Jumat, 04 November 2011

Review : Kisah di Balik Layar oleh Meggin Cabot



Judul Asli : She Went All That Way
Judul Terjemahan : Kisah di Balik Layar
Pengarang : Meggin Cabot
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 448 Halaman
Diterbitkan pertama kali : 2004
Target : Dewasa
Genre : Contemporer, chicklit
Status : Punya sendiri =)

Sinopsis :

Beberapa film yang ditulis Lou Calabrese sukses, bahkan ia mendapat penghargaan sebagai penulis skenario terbaik untuk film terakhirnya. Namun kesuksesan belum memanjakannya, hanya membuatnya akrab dengan kemewahan, dan membawanya ke dalam situasi berbahaya...

Ia terjebak dalam helikopter bersama aktor sekaligus "musuhnya", Jack Townsend, dalam perjalanan ke lokasi syuting di Alaska. Aktris mantan kekasih Jack tiba-tiba menikah dengan aktor mantan kekasih Lou, yang meninggalkannya begitu saja setelah sekian lama. Lou telah bersumpah takkan mau terlibat dengan aktor lain.

Namun sialnya, helikopter itu terjatuh di gunung bersalju, setelah si pilot yang ternyata pembunuh bayaran gagal menghabisi Jack. Dan sialnya lagi, Lou terpaksa berjuang mempertahankan nyawanya, dan nyawa Jack tentu saja, dari gerombolan pembunuh yang mengejar mereka berdua di antara hutan belantara Kutub Utara. Dan itu semua hanya gara-gara Jack... seorang aktor lain dalam hidupnya

Review :


Review pertama untuk blog ini, yey! *tepuk tangan, tebar - tebar konfetti =)).
Daripada saya kebanyakan nyerocos di awal, lebih baik saya mulai deh ceritanya buku ini.

"Kisah di Balik Layar" berlatar belakang hiruk pikuk dunia perfilman di Hollywood. Lou Calabrese, seorang penulis naskah skenario yang baru saja mendapat Academy Award, berkat film Hindenburg yang menggambarkan kemenangan semangat manusia (ini apaan sih? :)) ), harus menerima kenyataan pahit kalau mantan pacarnya Bruno di Blase (alias Barry Kimnel) telah menikah dengan lawan mainnya Greta Wolston. Si aktris yang bersangkutan diketahui baru saja pisah dengan mantan kekasihnya, Jack Townsend ,beberapa hari lalu

Seolah nasib tidak mungkin lebih buruk lagi, Lou harus satu pesawat (baca : helikopter) dengan si musuh bebuyutannya, yaitu Jack Townsend sendiri. Jack tak tahu kenapa Lou membencinya, tapi Lou punya alasannya sendiri. Jack dianggap telah mengganti kalimat dalam naskah Lou di film Copkiller. Dari kalimat yang awalnya "
Its always funny until someone get hurts , diubah Jack menjadi " I need a bigger gun , yang malah jadi quote favorite dari sang aktor. Selain itu Jack dulunya adalah mantan pacar dari sahabat Lou, Vicky Lord, istri dari sutradara Tim Lord. Orang yang menyutradai Copkiller IV, film yang lokasi syutingnya adalah tujuan Lou dan Jack yang sekarang berada dalam satu helikopter.

Sayangnya ditengah perjalanan, Jack dan Lou (yang saling menghindar, tapi juga curi-curi pandang :)). tipikal cerita seperti ini memang. ) mendapati diri mereka dalam bahaya, karena sang pilot menodongkan pistol ke arah Jack. Ada seseorang yang ingin Jack mati. Saat berusaha mengorek keterangan dari sang pilot, helikopter itu terjatuh. Dan praktis saat ini Jack dan Lou tersesat di La La Land, ngg, maksudnya belantara Alaska =))

Masalah tidak berhenti begitu saja, karena masih ada ancaman pembunuhan yang ditujukan untuk Jack. Jack dan Lou bekejar- kejaran dengan pembunuh yang mengincar mereka, menemukan kabin, keesokan harinya dikejar lagi, sampai akhirnya menemukan rumah pemburu yang layak untuk mereka huni. Sepanjang itu pula Lou dan Jack selalu bertengkar, tapi juga kelihatan kalau mereka saling tertarik satu sama lain, sampai pada puncaknya setelah acara makan malam di dapur (ehem-ehem ;)) )

Tiga hari telah berlalu, setelah kecelakaan helikopter, dan Jack serta Lou tetap berusaha melarikan diri dari pengejar mereka, sampai akhirnya mereka berdua menemukan bar, dan meminta pertolongan.

Masalah selesai??

Tidak juga, karena rupanya ancaman pembunuhan terhadap Jack masih berlanjut, dan parahnya saat itu Jack sadar bahwa mungkin selama ini Loulah yang selalu dia cari2 sebagai pendamping hidupnya nanti...

Sebenarnya saya baca buku ini sudah lama, sekitar akhir tahun 2010 lalu. Saya dapat pinjeman dari teman saya Retno Adhisty yang akrab dipanggil Kimbab, dan membacanya pas perjalanan pulang ke Malang. Pas itu saya baru saja balik dari rumah kakek kalau ga salah ingat.

Buku "Kisah di Balik Layar" ini adalah buku pertama dari Meg Cabot yang saya baca. Selama ini saya mengasumsikan si Meg Cabot ini terkenal dengan "Princess Diaries"nya. Saya ga pernah baca bukunya, tapi jelas nonton filmnya. Siapa sih yang ga kepincut liat si cantik Anne Hathaway? Makanya saat teman saya si Kimbab ini punya bukunya Kisah di Balik Layar, terus terang saya cukup penasaran juga. Penulis remaja menulis cerita untuk pembaca dewasa? Hmmm.

Dan, berterimakasihlah saya sama si Kimbab ini, ternyata saya kasih buku ini 5 bintang. Walaupun saya ini cukup dermawan dalam memberi rating, tapi untuk genre kontemporer dan chicklit mendapat 5 bintang? Itu sudah luar biasa. Saya bener - bener terpesona sama ceritanya. Gaya menulis Meg Cabot atau Meggin Cabot disini berjalan mulus layaknya jalan tol dan tidak membosankan untuk dibaca. Membuat saya masuk ke dalam ceritanya dan tidak bisa berhenti membaca.


Dari yang awalnya hate at the first sight, dan lama - lama jadi saling jatuh cinta, walaupun juga sama - sama menyangkal. Lou tidak mau terluka lagi hatinya gara2 aktor, dan Jack, seperti halnya pria bule kebanyakan, anti komitmen. Mungkin Jack berniat menjadi George Clooney yang juga betah jadi bujangan itu :)). Menyenangnkan melihat mereka beradu mulut, karena Lou bukan tipe yang bisa terintimidasi, dan Jack tahu bahwa Lou adalah satu2nya wanita yang kebal pesonanya (setidaknya begitu).

Selain Jack dan Lou, tokoh2 lain juga tak kalah seru ceritanya, tapi yang paling berkesan adalah cerita Eleanor Townsend (ibu Jack) dan Frank Calabrese (ayah Lou). Rupanya tidak hanya anak mereka berdua yang kena panah cupid, walau sudah tua, cinta pun bisa datang kapan saja... :)). Dan juga ada si Bruno di Blase alias Barry yang masih aja mengejar2 Lou, walau harus menerima kenyataan kalo dirinya kebanting sama si Jack.

Untuk Chicklit, buku ini tergolong cukup "steamy" (bukannya saya protes, hohoho), cukup kaget juga waktu tau , tapi akhirnya yah lanjut terus bacanya [hmpfh]. Yang pasti untuk fansnya Meg Cabot, baik lama maupun baru, "Kisah di Balik Layar" adalah bacaan wajib.

Note : Walaupun saya pinjam punya teman, syukurlah saya nemu buku ini di Gramedia Malang. Sudah tinggal 1 biji, dan saya beli sekitar awal tahun 2011 ini. Buku ini diterbitkan tahun 2004, dan saat ini keberadaannya sudah sangat langka sekali. Kebanyakan yang beredar adalah versi "used" atau sekennya. Saya cukup beruntung dapat versi masih baru, walau sudah dibungkus dengan plastik cukup kumal :)).


Rating :

Cerita :


Sensualitas :

7 komentar:

  1. Gw lumayan suka sama buku Meg yg ini. Tp lebih suka Boys series sih^^

    BalasHapus
  2. Kalo yang boys series agak bingungin sih formatnya =P

    Tapi sama bagusnya, cuma yang buku ketiga ga bagus2 amat

    BalasHapus
  3. Ceritanya bagus, untuk genre dewasa yaa,....mungkin nga terlalu di kenal karna covernya seperti itu, kebanyakan kan kita reka2 cerita dari cover duluan,..^^

    omong2 Ren, gimana nih jd follower,pd gaptek aku nih..^^

    Filia

    BalasHapus
  4. @Filia :Aku dulu tau buku ini pas baca artikel Cita Cinta. Penasaran pas dibilang ada adegan di tempat cuci piring, wkwkwk.

    Kalo mau jadi follower, tinggal klik ke Google Friend Connect aja. Di bawahnya si cowo ganteng, hmpfh. Itu bisa connect via google, yahoo sama Twitter kok =)

    BalasHapus
  5. Fave guweeehhhh!!! Meg Cabot Fave guweeehhhh... hahhahha

    BalasHapus
  6. salah satu buku meg cabot fav-ku nih, haha adegan cuci piring =))

    BalasHapus
  7. @Videl : Sampai kau cari2 sekenannya dimana-mana yak, wkwkwkwk

    @peri_hutan : awww, itu juga [saliva]

    BalasHapus

Terimakasih sudah meninggalkan komen di Ren's Little Corner. Silakan untuk setuju/tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)

Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).

Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.

Terimakasih sudah mau berkunjung! :D


Thanks for commenting on Ren's Little Corner. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.

I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).

Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.

Thank you for your visit! :D.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)