Rabu, 15 Januari 2020

Ren's Memorable Books in 2019 and 2020 Bookish Resolution

Hallooo ^_^

Walaupun sudah semakin jarang ngeblog, sayang rasanya kalau saya tidak posting buku - buku favorit saya pada tahun 2019. Saya juga sadar kalau postingan ini ditulis justru 15 hari setelah tahun baru. Tapi memang awal 2020 ini terasa berat, tidak hanya buat saya, tapi juga untuk banyak orang ya. Mulai dari bencana banjir di Jabodetabek pas pada tanggal 1, dimana rumah saya ga kena banjir sih, tapi akses keluar masuk perumahan semuanya kena dampak banjir. Pun, listrik pun dimatikan saat itu, jadi saya mau nyalain laptop pun tidak bisa (apalagi hape saya mati total, hahaha). Setelahnya saya mesti menulis laporan tutup tahun, audit dll. Fyuh, belum apa - apa sudah banyak halangan untuk ngeblog. 

Yang paling berat, Jum'at minggu lalu, saya kehilangan teman kantor saya untuk selama - lamanya. Rasanya sampai sekarang saya masih tidak percaya :(. Saya teringat waktu saya dan almarhumah duduk bersebelahan dan sering bercanda. Teringat waktu dia tanya - tanya buku apa yang bagus. Saya juga masih ingat sempat chat via WA 3 hari sebelumnya dan waktu itu saya sama sekali tidak ada firasat apa - apa kalau teman saya akan meninggal. Karena almarhumah teman saya ini sedang cuti melahirkan, saya sempat bertanya kapan dia akan melahirkan dan menunggu kabar baik darinya. Saya memang merasa iman saya semakin berkurang dari hari ke hari untuk sebuah alasan personal, tapi seengganya saya yakin teman saya saat ini sudah tenang and she will go to Heaven :').

Anyway...back to the topic. Saya memutuskan menulis postingan ini karena saya akhirnya bisa menyelesaikan Goodreads Reading Challenge lagi setelah gagal total pada tahun 2018 ^^;. Saya tentunya pengen bisa menulis statistic buku - buku yang saya baca seperti pada postingan tahun 2014 yang super niat itu. Namun, karena buku yang saya baca juga ga sampai ratusan dan kebanyakan juga re-read, akhirnya saya urungkan. Saya memutuskan untuk menulis postingan yang biasa - biasa saja, hehehehe.

Seperti biasanya, tiap tahun Goodreads selalu merilis fitur books in year, dan ini books in year saya di tahun 2019:

Selasa, 01 Oktober 2019

Review: Stardust oleh Neil Gaiman

Judul: Stardust
Judul Terjemahan: Serbuk Bintang
Pengarang: Neil Gaiman
Penerjemah: Femmy Syahrani
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 256 halaman
Diterbitkan pertama kali : Februari 2007

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Fantasy


Sinopsis :

Ini dongeng untuk orang dewasa. Alkisah, di padang-padang rumput Inggris yang tenang, lama berselang, ada sebuah desa kecil yang selama 600 tahun berdiri di atas tonjolan batu granit. Di sebelah timur desa itu ada tembok batu yang tinggi. Itu sebabnya desa itu dinamai desa Tembok. Di desa itu, pemuda Tristran Thorn jatuh cinta pada si cantik Victoria Forester. Dan di sini pula, pada suatu senja bulan Oktober yang dingin, Tristran membuat janji pada si gadis. Janji gegabah yang membawanya berkelana ke negeri di balik tembok, menyeberang padang rumput, masuk ke Negeri Peri. Dan di sana dimulailah petualangan paling mendebarkan dalam hidupnya.

 Review

Dua hari berturut - turut ngeblog..apakah ini pertanda Ren bakal rajin ngeblog? Hmm...saya sih ga mau janji muluk - muluk haha, dan akan tetap ngeblog when the mood strikes atau ada buku yang memang bisa ditulis reviewnya dengan cukup oke. Kalau ga ada..ya balik hibernasi lagi XD. Oke, cukup bercandanya. Sama seperti Tokyo Zodiac Murder, saya pun baca Stardust karena dulu pinjem bukunya punya teman saya, Iestea. Tidak enak hati karena sudah pinjam sampai bertahun - tahun, mau tidak mau dibaca juga. Padahal saya pinjam Stardust barengan Good Omens, tapi malah Good Omensnya sudah dibaca sejak lama. Entah kenapa tidak baca Stardust saat itu. Mungkin karena bagi saya ending Good Omens agak "kentang"...dan ternyata Stardust ini juga rada "kentang" bagian akhirnya, hehe.

Dari semua review teman di Goodreads yang saya baca, nyaris semuanya membandingkan dengan versi filmnya. Hal ini wajar, karena versi terjemahannya sendiri juga hampir berbarengan terbitnya dengan jadwal rilis filmnya. Sama - sama tahun 2007 (wow, 12 tahun yang lalu! Dan pemeran Yvaine, Claire Danes masih awet cantiknya sampai sekarang, lol). Rata - rata pun sudah menonton filmnya dulu, dimana menurut saya ternyata beda buku sama filmnya BANYAK banget. Jadi review ini lebih ke perbandingan buku dan film. Expect spoiler if you not read the book yet or watch the movie (tapi filmnya mah sering diputer lho, hahaha. Plus terjemahannya udah cetul)
 
Again, fair warning...review ini akan full spoiler. Jadi read at your own risk ya :)

Senin, 30 September 2019

Review: The Tokyo Zodiac Murder oleh Souji Shimada

Judul: The Tokyo Zodiac Murder
Judul Terjemahan: Pembunuhan Zodiak Tokyo
Pengarang: Souji Shimada
Penerjemah: Barokah Ruziati
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 360 halaman
Diterbitkan pertama kali : Desember 2012

Format : Paperback
Target Pembaca : Dewasa

Genre : Misteri, Thriller


Sinopsis :

Pada suatu malam bersalju tahun 1936, seorang seniman dipukuli hingga tewas di balik pintu studionya yang terkunci di Tokyo. Polisi menemukan surat wasiat aneh yang memaparkan rencananya untuk menciptakan Azoth—sang wanita sempurna—dari potongan-potongan tubuh para wanita muda kerabatnya. Tak lama sesudah itu, putri tertuanya dibunuh. Lalu putri-putrinya yang lain serta keponakan-keponakan perempuannya tiba-tiba menghilang. Satu per satu mayat mereka yang termutilasi ditemukan, semua dikubur sesuai dengan prinsip astrologis yang diuraikan sang seniman.

Pembantaian misterius itu mengguncang Jepang, menyibukkan pihak berwenang dan para detektif amatir, namun tirai misteri tetap tak terpecahkan selama lebih dari 40 tahun. Lalu pada suatu hari di tahun 1979, sebuah dokumen diserahkan kepada Kiyoshi Mitarai—astrolog, peramal nasib, dan detektif eksentrik. Dengan didampingi Dr. Watson versinya sendiri—ilustrator dan penggemar kisah detektif, Kazumi Ishioka—dia mulai melacak jejak pelaku Pembunuhan Zodiak Tokyo serta pencipta Azoth yang bagaikan lenyap ditelan bumi.

Kisah menarik tentang sulap dan ilusi karya salah satu pencerita misteri terkemuka di Jepang ini disusun seperti tragedi panggung yang megah. Penulis melemparkan tantangan kepada pembaca untuk membongkar misteri sebelum tirai ditutup.

 Review

Jadi...setelah nyaris dua tahun saya hiatus....hey, I'm back (for now). Do you miss me, dear my blog reader? (hahaha, pede XD).

Terakhir saya mereview adalah bulan Maret 2017, dan yang menarik ternyata buku terakhir yang saya review di blog adalah Year of the Hyenas (Tahun Anjing Hiena) yang bergenre misteri. Suatu kebetulan kah kalau saya hari ini mereview The Tokyo Zodiac Murder (Pembunuhan Zodiak Tokyo)? Hmm..sebenarnya buku ini dibaca karena mau saya balikin ke Tantri setelah bertahun - tahun saya pinjam, hahaha. Bukunya bahkan sudah menguning di beberapa tempat. Saya jadi ga enak hati sama Tantri, walau yang bersangkutan saat saya WApri sih bilang gapapa. Maaf ya Tan :'(. Selama hiatus ngeblog, saya bukannya ga baca buku sama sekali lho. Masih, masih baca. Cuma saya banyakan review di Goodreads dengan bahasa Inggris (yang tentu masih jauh dari sempurna). Tapi, saat kemaren bertegur sapa dengan Rahib Tanzil di grup WA BBI (yang sekarang juga mati suri, sama seperti BBI sendiri), saya agak terharu dengan dukungan Rahib yang walau tahu selera saya cukup "aneh", dia tetap menyemangati agar menulis reviewnya di blog. Terimakasih banyak ya Rahib!

Well...intermezzo done, jadi ini sedikit kesan saya setelah membaca Tokyo Zodiac Murder


Jumat, 21 Juni 2019

Pemenang New Author Reading Challenge (and nope...I'm still on hiatus, lol!)


*take a peek...*

Hallo, selamat pagi/siang/sore/malam (tergantung kapan kamu baca blog post ini, lol) semuanya. Dilihat - lihat ternyata postingan terakhir saya di awal Januari 2018 ya, hahaha. Anyway, I want to make some confessions. Jadi, masih inget kan kalau saya pernah ngadain reading challenge new author, yang walau cukup sukses dan berjalan 3 tahun, akhirnya saya tiadakan karena kesibukan dan juga mood blogging yang makin turun. Saya bener - bener minta maaf yang setulus - tulusnya karena butuh 3,5 tahun lebih buat ngumumin pemenangnya ;__;. Apalagi banyak teman - teman yang ikutan NARC ini juga beberapa saya kenal dan kondisi blognya mungkin hampir sama kayak saya. Udah ga serajin dulu, atau ya ganti platform. How time flies so fast and how many things had changed! Saya jadi kangen masa - masa rajin blogging dan blogwalking dulu, tapi ya life goes on.

Nah, enough ramblings, saya akan umumkan para blogger/pembaca yang beruntung mendapatkan hadiah berupa buku dari saya. Mengingat inflasi dan harga buku naik, maka nominal hadiahnya juga saya naikkan dari nominal semula XD.  Without further ado, cekidot!:

Pemenang Kategori Update Progress Bulanan Periode Sep-Des 2015 (nominal hadiah Rp 100000/orang):

Amanda (mndshl.wordpress.com)
Yuki (yukiyuchan.blogspot.com)
Ariansyah ABO (ariansyahabo.blogspot.com)
Afifah (imaginarybookcorner.blogspot.com)
Jiah (jeru-ji.blogspot.com)
Ira (irasbooks.blogspot.com)


Pemenang Kategori Maniac Level (nominal hadiah Rp 215000):
 
Desty (www.destybacabuku.com)
 
 

Pemenang Kategori Khusus (nominal hadiah Rp 125000/orang):
 
 Ira (irabooklover.wordpress.com)
Jun (feedmebook.blogspot.com)
Dian Putu (dianputu26.blogspot.com)
Orinthia (orinthiaandbooks.blogspot.com)
Cindy (readbetweenpages.blogspot.com)
Sabrina (sabrinazheng.blogspot.com)
Rizky M (www.rizkymirgawati.com)
 

Pemenang Kategori Pembaca Terbanyak (nominal hadiah Rp 300000):
 
 Indah Treez (threezstacks.blogspot.com)

SELAMAT!! Saya akan mengubungi via email/twitter/WA, dan dibalas ya gaes XD. 
 
Apakah kedepannya Ren masih tetep hiatus ngeblog? Kayaknya sih....masih hahaha XD
 
Terus apa bakal ada giveaway dll? Hmm...saya ga mau janjiin, walau sebenarnya saya emang udah decluttering banyak buku pasca pindahan ke Depok, tapi saya agak bingung mau ngebagi di blog atau Twitter atau FB atau malah di grup WA, lol. Tapi yang jelas buku - buku itu bakal saya kasihkan karena ya lemari saya udah ga cukup. 
 
Akhir kata, maaf karena kelamaan ngumumin dan makasih banyak buat teman - teman yang udah ikutan RC New Author. Bagi yang belum beruntung, semoga ntar suatu saat dapat yang lebih baik lagi dan selamat buat yang udah menang, saya tunggu balasannya ya :D. 

Selasa, 02 Januari 2018

Ren's Memorable Books in 2017 and 2018 Wish

Well...hello there.

Sedikit awkward rasanya mulai blogging lagi, apalagi terakhir saya ngeblog di Ren's Little Corner adalah postingan yang isinya tentang saya hiatus (Hiatus for Now). Tahun 2017 memang rasanya kayak permen nano - nano buat saya. Aka...ga jelas, lol! Ada masa - masa naik turun, masa ga jelas, masa yang bikin saya merasa depresi (bisa dibaca di postingan ini). Saya mengakui bahwa fase hiatus ini emang bener - bener saya hiatus, dalam artian bahkan saat momen penting bagi saya yaitu ultah saya sendiri dan anniversary blog ini, saya sama sekali TIDAK posting apapun. 

But, old habit die hard, dan rasanya tidak lengkap jika saya tidak menutup akhir tahun (walau ya saya tahu postingan ini sangat telat karena pas liburan tahun baru kemaren saya malas buka laptop, hehehe) dan membukanya kembali di awal tahun 2018. Walau resolusi pribadi saya tak pernah berubah (dalam artian selama bertahun - tahun selalu menuliskan "ingin berat badan berkurang minimal 5 kg:))"), saya berharap resolusi blogging di tahun 2018, lebih baik dari tahun 2017. Hehe, don't we all? Moga - moga ga jadi wacana semata ya :P *famous last words*

Saya akan memulai postingan ini dengan pencapaian baca selama tahun 2017. Berbeda dengan minat blogging, minat baca saya syukurlah masih baik. Saya dengan bangga menyatakan kalau saya sukses menamatkan Goodreads Reading Challenge!


Yha..cuma 50 buku emang dan ga semuanya full buku, ada graphic novel, bahkan novelette. Tapi, hey, it's still an achievement. Paling engga saya bisa komit dengan tantangan baca sejak awal. Tidak mengurangi sedikit pun dan tidak menambah juga endingnya (karena waktunya mepet). Goodreads sendiri merangkum statistik baca saya pada tahun 2017 seperti ini:

 

The good news...buku yang baca tahun 2017 LEBIH banyak daripada tahun 2016. Lucunya, jumlah halamannya nambahnya ga terlalu banyak. Saya sendiri lebih banyak re-read di tahun 2017, sebuah pengalaman baca yang mengasyikkan dan bikin saya sadar dengan semakin bertambahnya usia, banyak buku dari serial yang saya ikuti saya sudah lupa ceritanya :P. Asyiknya re-read ini, saya jadi dapat pandangan baru dan seringnya pengetahuan baru karena mungkin saat awal - awal dulu saya bacanya cepet banget. Ada juga sih yang bikin saya ngebatin "kok dulu ngeratenya tinggi bener??"

Nah sekarang ini beberapa buku yang jadi buku - buku paling memorable bagi saya:


Ilona Andrews did it again! Trilogy Hidden Legacy bener - bener mengukuhkan posisi mereka sebagai penulis genre urban fantasy paling ngehits. Walau Hidden Legacy lebih ke paranormal romance dan trope romancenya emang banyak banget (cowo alpha billionaire, a nobody heroine), bukan Ilona Andrews namanya kalau ga bisa bikin trope yang basi jadi asyik lagi. Saya ga akan pernah lelah buat merekomendasikan mereka, utamanya kalau kamu suka buku fantasy dengan tokoh utama cewe yang keren.


Girl in the Dark adalah novel dengan twist paling ngehe yang pernah saya baca. Ga butuh waktu lama buat saya untuk koleksi karya Akiyoshi sensei yang lain (walau bacanya ya nanti2 lagi :P)


Siapa yang menyangka saya bakal suka Crazy Rich Asians. Walau saya tidak rate tinggi, tapi buku ini jelas memorable buat saya. Kegilaan hidup para orang kaya dan juga pengenalan yang lebih mendalam terhadap kultur orang - orang keturunan China, yang surprisely, mirip - mirip sama orang Indo. Versi filmnya akan tayang tahun ini, tapi saya ga akan pasang ekspektasi tinggi deh.


Sebagai installment terakhir salah satu seri favorit saya yaitu Elder Races, Thea Harrison bener - bener total di Shadow's End. Buku pendahulunya, yaitu Midnight's Kiss dan Kinked juga saya suka banget. Serial ini patut diikuti lho kalau kamu fans genre paranormal romance. Saya tahu temanya rada sensitif, karena ada unsur "cheating", tapi unsur itu dihandle dengan sangat baik kok. Saya merasa ini salah satu buku paling romantis yang saya baca tahun ini 


Tahun 2017 pun masih didominasi oleh genre fantasy dan paranormal romance, walau saya mendapat kejutan yang manis di genre misteri. Saya mengakhiri tahun ini dengan membaca Murder of the Orient Express, yang sayangnya karena saya udah nonton versi film dulu jadi suspensenya agak berkurang. Tapi bukan berarti saya kapok baca karya - karya Agatha Christie. Kalau kamu ada rekomendasi novel - novel Agatha Christie yang oke, kasihtahu ya :D




Resolusi di tahun 2018?

Hmm..kalau berkaca pada resolusi yang saya bikin di tahun 2017...jujurnya semuanya gagaaaal XD. Ga ada satupun yang kejadian, mulai dari baca buku Raden Mandasia atau lanjut baca buku LOTR dan Brandon Sanderson. Sepertinya tahun 2018 ini akan tetap sama dengan tahun 2017, dimana saya juga akan banyak re-read. Untuk Goodreads Reading Challenge 2018, masih tetap sama dengan 2017, yaitu:


Engga muluk - muluk, tapi siapa tahu nanti bisa nambah :D. Saya juga tidak akan ikut reading challenge yang lain, karena sadar komitmen belum begitu banyak, hehe. Untuk utang - utang saya, trust me saya ga lupa. Semoga saya bisa melunasinya ya tahun ini ^^;. Blogging? Semoga saya bisa kembali on track untuk ngeblog, baik itu postingan review maupun postingan non review.

Selamat Tahun Baru 2018. Jangan lupa bahagia ya teman - teman! May your years filled with so many wonderful and awesome books! :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...