Jumat, 14 Februari 2014

Review : One Enchanted Season (Anthology)

Judul : One Enchanted Season
Pengarang : Various Author - C.L. Wilson, Erica Ridley, Elissa Wilds
Bahasa : Inggris
Penerbit : self-publish

Tebal :  400 halaman
Diterbitkan pertama kali : 5 Desember 2013

Format : e-book
Target Pembaca: Dewasa


Genre : Paranormal Romance
Web Pengarang : Click Here



Sinopsis :

Three bestselling and critically acclaimed authors of paranormal romance weave stories inspired by classic holiday songs.

'tis the season to enchant...

In C.L. Wilson's UPON A MIDNIGHT, an angel helps a troubled woman heal the wounds of her past so her soul can relearn how to sing.

Erica Ridley delivers magic with LET IT SNOW, in which a treasure hunter breaches an enchanted castle only to become trapped inside with a cursed princess and a suspicious tree.

And in SNOWMAN, Elissa Wilds weaves a tale of forbidden love that bridges two very different worlds, when a snowy stranger appears at an isolated mountain cabin seeking much more than shelter from the storm.

Step into a world where the nights are long and dark, snowflakes sparkle like fairy lights, and the hearth fires burn as brightly as the passion of newfound love.

 Review

Yah, saya tahu hari ini, tanggal 14 Februari adalah hari Valentine, hari kasih sayang. Tapi sudah sejak lama saya menganggap kalau Valentine itu hari biasa aja, makanya saya juga ga ada pikiran buat ngerayain, terlepas dari menurut agama saya yang namanya Valentine itu ga ada, hehehe. Nah, makanya rada ga nyambung juga saya malah ngereview kumcer dengan tema liburan. Mana liburan pas Natal dan Tahun Baru yang sudah lewat entah sejak kapan itu X). Tapi, berhubung saya ikutan challengenya Lina, yaitu Short Stories RC, sekalian aja saya baca kumcer yang juga saya request dari NetGalley ini. Semacam bayar utang ngeripiu ^^;

Seperti judul dan kavernya, tema kumcer ini adalah tentang liburan, dan bagaimana cinta bisa menyembuhkan luka hati dan bahkan membebaskan diri dari kutukan! Ya, semua cerita pendek di kumcer ini genrenya sama semua yaitu paranormal romance, walau cerita terakhir yaitu Snowman ada unsur "alien"nya. Karena hanya ada tiga cerita, maka akan saya review  untuk ketiganya :)



Upon a Midnight


Katrina Benshen punya semacam fobia yaitu haphephobic, ketakutan untuk menyentuh dan disentuh orang lain. Ini dikarenakan masa lalunya yang pahit saat tinggal dengan kakek-neneknya yang abusive. Kat sekarang bekerja di sebuah shelter yang menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga pada wanita - wanita. Kat sendiri punya kemampuan unik, dia adalah child-whispering, yaitu orang yang bisa dekat dengan anak - anak yang kena trauma setelah disiksa. Karena phobianya, Kat hidup sendiri dan selalu shock kalau dipegang orang. Kalau sudah begitu, dia akan mendengarkan suara samudra di tapenya dan memandang sebuah laut biru yang sangat indah, semua supaya Kat ngga stress.

Ternyata ada yang mengincar Kat, karena Kat adalah seorang Lightkeeper, keturunan dari Nephilim, aka anak hasil hubungan manusia dengan malaikat. Dan Kat juga punya seorang malaikat penjaga yang ganteng bak Thor , bernama Micah. Micah berusaha membuat Kat bernyanyi untuk menguatkan pelindung bumi dari serangan makhluk jahat bernama DarkSeeker. Tapi Kat tidak sanggup untuk bernyanyi, karena musik mengingatkan dia akan masa lalunya. Disinilah Micah berusaha membuat Kat untuk menerima masa lalunya. Untuk memaafkan orang yang sudah menyiksa Kat saat kecil dulu.

Review :
Kenapa saya dulu request kumcer ini? Itu karena pengarangnya yaitu C.L.Wilson adalah pengarang favorit saya, dimana seri Tairen Soul adalah fantasy romance yang menurut saya keren banget. Walau ceritanya pendek, Wilson sanggup membuat saya merasakan penderitaan Kat yang begitu pelik. Bayangin aja hidup tanpa bisa menyentuh atau disentuh. Pasti kesepian sekali :(.

Tema untuk cerpen ini adalah bagaimana kita harus bisa melepaskan masa lalu, memaafkan orang yang menyakiti kita dulu dan melangkah ke depan. Kat beruntung punya Micah, karena malaikat ganteng itulah yang membuat Kat akhirnya mau berubah. Walau sayangnya sih, apa yang diperbuat kakek dan nenek Kat ke Kat itu ngga jelas, seberapa parahnya sampai Kat jadi phobia. Saya menunggu hal ini dijelaskan, tapi mungkin karena jumlah halaman yang ngga banyak, jadi kita harus puas dengan konklusinya. Saya menduga sih, ada sexual abuse ke Kat, sehingga dia ga bisa nyentuh orang.

Cuma, ada yang kurang bagi saya. Hubungan Micah dan Kat kesannya cepet banget! Karena jumlah halaman juga ini kayaknya. Tapi saya suka Micah, karena dia tipe yang care sama Kat, bahkan pengorbanannya buat Kat sangat besar. Micah juga sabar menuntun Kat untuk menyembuhkan luka hatinya. Tapi, menurut saya, Kat kecepatan dalam menerima Micah, mengingat dirinya sendiri sulit menyentuh orang. Seandainya cerpen ini ditulis seperti novel, pasti semuanya bisa berjalan dengan natural. Overall sih, saya cukup menikmati cerpen ini, apalagi gaya menulis Wilson itu enak dibaca.

Rating :

Sensualitas :

Let It Snow


Lance adalah seorang treasure-hunter yang pergi ke Kastil Cavanaugh untuk mencari bunga legendaris. Tak disangka, kastil yang semuanya terbuat dari es itu malah membuatnya terperangkap. Tapi disana dia bertemu dengan incarannya yang ternyata bukan bunga, tapi seorang putri bangsawan yang juga terperangkap disana selama 600 tahun lebih! Putri Marigold menjelaskan bahwa kastilnya dikutuk dan tak ada seorangpun yang bisa keluar dari sana. Lance tidak putus asa dan berusaha membuat Marigold keluar, apalagi mereka juga mulai tertarik satu sama lain. Lance sendiri tidak tahu kalau Marigold menyembunyikan rahasia, yaitu waktu di Kastil itu selalu berulang tiap harinya, tepat di hari ulang tahun Marigold. Jadi di tengah malam, Lance akan lenyap tanpa bekas. Cuma, terjadi sebuah keajaiban yang membuat Lance masih tetap hidup sampai beberapa hari.  Dengan berbekal buku sihir dari sahabatnya, Lance tahu apa yang harus dilakukan, tapi itu berarti dia harus membujuk Marigold untuk melakukan sesuatu yang melibatkan sesuatu yang berharga bagi gadis itu.

Review : 

Saya agak bingung sama setting cerpen ini. Karena Lance adalah treasure-hunter, plus ada kastil dan juga unsur magic, saya asumsi setting waktunya adalah masa abad pertengahan dan di dunia entah dimana. Tapi, lho kok Lance nyebut Facebook? Lalu dia juga ngaku kalau lagi suka main Candy Crush, game yang bikin saya frustasi setengah mati itu? Plus dia punya smartphone. Ow, ow, ternyata settingnya modern, teman - teman. Cuma teknologi dan sihir berbaur jadi satu.

Ide ceritanya sendiri sangat menarik, dimana waktu yang terjadi di Kastil tempat Lance dan Marigold berulang terus setiap hari, dan mereka harus cari cara untuk keluar atau Lance bakalan hilang selamanya. Kesan yang ada di cerpen ini agak sedih, karena Marigold harus mengalami hari yang sama selama 600 tahun. Tapi syukurlah ada Lance yang sangat optimis dan juga humoris. Wew, saya suka emang sama karakter Lance ini, cukup sudah dengan cowok yang sok kuasa, ha ha ha! XD Karena Marigold dari jaman medieval, maka cara ngomongnya juga beda banget dengan Lance yang modern. Salut untuk Erica Ridley yang bisa menulis narasi cerita baik dalam gaya modern maupun klasik (aka, banyak kata anehnya :P).

Tapi... endingnya ya sangat sederhana. Sama kayak cerpen sebelumnya, tidak ada penjelasan kenapa Marigold dikutuk dan siapa yang mengutuk. Tidak ada karakter yang jadi penjahat disini, karena lawan Lance dan Marigold adalah kastil itu sendiri, jadi kita juga harus nerima aja untuk endingnya. Sayang juga sih, karena kalau bukan cerpen, ceritanya bisa dieksplor lebih dalam lagi.


Rating :

Sensualitas :

Snowman



Mona adalah seorang penyanyi yang sedang stuck dan kakaknya sangat mengkhawatirkan adiknya itu. Dan saat rumah Mona terhantam badai salju, yang membuatnya terperangkap, Mona malah diserang dua pria asing. Untunglah ada yang menolong Mona, dan membunuh penyerangnya, tapi Mona terpaksa membawanya ke rumah karena pria itu terluka dimana - mana. Sang penolong Mona, Roan, ternyata adalah alien dari planet Nibiru. Roan menentang penduduk Nibiru untuk menjajah bumi, dan karenanya dia pergi ke planet itu untuk menghindari pihak yang tidak setuju dengannya. Dan saat dia terdampar, suara nyanyian Monalah yang membawanya ke wanita itu. Bagi Roan, suara Mona adalah anugerah dari Enki, nenek moyang alien di Nibiru, dan Roan ingin mengajak Mona ke planetnya. Masalahnya, walau Mona tertarik pada Roan dan tidak ingin pria itu pergi, apakah dia sanggup meninggalkan segalanya di bumi, termasuk keluarga dekatnya?

Review :

Uff, saya pikir cerpen ini akan sebagus kedua cerpen yang lain. Ternyata saya harus kecewa. Walau saya akui ide dasarnya bagus dan pengarangnya juga menyisipkan mitologi Sumeria dalam cerita ini, eksekusinya lumayan payah. Interaksi Mona dan Roan terlalu cepat,  dan masalah yang ada di antara mereka juga biasa aja, ngga dieksplor dengan baik. Plus, temanya mirip dengan cerpen pertama, Upon a Midnight. Dimana karakter wanitanya sama - sama punya suara yang indah, dan musik mereka akan menyelamatkan bangsa mereka, semacam itu deh. Karakter prianya juga hampir sama secara fisik, tinggi, kekar, rambut blonde (walau rambut Roan lebih ke white blonde). Bedanya sih saya ngga terlalu suka Roan. Karena selain maksa Mona biar mau ke planetnya, dia juga jual mahal ke cewek itu. Bilangnya sih hubungan antara manusia dan alien Nibiru itu terlarang . Eh, terakhir toh malah mau aja diajak bobo bareng -__-"
 
Endingnya sendiri jauh lebih "kentang" daripada kedua cerpen pendahulunya. Kesannya kayak ceritanya sebenarnya belum selesai, tapi jumlah halamannya udah tinggal dikit, jadi berasa dikebut sama pengarangnya. Mirip sama ending cerpen yang kedua, cuma lebih nyebelin yang ini.  Plus, judulnya juga aneh. Ini Snowman apa merujuk ke penampilan Roan yang rambutnya putih dan temperatur tubuhnya lebih rendah daripada Mona ? Kalau iya sih, jadinya malah maksa :/ .

Rating :

Sensualitas :



Verdict

Kumcer ini mau ngga mau ngingetin saya sama film Frozen. Mungkin juga walau setting tempatnya berasa yang dingiiin, ada kehangatan dari ketiga cerita di atas. Tema ketiganya sih sama, bahkan karakterisasinya juga nyaris sama seperti karakter prianya yang charming, menerima si wanita apa adanya, plus juga membantu yang wanita untuk melepaskan beban hatinya (pengecualian untuk yang Snowman sih), dan karakter wanita yang semuanya punya masa lalu yang sedih. Walau begitu, kumcer ini terasa kaya karena ketiga pengarangnya berhasil membuat cerita dengan tema yang sama tapi  berbeda dalam penyajiannya. Dari semua cerita yang ada di kumcer ini, saya paling suka sama Upon a Midnight, karena terasa lebih matang dari segi penulisan dan karakterisasi, sementara saya ga terlalu suka Snowman, karena ceritanya rada cetek dan menggampangkan. 

Kelemahan semua cerita di kumcer ini kayaknya memang dari jumlah halaman, sehingga konklusi ceritanya rada bikin ngga puas. Plus hubungan kedua karakternya yang super kilat, baru kenal beberapa hari langsung merasa satu sama lain adalah "soul matenya" dan yeeeaahhh, let's making love!! #plakk. Jadi ada kesan "emang bisa gitu jatuh cinta cuma dalam beberapa hari?". Well, salah satu cliche yang umum dalam romance memang, tapi saya berharap sih bisa dijelaskan secara natural. Atau kalau perlu sih, ga ada sex scene juga gapapa #tapinantisayamanyun .

Overall, walau saya menikmati membaca kumcer ini, tapi lumayan "kentang" juga penyelesaiannya. Meskipun begitu aura liburannya cukup terasa, dan walau cerpen pertama agak religius, kedua cerpen sisanya ga terlalu banyak unsur agamisnya. Cocok buat yang suka genre paranormal romance dan fantasy, dan yang mau bacaan cepet sambil membayangkan salju turun di luar kamar . Yah, cuma bayangin aja, mengingat di Indonesia ga ada salju. #jayus.



Rating Cerita  Overall
 

1 komentar:

  1. Bisa dimasukin wishlist utk tema holiday nih.
    Kumcernya sepertinya menarik karena ada tentang belenggu atau luka masa lalu, aku suka kalau yg seperti itu.
    BTW Ren, kalau saya pick a book di GAnya yg ini bisa ga? #malahtanya GA

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)