Tampilkan postingan dengan label elex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elex. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Maret 2014

Review : Throne of Jade oleh Naomi Novik (+ giveaway!)

Judul  : Throne of Jade
Judul Terjemahan: Takhta Langit
Pengarang : Naomi Novik
Penerjemah : Ine Milasari Hidajat
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Elex Media Komputindo

Tebal :  596  halaman
Diterbitkan pertama kali : 31 Juli 2013

Format : Mass Market Paperback
Target Pembaca: Remaja

Genre : Fantasy
Serial : Temeraire, buku ke-2 (dua)
Web Pengarang : Click Here
Beli di : Bukukita, Bukabuku

Review Buku 1 : His Majesty's Dragon

Sinopsis :


Ketika Inggris menghadang sebuah kapal Prancis beserta muatannya yang berharga--sebutir telur naga yang belum menetas--Kapten Will Laurence dari HMS Reliant tanpa diduga beralih menjadi penunggang dan kapten seekor naga hebat yang dinamainya Temeraire. Sebagai anggota baru di Angkatan Udara Inggris, mereka segera membuktikan keberaniannya dalam pertarungan sengit melawan tentara invasi Bonaparte.

Kini Cina mengetahui bahwa hadiah langka mereka, yang dimaksudkan untuk Napoleon, jatuh ke tangan Inggris--dan delegasi Cina dengan marah bersumpah akan mengambil kembali sang naga agung. Tentu saja, membujuk sang naga pulang tidak semudah saat mengirimkannya. Laurence yang dihadapkan dengan tiang gantung jika membangkang dan dituntut rasa patriotismenya tak punya pilihan selain menemani Temeraire kembali ke Timur jauh--perjalanan panjang yang penuh bahaya, intrik, serta teror misterius dari laut dalam.

Setibanya di Cina, masih banyak hal mengejutkan serta kemarahan besar yang menanti...



 Review

Tepat setahun yang lalu, saat saya lagi main - main di forum Elex Media Komputindo, saya ngelihat thread "His Majesty's Dragon". Dalam hati, saya bersorak "yes, naga!" Saya yang sama sekali ga mikir panjang buat beli (walau kavernya itu too simple for fantasy book) dan membacanya sepanjang perjalanan dinas saya ke Aceh yang pas itu sih, bikin saya pengen nangis, hehehe. Nyatanya, saya jatuh cinta saat membaca petualangan Will Laurence dengan naganya Temeraire. Saya bahkan dengan lantang bilang "His Majesty's Dragon jelas lebih keren daripada Eragon!". Dan bahkan setelah baca buku keduanya, yang berselang lama, pendapat saya ngga berubah. Tapi, bukan berarti Throne of Jade aka Takhta Langit ini lebih bagus dari pendahulunya.

Kamis, 28 Maret 2013

Review : His Majesty's Dragon oleh Naomi Novik (+ giveaway!)


Judul : His Majesty's Dragon
Judul Terjemahan : Naga Sang Kaisar
Pengarang : Naomi Novik
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 540 halaman
Diterbitkan pertama kali : 19 Desember 2012
Format : Mass Market Paperback
Target : Remaja
Genre : Historical Fantasy
Bahasa : Indonesia

Seri : Temeraire
Buku ke- : 1 (satu)
Status : Punya sendiri

Web Pengarang : Click here
Order di : Gramedia , Bukukita, Bukabuku

Sinopsis

 

Pertempuran udara membawa dimensi baru yang mendebarkan dalam Peperangan era Napoleon saat para pejuang pemberani bangkit membela Inggris dengan terbang ke angkasa... bukan dengan menumpang pesawat, melainkan menunggangi punggung perkasa para naga tempur.

Ketika HMS Reliant menangkap kapal fregat Prancis dan mengambil alih muatannya yang berharga: sebuah telur naga yang belum menetas. Takdir mengantarkan Kapten Will Laurence keluar dari kehidupannya sebagai pelaut ke dalam masa depan yang tak menentu--dan ke dalam sebuah ikatan tak terduga dengan makhluk yang sangat luar biasa.

Terlempar ke dalam dunia Angkatan Udara yang tidak biasa sebagai penunggang Temeraire, dia harus menjalani kursus kilat untuk menguasai taktik pertempuran udara yang sangat berbahaya. Saat Bonaparte melaksanakan rencana nekatnya , Laurence dan Temeraire harus menunjukkan kemampuan mereka dalam pertempuran yang menentukan nasib sebuah bangsa.

Review


Sebelum saya ngereview His Majesty's Dragon yang menjadi salah satu buku fantasy favorit saya tahun ini, saya mau nanya dulu deh : Suka novel fantasy? Suka novel yang ada naganya? suka novel dengan genre historical, terutama historical fiction?

Kalau jawabannya adalah salah satu dari atas, atau ketiganya, sekarang saya boleh kan nanya lagi? 

Udah baca His Majesty's Dragon belom?

Kalau jawabannya belom, atau ngeles aduh pasti masih dalam bahasa Inggris atau males ah baca ebook, siwer nih mata, atau, jangan - jangan g sebagus Eragon,  then shame on you! Karena Elex baru aja nerjemahin karya pertama seri Temeraire yang gosipnya sih (tapi bisa jadi kenyataan) bakalan difilmkan ma Peter Jackson. Dan 5 jempol saya sematkan untuk Elex kali ini, karena walau bagi saya  terjemahannya ga terlalu bagus di awalnya, tapi sungguh beruntung pembaca Indonesia bisa menikmati His Majesty's Dragon dalam bahasa kita. I mean, emang kalian kagak bosen apa baca yang temanya cinta segitiga mulu, remaja mulu, drama mulu, ceritanya lebih berat di cinta2an (jangan salah yak, saya penggemar romance juga :)) ), dystopia mulu? Wake up, guys! Sekali - kali baca di luar trend yg ada saat ini.

Awalnya sih saya sempat skeptis sama buku ini. Jujur, dari beberapa buku Elex yang saya baca, terjemahannya sering kurang bagus atau entah kenapa g sreg aja . Tapi cover buku ini yg berwarna merah menyala bikin saya tertarik (selain faktor naga, yang merupakan hewan fantasy favorit saya). Walau sempet ngikik juga sih liat nama serialnya, yaitu "Temeraire, Book 1". Kenapa ga pake "buku ke-satu" aja? . Di bagian dalam bukunya sendiri ada blurb yang bilang "pengarangnya seakan bermain Dragon and Dungeons dengan Jane Austen dan Eragon". Oke, saya belum baca Pride and Prejudice dan g begitu ngerti kenapa banyak cewek yang doyan sama Mr Darcy (dan Colin Firth dengan adegan legendaris dia yang keluar dari kolam itu, hehe). But, I really looooove Eragon. Sok deh kalau Eragon dibilang rip-offnya Star Wars dan Lord of The Rings (Begonya saya,  baru sadar itu semua setelah gabung di Goodreads. Walau untuk Star Wars, saya sudah merasa sih sejak buku kedua). Dan dengan bangga saya bisa bilang kalau His Majesty's Dragon jauh lebih keren daripada Eragon :D.

Tema dasar His Majesty's Dragon sebenernya sama kok kayak Eragon. Penunggang naga yang menjadi tumpuan sesuatu komunitas dan terasing karenanya. Eragon dan Saphira adalah penunggang naga satu-satunya di Alagaesia , tokoh utama buku ini Will Laurence dan naganya Temeraire juga sebenarnya nyaris bernasib sama. Terus apa yang membedakan? Karena di dunia Temeraire, dia bukanlah satu - satunya naga yang hidup. Setting waktu seri Temeraire adalah saat Perang Napoleon (Napoleonic Wars) yang berlangsung tahun 1803-1815. Alih - alih menggunakan pesawat tempur yang penggunaan resminya baru ada di abad 20, dunia menggunakan para naga untuk kendaraan tempur mereka di udara. Yup, semua dunia punya naganya masing - masing dan semuanya unik. Cuma, di buku ini fokusnya adalah naga - naga di negeri Inggris dan Perancis. Dan di tengah - tengah perang melawan Napoleonlah, Will Laurence bertemu naga yang akan mengubah nasibnya di tengah perjalanan pulang ke Inggris.

Di Inggris, penerbang naga dianggap pekerjaan berbahaya dan orang- orangnya kasar serta g patuh peraturan. Will yang awalnya adalah kapten angkatan laut, terpaksa meninggalkan kapal lautnya, termasuk gadis calon tunangan (g bisa dibilang tunangan sih sebenarnya. Lebih ke teman masa kecil yang janji bakal nikah saat sudah dewasa) karena pekerjaan sebagai penerbang naga itu butuh waktu yang sangat banyak, dimana si penerbang ma naganya jelas jauh lebih intim daripada penerbang dengan pasangannya. Don't take this in sexual way yah, hihihi. Will yang usianya udah 32 tahunan dan udah saklek sama aturan angkatan laut,jelas butuh waktu buat belajar jadi penerbang. Apalagi Will ini kaku layaknya bangsawan Inggris saat itu , sementara kebanyakan penerbang itu orangnya selain kasar, juga easy going. Demi Temeraire yang perlahan - lahan disayanginya, Will mau menjadi penerbang dan dikirim ke Loch Laggan di Skotlandia.

Di Skotlandia, Will bertemu dengan Celeritas, yang tenyata seekor naga pelatih. Disini naga semuanya bisa ngomong kayak manusia. Bukan pakai telepati yah, tapi beneran keluar suara dari mulut mereka. Naga juga cerdas, terbukti dari Temeraire yang doyan baca. Sampai Will yang ogah baca pun meluangkan waktunya buat bacain Temeraire buku - buku bermutu yang kita punya otak kurang prima, mungkin g akan ngerti :)). Dan seperti kebanyakan legenda, naga disini juga menyukai perhiasan dan batu mulia. Will sampai membelikan Temeraire kalung emas yang gede, sebagai bukti sayangnya pada naga itu. Will juga nantinya bertemu sama rekan penerbangnya. Ada Berkley dengan naganya Maximus dari jenis Regal Copper, naga terbesar di Inggris. Lalu ada Catherine Harcourt yang membuat Will tertegun karena dia ga biasa liat kapten wanita, dengan naganya Lily dari jenis Longwing yang bisa menyemburkan asam dan nantinya menjadi tombak formasi naga Longwing yg sering dipakai Inggris. Will sempat bertemu teman senasib sepenanggungan yg juga bangsawan kayak Will, Rankin, dan terkejut saat tahu Rankin bersikap kejam pada naganya, Levitas. Hal yang membuatnya sempat dimusuhi oleh beberapa orang di Loch Laggan, walau setelah menyadari kesalahannya, mereka menjadi team dari naganya. Kebanyakan naga di Inggris, diberi nama berbau romawi. Hanya Temeraire yang dinamai dengan nama kapal Perancis. Oh, iya Temeraire ini termasuk naga jenis unik. Dia adalah naga Imperial yang berasal dari Asia. Yup, Will dan Temeraire bernasib sama kek Eragon dan Saphiranya, sama - sama unik, sama - sama terasing sebenarnya.

Lalu, selain eranya di masa Napoleon, kenapa saya masih kekeuh bilang His Majesty's Dragon lebih keren dari Eragon? Itu karena Naomi Novik menjabarkan jenis naga yang sangat banyak dan variasinya juga unik - unik. Mulai dari naga jenis Winchester, Parnassian, Regal Copper, Yellow Reaper, Longwing, Pascal's Blue, dll. Bahkan dari Perancis juga ada varian naganya. Satu lagi, penamaan naganya unik - unik. Dan faktor mereka bisa ngomong tanpa melalui telepati, membuat kita menyadari kalau mereka, walau hanya senjata, aslinya juga makhluk hidup kayak kita. Apalagi latar belakang historikalnya juga menarik. Rasanya jarang banget saya baca kisah fantasi yang settingnya emang beneran ada di dunia kita (ga  menghitung yang namanya urban fantasy yah. Karena kalau itu emang settingnya di bumi). Biasanya kan selalu di dunia antah berantah gitu. Udah gitu pakai bahasa Inggris pula! Hihihi, bukan berarti saya ngejekin LOTR, Game of Thrones dll, cuma kalau dunianya antah berantah, bahasanya paling g antah berantah juga (oke, ini teori ngawur. Abaikan aja ;))

Keunikan penerbang naga disini adalah, mereka itu tidak sendirian naik naganya. Ada krunya juga, seperti yang terlihat di gambar yang saya sematkan di samping ini.. Jadi sebenarnya ibaratkan naga ini dengan pesawat tempur super gede dengan banyak kru (kayak pesawat yg di film The Avengers itu :D). Ada letnan, ada pembantu penerbang, ada yang bagian bersih- bersih naga (setelah Will bikin peraturan baru buat mandiin naga, karena kasian liat Temeraire yang kotor. Dan akhirnya naga lain seperti Maximus dan Lily jadi ikutan) ada yang bagian lepasin tali kekang naga. Hebatnya, mereka semua waktu di udara ya bantu penerbangnya menembaki musuh. Di ketinggian ribuan meter dan mereka ga segan-segan saling tembak di atas permukaan tubuh naga yang bergerak terus. Keren kan? :D

Kalau kalian yang doyan romance seperti saya ini, berharap bakal ada romance, maka ada sedikit unsur percintaan di buku. Yup, cuma dikit buanget. Will kan bangsawan dan umurnya juga udah 30an, jadi wajar kalau dia punya 1-2 kisah romantis. Setelah ditinggal teman masa kecilnya, Will ada semacam affair sama sesama penerbang, Jane Roland. Dimana anak Jane, Emily jadi krunya Will. Di dunia Temeraire yang naganya pasti usianya lebih tua, wajar kalau naga diwariskan secara turun temurun. Ga ada adegan yg uhuk-ihik-ehem, cuma ciuman doang :D. Hanya saja saya ga terlalu ngerti kenapa ada reviewer di Goodreads yang bilang Jane itu Mary Sue. Menurut saya sih, dia tipikal wanita penerbang yang tangguh. Dan g cantik, apalagi wajahnya penuh luka. Bagian mana dari Jane yg mirip si Bella Swan? :))

Tentu saja petualangan Will dan Temeraire ga berhenti hanya di buku ini, karena kan mereka masih belum ketemu musuh utama mereka, yaitu Napoleon sendiri. Apalagi Temeraire yang merupakan naga langka ini juga menjadi rebutan dari negara lain. Seri Temeraire sendiri sudah mencapai buku ke-8 di Amerika, dan rencananya sih Naomi Novik akan menamatkannya di buku ke-9. Saya sih pengennya ukuran buku ini sama kayak bukunya Eragon, agak gedean dikit supaya match sama buku - buku fantasy yang ada. Selain itu, kertasnya gampang lecek, mungkin faktor karena saya baca ini dengan tangan yang agak berkeringat. Semoga sih kedepaannya, selain faktor fisik buku lebih bagus, terjemahannya juga makin bagus. Oh ya, saya baca ini sebenarnya sudah awal bulan Maret, dimana saat itu saya lagi dinas ke Aceh. Kebetulan buku ini pas dengan tema baca bareng BBI bulan Maret, yaitu tema fantasy. Sekali lempar, dua burung jatuh gitu.. (peribahasa ngawur X) )

Belum baca buku ini? Buruan deh ke toko buku atau pesen di toko buku online favorit kamu. Saya sudah lama ga sesenang ini baca buku tentang naga, sejak Eragon (kalau untuk Eon dan Eona, saya ga bisa nyamain, karena plot dan settingnya beda). His Majesty's Dragon akan membawa pembaca ke dalam era Napoleonic Wars dimana para naga saling bertempur dan memberikan pertarungan udara yang dasyat dan sayang banget buat dilewatkan!


Trivia : 

   - Gosip kalau om Peter Jackson akan membuat versi movienya dari seri Temeraire sekarang ga sekedar gosip. Karena dari websitenya, Peter Jackson dikabarkan sudah membeli rightsnya, dan rencananya akan membuat filmnya setelah The Hobbit selesai. Semoga om Jackson ga PHP yah, dan filmnya bisa terealisasi dalam waktu dekat. Saya sih pengennya seri Temeraire menjadi serial TV ketimbang film kayak Game of Thrones. Dan untuk peran Will Laurence, oke mungkin sudah pada bosan kali yak, tapi saya pengen Benedict Cumberbatch yang main. Atau Michael Fassbender. Benedict yang sukses dalam memerankan Sherlock Holmes yang anti sosial pas banget buat meranin Will yang kaku. Dan dengan pengalamannya membesut LOTR dan The Hobbit, pasti versi naga Temeraire bakalan keren.


- Seperti yang sudah saya tulis di review, naga - naga di dunia Temeraire sangat bervariasi dan Naomi Novik menjabarkan keunikan mereka, baik secara fisik maupun keahlian tempur mereka. Di samping ini ada gambar jenis naga dan ukuran mereka. Untuk lebih mengenal nama species mereka, silakan klik link ini : Dragon BreedsDragon Size   - Saking kerennya buku ini, walau merupakan karya debut dari Naomi Novik, buku ini juga dianugerahi banyak award, diantaranya :
  Note : Semua gambar diambil dari site Temeraire Wiki

Favorite Quote

"Aku belum pernah bertemu Raja; aku bukan miliknya seperti seekor domba,"sahut Temeraire. "Kalau ada yang memilikiku, itu adalah dirimu, dan kamu adalah milikku. Aku tidak akan tinggal di Skotlandia kalau kamu tidak senang disana."

Rating Cerita :



Sensualitas


Hanya ada adegan ciuman yang tidak terlalu eksplisit. Dan masih aman kok buat dibaca remaja :D

Giveaway

Yup, saking senengnya saya sama buku ini, saya pengen berbagi sama pembaca blog Ren's Little Corner. Ada 1 (satu) eksemplar His Majesty's Dragon untuk 1 (satu) pemenang. Pengen dapatin buku ini? Gampang banget kok, tinggal komentar di review ini dan menjawab pertanyaan:

"kalau kalian menemukan telur naga (seperti Will) dan telur itu akan menetas, nama apa yang kalian siapkan untuk naga itu?"

Giveaway ini berlangsung mulai dari hari ini sampai dengan hari Jumat tanggal 5 April 2013. Satu komentar akan dihitung satu entry, jadi walau kalian mengusulkan banyak nama naga, itu semua tetap dihitung hanya satu entry. Pemenangnya akan diundi secara random.


Pengen memperbesar kemungkinan untuk menang? Share giveaway ini di Twitter, Facebook, atau social media lainnya. Dan jangan lupa share linknya bersamaan dengan komentar kalian. Tanpa linknya, entrynya tidak akan saya hitung. Yuk, tunggu apa lagi? Tertarik baca His Majesty's Dragon setelah baca review saya? Ikutan giveaway ini dong ;)

Senin, 14 Januari 2013

Review : Sekelam Malam oleh Maya Banks

Judul : Sekelam Malam
Judul Asli : The Darkest Hour
Pengarang : Maya Banks
Penerbit :Elex Media Komputindo
Tebal : 480 halaman 
Diterbitkan pertama kali : November  2012
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Romantic Suspense
Bahasa : Indonesia

Seri : KGI 
Buku ke - : 1 (satu)
Status : Punya sendiri
Web Pengarang : Click here
Review di Goodreads : Click here
Beli di : Gramedia 

Sinopsis


Sudah setahun sejak mantan Navy SEAL Ethan Kelly melihat Rachel istrinya terlihat hidup.

Diliputi perasaan bersalah dan kehilangan, Ethan menutup dirinya dari siapa pun dan apapun.

Saudara-saudaranya telah membujuk Ethan untuk kembali ke KGI, tim super elit dan rahasia milik keluarga, namun Ethan tidak merespons, sampai-ada telepon anonim yang mengklaim Rachel masih hidup!

Untuk menyelamatkan Rachel, Ethan harus menempuh bahaya dengan resiko tertawan kartel obat bius yang mengancam nyawanya!

Bahkan Ethan harus berjuang memulihkan ingatan Rachel yang hilang!

Review

Genre romantic suspense, terutama yang dibumbui dengan tema militer adalah salah satu genre favorit saya. Dan kali ini, Elex akhirnya menerbitkan seri KGI (Kelly Group International) karya Maya Banks. Ini juga pertama kalinya saya baca karya beliau. Saya tahu kalau Maya Banks lebih terkenal dengan genre eroticanya, dan sangat eksplisit. Saya saran sih, jangan baca deh karya dia yang itu :P. Tapi beliau juga bikin genre lain, dimana selain genre romantic suspense, Maya Banks juga nerbitin serial historical romance yang cukup populer disana. The Darkest Hour yang diterjemahkan menjadi Sekelam Malam oleh Elex Media Komputindo, menceritakan tentang mantan Navy SEALs Ethan Kelly yang berduka setelah istrinya diduga tewas di Kolombia setahun yang lalu. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati Rachel, sang istri, masih hidup! Ethan lalu dibantu oleh kakak - kakaknya, yang mendirikan organisasi KGI, semacam organisasi rahasia atau black ops untuk menyelamatkan Rachel. Rachel sendiri memang masih hidup, tapi dia mengalami amnesia. Belum lagi ketergantungan pada narkoba membuatnya hancur. Kali ini Ethan harus berusaha mengembalikan ingatan Rachel yang hilang, memperbaiki pernikahan mereka, karena kesempatan untuk bersama lagi dengan istri tercintanya tidak akan terjadi dua kali. Sayangnya, ada pihak yang tidak ingin Rachel kembali dari kematian...

Kali ini, saya mencoba mereview buku ini dari beberapa aspek :)

By Story, Plot, Genre, and Themes

Tema yang dipakai untuk The Darkest Hours (TDH) adalah kesempatan kedua. Saya bukan fans cerita model beginian, dan penggemar Harlequin juga pasti akan sering menemui tema seperti ini. Cuma tentu saja ada 1-2 hal yang membedakan TDH dengan novel sejenis. Apalagi plot amnesianya juga bisa dijabarkan dengan baik, walau efek kejutan ketika Rachel mengingat masa lalu ga terlalu yang wah. Sedikit antiklimaks sih, kalau bisa saya bilang.

Ceritanya sendiri agak lambat di awal, lalu menjadi cepat alurnya saat penyelamatan Rachel, lalu kembali turun tensinya saat Ethan berusaha memulihkan ingatan Rachel dan naik mendekati akhir cerita. Ada pula sub plot di buku ini, dimana orangtua Ethan memungut anak jalanan bernama Rusty. Awalnya saya ga merasa sub plot ini perlu, cuma akhirnya akan ada hubungan antara Rusty dengan Rachel. Yang nantinya akan membuat Rusty jadi bagian keluarga Kelly. Untuk genre, menurut saya TDH ini campuran drama, military romance dan suspense. Cuma lebih banyakan di dramanya. Suspensenya sendiri kurang banyak, ga sampai bikin saya penasaran akan pihak yang mengincar Rachel. Maya Banks lebih menekankan pada sisi drama untuk TDH.


By Characters

Ethan dan Rachel Kelly : Pasangan tokoh utama di buku ini cukup unik, dimana jika biasanya kita banyak baca mereka yang masih single, baik Ethan dan Rachel sudah menikah. Karena itu tema kesempatan kedua pas bagi mereka. Saya lebih bisa terkoneksi dengan Rachel yang berusaha menjadi dirinya yang dulu, dengan melawan ketergantungannya pada obat. Ada satu adegan yang bikin trenyuh, saat Rachel tak sanggup menahan hasrat akan narkoba dengan bertanya pada anak kecil dimana dia bisa mencari narkoba. Itu adalah satu dari adegan yang sangat kuat, menandakan betapa hebatnya perjuangan Rachel, karena ga semua orang bisa bertahan. Apalagi selama setahun Rachel disekap di kartel narkoba Kolombia. 

Sebaliknya, saya kurang bisa terkoneksi dengan Ethan. Menurut saya perlakuan dia kepada Rachel menyiratkan bahwa istrinya adalah orang rapuh. Walau ada alasan di balik kenapa dia melakukan hal itu. Ethan yang melakukan kesalahan sering membuat keputusan yang kurang bijak, tapi pada akhirnya dia menjadi suami yang baik untuk Rachel

Kakak beradik Kelly : Saudara - saudara Ethan, semuanya lelaki, terdiri atas Sam, Garreth, Donovan, dan adik kembar mereka, Nathan dan Joe. Saya suka lho tokoh kembar :D. Sam, Garreth dan Donovan adalah tulang punggung organisasi KGI, dan mereka menunjukkan dukungan yang solid pada Rachel. Sayangnya kedekatan antara Garreth dan Rachel sempat disalah pahami oleh Ethan sebelum Rachel menghilang. Menurut saya, adegan dengan saudara Ethan adalah yang paling bagus. Saya memang suka adegan yang bertema keluarga :).

Frank dan Marlene Kelly : Orangtua Ethan bersaudara. Marlene adalah seseorang yang tegas tapi juga lembut. Dan dia juga suka mengadopsi anak jalanan, dimana Rachel juga diadopsi olehnya. Frank adalah pria yang juga tegas dan menanamkan disiplin pada Kelly bersaudara. Adegan saat Marlene dan Frank bertemu Rusty adalah subplot buku ini dan saya suka bagaimana cara Marlene memperlakukan Rusty yang awalnya adalah anak jalanan dan juga orang asing untuk kemudian menjadi bagian dari anggota keluarga Kelly

Rusty : Bisa dibilang saya lebih bersimpati pada Rusty. Ditelantarkan, dipungut oleh Marlene, lalu kedatangannya bersamaan dengan kabar kembalinya Rachel yang membuat Rusty merasa terabaikan. Rusty sendiri melakukan kesalahan besar karena rasa cemburunya pada Rachel, padahal sebenarnya dia hanya ingin Marlene menyayanginya bagai anak sendiri. Saya merasa kalau Rusty akan sering muncul di buku - buku selanjutnya, dan akan sangat menarik kalau dia juga dibikinkan cerita sendiri

Member KGI : Member KGI terdiri atas Rio, Steele, P.J (yang seorang cewek dan sniper), Cole, Dolphin dll. Mereka lebih banyak diceritakan saat adegan penyelamatan Rachel dan saat Sam meminta Rio menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas penculikan Rachel. Semoga kedepannya, mereka jauh lebih banyak diceritakan ya.

By Sensuality

Karena ini novel romance, dan targetnya dewasa, maka ga lengkap kalau ga bahas olahraga tempat tidurnya, hihihi :)). Hanya ada dua adegan ranjang, walau yang pertama tergolong masih "aman", tapi adegan yang kedua bikin saya ngikik manja X). Apalagi pas itu saya di kereta. Salut untuk sang penerjemah yang bisa menerjemahkan adegan itu dan membuat saya merasakan feelnya. Mengingat Maya Banks adalah pengarang erotika sebelumnya, maka adegan itu juga mendekati erotis. Karena itu, saya sarankan hanya untuk mereka yang sudah 21++ buat baca ini ;)

By Translation

Hmmm, kali ini terjemahan TDH membuat kening saya berkerut. Saya melihat awalnya TDH diterjemahkan dengan "Indah Pada Waktunya" . Wow, sinetron abis! Untung terjemahan yang sekarang sudah bagus. Sayangnya saya merasa kayaknya terjemahan TDH ini seperti kejar cetak. Banyak typo, dan juga beberapa kalimat yang terasa aneh jika dibaca (sayang ga saya tandain). Lalu kebiasaan penerjemah dengan menuliskan "ia" berkali - kali dalam satu paragraf. Bikin ga enaknya adalah kalau ada 2 orang dalam paragraf itu. Karena tidak seperti bahasa Inggris yang untuk kata "ia" jelas siapa yang wanita atau pria, saya ga bisa bedain saat ada Rachel dan Ethan dalam satu adegan. Inilah yang membuat feel saya saat membaca ini jadi berkurang.

OVERALL

Untuk buku pertama dari seri KGI, TDH tidak buruk walau tidak terlalu meninggalkan bekas di hati saya (aiiih X) ). TDH cocok bagi mereka yang menggemari cerita Harlequin tapi menginginkan konflik yang lebih pelik, selain juga dibumbui unsur suspense dan militer. Semoga saja untuk buku berikutnya, terjemahannya sudah lebih bagus, karena bagi saya terjemahan itu mempengaruhi feel baca. Dan semoga Elex konsisten dalam menerbitkan seri KGI, karena saya ingin tahu cerita saudara - saudara Ethan yang lain :)


Rating Cerita :




Sensualitas:



Selasa, 13 November 2012

Review : Romeo, Romeo oleh Robin Kaye

Judul : Romeo, Romeo
Judul Asli : Romeo, Romeo
Pengarang : Robin Kaye
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 488 halaman
Diterbitkan pertama kali : 18 Juni 2012
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Contemporary Romance
Seri : Domestic Gods
Buku ke : 1 (satu)
Bahasa : Indonesia
 
Status : Pinjam teman (thanks to Mbak Dian Aesha)
Website : Robin Kaye

Review in other site : Goodreads

Sinopsis  

Rosalie Ronaldi tidak bercita-cita untuk berumah tangga..

Hal yang dipedulikannya hanyalah karir, sehingga dia mampu bertahan hidup hanya dengan makanan siap saji dan minum martini, membiarkan sepatunya berada di bawah meja makan, dan pakaiannya berserakan di atas sofa. Nick Romeo adalah fantasi setiap wanita-tinggi, berkulit gelap, tampan, kaya, sangat hebat di ranjang, DAN dia suka memasak serta bersih-bersih rumah... Nick menginginkan seorang wanita yang mandiri, tapi ketika bertemu Rosalie, hal yang diinginkannya justru mengurus wanita itu.

Tidak lama berselang, dia pun membersihkan apartemen Rosalie, mengisi kulkasnya, dan mengadopsi anjingnya... Lalu, apa masalahnya? Hanya masalah kecil tentang salah duga soal identitas, pencurian korporat, masa lalu yang tersembunyi di penjara anak-anak, dan satu keluarga besar Italia yang suka ikut campur dan membuat tak nyaman...

Editor’s Note
- Lucu, romantis, menghanyutkan...
- Mendapat rating bintang 4.5 di Amazon.com

Review


Skeptis. Itulah kesan awal saya baca halaman pertama Romeo, Romeo. Judul yang bikin saya mendengus awalnya. Karena yah, emang lucu sih :)). Kenapa skeptis, mungkin karena saya baru baca novel contemporary dari penerbit yang sama yaitu Lelaki Terseksi Di Dunia karya Julie James dan buku itu cuma biasa aja bagi saya. Jadinya saya ga banyak ekspekstasi. Dan memang jangan terlalu ekspekstasi, karena saya justru menyukai Romeo, Romeo saat membalik halaman terakhir buku ini!.

Rosalie Ronaldi tidak mau menikah, ataupun berumah tangga. Seorang workaholic yang kerjanya menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, menikah tidak ada dalam pikirannya. Wajar sih kalau Rosalie ogah - ogahan, selain hampir semua pacarnya idiot termasuk Joey, mantannya yang terakhir, keluarga Ronaldi yang berasal dari Italia suka ikut campur masalah Rosalie. Apalagi sang Mama yang bolak balik tanya kapan Rosalie menikah dan menuduhnya anak durhaka (bahkan pelacur!) karena tega memutuskan Joey. Jangan heran kalau Rosalie makin enggan untuk jalan di altar pernikahan. Tapi semua berubah ketika mobilnya mogok di tengah jalan, ban cadangannya tidak ada karena diambil kakaknya yang brengsek (menurut Rosalie) Rich, dan bertemu dengan pria tampan berbaju montir tapi seolah baru keluar dari majalah GQ.

Dominick "Nick" Romeo, juga tidak percaya dengan pernikahan. Menganggap nama "Romeo" adalah kutukan, Nick yang tidak ingin bernasib seperti ayah dan leluhurnya yang suka mencampakkan wanita berubah menjadi pria anti komitmen. Di usianya yang 31 tahun, Nick punya segalanya, dia adalah pemilik Romeo's, dealer mobil terbesar di Brooklyn.Tapi prinsip "anti komitmen" dan "lebih baik berteman saja"nya ini berubah setelah bertemu Rosalie yang mencak - mencak karena mobilnya mogok. Rosalie tidak sadar kalau Nick yang ditemuinya adalah bujangan paling dicari di Brooklyn dan Nick menyadari dengan ngeri kalau Rosalie adalah adik Rich, orang yang membuatnya masuk penjara anak - anak gara - gara Nick meniduri pacar Rich saat umur 15 tahun. Walau begitu Rosalie yang tidak seperti wanita kurus bak lidi yang dikencaninya, menarik hati Nick. Maklum, Rosalie yang punya darah Italia memang memiliki tubuh yang molek dan tinggi semampai. Siapa juga cowok normal yang ga mau? :P

Dan dimulailah hubungan "no string attached" antara Nick dan Rosalie yang dipanggilnya "Lee". Nick tidak memberitahu siapa dirinya sebenarnya dan walau Rosalie sudah tahu kalau Nick adalah Dominick Romeo, dia tidak pernah menyinggungnya. Ini cuma hubungan anti komitmen dan suka sama suka kan? Tapi, kenapa yah di awal kencan mereka, Nick dan Rosalie sudah ciuman dengan ganas sampai Vinny, sepupu Nick bengong lihatnya? Kenapa yah, si Nick kok malah kalang kabut ketika Rosalie menderita pneumonia bahkan sampai mengusir mama Rosalie, gara - gara marah Rosalie mengencani Nick yang menurutnya cafone alias binatang? Nick bahkan sampai rela mengurus Rosalie yang sakit, mengurus anjingnya Dave, bahkan membersihkan rumah Rosalie yang kayak kapal pecah. Rosalie ternyata selain workaholic, juga tipe cuek bebek dengan apartemennya. Dan Nick ternyata hobi beberes rumah dan mengurus orang. Pasangan yang klop,kan? Lalu kenapa yah, dua orang ini masih saja menyangkal perasaan antara mereka? Ah, cinta emang urusan yang sulit, apalagi kalau sudah menyangkut ke pernikahan. Dan ketika Rosalie mengira bahwa Nick memanfaatkannya untuk mengambil alih Premier Motorcars, perusahaan yang sedang berusaha diselamatkan oleh Rosalie. Ketika mereka berpisah karena takut dengan perasaan masing - masing, hanya cinta yang bisa membuat mereka kembali dan menyadari bahwa pernikahan itu... tidak buruk sebenarnya.

Ah, saya jadi sok romantis pagi ini. Tapi bagi saya Romeo, Romeo ini secara ga langsung menyinggung beberapa hal yang penting. Salah satunya adalah pernikahan. Saya merasa simpati sama Rosalie, yang tidak mau menikah. Kadang kita bilang alasan belum menikah, karena memang belum ada jodoh, dan apa yang salah dengan itu? Apalagi kalau keluarga sudah mulai cerewet tanya "kapan nikah?" "emang mau jadi perawan tua", dll. Pasti bikin bete kan? Ini yang membuat saya jadi gampang terhubung dengan karakter - karakter di Romeo, Romeo. Bukan, bukan saya ga pengen nikah. Tapi Romeo, Romeo ini seolah ingin mengatakan , "kalau sudah waktunya, dan ketemu orang yang tepat, yang namanya pernikahan itu pasti akan terjadi". Jadi sok filosofis juga nih saya :p

Saya menyukai kedua karakter utama buku ini, Rosalie dan Nick. Chemistry diantara mereka rasanya pas, dialog yang lucu dan sarkastik membuat saya tersenyum dan juga tertawa bacanya. Saya sendiri merasa kalau Rosalie mirip banget sama saya. Cuek bebek sama lingkungan sekitar! Yah, saya emang hobi  berantakin kamar hanya buat diberesin lagi seminggu sekali :P. Nick juga adalah karakter pria yang bikin saya jatuh cinta! Saya ga terlalu menyukai tipikal pria "Anti komitmen", karena biasanya arogan. Tapi Nick punya nilai tambah, dia pandai urusan rumah tangga dan perhatian sekali sama Rosalie. Sudah ganteng, pinter ngurusin orang dan masak pula. Kalau saya ga suka, berarti saya aneh, hihihi. Dan Nick juga ga perfect kok. Buktinya dia masih tidak mau mengaku identitas aslinya pada Rosalie. Buku ini juga seolah ingin mengatakan, bahwa hubungan percintaan itu memang harus didasari oleh rasa percaya.

Karena Rosalie dan Nick sama - sama berdarah Italia, maka saya sudah menduga akan ada tema keluarga di buku ini, dan saya benar. Keluarga Rosalie sangat lucu, tapi juga menjengkelkan. Mama Rosalie, Maria yang menganggap pernikahan itu segalanya. Papa Rosalie yang walau terlihat diam, ternyata diam - diam selingkuh di belakang istrinya. Adik Rosalie, Annabelle, yang menurut Nick adalah versi anorexianya Rosalie dan juga drama queen. Yang waras di keluarga Ronaldi kayaknya cuma abang Rosalie, Rich dan Bibi Rose. Saya agak sedih saat baca bagian Mama Rosalie yang seolah membenarkan "perselingkuhan" saat Annabelle diselingkuhi oleh tunangannya, Johnny. Seperti dialog Rosalie di bawah ini :

" Kalau Annabelle yang berselingkuh, Mama akan memanggilnya puttana (pelacur). Kalau Johnny yang melakukannya, Mama bilang laki - laki memang begitu? Asal Mama tahu, aku tidak bisa memahami Mama. Kalau dia berselingkuh sekarang, nanti dia juga akan berselingkuh lagi. Tapi kurasa tidak apa - apa. Tidak masalah jika kita menikahi pria paling bajingan di dunia, sepanjang kita sudah menikah dan punya anak."

Jujur, bagi saya ini adalah dialog paling menohok di buku ini, dan juga membuat saya berpikir. Mungkin ini juga alasan Rosalie enggan menikah, karena tidak mau sakit hati akibat perselingkuhan. Saya hanya berharap di buku selanjutnya, masalah keluarga Ronaldi akan bisa diselesaikan. Dan hati Mama Rosalie bisa terbuka walau harus merasa sakit nantinya akibat perselingkuhan suaminya. Selain keluarga Ronaldi, juga ada karakter lain yang membuat buku ini jadi makin menarik. Seperti Vinny, sepupu Nick yang memberinya saran tentang masalah cinta. Gina, BFFnya Rosalie yang kecil - kecil cabai rawit. Dan jangan lupa dengan anjing Rosalie, Dave yang lucu dan menggemaskan. Seandainya saya ga takut anjing, saya ga keberatan punya anjing kayak Dave ^-^. Terjemahannya sudah oke, ada beberapa typo walau ga bikin keasyikan baca berkurang. Tapi saya agak bingung. Di awal cerita Nick dibilang berusia 31 tahun, tapi kenapa di akhir usianya 32? Emang sih durasi waktu novel ini ada sekitar 3 bulan, tapi kalau ga ada adegan ulang tahun, bisa saja saya berpikir ini inkonsistensi pengarang kan? :p

Dengan terjemahan yang enak dibaca, dan tema cinta yang sudah tidak asing tapi dikemas dengan sangat menarik, Romeo Romeo adalah karya debut yang menakjubkan dari Robin Kaye. Mereka yang menyukai genre kontemporer harus memasukkan Romeo, Romeo yang selain lucu, juga memiliki banyak pesan menarik terutama tentang pernikahan, dalam daftar bacanya.

Trivia

Trivia kali ini lebih ke fantasy cast! Baiklah, di buku ini Nick yang punya darah Italia dideskripsikan bertubuh tegap, dada six pack sluuurp, dan bermata biru (saya lupa warna rambutnya apa) dan mirip Jude Law. Heh? Bukannya Jude Law ga ada Italianonya sedikit pun, dan dia British. Saya ga bisa banyangin Jude Law sebagai Nick, karena bagi saya cowok itu keliatannya tua, muka Inggrisnya juga sangat menonjol! (kayak saya tau aja muka Inggris kayak apa). Tukang selingkuh lagi, hehehe. Karena itu inilah pilihan saya buat Nick :





Pilihan saya adalah Joe Manganiello (kiri) dan Raoul Bova (kanan). Semuanya punya darah Italia, dan siapa nih menurut kalian yang cocok jadi Nick :D?  (saya berusaha cari pic yang PG-13 tapi gambar Raoul Bova  shirtless yang lagi meluk anjing itu ngingetin saya sama Nick!)


Untuk Rosalie Ronaldi yang juga Italia, di bab awal wanita itu mengingatkan Nick pada Sophia Loren. Tapi kan Sophia Loren dan tua. Saya kepikiran Monica Belluci, tapi lagi - lagi juga sudah ketuaan dan seksinya minta ampun. Jadi ini pilihan saya buat Rosalie :

Namanya Asia Argento, dan menurut saya sih cocok kok jadi Rosalie dengan tubuhnya yang juga curvy tapi tetep cantik dong ;).

Source Pic : click here, here, and here


Favorite Quote 

"Oh ya, kau menjadi sang Dominick Romeo, pastilah banyak wanita yang  lari menghindarimu. Itu pasti sangat sulit. Mungkin sebaiknya kau mengganti namamu menjadi Dr. Hannibal Lecter. Mungkin itu membantu.

Rating Cerita





Sensualitas

Adegan olahraga tempat tidurnya lumayan eksplisit. Jadi mending dibaca sama mereka yang beneran udah gede (seengganya 21 tahun ke atas). BTW, adegan intim pertama antara Nick dan Rosalie cukup bikin saya ketawa. Bukan karena lucu, tapi ada terjemahannya yang bikin saya ga berhenti ngikik. No offense buat penerjemahnya, tapi saya bisa bayangin muka dia merah padam pas nerjemahin itu, hihihihi. Dan akhirnya saya nemu kata favorit saya disini, "menggelenyar" :)).

Jumat, 09 November 2012

Review : Lelaki Terseksi Di Dunia oleh Julie James

Judul : Lelaki Terseksi di Dunia
Judul Asli : Just The Sexiest Man Alive
Pengarang : Julie James
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 440 halaman
Diterbitkan pertama kali : 9 November 2011
Format : Paperback
Target : Dewasa
Genre : Contemporary Romance
Bahasa : Indonesia
 
Status : Pinjam teman (thanks to Mbak Dian Aesha)
Website : Julie James

Review in other site : Goodreads

Sinopsis  

Ketenangan Taylor Donovan tak pernah terusik. Di ruang sidang, ia tak pernah membiarkan pihak lawan membuatnya gugup. Dalam kehidupan pribadi, ia tak pernah membiarkan pria mana pun membuatnya terguncang-termasuk perselingkuhan mantan tunangannya.

Jadi ketika ia ditugasi membantu ‘Lelaki Terseksi Di Dunia’ versi majalah People mempersiapkan peranan dalam film thriller hukum laris barunya, ia menolak terjatuh dalam pesona sang playboy Hollywood tersebut. Bahkan meski aktor itu adalah Jason Andrews.

Editor’s Note
Lucu, cerdas, dan tentu saja ... romantis!

Review


Saya punya kecenderungan. Dimana jika ada suatu buku yang penggemarnya buanyaaak dan kasih bintang 4 atau 5 atau 7 atau yang pokoknya bagus banget kata mereka, saya malah berpikir sebaliknya. Oke, ga semua buku kok. Tapi kok kejadian sering banget ya? Apa saya bukan mainstream? Ini juga yang saya rasakan saat membuka halaman pertama "Lelaki Terseksi Di Dunia". Karya debut dari Julie James, yang dulunya selain pengacara juga penulis nafkah film. Maka jadilah LTDD ini (saya singkat aja daripada kepanjangan). Banyak yang menyukainya, menganggapnya lucu dan fresh. Menggabungkan dunia hukum dan Hollywood, dua dunia yang bertolak belakang tapi juga saling berhubungan. Harusnya ini bikin saya tertarik kan? Awalnya sih, iya. 

Jadi cerita LTDD ini berawal dari kisah seorang pengacara sukses Taylor Donovan yang pindah dari  Chicago ke Los Angeles untuk meniti karir. Di saat sedang mempersiapkan kasus gugatan pelecehan seksual dari suatu perusahaan pada karyawannya, Taylor dipanggil oleh sang bos, Sam yang memberinya tugas yang tak pernah dipikirkan Taylor sebelumnya. Taylor harus membimbing aktor yang disebut - sebut sebagai "Lelaki Terseksi di Dunia" (versi orang Amrik tentu), yaitu Jason Andrews yang sudah menyandang titel itu selama tiga kali berturut - turut. Film baru Jason mengharuskan pria itu berakting menjadi pengacara, dan Taylor diharapkan bisa membantu akting Jason senatural mungkin. Tugas yang mudah bagi Taylor yang bersifat kuat, walau dia jengkel kenapa harus dirinya. Pertemuannya dengan Jason pun tak berjalan mulus, karena Jason milih mangkir dari janji temu dan main judi di Las Vegas. Tapi setelah mereka bertemu, Jason menyadari bahwa Taylor adalah satu - satunya wanita yang tidak mempan dengan pesonanya.

Dimulailah latihan akting Jason sebagai pengacara sembari dibantu Taylor yang juga merevisi naskah. Dari situ juga Taylor mengenal dunia Hollywood dengan segala kegemerlapannya. Meskipun jengkel dengan Jason dan begitu juga sebaliknya, mereka jadi mengenal satu sama lain lewat dialog - dialog mereka yang saya akui cukup lucu dan cerdas. Walau akhirnya tertarik, baik Taylor dan Jason sama - sama memendam perasaan. Jason bahkan sengaja membuat cemburu Taylor, dengan menggandeng Naomi Cross, lawan mainnya. Padahal itu aslinya hanya pura - pura. Taylor pun malah kencan dengan Scott Casey, aktor Australia yang menganggap Jason cuma pria tua yang eranya harus sudah selesai. Di satu sisi, Taylor terancam terekspos ke media karena paparazzi pernah mendapatkan foto dirinya yang tak sadar ingin mencium Jason saat mereka di Las Vegas. Walau identitasnya tak ketahuan dan membuat dia dinamai "Wanita Misterius" tapi Taylor takut jika terungkap identitasnya, juri dan hakim yang mengusut kasusnya akan menganggapnya tidak kredibel. Saat Taylor mengalami kecelakaan mobil, saat itulah mereka menjadi dekat kembali. Tapi Taylor yang pernah terluka, walau tak dia perlihatkan, karena mantan tunangannya yang selingkuh masih tak mau mengakui perasaannya pada Jason? Sanggupkah Jason sebagai lelaki terseksi di dunia meyakinkan Taylor untuk memilihnya? Apakah dibutuhkan lebih dari keseksian dan ketenaran sebagai aktor untuk membuat gadis itu menjadi miliknya?

Bagi saya, LTDD ini tidak jelek, tapi juga bukan buku yang membuat saya ingin membacanya lebih dari satu kali. Julie James bukan pengarang baru bagi saya. Jauh sebelum Elex menerbitkan LTDD, saya sudah baca karyanya dari seri Attorney/FBI, A Lot Like Love (disini diterjemahkan jadi "Serasa Cinta".) Saya sendiri waktu itu suka baca A Lot Like Love karena tante Julie menulis seorang karakter wanita kaya tapi tidak menyebalkan layaknya orang kaya, contohlah si Paris Hilton. Inilah yang membuat saya punya ekspektasi saat membaca LTDD, semoga saja sebagus A Lot Like Love. Sayangnya, saya harus kecewa.

Pertama, dari segi cerita sendiri saya sudah merasa ke"lebay"annya, terutama dari sisi Jason Andrews. Saya jauh lebih suka membaca saat Taylor menjadi pengacara, jadi saya bisa tahu proses di ruang sidang seperti apa. Walau tentu saja tidak bisa dijadikan patokan. Sebaliknya, gambaran Hollywood di buku ini membuat saya berulang kali mendengus, dan ketawa yang lebih ke arah nyindir aja. Saya suka kok pas baca buku, terus si pengarang memasukkan tokoh yang benar - benar ada ke dalam bukunya. Tapi itu kalau di buku historical fiction. Bayangkan saja gimana saya bolak balik memutar mata saat pengarang menyebut nama artis yang masih hidup sampai saat ini. Mulai dari Kate Beckinsale dan Eva Green, sutradara terkenal Steven Sodenberg. Belum lagi bandingin si Jason Andrews sama George Clooney dan Brad Pitt. Lalu penyebutan barang - barang branded mulai mobil, perhiasan, cottage, delele. Oke, mungkin biar aura Hollywoodnya kerasa. Tapi saya akui, saya ga terlalu suka yang kayak gini.

Bagi saya sendiri penokohan Jason Andrews sendiri sudah terlalu lebay. Kelewat sempurna, yang dari meraih Oscar, filmnya ditonton sampai enam kali, meraih gelar "The Sexiest Man Alive" sampai tiga kali. Inilah yang bagi saya merasa keseksiannya jadi tidak ada. Ditambah sikap arogan yang mungkin tante Julie ingin menggambarkan "ini loh aktor sukses, sifatnya tuh kek gini", saya jadi ilfil seilfil - ilfilnya. Tidak peduli bahwa si Jason Andrews ini digambarkan tinggi, tegap, berambut hitam dan matanya yang  biru kobalt menatap dengan tajam. Saya ngga deg - degan tuh! Mungkin karena bagi saya pria rambut hitam dengan mata biru terseksi di dunia (novel) itu cuma Roarke seorang :)) (dan juga Raphael dari novelnya Nalini Singh). Saya sulit simpati sama Jason, karena selain menjengkelkan (atau istilah saya sih, gedeg bener!), sifatnya kayak anak kecil padahal umurnya dah hampir 40!

Untunglah ada Taylor yang bagi saya cukup menyelamatkan novel ini. Saya suka dengan karakterisasi Taylor yang sebenarnya tipikal wanita karir. Dengan hati kuat tapi lebih ke keras kepala dan juga bagi orang lain mungkin arogan. Awalnya saya sempat keganggu dengan betapa dinginnya si Taylor ini, tapi dedikasi pada pekerjaannya yang membuat saya kagum. Sayangnya saya tidak merasakan chemistry antara Jason dan Taylor. Saya cukup suka dengan dialog "berantem" antara mereka yang lucu dan asyik diikuti. Beberapa bahkan membuat saya tersenyum simpul. Tapi, setelah beberapa bab saya merasa hubungan mereka jadi ga asyik aja. 

Konflik yang ada di buku ini juga sudah jamak ditemui di banyak film drama komedi. Temanya sudah klise. Membaca LTDD membuat saya seolah baca skrip naskah, alih - alih novel. Make sense, karena Julie James dulunya penulis naskah. Tapi kan dua hal itu berbeda. Klimaksnya pun terasa datar. Saya tak bisa merasakan kegelisahan Taylor dan Jason yang saling suka tapi malu mengakui. Akhir ceritanya pun yang Hollywood sekali. Untungnya karakter pendukung di buku ini seperti Jeremy, teman Jason; Val dan Kate, teman Taylor lalu kolega Taylor di kantor pengacara membuat buku ini masih menarik untuk diikuti. Masalah lain lagi adalah dari segi cover! Di buku Taylor dideskripsikan berambut cokelat gelap, seperti warna kastanye. Tapi kenapa yah, saat melihat cover, saya merasa kok tuh cewek mirip Taylor Swift? Gara - gara namanya sama - sama Taylor? Saya sarankan sih bagian cover harusnya crosscheck dengan editor untuk masalah cover, karena hal ini kan fatal banget. Salah deskripsi rambut tokoh utama!

Saya jadi berpikir, apa kebanyakan baca genre paranormal romance dan fantasy membuat saya tidak bisa menikmati LTDD yang notabene adalah genre kontemporer. Tapi kemaren saya baca Playing for Keeps karya R.L. Matthewson dengan genre sama dan saya sampai guling - guling di kasur karena ga kuat nahan tawa. Bahkan buku itu jadi favorit saya. Lalu saya pun liat review teman, bahwa bagi dia buku ini adalah buku Julie James terlemah yang dia baca. Hmm, mungkin karena debut kali ya? Bagi pembaca yang suka sama cerita ringan dan ala Hollywood, dan ga perlu mikir keras, maka LTDD boleh dijadikan pilihan. Tapi bagi saya yang menginginkan lebih dari itu, saya khawatir bahwa judul "Lelaki Terseksi Di Dunia (novel)" hanyalah pemanis, secara bagi saya Jason sama sekali ga ada seksi - seksinya :)).

Favorite Quote 

"Tidak ada tangisan dalam bisbol"

Rating Cerita




Sensualitas
Hanya ada adegan ciuman saja, yang bagi saya tidak terlalu "panas" (aih!). Adegan olahraga tempat tidurnya sendiri tidak eksplisit, terjadi mendekati akhir cerita. Itu juga yang cuma "gadis itu nakal sekali.." "Jason menjadi nakal.." Errrrr :)))

Senin, 07 Mei 2012

Review : Chronicle oleh Shienny M.S


Judul : ChroniclePengarang : Shienny M.S
Penerbit : Elex Media KomputindoTebal : 473 halaman
Diterbitkan pertama kali : 2011Format : PaperbackTarget : Remaja
Genre : Fantasy
Bahasa : Indonesia
Seri : Ther Melian
Buku ke- : 2
Status : Punya sendiri
Website : Ther Melian
Review buku pertama, Revelation : Klik disini

Sinopsis


Setelah rahasia identitas Aelwen diungkap Rion, Vrey terombang-ambing di antara dua pilihan yang sama menyakitkannya. Memaafkan Aelwen, walaupun dusta yang telah ditumpuknya dan membuat hati Vrey terluka, atau menyerahkan seseorang yang telah menjadi sahabatnya selama tiga tahun kembali pada nasib yang membuat Aelwen melarikan diri dari masa lalunya.

Sementara itu, Valadin bertekad menuntaskan misinya, apa pun akibatnya. Dia harus menaklukkan Templia-Templia yang tersisa untuk mendapatkan Relik Elemental sambil terus berupaya menghindari kecurigaan bangsanya sendiri. Tapi semua itu tidak sebanding dengan kenyataan pahit yang menanti Valadin. Dia harus kembali berhadapan dengan Vrey untuk merebut kembali Relik Safir.

Kali selanjutnya, mereka harus memilih; mengenang masa lalu yang manis, atau saling bertarung demi masa depan yang diimpikan masing-masing. Kejar-mengejar dan pertarungan kedua belah pihak tak terelakkan lagi, KISAH mereka pun berlanjut...

Review
Melanjutkan kisah Vrey dan Valadin di Revelation, kini sang pengarang, Shienny M.S mengajak pembaca untuk mengetahui nasib mereka berdua setelahnya. Berhubung ini buku kedua, maka jebakan betmen aka spoiler sudah pasti ada di mana - mana, karena itu saya menyarankan buat baca buku pertamanya, Revelation dulu ;).

Vrey ternyata tidak bernasib na'as seperti yang diungkapkan di Revelation, walau saya sudah tahu ga mungkin yang namanya tokoh utama masa mati di awal - awal gitu. Setega - teganya pengarang, ga mungkin pokoknya (maksa). Vrey yang selamat dari serangan Eizen, salah satu kawanan Valadin, di gunung Ash, dirawat luka - lukanya oleh Rion dan Aelwen. Walau dalam keadaan terluka, Vrey berhasil mencuri Relik Safir yang mengandung kekuatan petir. Selain itu sayap Nymphnya akhirnya berhasil dibuat menjadi jubah. Hanya saja kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena Rion mengetahui identitas Aelwen.

Aelwen yang lembut dan sudah menjadi teman dekat Vrey selama 3 tahun ternyata menyimpan rahasia besar. Aelwen bukanlah pelajar Acolytes (atau penyembuh) seperti yang Vrey kira. Aelwen aslinya juga bukan wanita tulen. Sebelum anda - anda sekalian bengong dan mengira apakah Aelwen banci, identitas aslinya adalah seorang pangeran bernama Leighton yang merupakan pewaris kerajaan Granville. Yah si Aelwen aka Leighton, sedikit banyak mengingatkan saya sama Makoto Amano dari W-Juliet. Penggemar komik, apalagi serial cewek, pasti tahu deh.

Dari sini plot semakin rumit dan seru. Leighton, Rion dan Vrey berpisah di kerajaan Lavanya. Leighton harus mencegah kawanan Valadin yang ingin merebut Relik Elemental Air yang berada di bawah istana Kerajaan Lavanya, dibantu dengan salah satu putri raja, Ascha dan pengawalnya Desna. Disisi lain, Vrey dan Rion malah ditangkap dan disiksa di penjara. Usai pertempuran di Lavanya, Leighton yang menuju Granville terkejut mendengar kabar itu, dan terpaksa meminta bantuan orang yang paling tidak ingin dia temui, yaitu Valadin. Vrey nantinya juga akan mengetahui asal - usul dan keluarga aslinya, bertemu dengan saudari kembar yang membencinya, dan satu pertemuan tak terduga dengan orang dari masa lalunya. Dan yang lebih terpenting lagi, walaupun Vrey berharga bagi Valadin, sepertinya dia harus menerima kenyataan bahwa mereka akan selalu menjadi lawan. Jika Valadin masaih bersikeras mengumpulkan 7 relik elemental, tidak peduli berapa banyak nyawa yang harus dikorbankannya...

Bagi saya, Chronicle ini sudah lebih bagus dan kompleks daripada buku pertamanya, Revelation. Jika Revelation beraroma game RPG, dan bahasanya gaul sekali, Chronicle sudah memenuhi syarat novel fantasy (menurut saya tentunya :P). Bahasanya sudah luwes, mengalir dengan lancar, plotnya pun tersusun rapi. Dipaparkan satu demi satu dengan baik dan enak dibaca. Jika di buku pertama, plot seolah terbagi dua antara Valadin dan Vrey, maka di buku kedua walau masih sama, tidak terasa aneh dibaca.

Penambahan karakter dan wilayah juga tidak sia - sia. Malah nyaris tidak ada tokoh numpang lewat (kecuali bagian yang mati dibunuh ya :P) disini. Semuanya penting. Hanya saja, rasanya pengarang suka banget memberi nama tokoh - tokohnya (dan tempat) pakai akhiran "a". Seperti "Ascha", "Desna","Ilzara". Penamaan tokoh - tokohnya sih sudah bagus, hanya beberapa kurang nyaman dilafalkan di lidah, misalkan "Laruen", lebih enak kalau "Lauren" sebenarnya. Bagi penggemar romance, yah bersyukurlah karena sudah ada tanda - tanda kesana, ha ha ha. Tidak terlalu kentara, masih dalam tahap malu - malu kucing, tapi sudah ditulis dengan bagus menurut saya yang pakar romance ini ;D (ngakunya).

Yang membuat saya kagum (sekaligus bete) disini adalah keberanian Shienny untuk lagi - lagi membuat ending yang mengambang. Strategi bagus untuk membuat pembacanya tetap penasaran dengan seri selanjutnya, dan beberapa akan cakar - cakar tembok karena tidak sabar menunggu (untung saya baca setelah sudah tamat semua). Kekurangannya mungkin masih dalam penggunaan kata "kamu", yang jujur bikin saya agak risih bacanya, tapi tidak terlalu banyak kali ini. Dan penggunaan huruf besar semua, saat tokoh berteriak dan marah. Sebenarnya tidak perlu sampai seperti itu sih, karena dengan penulisan dan tanda baca yang tepat, pembaca tetap bisa tahu kok.

Anyway, setelah semua yang saya jabarkan di atas (kelebihan dan kelemahan), Shienny membuktikan dirinya sebagai salah satu penulis novel fantasy yang patut diberi perhatian. Dihiasi dengan illustrasi bikinannya sendiri yang tidak kalah bagusnya dengan komikus kawakan sekalipun, plot yang membuat pembacanya tidak bisa berhenti (dalam kasus saya, ga bisa tidur!), karakter - karakter yang magis dan dunia yang mengagumkan, maka Chronicle adalah jawaban bagi mereka yang mencari novel fantasy yang mengasyikkan dan seru!

Trivia
:


Jika di buku pertama, ada komodo sebagai salah satu alat transportasi di dunia Ther Melian, salah satu binatang dari Indonesia, di buku ini Shienny juga tidak lupa sekali lagi menyertakan unsur bangsa sendiri. Setelah komodo, sekarang ada gajah. Tapi gajah sepertinya sudah terlalu familiar ya. Di Chronicle ini yang paling mencolok adalah festival lampion, yang merupakan salah satu kebudayaan China, tapi juga terkenal di Indonesia.
Selain festival lampion, pasar apung di Kerajaan Lavanya juga langsung mengingatkan saya pada pasar apung di Banjarmasin. Kerajaan Lavanya yang dikelilingi air, sedikit membuat saya teringat pada Venesia yang juga sama - sama memiliki wilayah yang mayoritasnya terendam air


Rating Cerita

Senin, 16 April 2012

Review : Revelation oleh Shienny M.S

Judul : RevelationPengarang : Shienny M.S
Penerbit : Elex Media KomputindoTebal : 406 halaman
Diterbitkan pertama kali : 2010Format : PaperbackTarget : Remaja
Genre : Fantasy
Bahasa : Indonesia
Seri : Ther Melian
Buku ke- : 1
Status : Punya sendiri
Website : Ther Melian


Sinopsis


Vrey, pencuri andal anggota komplotan Kucing Liar, terbiasa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.

Valadin, Elvar terhormat yang menjalani hidupnya sebagai seorang Eldynn, kesatria suci yang bersumpah melindungi sesamanya.

Kisah mereka terjalin di Ther Melian, sebuah benua tropis kecil yang diselimuti kabut dan misteri.

Vrey memburu harta legendaris yang diimpikan setiap pencuri. Sedang Valadin menjalankan misi rahasia untuk mengembalikan kejayaan bangsanya.Pencarian masing-masing membawa mereka dalam petualangan yang luar biasa, dan pada akhirnya mempertemukan mereka....

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Akankah mereka berakhir sebagai teman atau musuh?

Inilah PEMBUKAAN dari kisah mereka....


Review
Berhubung sinopsisnya sudah menjelaskan garis besar ceritanya, saya akan mengulas sedikit saja tentang cerita dari Revelation. Di benua Ther Melian, hidup bermacam - macam ras yang unik, salah satunya adalah ras makhluk abadi yaitu ras Elvar dan Manusia. Percampuran dari dua ras ini disebut Vier-Elv. Cerita bermula dari Vrey, seorang pencuri dari kelompok Kucing Liar yang juga Vier-Elv, mempunyai impian untuk membuat Jubah Nymph, salah satu item legenda. Sayangnya setelah mengumpulkan begitu banyak sayap Nymph, Vrey sadar bahwa benang biasa tidak bisa dibuat untuk mengubah sayap - sayap itu ke bentuk jubah. Sampai akhirnya Vrey mendapat info, untuk membuat jubah Nymph dia butuh benang dari sayap burung api. Bersama dengan teman sekamarnya selama tiga tahun, Aelwen, Vrey lalu mencuri amulet salah satu milik tetua Elvar. Lalu menuju Gunung Ash, untuk berburu Burung Api...

Di satu sisi, Valadin, seorang kesatria Eldyn yang prihatin melihat semakin lemahnya bangsa Elvar dan menguatnya dominasi Manusia, bertekad untuk mengubah nasib bangsanya. Dengan ditemani beberapa Elvar kepercayaannya, dimulailah perjalanan Valadin untuk mengumpulkan 7 Relik Elemental yang dipercaya bisa memanggil para Ether, yang Valadin percaya bisa menolong bangsanya. Setelah berhasil mengumpulkan salah satu relik elemental, Valadin lalu bergerak untuk mengumpulkan relik berikutnya, di Gunung Ash. Dan akhirnya plot cerita yang awalnya tidak ada hubungannya, mulai menyatu, dan permulaan kisah di benua Ther Melian pun dimulai...

Saya acungi 4 mangkuk mie.. eh jempol buat novel debut Shienny M.S ini. Sebagai buku pertama dari tetralogi Ther Melian, Revelation sudah cukup bagus dan mampu menarik pembaca, apalagi dengan endingnya yang bikin saya, "what??", "heee?", "terus, masa gitu sih?". Jujur, saya paling bete sama cliffhanger, bikin saya jadi pengen baca buku selanjutnya aja. Dan dalam kasus Revelation ini, bohong kalau saya ga mau baca buku selanjutnya Chronicle. Tentunya nunggu gajian dulu #ngeles.

Alur Revelation memakai alur flashback, dimana di awal novel kita dikenalkan pada dua tokoh sentral, Valadin dan Vrey. Awalnya saya mengira dua orang ini bakal diplot jadi kekasih, apalagi ternyata keduanya pernah dekat di masa lalu. Tapi, kayaknya saya salah. Dan tentang Aelwen, well, saya udah curiga sih, dia tidak seperti yang terlihat di permukaannya. Salah satu illustrasi Aelwen membuat saya berpikir, bahwa jangan - jangan Aelwen itu... sepertinya harus cari tahu di buku selanjutnya #hammer.

Ide cerita Revelation cukup fresh, meskipun mengingatkan saya akan game - game RPG PC yang sering saya mainkan. Saya ga main RPG di PS1 dan kroco2nya. Bagi saya stick PS itu salah satu keajaiban dunia (halah!). Vrey mengingatkan saya akan salah satu karakter game yang pernah saya mainkan. Sama - sama pencuri dan anti-heroine. Saya ga masalah membaca tokoh seperti Vrey, karena kadar menyebalkannya masih wajar, walaupun dia suka marah - marah tidak jelas. Seengganya ga bikin saya bete lah bacanya. Sebaliknya untuk Valadin, saya malah kurang suka. Entahlah, saya kurang suka sama nice guy attitude dan hero complexnya itu. Cukup kaget juga saat mengetahui perkembangan hubungan antara Vrey dan Valadin.
Untuk penamaan karakter, istilah, mantra sihir, saya salut pada Shienny untuk tidak membuat yang aneh - aneh, masih bisa dibaca dan dilafalkan. Glosarium di belakang juga cukup membantu, walaupun bagi saya itu lebih ditujukan untuk mereka yang masih baru dalam genre fantasy. Untuk penggemar fantasy hardcore, tidak akan kesulitan memahami istilah dalam Revelation. Penceritaan di Revelation sendiri mengingatkan saya akan kondisi bangsa ini, dimana Valadin seolah merefleksikan sikap kalangan muda yang menginginkan revolusi, namun menghalalkan segala cara, dan kaum tuanya yang hanya diam tidak berbuat apa - apa. Menarik, saya jadi ga sabar mau dibawa kemana ceritanya. Selain itu penggunaan komodo sebagai salah satu alat transportasi di benua Ther Melian membuat saya bangga akan ide Shienny yang tetap memasukkan unsur dari bangsa sendiri walaupun settingnya berbau kebarat- baratan

Kekurangan Revelation yang membuat saya mengurangi separuh dari 4 mangkuk mie yang ingin saya kasih ke Shienny, adalah penggunaan bahasa di buku ini. Terlalu gaul, IMO yah. Penggunaan kata "kamu"; "nggak", "sih", bikin saya berkerut kening terus - terusan. Kalau Vrey dan kawanan pencurinya memakai kata "kamu" mungkin masih oke. Tapi membaca para kaum Elvar yang sudah tua memakai kata "kamu" , menurut saya agak aneh. Akan lebih pas jika memakai kata "kau" atau " anda", dan tone pembicarannya lebih halus. Karena yah, mereka kan sudah tua gitu, jadinya harusnya cara bicaranya anggun dan bijaksana. Untuk typo sendiri, saya ga menemukan terlalu banyak. Mungkin versi yang saya beli udah revisi kali yah. Covernya sendiri menarik dan catchy, tapi jadi bikin saya mikir, harga buku ini yang cukup mahal, apa alokasinya lebih banyak di cover ya? :P

Overall, saya menikmati membaca Revelation ini, dan ga sabar membaca kisah kelanjutannya di Chronicle. Dan saya yakin sebagai salah satu buku fantasy karya anak negeri, seri ini akan terus bergaung di dunia fantasy Indonesia. Digabungkan dengan illustrasi karakter yang dibuat sendiri oleh Shienny M.S, Revelation adalah salah satu buku fantasy Indonesia yang wajib dibaca penggemar fantasy.

F
avorite Quote :


"Untuk mendapatkan sesuatu yang kamu dambakan, kamu harus kehilangan sesuatu yang berharga bagimu. Itu aturan main dunia ini"

Rating Cerita


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...