Rabu, 31 Oktober 2012

Review : Kiss of Steel oleh Bec McMaster

Judul : Kiss of Steel
Pengarang : Bec McMaster
Penerbit : Sourcebooks
Tebal :  433 halaman
Diterbitkan pertama kali : September 2012
Format : Mass Market Paperback
Target : Dewasa
Genre : Steampunk Historical Paranormal Romance
Bahasa : Inggris
 
Seri : London Steampunk
Buku ke- : 1 (satu)
Status : Punya sendiri

Web Pengarang
 Order di : Bookdepository
English Review at Goodreads :
click here


Sinopsis


He craves her like no other...

Honoria Todd has no choice. Only in the dreaded Whitechapel district can she escape the long reach of the Duke of Vickers. But seeking refuge there will put her straight into the hands of Blade, legendary master of the rookeries. No one would dare cross him, but what price would he demand to keep her safe?

Ever since Vickers infected him with the craving, Blade has been quicker, stronger, almost immortal—and terrified of losing control of the monster within. Honoria could be his perfect revenge against the duke…or the salvation he never dared to dream of.

Review


Mungkin waktu lihat jenis genrenya, banyak yang tertegun. Steampunk plus historical romance plus paranormal romance. Wow ada tiga genre sekaligus! Kenapa saya ga kategorikan buku ini ke salah satu genre? Karena di dalamnya ada ketiga element itu, ada aspek steampunk, ada element paranormal dan juga terjadi di era pemerintahan Ratu Victoria yang membuatnya jadi historical romance. Saya sih sudah sering baca buku dengan gabungan tiga genre ini, tapi Kiss of Steel ini di luar dugaan saya ternyata sangat bagus. Yuk, mari saya ceritakan kayak gimana ceritanya.

London, pertengahan abad 18. Alih-alih London yang kita kenal, London di Kiss of Steel bagaikan berada di dunia alternatif. Ratu Inggris pada saat itu bukan Ratu Victoria, melainkan Alexandra. Inggris dipimpin oleh 7 Bangsawan Tinggi, kalangan bangsawan disana dikenal dengan nama Echelon. Walaupun Alexandra adalah ratu, pemimpin Inggris sebenarnya adalah sang Pangeran, suami Ratu Alexandra. Yang membedakan kaum bangsawan Echelon dengan rakyat biasa adalah, bahwa mereka terinfeksi sesuatu virus yang membuat mereka kuat (nyaris mendekati immortal) tapi harus minum darah. Mereka ini disebut dengan blue bloods. Kaum biasa menjadi donor darah bagi mereka, baik sukarela maupun paksaan. Disinilah cerita Honoria Todd bermula.

Honoria awalnya adalah seorang ilmuwan yang membantu ayahnya meneliti vaksin untuk mengatasi virus dalam diri Blue Blood meningkat dan membuat mereka memasuki fase The Fade dan menjadi makhluk paling dibenci di London, yaitu vampire. Sayangnya Duke of Vickers, sponsor Artemus, ayah Honoria menyerang keluarga Todd dan mengakibatkan Honoria harus pergi dari mansion Vickers bersama kedua adiknya Lena dan Charlie. Honoria lalu pergi ke Whitechapel, kawasan kumuh London yang berbahaya. Dia lalu memutuskan selain mengajar tata krama pada gadis - gadis bangsawan, Honoria ingin meminta perlindungan pemimpin Whitechapel yang dijuluki The Devil of Whitechapel. Sang pemimpin yang hanya dikenal dengan satu nama yaitu Blade, menyanggupi permintaan Honoria. Dengan imbalan Honoria harus menjadi thrall atau donor darah bagi Blade yang ternyata adalah salah satu dari blue bloods. Honoria sendiri meminta waktu, dan Blade yang tertarik pada gadis itu menyanggupi untuk melindunginya walau Honoria belum menyetujui permintaannya.

Situasi semakin pelik karena adik Honoria, Charlie, terinfeksi virus yang akan membuatnya menjadi blue bloods dan meminum darah. Belum lagi Honoria lalu dipecat karena ketahuan memalsukan identitas. Whitechapel sendiri dalam keadaan siaga karena adanya serangan vampir tak dikenal. Honoria yang putus asa karena hidup dalam kemiskinan dan ketidak pastian meminta bantuan pada saudara tirinya, Leo Barrons yang seorang blue blood. Tapi malah ditolak karena Leo tidak mau membuat posisinya sebagai pewaris menjadi sulit di kalangan Echelon. Honoria akhirnya menelan semua kebanggaannya dan menerima tawaran Blade menjadi thrall. Tidak butuh waktu lama sampai Honoria juga tertarik pada Blade yang tampan dan berambut pirang nyaris putih, tapi kebenciannya pada blue bloods membuatnya menolak Blade terus - terusan. 

Blade sendiri selain berusaha memenangkan hati Honoria, dia juga harus menjaga keamanan Whitechapel dengan berburu vampir. Dibantu dengan anak buahnya, Will Carver sang verwulfen (bahasa Jerman untuk werewolf) dan juga Leo Barrons yang sempat dicemburuinya, Blade berhasil menyudutkan sang vampire dan menyadari kalau vampir itu mengincar Honoria. Di satu sisi Honoria berusaha meneruskan usaha ayahnya untuk menemukan vaksin, tapi Charlie keburu menjadi blue blood. Musuh Honoria, Duke of Vickers juga tidak lelah memburunya, apalagi ternyata Vickers punya masa lalu kelam dengan Blade. Dimana Vickers yang membuat Blade yang rakyat jelata menjadi blue bloods dengan mengorbankan adik Blade karena menurut Vickers itu adalah hiburan baginya. Dan saat Vickers berhasil menculik Honoria, Blade harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya. Yang disadarinya sebagai penyelamat dirinya agar Blade tidak jatuh ke dalam kegelapan dan menjadi monster.

Kiss of Steel mempunyai awal yang agak lambat, dan saya belum begitu tertarik bacanya. Alurnya sendiri menjadi cepat setelah beberapa bab, dan banyak action yang membuat saya ga berhenti baca. Dari segi dunia, dunia di buku ini sangat unik. Makhluk supernatural di Kiss of Steel so far ada dua, blue bloods yang punya karakter mirip vampir dan verwulfen atau manusia serigala. Di sini vampir berbeda, karena mereka dijangkiti virus yang membuat mereka harus minum darah, dan bahkan kaum blood membenci vampir. Karena vampir dianggap mereka adalah makhluk rendah yang hanya bergantung pada insting membunuh. Element steampunknya sendiri tidak begitu banyak, hanya ada tokoh yang mempunyai tangan dari mesin, mobil (atau cab) sebagai alat transportasi dan pasukan mesin. Tidak ada istilah steampunk yang aneh - aneh, yang bikin saya kurang suka sama genre ini. Selain itu diceritakan juga awal mula blue bloods tercipta, yang ternyata berawal dari benua Asia! Hmmm, kalau sesuatu yang mistis tapi mengerikan pasti selalu dari benua kita ini ya.

Dari segi karakter, saya lebih menyukai Blade daripada Honoria. Bukan karena saya cewek lalu lebih suka heronya (yah itu cuma salah satunya :p), tapi bagi saya Honoria ini kadang menyebalkan. Oke, dia adalah anak pertama, tapi bukan berarti semua beban harus ditanggung oleh Honoria. Dia memang diminta oleh ayahnya untuk melindungi kedua adiknya, tapi Honoria lupa untuk membagi beban itu dan memilih untuk menanggungnya sendiri. Selain itu kebenciannya pada blue bloods juga membuatnya menolak Blade. Bisa dimaklumi, tapi Blade sendiri menolong Honoria disamping karena dia tertarik pada Honoria, Blade tulus melakukannya. Untungnya Honoria punya Lena, sang adik perempuan yang mengingatkannya dan membuat Honoria akhirnya mau membuka hatinya.

Bicara tentang Blade, saya suka sama tipe hero kayak dia. Blade yang sepanjang buku berbicara dengan aksen cockney (aksen penduduk London Timur. Dipakai oleh kalangan bawah) yang sulit saya cerna, sangat arogan. Tapi dia peduli pada anak buahnya, peduli pada kawasan Whitechapel. Blade sendiri memiliki masa lalu pahit dimana dia yang manusia biasa dipaksa menjadi blue bloods, padahal yang boleh jadi blue bloods hanya bangsawan. Dan alasan dia berubah hanya karena ambisi sakit Vickers, musuh bebuyutannya. Blade tak kuasa menahan kegelapan dalam dirinya, dan berpotensi menjadi vampir. Kehadiran Honorialah yang mampu membuat dirinya bertahan hidup. 

Bicara tentang adegan intim, di luar itu adegan saat Blade minum darah sendiri sangat sensual dan bikin saya panas dingin :)). Ada adegan dimana Blade terluka parah dan butuh darah secepatnya. Saat itu anak buah Blade, Will menawarinya darah. Dan saya cukup kipas - kipas baca Blade yang meminum darah Will, karena efek yang ditimbulkannya pada Will. Yah, tapi ini bukan gay-lit kok, karena Blade masih suka cewek :p. Adegan minum darah yang lebih "panas" lagi adalah saat Honoria akhirnya menjadi trall Blade. Saya bilang tentang ikat- mengikat (alias bondage) dan kemauan Honoria agar Blade menghisap darahnya di arteri femoral yang dekat paha. Apa yang terjadi setelah itu, bikin saya kipas - kipas deh X).

Kiss of Steel adalah karya debut Bec McMaster yang adalah pengarang Australia (setidaknya dia bermukim di Benua Selatan itu) So far, saya suka sama pengarang - pengarang dari benua ini, karena begitu kayanya imajinasi mereka. Dulu saya beli buku ini yah, karena covernya. Tahu lah saya kan fansnya Paul Marron gitu. Jadi buku yang ada dia saya beli, walau ga semuanya. Saya beli juga karena genrenya ada paranormal dan review beberapa orang bagus. Dan saya ga nyesel tuh beli ini, emang bagus sih ceritanya! Bagi yang menyukai paranormal romance yang bersetting historikal dan tidak terlalu berat element steampunknya, Kiss of Steel bisa jadi pilihan untuk bacaan kamu :).

Rating Cerita



Sensualitas

Selain adegan meminum darah yang sangat intim dan sensual, tentu ada beberapa adegan olahraga tempat tidur (hmmm, istilah saya nih ;) ). Yang menurut saya sih cukup "panas" dan bikin kipas - kipas :))

11 komentar:

  1. huahahahha, olahraga di ranjang nya kipas-kipas yah. baiklahhh. buku udah di tangan, tinggal masuk daftar antri. buahahahha.
    makasihh review nya non :*

    BalasHapus
  2. ahahaha suka sama istilah 'adegan olahraga tempat tidur' yg dibuat mba ren XD

    BalasHapus
  3. sesungguhnya saya masih bingung dengan istilah "alur menjadi cepat" hihihi
    baca review ini jg bikin kipas-kipas..
    *AC mati*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehhhh.. itu maksudnya, pace ceritanya yang cepet. Kecepatan alur, atau apa yah, bahasa Indonesianya? Bingung deh, hihihihi X)

      Hapus
  4. wuaaah, panas euy! pake ac ren, ga usah kipas2, wkwk..

    aku kayanya belom pernah baca steampunk deh. atau udah ya, tapi ga kenal genrenya? ga ngerti deh.

    ternyata, bagus juga ya, cerita novel ini. tadinya aku justru kurang tertarik sama covernya lho Ren diluar sosok Paul sih). heheh..

    oiya, kenapa werewolf disini menggunakan istilah dl bahasa jerman, verwulfen? penulisnya orang jerman yg tinggal di australia, kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya tadi udah mau hapusin komennya, malah kehapus komen Liz yang bilang maaf udah komen 3 kali itu -__-"

      Steampunk itu benernya di era Victorian terjadinya, cuma dia lebih menekannya penceritaan di penemuan saat itu yang masuk era industri, semacam balon udara, mobil, dll. Steam itu artinya kan uap :). Bedanya sama HR biasa yang sama2 di era Victorian cuma itu aja, kalau HR biasa yah yang dansa2 atau konflik bangsawan aja.

      Ditulis verwulfen soalnya werewolf aslinya dari Jerman.

      Hapus
  5. eh, jadi di sini vampir sama manusia bikin ikatan semacam master-servant gitu yah? (nyambung gak aku). Pengen buku ini deh

    BalasHapus
  6. hoo... ini kelihatannya menarik yah :D

    Jujur untuk steampunk, saya kayaknya belum pernah baca satu pun buku genre tsb. Buku ini masukin daftar to-read ah :D

    BalasHapus
  7. Dari review yang kak Ren buat, aku jadi tertarik banget untuk ngebacanya. Sayang gak punya bukunya.
    Aku juga senang ngebaca buku yang bergenre seperti ini. Lebih seru aja.. :)

    BalasHapus
  8. Steampunk biasanya sdh cukup kompleks, ini di-mixed lagi dengan paranormal :D seperti penulisnya mau buat urban fantasy romance ya. Dia juga mencampur historis dari England dgn Jerman ya. Ini berseri-kah, kelihatannya lumayan menarik jika karakter-karakternya dikembangkan lagi. Apalagi ada bumbu 'spicy' yang bisa bikin 'kipas-kipas' lagi ... untung sekarang sudah mulai musim hujan Ren, jadi bahaya kebakaran atau 'spontanious-combusted' tidak akan terjadi :D

    BalasHapus
  9. xixiixi harus ketawa dulu waktu liat covernya, tapi yang menarik pertama kali adalah judulnya :D ciuman terselubung :p genre ini belum pernah makanya penasaran banget, coba-coba deh Kak masuk wishlist :D

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)