Jumat, 18 Juli 2014

Review: The White Magic Five and Dime oleh Steve Hockensmith & Lisa Falco

Judul  : The White Magic Five and Dime
Pengarang : Steve Hockensmith & Lisa Falco
Bahasa : Inggris
Penerbit : Midnight Ink

Tebal :  336  halaman
Diterbitkan pertama kali :1 Juli 2014

Format : e-book (NetGalley)
Target Pembaca: Dewasa

Genre : Cozy Mystery
Seri: Tarot Mystery
Buku ke-:1 (Satu)
Web Pengarang : Click Here 
Buy Links: Bookdepository, Periplus, OpenTrolley 


Sinopsis :

Much to Alanis McLachlan surprise, her estranged con-woman mother has left her an inheritance: The White Magic Five & Dime, a shop in tiny Berdache, Arizona. Reluctantly traveling to Berdache to claim her new property, Alanis decides to stay and pick up her mother's tarot business in an attempt to find out how she died.

With help from a hunky cop and her mother's live-in teenage apprentice, Alanis begins faking her way trough tarot readings in order to win the confidence of her mother's clients. But the more she uses the tarot deck, the more Alanis begins to find real meaning in the cards ... and the secrets surrounding her mother's demise.

 Review


 “Tarot readers aren't necessarily psychic. They're merely adept at using a spesific set of symbols, shuffled by the random hand of chance, to assess an individual's past , present and prospects"
Infinite Roads of Knowing - pg 3

Saya pertama kali tahu tentang Tarot pada masa SMA. Saat itu saya lagi suka - sukanya dengan karya CLAMP yaitu X, dan kalau yang mengikuti X pasti tahu jika penerbitnya (yang ilegal pada masa itu) suka menyisipkan pembatas buku dengan gambar tokoh - tokoh dalam komik X. Bukan sembarang gambar, melainkan representasi tokoh X dalam bentuk kartu Tarot Major Arcana. Saat itu saya cuma sekedar penasaran dan cuma menganggap kalau "wah, pembatasnya keren". Barulah beberapa tahun kemudian, dari artikel majalah yang saya baca, Tarot bisa dipakai untuk meramal nasib. Bahkan di apartemen tempat saya ngontrak sekarang ada stand pembaca Tarot. Tapi saya ngga pernah tertarik untuk mencoba. Takut syirik juga sih :P.

Dan itu salah satu alasan saya juga request ARC The White Magic Five and Dime di NetGalley, karena ada unsur Tarot. Saya sih sudah request sejak lama, cuma karena kebanyakan buku untuk dibaca, buku ini jadi teranggurkan. Sampai kemaren saya dapat email dari penerbitnya dan saya yang "uppss, mesti baca nih!". Genre The White Magic adalah cozy mystery, dan ini merupakan salah satu genre yang saya nikmati. Nggak sampai favorite sih, tapi lumayan untuk bacaan ringan dan juga "aman" di saat puasa :)).


The White Magic Five and Dime, judulnya memang agak panjang, dan ini merupakan nama toko yang ditinggalkan Athena Pattalis pada putrinya yang sudah lama tidak berhubungan, Alanis McLachlan. Masalahnya, Alanis sendiri tidak mengerti kenapa ibunya mewariskan toko itu padanya, mengingat  mereka sudah 20 tahun tidak bertemu. Alanis lalu mendapati bahwa ibunya dibunuh, dan dia nggak terkejut. Gimanapun juga Athena adalah mantan con-artist, alias penipu, yang menggunakan ramalan Tarot untuk memeras pelanggannya. Cuma Alanis merasa dia harus menyelidiki motif dibalik pembunuhan sang ibu yang dia benci dan juga siapa pembunuhnya. Alanis cuma punya satu cara, dia harus berbaur dengan penduduk Berdache, tempat toko itu berada dan mengikuti jejak sang ibu, menjadi pembaca Tarot. Dengan dibantu murid sang ibu, Clarice dan polisi seksi setempat, Josh Logan,  Alanis memulai investigasinya. Masalah makin pelik saat ada orang yang mengancam ingin membunuh Alanis dan beberapa pelanggan lama ibunya tidak senang dengan kehadiran Alanis. Apalagi, walau Alanis tahu kalau meramal Tarot itu banyak bohongnya, lambat laun kartu Tarot itu mulai menunjukkan prediksi yang nyata tentang orang yang diramal Alanis. Termasuk clue siapa pembunuh ibu Alanis.

Apakah The White Magic ini sama aja dengan buku - buku cozy mystery yang saya baca? Hmmm, secara basic sebenarnya sama. Tokoh utama yang mendapati dirinya jadi detektif amatir, lalu setting kota kecil yang penduduknya saling kenal satu sama lain, tiba - tiba aja ada polisi seksi yang menjadi love interest walau tentu saja ngga terlalu diperlihatkan romancenya dan ancaman pembunuhan. Yang membuat saya suka buku ini adalah aspek Tarotnya dan sarkasme Alanis yang luaaar biasa. Alanis bisa jadi salah satu heroine yang paling ter-sarkastik yang pernah saya baca. Emang kadang dialognya rada lebay dan juga penulisan duo Hockensmith-Falco di sini ngga konvensional alias banyak sekali paragraf yang ditulis dalam satu kalimat. Tapi lucu juga bacanya. Alanis jelas bukan tipe menye. Umurnya aja sudah 36 dan masa kecil yang dihabiskan dengan ibunya yang penipu membuat Alanis menjadi wanita yang tangguh.

 Just because Mom was a sham didn't mean every tarot reader was


Kebohongan. Salah satu aspek utama juga dalam buku ini. Di buku ini pembaca akan tahu trik - trik penipu itu seperti apa. Saya sih ngga akan bilang jika peramal Tarot itu banyakan menipu, tapi ngga ada salahnya juga sih untuk lebih waspada dan ngga gampang percaya ma ramalan. Alanis tahu kalau ibunya penipu dan dia juga nggak bangga. Tapi emang buah jatuh ngga jauh dari pohonnya, karena Alanis sendiri juga punya kemampuan untuk menipu walau lebih untuk ke hal yang positif. Istilah lainnya adalah persuasi, dan Alanis jago banget mempengaruhi orang. Di buku ini kita akan tahu tentang masa lalu Alanis (yang diceritakan dalam sudut pandang orang ketiga dan nama Alanis adalah "the girl", karena saat kecil ibunya memang tidak memberi dia nama) yang cukup pelik dan membuatnya menjadi dirinya yang sekarang.

Misterinya sendiri sangat simpel, walau karena saya ngga bakat jadi detektif, saya cukup penasaran juga siapa pembunuhnya. Sayangnya sih, ternyata saat pembunuhnya ketahuan bikin saya keingat buku lain dengan tema yang hampir sama! Ya, aslinya semua petunjuk sudah jelas, tapi saya sama kayak Alanis, nggak mungkin lah orang itu yang bunuh. Tapi ternyata kenyataannya seperti itu. Saya agak kecewa bukan karena tahu siapa pembunuhnya, tapi karena merasa dejavu dengan temanya. Walau begitu, secara keseluruhan buku ini sangat menarik untuk dibaca. Di dalamnya ada gambar - gambar kartu Tarot baik dari Major Arcana maupun Minor Arcana. Tidak ada nomor bab, tapi tiap bab ditandai dengan kartu Major Arcana yang dibawahnya diberi penjelasan dari buku Infinite Roads of Knowing karya Miss Chance. Ngga usah dicari bukunya, karena buku ini cuma fiktif, walau Alanis malah belajar ngeramal Tarot dari buku yang nggak jelas itu :))

Yang pasti kalau kalian tertarik dengan aspek kartu Tarot dan pengen baca buku dengan misteri yang ringan serta ngga banyak mikir, The White Magic Five and Dime adalah kombinasi yang tepat. Saya sendiri pengen tahu lebih banyak tentang Alanis dan juga kartu Tarotnya yang misterius. Penasaran kasus pembunuhan siapa lagi yang akan diselidiki sama Alanis.


"Cards can't tell you what to do. Nothing and no one can tell you what to do. Every decision is yours to make. The trick is knowing who you are. Are you the kind of person who'd do this, the kind of person who'd do that or the kind of person who'd do the thing first two people think was nuts? The tarot isn't a window you look through for an answer. It's a mirror. It offer 78 paths to self discovery in thousands of possible combinations. Existence offers an infinite number more if we open our hearts and minds to them. Which isn't always easy. Life can be a bitch, they say, but she's beautiful too. Love the beauty without limit, and the bitchy you might learn to love if you never understand it."


Rekomendasi buku dengan genre yang sama seperti The White Magic Five and Dime:
- Ukuran 12 Tidak Gemuk - Meg Cabot
- Guidebook to Murder - Lynn Cahoon

Trivia

Mengingat Tarot adalah aspek besar dalam buku ini, maka saya akan membahas sedikit tentang Tarot. Kata Tarot sendiri pertama dikenal dengan nama Trionfi (dari bahasa Italia. Artinya adalah kartu) , lalu tarocchi dan tarok (sumber: Wikipedia). Kartu tarot awalnya dikenal sebagai set kartu permainan di awal abad 15 sampai kemudian menjadi alat untuk meramal di abad 18. Kartu Tarot terdiri dari 78 kartu dan dua set. Set pertama adalah Major Arcana yang terdiri dari 22 kartu dan Minor Arcana yang terdiri dari 56 kartu.

Untuk Major Arcana, bisa dilihat di gambar berikut:


 Sementara Minor Arcana terdiri dari 4 set kartu yaitu Ace, Wands, Pentacles dan Swords, yang mana satu setnya terdiri dari angka 1-10 dan empat kartu royalti. Sama dengan kartu remi yang biasanya dibuat mainan atau judi. Untuk urutannya bisa dilihat di gambar berikut:


Ada banyak sekali web yang membahas tentang Tarot dan juga cara membaca kartu Tarot. Yang saya tangkap dari buku ini adalah, peramal akan mengocok kartu lalu meletakkannya dalam formasi tertentu seperti Celtic Cross, salah satu formasi ramalan yang terkenal. Dari situ sang peramal akan membuka kartu yang merepresentasikan masa lalu, masa kini dan prediksi akan masa depan. Peramal itu akan menginterpretasikan masing - masing kartu itu dan kemudian memberikan nasihat pada orang yang diramal. Kadang ada juga saat dibuka,kartu itu terbalik sehingga artinya bisa berbeda dengan definisi kartu yang sebenarnya.

Berminat buat mempelajari Tarot? Bisa mampir ke Tarot.com atau googling aja web - web yang membahas tentang kartu Tarot ini.

 Story & Sensuality Rate

Rating saya untuk The White Magic Five and Dime ini adalah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)