paling kanan bisa di-touch jika saya ingin menambahkan bookmarks, mencari kata tertentu dalam e-book yang dibaca, mencari arti kata dalam Dictionary (dalam bahasa Inggris ya tetep, bukan dalam bahasa Indonesia, hehe), dan juga menulis review setelah selesai. Untuk menulis review ini, mesti nyambung ke Wi-Fi jika ingin mengepost review kita ke situs Kobo. Saya sih berharap semoga suatu saat ada fitur dimana review yang saya tulis bisa otomatis terposting di Goodreads. Selain itu ada settings, dimana saya bisa mengatur - atur lagi screen saat membaca. Memang bagian utak atik ini sangat menyenangkan :D. 

Saya sampai lupa, karena memakai e-ink, maka semua halamannya tidak ada yang berwarna! Semuanya abu - abu atau hitam/putih. Bagi saya sih, ini tidak masalah aslinya, karena toh cuma cover yang berwarna saja dan saya bisa lihat warna aslinya di situs manapun. Untuk manga, karena hitam putih, maka juga tidak masalah. Mungkin jadi agak ngga biasa kalau baca graphic novel yang semuanya full color.

Terus, kalau misal lagi istirahat membaca gimana? Saya tinggal menarik sedikit tombol power di bagian paling atas sebelah kanan Vatthra untuk membuatnya dalam mode sleeping. Nantinya akan muncul seperti ini:


Jika saya tidak ingin membaca dalam waktu lama, maka saya tinggal mematikan saja dengan melakukan hal yang sama untuk mode sleeping, namun ditarik agak sedikit lama hingga muncul seperti ini dalam layar:


Nah, Vattra sendiri sangat tipis dan juga ringan. Bahkan lebih ringan ketimbang hape saya. Karena itu sebelum ada case-nya, saya selalu menenteng Vatthra kemana saja pake kardusnya :P. Untunglah di Facebook, saya melihat salah satu member BBI, teh Annisa Anggiana yang akrab dipanggil teh Icha ternyata melayani pembuatan cover case e-book reader. Ngga butuh waktu lama untuk saya buat menghubungi teh Icha dan taraaa...ini dia cover case buat Vatthra XD:

Tampak depan
 
Jika cover case dibuka

Bisa dilipat juga lho :)

Bahan cover casenya sendiri dari kain yang lembut dan motifnya bisa request ke teh Icha. Harganya juga sangat bersahabat dengan kantong,plus selama ini Vatthra saya bawa kemana - mana juga aman - aman saja, tidak tergores sama sekali. Yang minat bisa hubungi teh Icha di IG-nya yang namanya The Geekery Shop yaa :D #friendlypromotion :P.

Dalam diskusi manapun, saya sering melihat lebih baik mana, Kobo, Kindle, Nook atau Tab saja? Jawaban sok wise saya sih, sesuaikan saja dengan kebutuhan. Walaupun banyak teman saya yang memakai Kindle, saya sendiri memang memilih Kobo karena:
1. Format e-book yang saya punya mayoritas adalah epub
2. Saya tidak perlu susah payah mengganti alamat ke US address untuk membeli e-book di Kobo. Memang sih, untuk Amazon sendiri sekarang beberapa e-booknya sudah bisa dibeli tanpa harus punya alamat US. Namun, karena saya juga suka beli yang self-published, maka Kobo adalah pilihan terbaik saat ini.
3. Bisa memakai CC Indonesia dan juga aman. Dulunya juga bisa pakai paypal, namun sepertinya sekarang opsi ini dihilangkan.

Kekurangannya sih ya....giftcard Kobo masih saja tidak tersedia buat di luar US/Canada hahaha. Sama memang ada judul yang di Amazon ada, tapi di Kobo tidak ada. Bahkan ada beberapa judul yang diset US only! Overall, saya puas dengan Vatthra ini. Waktu disentuh emang ada sedikit blink, tapi tidak sampai mengganggu kenikmatan baca. Selain itu juga ringan dan bahkan bisa saya baca kalau lagi di pesawat XD. Bukannya saya sudah meninggalkan buku fisik ya (hey, saya ada Project Baca Buku Cetak lho >:D), tapi dengan adanya Vatthra, saya berharap reading slump saya sembuh. Sudah sembuhkah? Belum sih, tapi minimal saya jadi bisa baca di kantor tanpa was - was :P.

Untuk review tentang varian e-reader Kobo, bisa mengecek review Rhein Fathia untuk Kobo Glo.

Untuk tipsnya, bisa baca - baca di link ini.

Semoga postingan saya membantu untuk sesama e-reader user atau bisa menghilangkan kegalauan kamu yang ingin beli e-reader. Kalau emang butuh buat baca saja, ya e-reader adalah pilihan yang tepat plus harga bersahabat untuk beberapa jenis e-reader seperti Kindle Paperwhite, Kobo Glo atau Aura. Kalau ditanya mending Kobo atau Kindle, saya akan katakan lagi "belilah sesuai kebutuhan teman - teman" :P. Kalau mau dibuat mainan juga, ya belilah Tab, hehe. Tapi entar jatuhnya malah dibikin ngegame terus, kayak punya saya :P.

Silakan ya jika ada pertanyaan atau komentar. I will gladly reply them all :)

15 komentar:

  1. Duh, jadi tambah pengen Mbak, aq bukan pembaca ebook sih tapi dengan kondisi pas baby bobok kan gak myngkin nyalain lampu buat baca hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah bisa tuh. Apalagi untuk e-reader ini brightnessnya bisa disesuaikan, jadi tidak terlalu terang cahayanya.

      Hapus
  2. Aku juga jadi pengin punya Kobo, deh. Soalnya yg paling utama ya gegara format ebook nya sangat sangat compatible; bisa macem-macem. Kindle kan cuma bisa mobi aja. Huhuhu. Review-nyah tsakeup, kakak! Asik juga dapet crate alias kotak kayu. :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu kotak kayunya cuma buat package aja, soalnya aku pesannya jangan dibanting :P. Malah jadi susah sendiri, hahaha.

      Yah, Amazon menang deal aja sih, tapi bukan berarti Kobo g ada dealnya juga. Malah enaknya yang free di Amazon tapi ga bisa didonlod karena selfpub, di Kobo bisa :)

      Hapus
  3. Aku masih tetap setia baca ebook atau komik di Note 8, meski baterenya emang sudah rada ngedrop dan yang namanya samsung lama-lama mulai suka ngehang.

    Lebih suka lihat cover buku yang berwarna, dan kalo baca komik amerika yang memang berwarna semua dari depan sampai belakang pasti bakal kurang sip kalau pakai e-reader hitam putih :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat baca komik yang full colorful emang ga enak kalau pake e-reader biasa Mba Treez, hahahaha XD

      Hapus
  4. Hi Ren, kmrn sblm beli Kindle, sempet pengen Aura H2O, tapi setelah menimbang2, dan kebanyakan bukuku format mobi, jadilah beli kindle paperwhite 2nd gen. Sampai saat iniasih tetap jatuh cinta sama Kindle ku si Lord Ian Mackenzie. :)
    Emang cinta ga bisa di paksa ya...enjoy your Kobo, Ren !

    (Mbak Lely)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dinamain Ian :)....sama - sama Mba Lely, terimakasih sudah mampir

      Hapus
  5. Waduh, Aura H20 jd berapa ya :| aku mau beli kobo, tp sering dapet versi Kindle akhirnya bingung mau beli yg mana. Tabku jarang dipake ngegame sih, jd aku aman aja pake tab sampe skrg. Reviewnya bagus deh Mbak, haha, jd pengen punya sendiri xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk yang Aura biasa emang lagi turun harganya Nin, jadi masih affordable. Bisa juga beli yang Kobo Touch, bisa lebih murah lagi

      Hapus
  6. Wah asyik nya bisa nambah external memory mba.... Bisa muat banyakkk \(>o<)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ini yang bikin seneng XD. Kindle ga ada emangnya ya Mai?

      Hapus
  7. Huhuhu, pengen... Keren repiumu, Ren. Jelas and detail. Btw, kalo ga suka nge-game, pake tab doang sebenernya sama aja kan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, pake tab aja juga gapapa :). Aku juga masih baca di tab kok, tapi untuk aplikasi I-Jak. Kalau yang bahasa Inggris, semua ebooknya sudah duduk manis di Vatthra :-)

      Hapus
  8. Menggoda banget huhu jadi pengin nih

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)