Jumat, 27 Juni 2014

Review : A Tale Dark and Grimm oleh Adam Gitwitz


Judul: A Tale Dark & Grimm
Pengarang : Adam Gitwitz
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Atria

Jumlah halaman :  244 pages
Terbit : Juli 2011

Format : Paperback

Genre : Fairy tales
Series: A Tale Dark & Grimm
Buku no: #1
Target Pembaca: Remaja, Anak - anak (dengan pendamping) 

Web Pengarang: Click Here


Sinopsis :


Sebelum kau membaca buku ini, kuperingatkan: cerita ini bukan untuk anak-anak. Penyihir dengan mantra keji, pemburu berdarah dingin, serta tukang roti yang memanggang anak-anak, mengintip di halaman-halamannya.

Namun, jika kau berani, ikuti petualangan Hansel dan Gretel memasuki dunia penuh sihir, teror, dan sepercik kelakar yang berkilauan seperti kerikil putih di sepanjang jalannya.

Masuklah. Mungkin menakutkan, dan jelas-jelas penuh darah. Tetapi, tak seperti dongeng-dongeng yang kauketahui, yang ini sungguhan.
Dan kau tahu, dahulu kala, dongeng itu keren.


 Review


Pada suatu hari Sabtu yang panas, empunya blogger ini sedang melihat - lihat lemari bukunya dan mencari buku apa yang akan dia baca sambil mengisi kekosongan. Lalu dia teringat, "Oh ya. BBI lagi bikin acara baca bareng dengan tema "Fairy Tales"!". Maka dia mengambil buku berjudul A Tale Dark & Grimm. Buku yang dia ingat dibelinya entah beberapa tahun sebelumnya, dan baru sempat dibaca sekarang.  Sinopsinya menarik, covernya unik. Entah kenapa si blogger ini punya firasat jika dia akan menyukai kisah dongeng ala Adam Gitwitz. Kisah dongeng yang ternyata jauh lebih kompleks, bersimbah darah dan kelam -walau setelah selesai membaca buku Tuan Gitwitz, sang blogger merasa "ah ngga kelam - kelam amat juga sih"-, tapi layaknya semua kisah dongeng, sang blogger berani jamin bahwa kisahnya tentu saja happy ending.



Sang blogger membuka halaman awal, dan tersenyum kecil membaca peringatan tuan Gitwitz. Oh, pikirnya, ini akan sangat menarik. Dia lalu membaca huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan tersenyum bahagia pada akhirnya. Ini bukan kisah Hansel and Gretel seperti yang kalian tahu!, teriak si blogger (dalam hatinya :)) ). Yah,katanya, jangan samakan Hansel dan Gretel di buku ini dengan versi filmnya:



walau menurut si blogger, Jeremy Renner sangat keren dan Gemma Artenton itu sangat seksi X). Apakah sama berdarahnya? Yah, sama - sama berdarah, kata si blogger, cuma di buku ini kadarnya sudah disesuaikan agar tidak membuat anak - anak takut. Walau tentu saja dia tetap menakuti - nakuti pembaca, sayang triknya tidak berhasil.

Sang blogger sangat berterimakasih pada Tuan Gitwitz karena di buku ini ternyata banyak sekali kisah fairy tales dari Jacob dan Wilhelm Grimm  (atau Grimm's Fairy Tales atau Grimms Elfenmärchen) yang diceritakan ulang dengan dihubungkan ke kisah Hansel dan Gretel, dan menjadi kesatuan kisah yang layak untuk dibaca! Ijinkanlah blogger yang sedang senang ini untuk berbagi kisah dongeng yang ada di buku ini:

- Kisah awal mula bertemunya orangtua Hansel dan Gretel dan pelayan mereka yang setia bernama Johannes, adalah kisah  Trusty John  yang diceritakan dengan cerdik oleh Tuan Gitwitz sehingga si blogger tahu masa lalu Hansel dan Gretel... yang tidak menyenangkan.

- Kisah Hansel dan Gretel. Tentu saja, karena buku ini tentang Hansel & Gretel!

- Saat Hansel dan Gretel berhasil kabur dari rumah kue milik pembuat kue yang jahat, mereka bertemu dengan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan 7 orang anak laki - laki. Sang ibu yang menginginkan anak perempuan, mengangkat mereka berdua menjadi anak. Sayangnya sang ayah tak sengaja mengutuk ketujuh anaknya menjadi burung layang - layang. Hansel dan Gretel yang merasa bersalah, akhirnya mencari ketujuh saudara barunya. Ini, teman - teman pembaca yang baik, diambil dari kisah The Seven Ravens

- Saat Hansel terpisah dari saudaranya Gretel dan menjadi binatang buas, wujud binatangnya ditangkap oleh seorang bangsawan dan ajaibnya, Hansel kembali ke wujud semula. Sayang, sang bangsawan yang gemar berjudi malah menaruhkan Hansel kepada sang Iblis. Hansel pun pergi ke neraka, tapi ada cara dia bisa keluar dari neraka, yaitu mengambil tiga helai rambut emas dari sang Iblis. Teman - teman pembaca, kisah ini adalah kisah dari The Devil with the Three Golden Hairs . Tapi, tidak hanya mengambil kisah dongeng sang Iblis, karena sang blogger juga menyadari bahwa Tuan Gitwitz juga mengambil elemen dari kisah Little Red Riding Hood. Teman - teman tentunya tahu dialog ini kan?



"Kenapa nenek gemetaran?" tanyanya.
"Agar lebih baik mengayunkanmu sampai tidur, Sayangku," ujar Hansel sambil berusaha keras menahan giginya bergemeletuk.
"Nenek, maukah kau menyanyikan lagu untukku?" tanya Iblis, kelopak matanya pelan - pelan menutup.
"Tentu saja , Sayang" kata Hansel. Dia menelan ludah dengan sulit. Lalu, mulai menjerit sekencang - kencangnya.
"Nenek, suaramu bagus sekali," kata Iblis.
"Agar lebih baik meninabobokanmu sampai tertidur, Sayangku," sahut Hansel.
"Maukah kau membelai rambutku?" kata Iblis.
Dengan tangan gemetaran, Hansel mulai membelai rambutnya.
"Nenek, jarimu halus sekali," kata Iblis.
"Ssst," bisik Hansel. "Tidurlah, Sayangku"
Dan Iblis pun tertidur.


Dan tentunya masih banyak lagi. Si blogger ini ingin agar kalian, teman - teman pembaca yang baik, untuk membaca buku ini dan mencari kisah - kisah dongeng dari Grimm bersaudara lainnya yang sudah diceritakan ulang oleh tuan Gitwitz.

Lalu, apa sebenarnya maksud tuan Gitwitz menceritakan ulang beberapa kisah dari Grimm bersaudara? Si blogger ini berpendapat, bahwa dongeng pada masa itu memang kejam tapi selalu ada hikmah yang bisa dipakai. Dengan menggabungkan beberapa kisah dongeng, tuan Gitwitz dengan piawai menceritakan perjalanan Hansel dan Gretel, dari yang awalnya merasa tak dibutuhkan oleh orang tuanya sehingga mereka selalu mencari orang yang bisa menyayangi mereka untuk kemudian menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Itulah inti buku ini, teman - teman pembaca. Mengutip kata - kata tuan Gitwitz:


...untuk menemukan hikmah terbijak seseorang harus melalui masa - masa terhelap. Dan untuk melalui masa - masa tergelap itu tak disertai pemandu.
Ya, tak ada pemandu, kecuali keberanian.

Tentu saja bukan berarti si blogger menganggap buku ini tidak ada kelemahan, teman - teman. Narasi Tuan Gitwitz lucu, sangat lucu dan penuh sarkasme. Tapi ada saat - saat dimana gaya naratornya jadi sangat menyebalkan, dimana tuan Gitwitz suka sekali menunda - nunda untuk melanjutkan cerita dan hanya memberi petunjuk - petunjuk yang terkadang saat si blogger ini membaca lanjutan ceritanya, ternyata hanya begitu saja. Untuk terjemahan, sang blogger mengacungkan jempol karena terjemahannya enak dibaca dan minim typo. 

Jadi, teman - teman pembaca menunggu apa lagi? Si blogger ini sangat merekomendasikan A Tale Dark & Grimm untuk dibaca, terutama jika teman - teman sangat suka dengan kisah dongeng. Bukunya juga tipis, jadi cocok untuk bacaan cepat. Buku ini juga bisa dibaca oleh siapa saja, hanya, si blogger ini ingin mengingatkan jika kalian membacakan buku ini pada anak - anak, berilah dia pengertian. Karena walau adegan berdarah - darah ini tidak membuat si blogger yang sudah biasa melahap kisah para psycho menjadi ketakutan, anak - anak bisa ketakutan! Tapi.... mungkin tidak lama ya :)

 Story  Rate

Blogger ini memberi A Tale Dark and Grimm:

5 komentar:

  1. ada typo di quote 'masa tergelap' ~spank~

    Aku suka buku ini, kayaknya dipinjem seseorang...tapi lupa udah dibalikin belum ya x_x

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jyah keliatan aja typonya X)

      Wah, mesti ditagih ulang tuh Vin. Presiden mau ganti masa bukumu belum balik? #uhuk

      Hapus
  2. buku ini masih di timbunankuuu hahaha... seru juga nyari2 dongeng2 grimm dengan berbagai versi di buku ini yah. btw, dongeng grimm yg asli pun sangat tidak disarankan utk anak2, horrorrrr XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi menurutku anak - anak jaman dulu itu jauh lebih tahan banting ketimbang sekarang Mbak Astrid. Soalnya jaman dulu kan ngga semakmur sekarang ya :/

      Hapus
  3. Jadi pengen baca bukunya deh. Berarti dalam satu buku ini terdapat crossover nya juga ya kak?
    Bagian saat Hansel menidurkan iblis bener2 bikin penasaran kak Ren..

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)