Senin, 11 Februari 2013

Review : Working Stiff oleh Rachel Caine

Judul : Working Stiff
Pengarang : Rachel Caine
Penerbit :Roc
Tebal : 306  halaman
Diterbitkan pertama kali : 2 April 2011
Format : e-book
Target : Dewasa
Genre : Urban Fantasy, Science Fiction
Seri : Revivalist
Buku ke : 1 (satu)
Bahasa : Inggris

Web Pengarang : Click here
Review di Goodreads : Click here
Beli di : Bookdepository

Sinopsis


Bryn Davis was killed on the job after discovering her bosses were selling a drug designed to resurrect the dead. Now, revived by that same drug, she becomes an undead soldier in a corporate war to take down the very pharmaceutical company responsible for her new condition....

Review

Zombie.. ugh siapa sih yang ga jijik lihat makhluk yang udah mati, lalu hidup lagi tapi dalam keadaan membusuk dan punya kecenderungan makan organ manusia yang masih hidup. Apalagi mereka paling doyan sama otak. Zombie adalah makhluk dari genre supranatural yang paling saya ga suka, nomer 2 setelah hantu. Uniknya, Working Stiff yang merupakan buku pertama dari seri Revivalist karya Rachel Caine ini memperkenalkan tokoh zombie yang tidak biasa...

Bryn Davis adalah veteran Perang Iraq yang baru saja melamar di rumah pemakaman. Karena tiap hari selalu melihat mayat korban perang yang bergelimpangan, Bryn jadi terbiasa dengan pekerjaan di pemakaman dimana dia harus mengawetkan atau mengkremasi jenazah. Bos Bryn, Mr Fairview adalah orang yang tegas, tapi juga membuatnya merinding. Bryn mengira mungkin itu karena hawa rumah pemakaman itu yang berasal dari laboratorium bawah tempat pengawetan mayat. Suatu saat seorang pria, yang awalnya dikenal Bryn sebagai salah satu kliennya, Joe Fideli menyusup ke tempat kerjanya. Ternyata Mr Fairview juga mempunyai bisnis kotor, dimana dia menjual obat bernama Returnee secara illegal. Obat ini bisa menghidupkan kembali mereka yang sudah mati. Hanya pemakaiannya harus secara berkala, karena terlambat sekali saja tubuh akan kembali membusuk dan akhirnya mati untuk selamanya. Bryn yang terjebak di dalam konfrontasi antara Mr Fairview dan Joe Fideli mendapati kepalanya ditutup plastik oleh asisten Mr Fairview yang gila. Kehabisan nafas, Bryn pun tewas... atau dia mengira dirinya sudah tewas.

Betapa terkejutnya Bryn ketika dia mendapati dirinya hidup kembali. Joe yang merasa bersalah membawa Bryn ke Pharmadene, pabrik obat yang membuat Returnee. Joe dan bosnya, Patrick McCallister menyuntik Bryn dengan Returnee, dengan harapan Bryn yang hidup kembali bisa melacak jaringan obat Mr Fairview. Bryn pun menggantikan Mr Fairview menjadi direktur dan menjalankan rumah pemakaman sembari menelusuri jaringan pengedar Returnee ilegal. Hidup kembali bukannya membuat hidup Bryn gampang, malah sebaliknya. Orang Pharmadene bisa mengontrol dirinya cukup dengan membisikkan kata kunci. Bryn juga harus disuntik tiap hari supaya tubuhnya tidak membusuk dan mencari cara agar tidak bisa dikontrol orang lain. Tekanan dari direktur Pharmadene, Irene Harte yang ternyata berseberangan dengan Patrick juga membuat Bryn harus berhati - hati dalam bertindak. Belum lagi hubungan romansa Bryn yang pelik dengan Patrick. Ketika Bryn mengetahui rencana Pharmadene yang sesungguhnya, dia harus berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan pabrik obat itu. Apalagi saat dia mengetahui orang di balik jaringan pengedar Returnee ilegal dan orang itu menyandera adik Bryn...

Working Stiff memberikan nafas segar untuk genre urban fantasy, utamanya yang ada unsur zombienya. Saya sih ga akan bilang kalau apa yang terjadi pada Bryn bisa masuk dalam kategori zombie. Saya lebih suka pakai istilah "undead". "Undead" disini adalah gabungan antara beberapa makhluk yang tak bisa mati atau hidup kembali, seperti vampire (Bryn harus disuntik Returnee agar bisa hidup, sama seperti vampire yang butuh darah), zombie (keadaan Bryn mirip dengan zombie, hanya dia masih punya akal sehat dan penampilannya pun masih sama seperti ketika masih hidup), dan cyborg (obat dalam tubuh Bryn bisa membuatnya dikontrol oleh orang yang membuat obatnya atau tahu kata kunci). Dari segi karakter, saya menyukai Bryn yang manusiawi. Dia ga sok kuat seperti kebanyakan heroine di genre sejenis, yang malah kadang bikin kita jengkel saat mereka bikin kesalahan. Bryn cuma semacam karyawan (yang lalu jadi direktur), punya hewan peliharaan yang setia, keluarganya disfungsional dan dia harus menyembunyikan kenyataan kalau dia sebenarnya sudah mati. Bryn pun bahkan menangis saat keadaan menjadi lebih buruk, menandakan kekuatannya yang asli di balik kerapuhannya. Dia juga tidak mau dikontrol karena merasa keadaannya saat ini terjadi di luar kontrolnya. Bryn tidak suka harus hidup bergantung pada sesuatu (dalam hal ini Returnee) tapi dia tidak punya pilihan.

Salah satu ciri khas genre urban fantasy adalah cinta segitiga, dimana ada dua pria tampan yang entah kenapa sama - sama suka dengan ceweknya atau sebaliknya si cewek yang g bisa menentukan pilihan. Saya sempat mengira Joe akan menjadi love interest Bryn. Untunglah, Joe sudah menikah dan dia menjadi semacam bodyguard Bryn. Saya menyukai hubungan Joe-Bryn yang lebih seperti keluarga. Untuk Bryn dan Patrick, saya cukup gemas dengan mereka berdua, apalagi pada Patrick yang misterius, kaya dan punya masa lalu pahit. Patrick yang kaku akhirnya perlahan - lahan menunjukkan emosinya setelah bersama dengan Bryn dan hubungan mereka pun dimulai menjelang bab -  bab akhir. Untuk endingnya sendiri, tidak bisa dibilang mengambang, tapi ada beberapa hal yang belum terselesaikan. Musuh Bryn pun tidak semuanya tewas atau tertangkap. Dan Bryn juga tidak tahu sampai kapan dia bisa hidup.

 Bagi pembaca yang menyukai genre fantasy plus science fiction yang tidak biasa, Working Stiff bisa jadi pilihan. Buku ini terasa segar di balik serbuan para vampir dan werewolf. Jangan salah, saya juga penggemar cerita dua makhluk paranormal itu, tapi kan bosan juga kalau kebanyakan. Tidak adanya cinta segitiga juga memberi nilai plus, dan semua pelakunya adalah manusia biasa yang ga punya kekuatan khusus macam telepati dan semacamnya.  


Favorite Quote :

"There were so many layers of reality to the world. Nothing stopped for death; nothing stopped for grief or horror or tragedy"

"Bryn ate her bagel in silence, and by the time she was finished, Liam had already neatly packed her overnight bag and loaded it in McCallister's car. He even included a new dog bed for Mr. French to travel in confort. Lunch was in moducal little boxes
'I think he is Alfred'
'Actually, I often wonder if he's Batman.' "

 
Rating Cerita :




Sensualitas :


Hanya ada adegan ciuman antara Bryn dan Patrick.

3 komentar:

  1. Ngeliat zombie? Kalau aku nggak cuman jijik, aku pasti ketakutan dan langsung angkat kaki dari tempat itu. Kalau bisa sih, jangan sampe ketemu zombie :p
    Sebenarny, aku juga nggak suka buku yang berisi tokoh zombie, tapi kayaknya kalau zombienya macam Bryn, boleh juga tuh :)

    BalasHapus
  2. zombie, pernah ngebayangin dunia ini terkena wabah zombie, bertahan hidup melawan zombie, dan berburu zombie penuh petualangan dan sensasi tentunya hha

    BalasHapus
  3. sama seperti ren, aku paling ga suka sama segala zombie dan segala hantu. atau lebih tepatnya aku ga suka cerita horor, baik buku, apalagi film. pengalaman sejak kecil, setiap habis baca atau nonton cerita horor, dijamin selama beberapa hari ke depan, pasti ngebayangin 2 makhluk gaib itu, dimanapun aku berada. hiiiyyy..
    buku tentang zombie, meskipun sekarang ini sedang heboh2nya, dan aku juga mulai terkontaminasi penasaran pengen baca, tp belum berani bacanya, heheheh..
    buku yg ren repiu di atas, hmmm, pengen baca ga, ya? serem ga ren? heheh.. makasih buat ripiunya :)

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)