Rabu, 04 Juni 2014

Review: Angel in Chains oleh Cynthia Eden

Judul  : Angel in Chains
Pengarang : Cynthia Eden
Bahasa : Inggris
Penerbit : Brava

Tebal :  352  halaman
Diterbitkan pertama kali :27 November 2012

Format : e-book
Target Pembaca: Dewasa

Genre : Paranormal Romance, Suspense/Thriller
Seri: The Fallen
Buku ke-:3 (Tiga)
Web Pengarang : Click HereBuy Links: Bookdepository, Periplus, OpenTrolley
Review Buku ke-1 : Angel of Darkness
Review Buku ke-2 : Angel Betrayed

Sinopsis :

Mortal Sin

As a fallen Angel of Death, Azrael is cursed to walk the earth alone in search of redemption. One night, as he wanders the streets of New Orleans, he discovers a woman surrounded by panther shifters. No longer able to contain the anger simmering within, Az summons his dark powers and attacks, determined to protect this innocent human from certain death.

Only Jade Pierce is no delicate flower. She's spent years learning to survive and fight the evil forces sent by her ex-lover who refuses to let her go. But after seeing Az in action, she figures she could use a little supernatural help. And so she plans a course of seduction guaranteed to arouse his interest and his angelic passions. . .

 Review
Mungkin teman - teman yang membaca blog saya lagi ngelihat kalau saya sekarang banyakan baca buku bahasa Inggris dan genrenya nyaris sama semua, yaitu paranormal romance. Kebetulan sih saya lagi nostalgia sama genre kesukaan saya ini dan ternyata dapat banyak bacaan yang bagus. Salah satunya adalah Angel in Chains, buku ketiga dari seri The Fallen karya Cynthia Eden. Sejujurnya saya sempat bingung waktu awal membaca buku ini. Ini karena saya baca dan ngereview kedua buku pendahulunya di blog sekitar tahun 2012! Untungnya sih, setelah beberapa bab saya langsung ngeh sama ceritanya, dan seperti ciri khas Eden dalam membuat cerita, pengarang ini emang ahlinya dalam membuat cerita yang seru dan penuh aksi :D

Seri The Fallen bersetting di New Orleans, dimana kota ini emang kental dengan suasana mistis dan banyak banget seri pararom yang settingnya di New Orleans (contohnya Dark Hunter karya Sherrilyn Kenyon). Tokoh utama kita adalah Azrael, yang pertama kali muncul di buku pertama Angel of Darkness. Azrael ini mantan Dewa Kematian dan sekarang dia telah jatuh ke bumi. Walau sayapnya sudah hancur, kemampuan supernatural dan juga sentuhannya yang mematikan untuk makhluk hidup masih ada. Saat menyelamatkan seorang manusia dari serangan para shifter, Azrael menganggap kalau manusia ini bisa jadi tiketnya untuk balik lagi ke surga. Cuma, Jade Pierce, wanita yang diselamatkan Azrael ternyata punya masalah yang cukup pelik dan secara ngga langsung menyeret Azrael ke dalam masalanya juga.

Jade sudah bertahun - tahun kabur dari mantan pacarnya Brandt Dupree, seorang shifter panther yang psiko dan sangat terobsesi pada Jade. Brandt bolak balik membunuh kekasih Jade, sampai Jade pun berniat menghabisi mantannya itu untuk selamanya. Karenanya dia memanfaatkan Azrael untuk melawan Brandt, sementara di satu sisi Azrael menganggap kalau dia membantu Jade membunuh Brandt, dirinya akan kembali jadi malaikat kematian. Hubungan saling memanfaatkan ini lambat laun malah jadi suka sama suka, terutama saat Azrael yang dihujani banyak emosi manusia mulai menginginkan Jade untuk dirinya sendiri. Masalah demi masalah pun mulai bermunculan. Azrael yang ternyata tidak bisa mengalahkan Brandt karena shifter itu ternyata separuh malaikat juga, lalu ada adik Brandt, Tanner yang ingin membalas dendam. Belum lagi Azrael harus melawan mantan koleganya karena Jade ditakdirkan untuk mati dalam waktu dekat...

Pendapat saya setelah selesai baca Angel in Chains ini...

SERU. BANGET.

Yep, sampai perlu kapital semua, hehehe. Bagi saya, Cynthia Eden ini masuk kategori pengarang yang sangat - sangat underrated. Salah satu buku dia sebenarnya pernah diterbitkan di Indonesia oleh Bukune, dengan judul Deadly Fear. Sayang sih saya belum sempat baca, hehehehe. Emang sih genre paranormal romance itu dipandang sebelah mata di Indonesia (ngga tahu juga kenapa :)). Apa karena duke dan earl itu lebih menarik ketimbang vampir dkk), tapi kalau kalian penggemar genre ini, jelas seri The Fallen ini rugi bandar kalau dilewatkan. Setiap bukunya jauh lebih baik dari buku sebelumnya. Angel in Chains ngga bakalan bosenin untuk dibaca karena alurnya yang sangat cepat, padat, dan membuat kita tidak bisa berhenti membacanya.

Tentu saja cerita yang bagus tidak akan lengkap tanpa karakter yang keren. Saya mengenal Azrael di buku pertama, dimana dia menjadi antagonis. Di bukunya sendiri, dia mulai belajar tentang emosi manusia, bagaimana akhirnya dia mulai peduli pada orang lain. Tapi bagi saya sendiri, saya lebih suka sama Jade, si heroinenya yang menurut saya tangguh banget. Jade ini cuma manusia, tapi masalahnya sangat pelik. Belum lagi dia juga hampir mati berkali - kali di buku ini. Jade juga bukan tipe damsel in distress, baginya masalahnya dengan Brandt adalah masalahnya sendiri dan dia juga ga gampang percaya sama orang lain. Yang bikin saya terkejut adalah karakter antagonisnya yang tidak dua dimensi. Brandt emang gila dan sadis, tapi ada alasan di balik kesadisan dan obsesinya pada Jade. Menurut saya, sebenarnya cowok itu tidak 100% jahat, hanya perlakuan yang diterima dari ayahnya yang kejam yang membuat kepribadian Brandt berubah, Disinilah keunggulan Eden dalam membuat karakter, dia bisa membuat pembaca simpati pada tokoh - tokohnya. Tidak ada tokoh yang cuma sekedar numpang lewat dan ngga ada peran di bukunya. Semuanya penting dan membuat ceritanya makin kaya. Adanya twist menjelang akhir cerita juga bikin saya teringat sama salah satu film yang baru saja saya tonton. Twist apa itu? Hehe, cari tahu sendiri di buku ini ya ;D.

Tapi.. bukan berarti buku ini ga punya kelemahan sih :P. Eden masih suka nulis satu paragraf cuma 1-2 kalimat, jadi berasa pendek - pendek. Lalu, walau alur cerita yang cepat dan penuh aksi bisa membuat bacaan jadi tidak membosankan, kadang agak capek juga baca buku ini, hahaha. Kayak masalahnya Jade dan Azrael itu ngga selesai - selesai. Peribahasanya sih, lepas dari kandang macan masuk mulut buaya (entah bener atau ngga :P). Cuma ada sedikit kemajuan sih, dimana adegan mesranya Azrael dan Jade ngga terburu - buru seperti dua buku pendahulunya. Dan, ehm, lebih panas nan bikin kipas - kipas X). Apalagi Azrael juga ga ada pengalaman sama cewek, dan baru ngaku setelah ngelakuin dengan Jade. Yah, saya emang suka tipe hero kayak gini, woakakaka. Bosen soalnya baca yang udah pengalaman di tempat tidur #ups!

Kalau suka cerita paranormal romance dengan banyak aksi dan ngga ngebosenin, saya rekomen banget Angel in Chains. Terutama kalau suka yang heronya malaikat. Anyway, buku ini ngga ada hubungannya dengan keagamaan yah, jadi anggaplah cuma fiksi fantasy biasa ;). Angel in Chains sendiri bisa dibaca sendiri, tapi ada baiknya juga membaca kedua buku pendahulunya untuk lebih mengenal dunia di The Fallen, dimana kedua bukunya juga sudah saya review di blog ini :). Untuk buku selanjutnya, tokoh utamanya adalah Tanner yang merupakan adik Brandt. Dan karena saya suka banget sama buku ini, saya langsung order buku selanjutnya, yaitu Avenging Angel! :D Tunggu review dari saya ya, semoga sih buku itu juga ga kalah bagusnya, bahkan kalau bisa lebih bagus lagi :).

Most Other thought humans were weak. Prey. Little more than food . . . or toys to play with when boredom struck.
They were wrong. Humans were the strongest beings to walk this earth.
After all, they were the ones who could break angels, and one human woman—just one—had brought a Fallen to his knees.

Rekomendasi buku dengan genre yang sama seperti Angel in Chains:
- Guild Hunter series by Nalini Singh
- Dark Hunter series by Sherrilyn Kenyon

 Story & Sensuality Rate

Rating saya untuk Angel in Chains ini adalah


Dan saya kasih



untuk sensualitasnya, karena ada  beberapa adegan intim yang cukup bikin saya mimisan :P

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)