Senin, 30 September 2013

Scene on Three #4 : Dreamfever


Sekarang hari Senin, dan juga hari terakhir di bulan September. Don't wanna let Monday beat you, so I want to said, "good morning, sunshine!" *hahaha jayus X)*

Sudah lama nih saya ga ikutan meme dari B-Zee, yaitu Scene on Three. Selain pada tanggal yang ada angka tiganya, biasanya saya ada postingan tersendiri, kadang susah juga nemuin adegan yang menurut saya memorable. Untungnya untuk Scene on Three kali in, saya mendapatkan scene yang menurut saya, cukup menggambarkan keadaan saya kali ini. Diambil dari buku Dreamfever, buku ke-empat serial Fever karya Karen Marie Moning, hal 238 :

Review : Dreamfever oleh Karen Marie Moning


Judul : Dreamfever
Pengarang : Karen Marie Moning
Penerbit : Delacorte Press
Tebal : 498 halaman
Diterbitkan pertama kali : 26 Oktober 2010
Format : Mass Market Paperback
Target : Dewasa
Genre : Urban Fantasy
Bahasa : Inggris 

Seri : Fever, buku keempat 
Web Pengarang : Click here
Order di : Bookdepository, Periplus, Open Trolley
English Review at Goodreads : click here
Review Buku 1 : Darkfever

Review Buku 2 : Bloodfever  
Review Buku 3 : Faefever
 


Sinopsis


They may have stolen my past, but I’ll never let them take my future

When the walls between Man and Fae come crashing down, freeing the insatiable, immortal Unseelie from their icy prison, MacKayla Lane is caught in a deadly trap. Captured by the Fae Lord Master, she is left with no memory of who or what she is: the only sidhe-seer alive who can track the Sinsar Dubh, a book of arcane black magic that holds the key to controlling both worlds. 

Clawing her way back from oblivion is only the first step Mac must take down a perilous path, from the battle-filled streets of Dublin to the treacherous politics of an ancient, secret sect, through the tangled lies of men who claim to be her allies into the illusory world of the Fae themselves, where nothing is as it seems—and Mac is forced to face a soul-shattering truth..

Who do you trust when you can’t even trust yourself?

Review


Agak sulit mereview Dreamfever tanpa beberapa spoiler, dan juga mengajak pembaca mengerti ceritanya, karena buku ini adalah buku keempat seri Fever yang fenomenal dan membuat pengarangya, Karen Marie Moning menduduki spot no 1 di New York Times bestseller. Daftar yang semacam jaminan, siapapun yang dapat no 1, maka patut dipertimbangkan. Dan saya juga akhirnya mengerti setelah membaca buku ini, kenapa fansnya sangat setia. Beberapa serial memang membutuhkan kesabaran untuk diikuti, dan saya akui serial Fever ini cukup bikin saya frustasi, baik dari segi penulisan dan juga penokohan. Sekedar saran, silakan baca review saya untuk buku pertama sampai dengan ketiga, yang semuanya sudah saya ulas di blog ini :)

Jumat, 27 September 2013

Friday's Recommendation #22

TGIF! Thanks God, It's Friday! Dan juga hari Jum'at terakhir di bulan September. Yang sudah kerja, selamat menikmati gaji yang sudah masuk ya, hehehehe (kalau saya sih, baru gajian Senin depan :') ). Seperti biasa, setiap minggu kedua dan keempat adalah waktunya meme Friday's Recommendation :D. Rekomendasikan buku apa yang kamu inginkan agar diterbitkan dan diterjemahkan disini. Atau, jika kamu habis membaca buku yang "wow" banget sampai bikin "book hangover", rekomendasikan juga yaa.
Dan ini adalah buku yang saya rekomendasikan untuk diterjemahkan :

Rabu, 25 September 2013

Review : Angels and Demons oleh Dan Brown




Judul : Angels and Demons
Terjemahan : Malaikat dan Iblis
Pengarang : Dan Brown

Penerjemah :  Isma B.Koesalamwardi
Penerbit : Serambi
Tebal : 656 halaman
Diterbitkan pertama kali : Februari 2005
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Thriller Suspense
Bahasa : Indonesia
Seri :  Robert Langdon, buku ke-1 (satu)
Web Pengarang : Click here
Order di : Bukukita

Sinopsis
 
SEORANG ILMUWAN TERBUNUH
SEBUAH BOM WAKTU BERDETAK MUNDUR
SEBUAH KOTA SUCI TERANCAM PUNAH

Robert Langdon, simbologis Harvard tersohor, tidak pernah menyangka kalau satu hari dalam hidupnya akan dipenuhi oleh terlalu banyak kejutan. Kalau hanya melihat ambigram yang bertuliskan nama kelompok persaudaraan Illuminati, mungkin itu bukan masalah besar. Tapi melihatnya tercap di dada lima lelaki yang terbunuh pada hari yang sama?Jauh sebelum memecahkan Kode Da Vinci, Robert Langdon diminta oleh sebuah institusi penelitian di Swiss untuk menganalisis simbol penuh teka-teki yang tercap di dada seorang ahli fisika yang tewas terbunuh.

Apa yang ditemukannya sungguh di luar dugaan: dendam mematikan terhadap Gereja Katolik dari sebuah persaudaraan kuno yang sudah berlangsung selama berabad-abadIlluminati. Terdorong untuk menyelamatkan Vatikan dari bom waktu yang berdaya ledak besar, Langdon membantu pasukan penjaga paling setia di dunia bersama dengan seorang ilmuwan misterius nan cantik bernama Vittoria Vetra. Berdua, mereka memulai perburuan yang menyeramkan ke ruang-ruang bawah tanah yang terkunci rapat, kuburan-kuburan berbahaya, katedral-katedral yang lengang, dan tempat yang paling misterius di dunia ... markas Illuminati yang lama terlupakan.Ditulis dengan gaya jenaka namun cerdas, Dan Brown membawa kita berpetualang di pusat kebudayaan tertua di Eropa, Roma. Pemahaman kita dibuat terkaget-kaget dengan penyingkapan berbagai rahasia di balik tempat-tempat bersejarah dan karya-karya seni terkenal yang terdapat di sana. Dengan plot cerita yang melingkar-lingkar dan alur yang cepat, Brown sekali lagi berhasil menyiksa kita dengan sebuah novel yang sulit dilepaskan begitu kita mulai membacanya!

Review

Saya ini penggemar berat Dan Brown, dan perkenalan saya yang pertama dengannya adalah melalui The Da Vinci Code yang sangat kontroversial itu bagi beberapa orang (kalau bagi saya sih ngga :P). Saya pun membaca buku itu, lalu baca The Lost Symbol  yang bagi beberapa pembaca biasa aja, tapi sukses bikin saya begadang sampai jam 5 pagi *0*! Buku - buku Dan Brown sebelum The Da Vinci Code, yaitu Digital Fortress dan Deception Point juga sudah habis saya lahap. Sayangnya, saya ngga sempat terus mau baca Angels and Demons. Bukunya habis dimana - mana, sampai akhirnya nemu yang edisi cover film dengan gambar om Tom Hanks di Leksika. Dan itu juga baru dibaca setahun yang lalu, tepatnya hari Sabtu kemaren setelah kedatangan Inferno ke rumah saya :P


And, like The Lost Symbol, Angels and Demons juga sukses bikin saya begadang sampai jam 2 pagi. Dan diteruskan baca sampai siang hari dan lupa makan!

Senin, 23 September 2013

Event : A Long Expected Party by Eorlingas

Saya penggemar Lords of The Ring. Lebih tepatnya sih, fans berat filmnya, dimana saya tiap bulan ada semacam ritual nonton salah satu film Lords of The Ring, sampai hafal semua dialog, lagu dan pemerannya X). BTW, kalau anda mengira saya ngga pernah baca buku J.R.R. Tolkien, I do read The Hobbit! Dan saya suka banget sama The Hobbit, buku fantasy yang cukup ringan tapi penuh moral. Well, sebulan sebelumnya, saya yang hobi jadi silent reader di grup Eorlingas (soalnya disana ada banyak info menarik tentang Middle Earth, but I'm too chicken out to participated :') ), perkumpulan para pecinta karya Tolkien, membaca pengumuman. Kalau mereka akan mengadakan Middle Earth Themed Party, yang dinamai A Long Expected Party! 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...