Selasa, 06 November 2012

Opini : Buku Impor atau Terjemahan? (plus giveaway! )

Sebelumnya, ayo jujur, berapa orang disini yang ga sabar baca kelanjutan buku yang asyik banget tapi buku terjemahannya ga keluar - keluar dan malah milih baca versi aslinya? (dalam bahasa Inggris). Saya yakin lumayan banyak yah, terutama kalau bukunya keren - keren macam serinya Percy Jackson atau Nicholas Flamel. Belum lagi yang suka baca romance, saya rasa pasti yang sudah baca Fifty Shades of Grey jelas baca versi aslinya, karena yah, versi terjemahannya kan belum terbit gitu :)). Atau kayak saya yang ga sabar sama GPU yang lama banget nerbitin seri In Deathnya J.D.Robb, akhirnya mutusin buat baca versi ebook dan bahkan beli edisi sekennya yang sudah sampai no 36 sementara terjemahan masih di no 14. Ibarat kayak si A masih di Surabaya, saya udah di Jakarta :)).

Semakin mudahnya orang membeli buku impor (via bookdepository atau yes24. BTW, saya ga promosi loh, tapi saya lebih suka bookdepo karena lengkap) dan gampangnya donlod ebook di dunia maya (hayuh, ngaku semua kalian para pengumpul ebook! :)) ) membuat orang lebih memilih baca versi aslinya karena tidak sabar membaca edisi terjemahan yang tidak keluar - keluar. Ada juga yang kayak saya ini, walau edisi terjemahan sudah keluar tapi lebih memilih baca edisi asli karena ga puas sama terjemahan atau bahkan kalau covernya jelek saya ogah beli. Saya kan emang penggemar cover :p. Ada juga yang dengan sabar menunggu edisi terjemahan, dikarenakan tidak bisa baca dalam bahasa Inggris.

Awal saya membaca buku dalam edisi asli, adalah saat Harry Potter and the Deathly Hallows keluar. Dan saya langsung nyerah aja bacanya, secara saya ga biasa baca buku dalam bahasa Inggris (disingkat buku Eng) dan tahu sendiri kan Inggrisnya tante Rowling sulit dimengerti (atau hanya saya aja yang mikir gitu?). Saya mulai aktif baca buku Eng karena ga sabar sama GPU yang lelet dalam ngeluarin novel Harlequin Nocturne. Waktu itu awal tahun 2010, saya lagi terkapar gara - gara kecelakaan, dan sejak saat itu dimulailah reading habit saya dalam membaca buku Eng. Dari browsing internet itulah saya jadi kenal pengarang - pengarang macam Kresley Cole, Gena Showalter, J.R.Ward, Nalini Singh dan lain - lain. Di saat pembaca Indonesia lagi demam Lords of The Underworld sama Black Dagger Brotherhood, saya sih sudah loncat ke seri lainnya, hehehe. Ketidak sabaran saya juga membuat saya baca buku - bukunya Linda Howard dan Nora Roberts yang ga terbit - terbit disini. Jadi waktu terjemahannya akhirnya terbit, saya cuma bisa senyum - senyum aja :)).

Nyatanya, kebiasaan baca buku Eng ini cukup bikin saya "roaming" pas kembali baca buku terjemahan. Apalagi yang sudah saya baca edisi Engnya. Saya masih ingat waktu baca buku "Heart of the Dragon"nya Gena Showalter dan "Loyalty in Death"nya J.D.Robb. Rasanya kayak saya berusaha nerjemahin kata - kata dalam bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Mungkin saya agak berlebihan, tapi itulah yang terjadi. Walau akhirnya setelah itu saya jadi terbiasa baca baik buku Eng maupun terjemahan, sampai sekarang :D. Banyak yang nanya sama saya, kenapa saya bisa ahli gitu baca buku Eng dan gimana caranya biar bisa baca. Jujur, saya dulu juga sering buka kamus, dan pakai insting. Aneh memang, tapi kalau anda sudah terbiasa baca buku Eng dalam jumlah banyak dan waktu yang lama, maka lama - lama akan terbiasa. Tidak butuh kamus dan sudah ngerti maksud ceritanya. Walau kalau disuruh nerjemahin dari Inggris ke Indonesia, itu sih lain cerita.

Saya sendiri juga punya semacam "reading policy". Dimana jika saya tahu suatu buku akan diterjemahkan di sini, saya ga akan baca edisi Engnya. Dan jika saya sudah baca edisi Engnya, saya ga akan baca edisi terjemahannya. Mungkin bagi orang ini aneh, tapi karena saya dulu pernah jadi penerjemah freelance (walau cuma 1 buku doang), saya tahu betapa sulit dan lamanya proses penerjemahan dan pengeditan, jadi saya memilih menunggu. Sementara saya ga mau baca edisi terjemahan untuk buku yang sudah saya baca edisi aslinya, karena masalah "roaming" itu. Feelnya bakalan beda. Percaya deh.

Karena ada tulisan giveaway di judul postingan ini, seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya postingan opini ini adalah bagian dari Giveaway Mingguan. Saya akan memberikan 1 (satu) buku pilihan sebesar IDR 75000. Loh, kok dikit Ren? Kan giveaway utama saya masih jalan! >:)). Mau dapat hadiahnya? Ini syarat - syaratnya :

1. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar :

"Lebih memilih yang mana, baca buku terjemahan atau versi aslinya? Dan apa alasannya?"

2. Tulis alamat email di bawah jawaban. Ini penting, karena saya akan menghubungi pemenang via email. Bukan Twitter atau FBnya. Tulis juga nama id kamu, jika pakai pilihan "anonim".

3. Boleh share giveaway ini. Dan jangan lupa share linknya. Ini optional, tidak harus dilakukan :)

4. Giveaway berlaku hanya seminggu. Mulai tanggal 6-13 November 2012. Pemenang akan diumumkan di postingan Giveaway Mingguan selanjutnya. Pemenang akan diundi secara random.



Ditunggu partisipasi dan juga opininya ya :D

Source pic : Click here
Book cover : Goodreads

80 komentar:

  1. klo boleh jujur, lebih milih terjemahan, karena vocab bahasa inggrisku masih kurang jadi klo baca versi asli kadang bingung ini artinya apa :)

    email : caramellicious03 (at) gmail (dot) com
    link share via twitter : https://twitter.com/imellicious/status/265681990999736320

    BalasHapus
  2. Aku pilih versi asli. Karena, membaca versi asli berarti kita akan mendapatkan "rasa" gaya tulisan asli penulisnya. Terjemahan belum tentu bisa tetap mengusung "rasa" ini karena rumpun bahasa kita aja udah beda. Ini terutama untuk buku2 karya penulis yg punya gaya khas (umpama J.K. Rowling) dan semua penulis klasik (kan itu genre fave aku :D).

    Aku juga kayak kamu: "Rasanya kayak saya berusaha nerjemahin kata - kata dalam bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris". Aku sering melakukan itu juga (pantes bacanya gak selese2!). Jadi akhirnya, kenapa gak sekalian baca aslinya aja? Kecuali utk yg udah ada terjemahannya dan plot lebih penting dari gaya tulisan.

    Dan setuju juga dengan ini: "kalau anda sudah terbiasa baca buku Eng dalam jumlah banyak dan waktu yang lama, maka lama-lama akan terbiasa." Maka tahun 2013 para penerbit lokal kayaknya bakal kehilangan salah 1 pembeli tetap buku2 mereka (sok penting).

    joviemaria at yahoo dot com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lupa link twitnya: https://twitter.com/Fanda_A/status/265683007476727809

      Hapus
  3. Saya lebih suka buku terjemahan.

    Alasannya sih simple jadi nggak perlu buka kamus dan bahasa Inggrisku masih... belum begitu lancar :))

    email: reatheryan[at]gmail.com

    share giveaway: https://twitter.com/FJrean/status/265683964562403329

    BalasHapus
  4. Dulu ayahku pernah bilang, buku yang diterjemahkan akan kehilangan esensi aslinya. Itu adalah salah satu hal yamg membuat aku belajar bahasa aaing dengan rajin, hingga mampu melahap buku2 impor. Sekarangbketika sudah bisa membandingkan antara buku impor dan terjemahan, saya tentu milih impor. Banyak yang ada di dalam kultur sebuah bahasa yang tidak bisa diterjemahkan secara sempurna. Satu2nya cara sempurna untuk menikmati adalah membaca dari bahasa asli. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Email wongfenny (at) gmail.com hehehe

      Hapus
  5. Sejauh ini masih lebih suka baca buku terjemahan, karena belum terbiasa baca buku bahasa asing. Apalagi kalau buku klasik, saya pasti bingung sama bahasanya... Selain itu juga masih lebih gampang nemu versi terjemahan (ini sih saya aja yang males cari-cari, hehe...)tapi beberapa kali pernah baca buku bahasa Inggris dan emang kerasa feel-nya beda, jadi udah berniat pengen belajar baca buku bahasa asing lebih sering lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. oya email saya: namakulutfia@yahoo.com

      Hapus
  6. Versi asli donk.

    Versi terjemahan entah kenapa kadang terasa janggal. Entah penerjemahnya mengartikan secara harafiah atau mencari padanan yang kurang sesuai dengan arti sebenarnya. Terkadang juga versi terjemahan itu banyak adegan yang dipotong, entah karena terlalu "hot" atau terlalu sadis. Sayang sebenarnya karena menurutku pemotongan itu justru mengurangi arti cerita itu sendiri.

    Keuntungan lainnya dari versi asli adalah jadi belajar bahasa inggris juga. Oke, mungkin butuh waktu yang agak lama karena harus buka kamus. Tapi aku bukan tipe orang yang rajin tiap kata diartiin. Aku bablas gitu aja, yang penting intinya dapat. Kecuali untuk buku historical romance, nah itu baru nyari kamus dah. Terkadang mereka menggunakan kata klasik yang gak bisa aku bablas gitu aja >,< (tapi jadi nambah kosakata juga).

    Selain itu, cover versi asli lebih menggiurkan, membuatku nyeces *lebay*. Apalagi cover-cover romance yang oh-so-hot, let-me-be-the-woman-in-the-cover. Hahahahahaha...

    Kekurangannya versi asli adalah harganya yang bisa 2x lipat harga versi terjemahan. But it's okay. Kalo emang udah pecinta buku, harga itu nomor sekian (pastinya bukan nomor satu).

    Email: saphire_sha[at]yahoo[dot]com
    Link share : https://twitter.com/AngelaNoviana/status/265689689774755840

    BalasHapus
  7. Salam, saya lebih memilih terjemahan, alasannya cuma satu; belum bisa bahasa inggris. Nanti kalo udah bisa, mau coba baca deh hehe :)

    ney_va@yahoo.co.id

    BalasHapus
  8. "Lebih memilih yang mana, baca buku terjemahan atau versi aslinya? Dan apa alasannya?"

    jawabannya : tergantung, hahahaha.. tergantung mood, lagi pengennya baca yang English apa Indonesia ^o^ karena kadang baca English itu, apalagi kalo bukunya tebel, duhh.. rasanya ngga kelar2, hahahaha.. tapi kadang baca buku terjemahan juga kalo bahasanya ngga enak yaa males juga sih bacanya :))

    tergantung yang berikutnya adalah.. tergantung bahasa aslinya itu bahasa apa, ahahahaha.. kalo bahasa non English ya jelas lah lebih milih baca terjemahan ^o^ seperti misalnya "Ronya Anak Penyamun", kalau baca yang versi English sekalipun, itu juga sebenernya udah terjemahan khan, karena aslinya dalam bahasa Swedia (?).

    tergantung yang terakhir adalahh.. dari segi harga, hahahaha.. gua sampai sekarang masih bingung kalo buku terjemahan kok harganya bisa lebih mahal dari buku asli, atau bedanya kadang tipiss githu, naahh.. kalau beda harga ngga terlalu jauh, lebih milih beli (yang buntut2nya buat dibaca juga, ntah kapan) yang versi English, karena mikirnya nih buku perlu melalui perjalanan jauh dulu sebelon sampai di tangan, ahahaha.. jadi ngga berasa rugi :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelupaan e-mail : indah79ers at yahoo dot com

      Hapus
  9. Pertama kali baca buku impor ya jamannya Harry Potter, krn punya temen seruangan yg spoiler bgt, jd mulai HarPot 5 saya beli lsg impor-nya begitu ada di toko buku biar ga kena spoiler :p
    Baru-baru ini saya lebih rajin baca buku impor gara-gara suatu ketika saya baca buku dlm bhs asli setelah baca terjemahannya, ternyata bahasa si penulis cantik banget, ga sepolos terjemahannya. Saya jadi nyadar terjemahan seringkali terlalu polos, menggunakan kata-kata yang umum bgt.
    Tapi tetep sih, secara umum klo emang ada terjemahannya, ya ambil terjemahan krn.. lebih murah! :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Email: theysee at hotmail dot com

      Link tweet: https://twitter.com/coffeecream/status/265692674735091712

      Hapus
  10. aku pilih baca versi asli nya ..
    alasannya itu , walaupun english aku ga bagus bagus bgt feel nya bakalan lebih kerasa ..
    trus pilihan kata dari pengarang nya juga lebih kerasa..

    email : windhikarillianti@rocketmail.com

    BalasHapus
  11. suka terjemahan, karena: bahasa inggris saya masih minim, masih perlu buka kamus. Kemudian setelah kenal goodreads, ternyata jadi kenal dunia penerjemahan dari beberapa penerjemah maupun editor. Ternyata tak semudah yang saya kira, menerjemahkan itu tak sekedar tahu arti-terjemahkan, atau kata, cari terjemahan di kamus, langsung ketemu, ternyata tidak. Dengan memahami kesulitan tersebut, saya jadi paham, dan semakin mengharagai kekaryaan para penerjemah dan editor sehingga lebih milih buku terjemahan, walaupun beberapa koleksi ada yang bahasa inggris (masih sedikit sekali sih :)
    Oh ya, sudah dishare info GAnya di sini
    https://twitter.com/tezarnet/status/265694245099282432
    e-mail: tezarnet [at] gmail [dot] com
    terima kasih ka Ren

    BalasHapus
  12. Lebih milih terjemahan, soalnya gak pinter bahasa Inggris. Memang sih, artinya jadi agak 'beda'. Akhirnya 'feel' yang didapat juga beda.
    Sama seperti buku yang baru saja kudapat, judulnya Greendeen karya Ibrahim Abdul Matin. Terbitan Penerbiz Zaman ini pertama kali di-'publish' di Kalifornia tahun 2010. Aku lalu mencari review versi asli. Nah, baca review aja udah puyeng, apalagi bukunya secara langsung.

    Mungkin terjemahan lebih baik untukku. Semuai bahasanya :)

    artha.amalia@gmail.com
    Twitter: @ArthaAmalia

    BalasHapus
  13. Kalau saya sih, biar gimana pun, milih terjemahan. yah, namanya juga 'bahasa Ibu', pastinya juga lebih nyaman baca buku terjemahan.

    meskipun suka juga sih kalo baca buku dalam bahasa asli
    tapi, untuk baca buku terjemahan pun, kadang saya suka milih-milih - liat penerbitnya dulu, lalu siapa penerjemahnya

    untuk buku bahasa asli (Inggris), aku biasanya baca buku yang sepertinya lagi 'hits' dan belum ada tanda2 akan diterjemahkan.yah, itung-itung sekalian belajar, deh...

    email: ferina.ardinal@gmail.com
    Twitter: @f3r1n4

    BalasHapus
  14. Pilih buku asli alias bahasa Inggris (kalau bahasa lain soalnya belom bisa haha). Soalnya feelnya beda banget, ada ungkapan atau idiom, atau joke yang nggak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Satu-satunya terjemahan yang bisa nangkep esensi asli menurutku itu Harry Potter-nya Gramedia.
    Satu lagi, kadang edisi terjemahan kurang greng ya covernya hahaha...soalnya aku cover junkie sih =)

    thanks giveawaynya ren!

    astridfelicia at hotmail dot com

    BalasHapus
  15. yang versi asli (bahasa inggris),,,

    walaupun bhs inggris saya amat minim,hrs buka kamus n pake insting ky kata ren td,,
    saya lbh ska versi asli,,lama2 jg terbiasa :-)

    klo yg terjemahan 'feel' nya kurang dapet..
    soalnya kadang terjemahan bikin kata2 yg 'sooo sweetttt',,,jd g tlalu so sweet lg mlh kadang terkesan aneh
    selain itw bku aslinya bikin kita lbh ngerti karakter tiap tokoh yg pengen digambarin ma penulis,,,

    aplg kn skg ebook udh bnyk n bs gampang di download jd buat saya yg sering bokek,,ebook lbh asik lah,,,:-D


    email: iv_dee@yahoo.com

    BalasHapus
  16. Dulu ga pernah mau baca buku bahasa aslinya (bahasa inggris), mending nunggu terjemahan.
    Tapi sekarang lebih memilih bahasa inggrisnya. Kenapa? Pertama, ebook itu adanya bahasa inggris doang (yeaahh..saya tukang donlot ebook :D ). Kedua, feelnya lebih dapat. Apalagi kalau yg ada humor/comedy-nya. Ketiga, lebih cepat dapatnya, daripada nunggu terjemahan udah gitu mahal lagi..hihi.

    Well, saya mau ngucapin terima kasih buatmu Ren, soalnya gara-gara proyek #50united itu, saya jadi keranjingan baca ebook berbahasa inggris.
    Dan ohya, saya juga memilih ga baca terjemahannya lagi sesudah baca yg aslinya.

    email : destinugrainy@gmail.com
    Link : https://twitter.com/destinugrainy/status/265709876406255616

    BalasHapus
  17. Aku tentu saja lebih milih terjemahan, seperti yg kak Ren bilang..
    'Ada juga yang dengan sabar
    menunggu edisi terjemahan,
    dikarenakan tidak bisa baca
    dalam bahasa Inggris.' <<aku banget tuh :D. Padahal rasa penasaran yang timbul gara-gara bersambungnya suatu seri itu (dalam kasus ku seri Heroes of Olympus dan Fablehaven) sering banget ngegoyahin iman aku *jiah,Bahasanya :D. Buat ngebaca ver english nya. Tapi aku tetep bertahan dengan ver terjemahan, karna 1. Gak lancar bhs inggris. 2. Terlanjur ngoleksi yg terjemahan. Dan 3. Kalo baca ebook, mataku jadi selalu kepengen tidur.

    - email: thifalathifah[@]gmail[.]com

    BalasHapus
  18. Aku menganut prinsip sama persis kayak Ren.. ngga mau baca buku terjemahan kalau udah baca yang inggris, dan juga ngga mau baca yang inggris kalau terjemahannya udah mau keluar (dan udah tahu siapa penerjemahnya/penerbitnya yang terjamin).

    Aku masih selang seling bacanya Ren, kalau ngga sabar nungguin terjemahannya, ya baca bahasa inggrisnya. Tapi kalau baca inggris terus menerus, aku jadi pusing.. jadi harus diselingi dengan buku bahasa Indo.. selain itu juga aku menghargai kerja keras penerjemah sih, kalau ngga ada yang baca kerja keras mereka, trus gimana? hehehhe..

    Lagipula, source buku bahasa inggris itu mostly dalam bentuk ebook, padahal lebih nikmat baca buku dalam bentuk printed (meskipun baca ebook lebih memudahkan ketika perjalanan jauh - jadi ngga ribet dan berat bawanya).

    Intinya, imbang lah antara buku bahasa Inggris dan Terjemahan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. arblossom@gmail.com

      makasih Ren \(^o^)/

      Hapus
  19. Kalau aku lebih suka terjemahan. ALasannya simpel karna aku belum begitu lancar dan mengerti b.inggris. Tapi kalau buku berseri yang aku suka dan belum terbit juga aku ga akan ragu2 buat baca versi aslinya. Dan seperti yang di ulas mba ren, akupun lebih memilih tidak membaca ulang buku yang sudah aku baca versi aslinya.

    Email: bluee_moen182@yahoo.co.id
    Link : https://twitter.com/yuki_yuchan/status/265720058146344960

    BalasHapus
  20. Saya suka bahasa Inggris sejak SD, padahal di SD saya bahasa Inggris belom diajarkan (nah lo???). Soalnya sering banget nonton serial2 Amerika tempo doeloe. Jadi saya bercita2 kuliah Bahasa Inggris. Karena saya hobi banget baca, akhirnya tugas2 apa pun dari dosen yang melibatkan baca novel (terutama) jadi semacam bahan bakar kecintaan saya terhadap bahasa Inggris. Dan saya akhirnya belajar bahwa buku orisinal tentu saja dalam banyak hal lebih baik daripada buku terjemahan.

    1) Kita bisa tahu style asli penulis.
    2) Istilah2, feel, yang kadang2 hilang dalam proses penerjemahan bisa kita tangkap dalam buku aslinya.

    Don't get me wrong, I'm a (freelance) translator, too. Tapi karena saya ingin mendapatkan all that the author has to offer in their own tongue (dalam hal ini bahasa Inggris, karena itu satu-satunya bahasa asing yang saya kuasai), well ... it's imported books for me. One of the upsides is ... saya bisa memperkaya repertoire bahasa Inggris saya. Well ... as one majoring in English, I kind of--scratch that--definitely, NEED that.

    However, karena saya an aspiring translator dan saya pengen bisa menerjemahkan buku (so far belom ada kesempatan), saya pengen baca beberapa buku asli beserta terjemahannya. I think that's one of the many ways I can learn. One I can definitely practice ... later when I've got less on my plate.

    email: luciferinchaos at yahoo dot com

    BalasHapus
  21. kalau disuruh milih, aku lebih cenderung baca versi aslinya. Soalnya setelah beberapa tahun ini nyoba baca buku bahasa inggrisnya, ternyata kesannya tuh beda banget. Dan seperti yang kamu bilang, Ren, feelnya beda.

    Andai bisa punya akses ke bookdepo, mungkin bisa nabung lebih banyak untuk beli buku di sana. Selama ini seringnya nitip ataupun ngandelin giveaway. hehe

    Aku tetap beli terjemahan walau masih pilih-pilih.Tapi kalau tahu ada buku diterjemahkan ma penerjemah favorit, pasti langsung beli. :D

    aleetha dot ally at gmail dot com

    https://twitter.com/aleetha/status/265726022543085568

    BalasHapus
  22. kalau mau dihitung sebenarnya saya lebih banyak membaca terjemahan ketimbang versi asli karena sebelum pindah ke jakarta, tidak ada akses untuk membeli buku versi asli (gak punya kartu kredit juga)..tapi hampir setahun blakangan ini karena sering baca versi asli jadi saya pun memilih lebih enak membaca versi asli karena rasanya lebih langsung mendapat kesan yang diberikan oleh si penulis :D

    althesia[dot]k[dot]gmail.com

    https://twitter.com/althesia/status/265730438650281984

    BalasHapus
  23. Kalau aku jujur masih pilih2. Memang kalau sudah sekali nyaman dengan bhs Inggris, selanjutnya akan lebih prefer ke bhs aslinya. Apalagi kalau kebetulan kita baca terjemahan yg ga enak, atau menemukan satu kalimat atau satu kata aja yg ga sreg ("kayanya yg dimaksud bukan ini deh," setelah membandingkan asli & terjemahan), atau simply kita memang suka dengan gaya bahasa si penulis; dalam kasus2 seperti itu, aku pilih bahasa asli. Tapi karena sampai sekarang buatku baca bahasa Inggris masih butuh effort lebih karena belum terlalu terbiasa, kadang untuk buku2 yg kira2 terjemahannya nyaman dibaca dan tersedia, akan memilih yg terjemahan.

    Jadi pilih yg mana ya... lebih condong ke bahasa asli kali ya. Sekalian belajar dan membiasakan diri.

    Email : busy_mail125@yahoo.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://twitter.com/bzee_why/status/265731657867341824

      Hapus
  24. Kalo aku sih sedang berusaha untuk baca versi asli atau Englishnya. Karena aku kuliah di jurusan Sastra Inggris yg menuntut buat byk baca karya asli dan 'haram' banget baca terjemahan. Dari situ aku sekaligus bisa ngikutin buku apa sih yg lagi booming di luar. Apalagi list 'to-read' temen-temen asing itu menggiurkan sekali hahaha

    BalasHapus
  25. saya pribadi lebih akrab dengan buku terjemahan. kenapa? yeah lebih enak dibaca karena isi bacaan sudah disesuaikan dgn kultur bahasa target. kadang bila membaca buku asli agak sulit utk benar2 mengerti istilah mengenai setting, benda atau penampakan orang yg disini sulit utk ditemui. melalui terjemahan saya bisa membayangkan deskripsi yg dimaksud dng baik

    febri arif saputra
    febri.arifsaputra@gmail.com

    BalasHapus
  26. Kalau boleh jujur, saya tidak bisa memilih. Kadang saya lebih suka baca ebook/beli versi Eng, tapi kadang juga tunggu terjemahan. :D

    Tapi pernah ada suatu kejadian, waktu jaman-jamannya The Hunger Games susah dicari karena belum populer. Saya baca ebook-nya terlebih dahulu, itupun juga gak selesai, hanya baca beberapa bab. Eh waktu sudah beli yang terjemahannya, kok rasanya ada kata-kata yang gak pas ya? Kayak terjemahan yang sudah saya bayangkan tuh berbeda dari terjemahan yang lagi dibaca. :))

    Dan menurut saya juga, kalau menunggu terjemahan itu ada perasaan tersendiri! Apalagi kalo ikut baca buku berseri, pas sudah tahu sekuelnya terbit itu rasanya kayak hutang yang akhirnya terbayar juga. #tsaah x)

    Intinya? Saya gak tahu harus milih yang mana, karena masing-masing punya sisi positif & negatif sendiri. :p

    Email: nurauliaafina@yahoo.co.I'd
    Twitter: @auliafina

    https://twitter.com/auliafina/status/265739145513689088

    BalasHapus
  27. lebih suka baca buku terjemahan karena b.ingku masih dalam taraf jongkrok, hehe. selain itu males mikir dua kalialo bahasanya gampang sih gpp tapi kalau udaj sulit dimengerti dan kosa katanya g ada di kamus nyerah deh, bgiku itu udah memnuatku g nyaman dlm membaca. jadi tetep nunggu terjemahanya :)

    zhuelhiez@yahoo.co.id

    BalasHapus
  28. saya belajar bahasa Inggris sejak kelas 3SD loh, dari video game :P

    kalo soal buku fleksibel aja, mana versi yang ada yang aku baca. soal terjemahan ato ga sama sekali ga jadi soal. emang sih, untuk beberapa jenis mending baca versi asli karena kadang yg translate kurang pas mencari padanan kata yg sesuai.

    BalasHapus
  29. Lebih suka buku terjemahan sih, soalnya memang kalo baca versi asli, sering nemu kata kata asing yang... bener bener asing. -____-

    tapi kadang oke juga kalo baca versi aslinya (terutama kalo punyanya cuma versi e-book)asal tema ceritanya ringan dan nggak teralu banyak halamannya :D

    orybun(at)yahoo(dot)com

    https://twitter.com/alvina13/status/265758595621212160


    BalasHapus
  30. sukaan terjemahan kalo baca buku karena english ku kurang..kalo baca english suka lama dapat feelnya,,trs kalo ada kata-2 ygtidak dimengerti jadi lebih lama lagi membacanya..

    tapi kalo udah kepepet trs emang tuh buku bagus banget baru aq bela-belain baca versi eng-nya..hehehe

    icha09 at gmail dot com

    BalasHapus
  31. ikutan lagi :D
    Kalo aku sih, lebih milih terjemahan pastinya, karena vocab-ku untuk Inggris masih kurang. Jadi, sebagus apapun buku terjemahan itu, dan (kalo ada) sambungannya msh belum ada terjemahannya, aku tetap bakalan nunggu juga (tipe yg tahan nafsu ceritanya :D)
    Tapi, kalau ada ebook bahasa Inggris yg ceritanya ringan2 aja, aku mungkin mau membacanya, hitung2 nambah vocab :)

    Agustini906[at]gmail[dot]com
    Share: http://https://mobile.twitter.com/tiniilicious/status/265781566314278912

    Thanks buat giveaway-nya

    BalasHapus
  32. ikutan Ren... :)

    versi asli atau terjemahan? versi aslinya dooongg...

    bukan karena ga suka yang terjemahan, tapi karena saya orangnya ga sabaran. nunggu sebuah buku untuk diterjemahkan dan diterbitkan bener2 bikin saya gregetan. contohnya aja The Mark of Athena-nya Rick Riordan. setelah dikasih ending yang menggantung banget dibuku sebelumnya saya mesti nunggu 6 bulan sambil jambak2 rambut saking penasaran agar The Mark of Athenanya release. kalau harus nunggu yang terjemahan terbit supaya bisa saya baca, bisa2 sekarang saya sudah botak. hehehehehe....

    Happy birthday and happy blog anniversary Ren :)

    iraelvira96@yahoo.com

    BalasHapus
  33. Tergantung, mana yg lebih dulu d beli,...kalo misalnya terjemahaan lambat, ya versi asli duluan di baca, tp kl terjemahaan udah keluar, versi asli nga d baca :)

    Tapi karena sering banget nga sabaran baca lanjutannya, makanya sering baca yg versi asli duluan, pas terjemahan keluar, beli juga dan membandingkan antara versi asli yg d baca duluan dan terjemahan, karenan kadang di versi asli ada kata2 yg bikin bingung, di terjemahan baru mengerti arti kata2nya deh :)

    Happy birthday and happy blog anniversary Ren :)

    BalasHapus
  34. Jelas versi asli dong, Ren.
    Pertama, karena biasanya gratisan karena modal donlot doang #jedotinpintu
    Dua, karena feelnya bakal beda sama versi terjemahan. Inget waktu Girl on fire Di Hunger Games diterjemahin dengan Gadis yang terbakar. Duuhh...ajaib bener deh.
    Tiga, untuk kalimat berima pasti susah cari padanan yang sesuai.
    Jadi? Baca versi asli doongg...

    lilass1051@gmail.com

    BalasHapus
  35. Aku belum pernah membaca buku impor dalam bahasa aslinya. Kecuali sekuel 1,5 yang hanya 3 lembar. (tentu tidak dihitung buku dan aku juga belum membacanya :P)

    dan kalau disuruh milih, aku pilih buku terjemahan,
    baca dalam bahasa sendiri saja bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan (yang berbulan-bulan sekali kejadian, itu baca Eclipse, dua bulan baru kelar XD

    apa jadinya kalau aku baca versi asli dengan kemampuan berbahaku yang terbatas,

    365 hari belum tentu kelar XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, ada yang kelewat

      email : notfar_fromheart@yahoo.co.id
      share di twitter : https://twitter.com/ryana_maryana/status/265861034022150145

      Hapus
  36. Jujur nih, ya, aku lebih suka baca terjemahan daripada yang asli meskipun kadang terjemahannya kurang 'greget'. Pernah baca versi asli, ngerti sih ngerti, soalnya masih YA. Nah, kalau bukunya berat banget (buku klasik), aduuuh, nyerah deh sama buku aslinya.. -___-"
    Mungkin nanti pas kamus English udah kehapal, baru berani baca buku asli, nggak peduli berat atau kagak tuh buku. :p

    email: znlinda@yahoo.co.id
    share di: https://twitter.com/LinndaDansen/status/265931359875371008

    BalasHapus
  37. masih sering ngandelin terjemahan. Memang sih,sebuah buku setelah diterjemahkan kadang bisa membelokkan feel yang pengen disampaikan sama penulis. Tapi, kalau saya baca versi aslinya, kemungkinan biasnya lebih jauh karena bisa jadi saya ga dapet feelnya sama sekali karena buat ngartiin kalimatnya aja susah hehe.
    Kalau buku yang tipis saya masih berani baca versi asli, hitung-hitung belajar juga. Kalau udah novel sih, tunggu terjemahannya ajaa :D

    frezkanesya@gmail.com
    sharing di https://twitter.com/kanesty/status/265937652744847360

    BalasHapus
  38. Lebih milih yang terjemahan deh ya bo. Secara yang asli kan bahasa Inggris, kagak ngarti, suse pahamnye :D

    mezzahn@gmail.com

    https://twitter.com/mezzahn/status/265956823478181888

    BalasHapus
  39. tergantung, sih. kalo Harry Potter aku masih milih terjemahannya, karena kebeneran suka gaya penerjemahnya. Meski aku juga punya buku bahasa Inggrisnya *tapi belum dibaca*

    tapi, sejak rajin donlot e-book, jadi prefer baca buku dalam bahasa Inggris :D

    peniastiti [at] gmail [dot] com
    https://twitter.com/p3n1/status/266005596027895808

    BalasHapus
  40. milih versi terjemahan krn jujur yaaaa...krn sy suka lemot bc novel versi inggris, ntah knapa ya, apa krn bhs inggris sy yg jelek tp ga tau jg krn sy di kantor nerjemahin indonesia ke inggris tp bid ekonomi.. keknya klo nopel mank nyerah ahhhh..hehehhe

    BalasHapus
  41. Halo salam kenal ya Ren!

    Walaupun saya ngga bermasalah dan malah berterima kasih sekali dengan adanya buku terjemahan (cinta saya sama dunia membaca ngga akan sedalam ini kalau ngga terekspos dengan buku2 terjemahan berkualitas), sekarang ini saya lebih suka dengan buku versi asli sih. Mirip sama kasusmu kali ya Ren, awalnya baca buku asli karena nggak sabar (Waktu itu nggak sabar nunggu terjemahannya The Order of Phoenix, jadi ya udah deh beli yang aslinya ^^). Lama-lama jadi suka dengan gaya aslinya penulis. Setelah Harry Potter, coba-coba cari bukunya Meg Cabot yang asli juga. Suka! Waktu baca versi terjemahannya lagi, hmm, memang jadi kerasa beda. Walaupun tetep oke.

    Akhirnya ya sudah saya lebih suka baca yang versi asli. Tapi ini jadi berpengaruh buruk nih karena akhirnya saya malah lebih suka mengumpulkan ebook aja, karena buku asli itu agak mahal.. Hehe.

    thi_granger(at)yahoo(dot)com

    BalasHapus
  42. Boleh jawab tergantung nggak ? hahaha. nggak boleh ?
    Saya lebih milih baca ebook. Bisa dibilang aku itu pengumpul Ebook novel, itu juga karena semisalnya aku baca buku seri pertama dari novel terjemahan, karena nggak sabar itu biasanya langsung surfing internet cari ebook bahasa inggrisnya. memang sih pertama kagok banget. tapi lama-lama jadi bisa membayangkan. kalo disuruh menerjemahkan pasti angkat tangan, tapi kalo disuruh bayangin sih masih bisa :D
    Dan lagi terjemahan kan masih terbatas seri itu itu aja, kalo versi Inggris sudah banyakk banget judul-judul dari macam" genre yang terbit.

    JADI kesimpulannya milih versi Inggris kayanya, walau kadang juga pengen ganti jalur bahasa, maksudnya ke terjemahan. Trima kasih.

    pulpen_ijo@yahoo.com

    BalasHapus
  43. Kalau memilih yang mana, baca buku terjemahan atau versi aslinya, saya lebih pilih asli. Apalagi kalau saya suka banget sama cerita dari buku itu. Karena ya pengen dapet 'perasaan asli' yang terangkum dari kata-kata si pengarang. Kalau baca buku terjemahan, kan tafsiran orang bisa aja beda-beda. Tapi kalau udah ngebet banget pengen baca, apalagi yang terjemahannya lagi didiskon (hihi) dan apalagi lagi males baca eng, ya saya pilih yang terjemahan deh, hehe :)). Makasih,

    nadya_tcs@yahoo.com

    BalasHapus
  44. Kalau liat dari coment-coment sebelumnya, kayaknya baca novel aslinya lebih seru yaa karna bsa langsung dapet feel dari penulisnya. Sebenernya, aku pengen bisa baca buku aslinya. Tapi, karena aku kurang menguasai bahasa asing dan ngga punya cukup duit buat beli buku yang asli, jadi lebih sering baca terjemahan deh, hehehe :)
    Kalau disuruh milih buku asli atau terjemahan, untuk saat ini milih terjemahan dulu, hehehe :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya kelupaan, hehehe :p

      E-mail : citrapsaradevi@gmail.com

      Hapus
  45. Opini..?? Baiklah.. ini pendapat pribadi yah...

    Bagi gw.. Terjemahan atau aslinya hampir setara... semua tergantung dengan lebih dimana kita menikmati pembacaan buku tersebut.
    Sebagai orang Indonesia.. yg lebih menguasai bahasa Ibu.. buku terjemahan pun akan terasa sangat menguntungkan, di beberapa bagian.
    Memang.. ada yang berkata Saat sebuah buku di terjemahkan, buku tersebut akan kehilangan esensi dalam ceritanya.. tapi kembali, kepada masing - masing pembaca, dari sudut mana si pembaca menginginkan sebuah esensi..?

    Secara Pribadi, Gw adalah pembaca keduanya... Gw baca terjemahan, dan gw pun baca buku berbahasa Inggris... Sebagai pembaca, gw pun sudah bisa memilih beberapa buku yang gw yakin akan gw nikmati saat naca terjemahannya dan buku yang sebaiknya dibaca dalam format aslinya (bahasa Inggris) ..

    Intinya... mendapatkan esensi membaca itu tergantung dari senyaman apa kita membaca buku tersebut. ^^

    Sekiaaaannn...

    Thaaank you... ^^

    Email Me at : Videl_in_here@yahoo.com

    BalasHapus
  46. uhmmm kalo disuruh pilih sebenenya lebih suka versi aslinya, coz biasanya feel nya lebih dapet,..emang dl pas pertama bc eng-ver (kebetulan aku jg bc eng gr2 ga sbr nunggu half blood prince :P ) berasa agak puyeng tapi lama2 enjoy aj tuch bacanya, malahan ada beberapa novel yg ak ud baca duluan ebook english ver-nya setelah di terjemahin jadi aneh n ga dapet feelnya (terjadi pada ebook2 HR, Sherrilyn kenyon n Genna Showalter)apalagi pas adegan kipas2nya...berasa ada yg hilang gitu :(

    but kalau untuk beli buku kayanya lebi prefer beli yg terjemahan cos yg asli mahal euyy :p klo yang asli palingan baca yang ebook aj or klo pas ada pameran buku, suka ad yg diskon buku impor baru dech beli xixixixi

    email : dewi.kamedaisuki@gmail.com

    BalasHapus
  47. kalau aku sih lebih suka baca yang terjemahan, nggak perlu mikir dua kali buat mengerti apa maksud buku itu dan kalau emang udah kepepet banget baca novel yang terjemahannya belum ada ya baca juga versi inggrisnya, sekalian belajar bahasa juga sih, memperkaya kosakata juga :D


    assrianti@yahoo.com

    BalasHapus
  48. Akhir2 ini aku lebih suka beli versi asli, soalnya mungkin kebanyakan baca postingan blogger luar negeri kali ya. Kan mereka suka ngiklanin buku2 new release yang menggoda banget. Disana aja baru new release, kapan terjemahannya disini terbit coba? Karena uda terlanjur penasaran, biasa aku lgsg beli versi aslinya.
    Tapi kalo ga ngebet2 amat dan udah tau lau terjemahannya bakal terbit, biasanya aku beli terjemahannya kok. Itung2 mendukung penerbit dalam negeri. Ehehe

    Nana
    Martina.s.daruli@gmail.com

    BalasHapus
  49. kalau untuk baca jujur aku lebih suka terjemahan, tapi kadang kesel karena keluar nya lama dan terjemahannya gak sesuai dengan asli. apalagi ditambah dengan harga terjemahan yang beda dikit sama asli. jadi sekarang aku banyakan beli yang asli hehehe

    wijaya.santi23@yahoo.com

    BalasHapus
  50. Terjemahan vs asli? Asli.

    Baca dua2nya sih, bahkan beberapa buku punya 2 versi, soalnya kakakku juga suka baca tapi dia ga suka novel asli jadi di rak buku ada buku2 yang importnya ada terjemahannya juga ada. Karena baca 2 versi jadi kerasa banget kalo terjemahnnya ngaco. Ya typo, salah terjemahin, ato nerjemahinnya plek2an sekali. Faktor utama yang bikin aku milih versi asli itu adalah feel-nya. Apa yang ingin disampaikan si penulis akan lebih terasa kalo baca yang asli. Apalagi kalo baca romance, kan yang aku cari emotional involvement-nya, jadi lebih oke baca aslinya. Walau pasti ada beberapa kata yang ga tau artinya hajar bleh saja lah, kan ada kamus. Selain itu beberapa novel terjemahan covernya kacau abis, jadi males belinya (co: dark lover-nya JR Ward - ga jadi beli gara2 saking jelek covernya padahal buku selanjutnya beli yang terjemahannya walo udah ada punya yang asli)

    Satu alasan lain kenapa milih versi asli : nunggu diterjemahin mah lumutan nunggunya.

    akakage_sora@yahoo.com

    BalasHapus
  51. Aku sih lebih senang baca bahasa aslinya, Ren (klo bukunya bahasa inggris) biar feel-nya lebih nyampe.

    Dan kesukaan untuk membaca buku dalam bahasa aslinya ini juga yang ampe bikin aku bela-belain belajar bhs jepang, jerman dan rusia. Gak perlu yg aktif, pasif aja udah cukup. Sayangnya....ternyata susah. Kemampuanku baca huruf2 ajaib itu mentok dan akhirnya...milih baca versi yg mana aja yg penting bahasanya enak dan bisa dimengerti (yaaa...klo terjemahan english lbh bs dimegerti, ya baca english drpd indo).
    But then, that's how far I'm willing to do to understand a book in its originality.

    Tapi kalo buku yg kukoleksi itu ada terjemahannya, aku bakal tetap beli terjemahannya sih. Seperti katamu, menerjemahkan itu gak gampang. Dan aku hargain effort penerbitnya.
    So in rare case, aku ampe punya 2 set buku spt Harry Potter gitu yg aku pny versi asli mau pun terjemahannya.

    twitter : @asdewi

    linknya via tweet : https://twitter.com/asdewi/status/266376459482963968

    BalasHapus
  52. Wuah, tough choice. Kalo pertanyaan ini disodorin ke aku tahun lalu, pasti aku bakal menjawab lebih milih terjemahan. Tapi tahun ini aku mulai banyak baca buku-buku dalam bahasa asli (Inggris sih, kalo bahasa lain belom bisa :D) dan boleh dibilang baca buku bahasa Inggris banyak tantangannya, kudu siap bolak-balik kamus, tapi tetep bikin ketagihan! Hehehe. Di satu titik bahkan aku sempet ngerasain lebih menikmati baca buku berbahasa Inggris ketimbang terjemahan. "Gaya" asli si penulis lebih terasa kalo baca versi aslinya. Tapi karena aku penyuka sastra klasik, dan kadang2 baca buku-buku klasik dalam bahasa asli sungguh bikin cekot-cekot, untuk beberapa buku yang "supersulit" aku akan baca versi terjemahannya. Tapi tetep sebisa mungkin aku akan baca versi bahasa Inggris dari buku-buku klasik. Jadi, antara versi asli vs. terjemahan, aku memilih dua-duanya. Untuk terjemahan, sekalian mendukung para penerjemah dan editor yang udah bekerja keras menerbitkan versi terjemahan dari sebuah buku. :)

    e-mailku: elsa_maran AT yahoo DOT com
    udah share giveaway ini di https://twitter.com/melmarian/status/266375069297684480

    BalasHapus
    Balasan
    1. aq lebih memilih baca versi aslinya... krn aq sekalian belajar juga,,,heheheh....dan somehow, baca versi asli itu lebih " menyihir "...

      zther_fanny@yahoo.com

      ZtherFJuliana

      Hapus
  53. Terus terang, saya lebih suka memilih buku terjemahan dengan alasan klasik yakni HARGA. Sulitnya memperoleh buku asli juga berpngaruh. Memang banyak sih unduhan buku engglish tapi saya ngak kuat kalao harus mantengin layar secara seharian saya kerja di depan layar. Kasihan si bola mata nan indah ini *halah

    btw, untuk beberapa buku saya memaksakan diri baca ebook karena terjemahannya lama, misalnya buku
    Nicholas Flammel #6
    Fablehaven 5
    Harpot 7


    email : yuliantodion@gmail.com

    share di :
    https://twitter.com/dion_yulianto/status/266456323326083072

    BalasHapus
  54. "Lebih memilih yang mana, baca buku terjemahan atau versi aslinya? Dan apa alasannya?"

    Hmmm kl disuruh milih sih lbh suka aslinya.. krn apa?? karena lbh dapet aja soul penulis nya.. aka maksud and feel pengarangnya lbh bs nyampe.. dan terkadang kl novel or manga terjemahan adegan" syur nya suka dihilangkan >.< kl nyambung sih gpp nah ini kadang kesan nya maksa nyambung"in nya, tiba" lompat aja ke bagian yg lain #What the maksud

    Tapiiiii... kl otak lg pusing mumet n mentok gara" kerjaan dikantor dikejar" auditor,pajak n para shareholder lbh suka yg terjemahan hahaha... soalnya otak ud ga bisa mikir lg untuk terjemahin apapun, diotak yg ada cm angka hahaha #curcol

    So kedua hal tersebut ada kekurangan dan kelebihan nya tinggal balik lg ke sudut pandang pribadi masing"
    tp terjemahan indo sdh ok kok skrg" ini dan penerbit pun sdh banyak.. jd pembaca lbh dimanjakan dng banyak nya genre yg bisa dipilih..

    SAlam kenal ren,
    Aq Fisdha dan email ku di La_bella_fisha@yahoo.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Share link nya ^^ https://twitter.com/Fisdha/status/266459916183683072

      Hapus
  55. "Lebih memilih yang mana, baca buku terjemahan atau versi aslinya? Dan apa alasannya?"

    Saya pribadi lebih memilih buku versi aslinya. Beberapa pertimbangannya antara lain:
    1. Saya bisa tahu gaya menulis si author. Saya bisa merasakan dan membayangkan esensi sebenarnya yang terkandung dalam buku tersebut. Sering kali buku terjemahan kehilangan dua faktor di atas, padahal dua faktor tsb sangat penting. Buku yang menarik dibaca dalam Bahasa Inggris, malah jadi sedikit mengecewakan ketika diterjemahkan. Saya kerap mengalami kasus seperti ini ketika tengah mencoba membandingkan.

    2. Kemampuan kosakata Bahasa Inggris saya kurang banget! Makanya, saya terus melatihnya dengan membaca buku import/versi asli. Kalau ada kosakata atau idiom yang tidak dimengerti, membaca di pause dulu, langsung buka kamus atau Googling. Memang agak ribet, tapi sangat membantu dalam penambahan wawasan. Tidak hanya kosa kata, tapi juga grammar dll.

    3. Terkadang, ada beberapa rumah penerbit yang kurang bagus dalam menerjemahkan buku-buku berbahasa Inggris. Bahasanya terlalu kaku dan baku. Saya punya novel The Godfather dalam Bahasa Inggris dan versi terjemahannya. Ada frase, "...all these people..." ketika diterjemahkan menjadi, "...semua orang-orang ini..." nggak efektif banget, 'kan? Plus malah makin bikin bingung! Udah cerita novelnya berat, eh terjemahannya malah lebih 'berat'. Kegiatan membaca yang seharusnya membuat kita senang malah jadi memusingkan. Apalagi kalau karya-karya klasik yang diterjemahkan, waduh... nyerah, deh.

    4. Kalau sudah berhubungan dengan hal yang berbau buku, saya ini orangnya nggak sabaran. XD Nggak mau nunggu berbulan-bulan untuk buku terjemahan. Saya lebih di tipe orang yang begitu suatu barang yang saya suka keluar, langsung saya beli. Hehehe.


    Terima kasih untuk giveaway-nya! Hope you have a nice day. :) x

    Share: https://twitter.com/tobiasxtris/status/266475622216380416

    E-mail: ticxoxx[at]gmail[dot]com

    BalasHapus
  56. Kalau aku lebih milih baca versi inggrisnya tuh, karena sering kali illfeel kalau baca yang terjemahannya ngawur, apalagi sekarang para publisher berlomba-lomba menerjemahkan dengan cepat sehingga terkadang buku yang belum layak untuk dicetak karena bahasa terjemahannya masih berantakan dan aneh, namun karena deadline terpaksa diterjemahkan.

    Sejak Harry Potter aku sudah terbiasa membaca versi inggris, dan ternyata baca versi inggrisnya lebih menyenangkan, kadang kalau ditanya suka ga sadar kalau aku baca versi inggris bukan versi terjemahan.

    Tapi aku masih beli buku-buku terjemahan kok, kalau bukunya aku suka biasanya beli versi inggris dan terjemahannya hehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ups ketinggalan alamat emailnya: sweety.white@ymail.com

      Thank you Ren buat giveawaynya

      Hapus
  57. Pada dasarnya aq lebih banyak baca versi terjemahan terutama terbitan G** sebagai salah satu penerbit fiksi terlama di Indo, yang versi terjemahannya lumayan bisa dipertanggung-jawabkan.

    Tapi untuk beberapa buku klasik, aq lebih suka versi asli, karena seringkali 'suasana' serta 'feeling' yang didapat dari versi terjemahan, tidak bisa menyamai versi aslinya, jadi meski vocabulary-ku gratul-gratul, 2 tahun terakhir ini mulai koleksi dan baca versi aslinya, malahan ada beberapa yang lebih mudah dimengerti ketimbang versi terjemahannya yang bikin pusing tujuh keliling hahaha ...

    Apalagi jika dulu buku import termasuk sulit dicari dan muahal banget, sekarang bukan hanya Periplus, Kino, atau sekelas bookdepo memudahkan pembaca dan pembeli mencari dan membeli versi aslinya. Dan ada beberapa buku yang aq mau koleksi ternyata 'tidak akan' atau kesulitan diterjemahkan, maka hanya ada satu jalan : beli versi aslinya.

    Satu poin lagi yang paling aq suka dari versi asli alias import, covernya duh bagus-bagus banget, seringkali tanpa baca sinopsisnya sdh ngiler duluan dengan covernya (apalagi yang versi illustrated ... huahahaha, mupeng berat), makanya punya cita-cita cari misua konglomerat yang bersedia jadi donatur tetap seumur hidup buat hobiku yang satu ini hehe ...

    Kayaknya sdh kepanjangan deh komenku, nah ini data-dataku ya, and thanks again ren for the awesome giveaway *smg bisa menang*

    already share it via twitter at : https://twitter.com/HobbyBuku/status/266478974706782208

    my e-mail : hobbybuku(at)gmail(dot)com

    BalasHapus
  58. dulu siy masih sabar nunggu terjemahannya ada, kalo sekarang dah g sabar lagi langsung tancap aja beli buku aslinya apalagi seri" favorit..

    e-mail : sadsaf.corner@gmail.com

    BalasHapus
  59. saya...saya....

    #klo disuruh milih buku impor atau terjemahan, mesti liat dulu genrenya apa...krn baru belajar baca novel bhs inggris, jadi yg kupilih yg ga berat-berat, dan pastinya romance (sejak kasus Iron King belom diterbitkan lagi sekian lama) atau erotica (karena entah kenapa kosakatanya lebih gampang terserap...hihihi....)

    #tapi kalo genrenya bukan romance, dan tebel halamannya udah deh milih terjemahan (seperti Harry Potter, atau novel fantasy sejenisnya)

    #berhubung bhs inggris saya blm jago, saya menyambut gembira jika ada penerbit lokal yg mau menerjemahkan. apalagi harganya lebih murah XD

    Sekian....terima kasih Ren, udah menampung pendapat kecil saya ini.

    E-mail: nilanikita@yahoo.com

    BalasHapus
  60. HAPPY 1ST BLOGOVERSARY, REN'S LITTLE CORNER!

    Semoga kedepannya, semakin sukses, semakin rajin posting, semakin banyak review (dan mungkin interview dg penulis lagi), daaaaan makin banyak follwernya! ^^

    "Lebih memilih yang mana, baca buku terjemahan atau versi aslinya? Dan apa alasannya?"

    Kayanya aku tetep milih baca terjemahan, deh. Karena apa, susahnya akses buat beli buku eng, kurangnya penguasaanku dl bahasa inggris (suka nyerah ditengah jalan kalo baca buku eng) dan juga karena permintaan adikku.Lho! Kenapa permintaan adikku? Yaaa, karena adikku suka ngomel kalo aku beli buku eng, karena itu berarti dia ga isa ikut baca. Hehehe.. Bukaaan, bukan karena dia ga bisa bahasa inggris, dia lebih mahir malahan kalo dibanding aku yg gagap bin pasif. Tapi karena dia bilang, sementara ini dia muak sama bahasa inggris karena dia lagi pusing bikin skripsi, hihi.. (dia mahasiswi jurusan bahasa inggris, sih). Sebagai kakak yang baik hati dan tidak sombong, tentu saja kupenuhi permintaan adik tersayang (blah, alesaaannn..)

    Kurang lebih 2 tahun terakhir, aku mulai baca buku eng. Berawal dari anak baru di facebook (aku baru kenal fb th.09, ya ampuun, gaptek banget deh!) dan belum ada larangan tentang giveaway di fb, aku sering coba2 ikut giveaway yg diadakan oleh author2 dan fanpage2 buku dari blog@ luar. Siaa sangka, baru pertama ikut, langsung menang 6 buku sekaligus? Dari 3 author yg berbeda. Ada seorang author yg berbaik hati ngasih # buku langsung, padahal menangnya cuma satu buku. Hehehe..
    Begitu si buku dateng, sayang dooong, kalo cuma dipajang? Jadilah aku mulai baca buku eng lagi ^^
    Kenapa kubilang lagi? Karena pertama kali aku baca buku eng itu th.05, hasil pampasan dari kakak angkat di kost yg baru pulang tugas di LN dan bawain oleh2 buku. Waktu itu masih tergila2 sama Danielle Steele dan Katherine Stone :) Berhubung bacanya lamaaa, dan repot harus buka kamus, males lah aku.. Akhirnya mulai baca lagi akhir2 ini.

    Oops! Ini bukan opini dong. Malah curhat ik.. Heheh..
    Udahan deh, matursuwun sanget, ya, Ren, udah ngadain giveaway ini ^^

    Met wiken, yoo..

    lizfreya.kris[at]yahoo[dot]com


    BalasHapus
  61. Sebenernya lebih milih versi terjemahan karena tentunya proses membaca jadi lebih cepet (untuk yang kemampuan bahasa inggris nya ala kadarnya kaya saya ini).
    Tapi kadang versi terjemahan juga bikin pusing kalo kualitas terjemahannya kurang bagus, kaya sekarang saya lagi berusaha nyelesain The Moonstone (W Collins) yang terjemahannya bikin bingung di banyak halaman, ditambah lagi berkali-kali kesalahan cetak yang muncul, kalo sudah begini terpaksa liat2 versi inggris nya(ebook) biar tau maksud si pengarang yang sebenarnya. Tapi tetap lebih suka versi bahasa Indonesia... buat para penerbit2, ayo cepat terjemahkan karya2 bagus dengan kualitas terjemahan yang juga bagus

    email:yoriirawan@gmail.com

    BalasHapus
  62. lebih suka terjemahan, soalnya Bahasa Inggris saya masih cetek banget =="
    tapi kalo stok buku bacaan udah habis, ga ada koneksi buat download ebook, apalagi kantong kering, terpaksa kumpulan ebook bahasa inggris yang (sering iseng) di donlot dibaca deh ^^
    email: er.er.rhiezt@gmail.com

    BalasHapus
  63. Jujur sebenarnya vocab aku terbatas banget, tapi waktu itu ada teman di GR yang ngirimin dua buku karangannya dalam bahasa inggris. jadi aku baca, awalnya susah sih. Tapi lama-lama aku enjoy dan seperti yang dibilang mbak ren, makin lama makin jarang buka kamus.
    Jadi sekarang aku lebih suka yang edisi asli, selain versi ebook gratisnya udah duluan muncul (hehe). Dan alhamdulillah mulai PD buat baca buku impor :D
    link share di twitter https://twitter.com/harovansi/status/267237642272378880

    BalasHapus
  64. Kebanyakan, buku-buku terjemahan yang aku baca, bahasa aslinya adalah Bahasa Inggris. Sebenarnya aku agak lumayan mengerti beberapa kosakata dalam Bahasa Inggris, tapi ada beberapa pula yang belum aku mengerti. Aku lebih memilih untuk membaca buku-buku terjemahannya, selain alasan yang telah aku jelaskan tadi, menurutku, membaca buku terjemahan lebih nyaman, karena bahasa yang digunakan adalah bahasa yang aku mengerti.
    Selain itu, buku-buku import kan harganya jauh lebih mahal daripada buku-buku terjemahan :D


    Email: elfridachania@ymail.com

    BalasHapus
  65. Saya sih yang mana saja oke yah. Nggak ada masalah mau buku terjemahan maupun buku asli. Biasanya sih lebih banyak beli buku terjemahan. Soalnya harganya lebih murah ketimbang buku-buku impor :D

    Lagian saya kalau baca suka nggak ngikut tren sih. Lebih mengikuti mood sendiri. Jadinya kalau pun ada buku yang lagi booming dan baru ada dalam bahasa Inggris, biasanya cuma masuk daftar to-read dan baru dibaca kalau ada jodoh *eh.

    Lah, kan ada e-book.

    Iya sih, cuma saya suka ga tahan baca ebook. Mata gampang capek kalau kelamaan mantengin layar laptop. Beda kalau baca tulisan di kertas langsung. Plus kalau baca ebook jadinya skimming mulu.

    Email: biondyalfian[at]yahoo[dot]com

    BalasHapus
  66. Ditinjau dari kemudahan untuk memahami cerita di dalam novel, tentu saja saya lebih memilih untuk membaca novel terjemahan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan saya memahami kosakata bahasa asing yang belum sepenuhnya saya kuasai.

    Meskipun tidak dipungkiri, pilihan tersebut juga memiliki beberapa risiko atau dampak yang harus saya tanggung. Misalnya, kualitas pengalih bahasa (translator) yang kurang profesional mengakibatkan ketidaknyamanan dalam membaca dan menikmati isi novel. Masalah yang sering timbul dalam konteks ini adalah pemilihan kata dan bahasa yang digunakan translator kurang baku atau sesuai, sehingga terkesan aneh.
    Selain itu, saya juga tidak bisa mengetahui dengan sebenarnya gaya bahasa yang digunakan oleh sang penulis novel.

    Terlepas dari kekurangan-kekurangan novel terjemahan tersebut, novel terjemahan masih menjadi alternatif dan pilihan bagi saya yang masih terlalu amatir dalam pemahaman berbahasa asin.

    Email : nannaryara@yahoo.com

    BalasHapus
  67. versi terjemahan tp buat buku yg bener2 fav lbh suka baca eng...lbh dapat feel ny n tanpa sensor hehheee...
    novel terjemahan kadang suka di skip ato jd melambai...sutris kan baca genre vampire tp bahasa ribet..

    yunita_chan84@yahoo.com

    BalasHapus
  68. Sungguh aku sering muncul keinginan membaca buku asli [maksudnya bahasa inggris] tapi masalah utamaku adalah beneran gak bisa bahasa inggris, baik katif maupun pasif #malu. Jadinya, sejauh ini lebih memilih untuk membaca terjemahan dan berharap-harap pas ketemu review buku asli yang ciamik, ada penerbit yang mau nerjemahin

    sinthionk@gmail.com

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)