Tampilkan postingan dengan label intermezzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intermezzo. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2023

Ren's Memorable Books in 2022 and 2023 Reading Challenge

Selamat pagi jelang siang atau malam (tergantung kapan kamu baca postingan ini) di hari kedua di tahun 2023!!

Bagi saya, tiga tahun terakhir dari 2020 sampai 2022 memang adalah tahun yang cukup nano - nano baik di kehidupan personal saya maupun pengalaman baca. Di tahun 2020 saya hanya baca 18 judul, tapi ini adalah tahun dimana pandemi baru mulai. Orang lain mungkin ada yang semakin semangat bacanya karena pada WFH atau kuliah/sekolah dari rumah, bahkan setahu saya, booktwt, booktok dan bookstagram melesat banyak jumlahnya. Sayangnya kejadian yang sama tidak terjadi sama saya, karena ya mungkin saya dalam mode survival atau apalah, tapi yang jelas mood baca menurun jauh. Tahun 2021 ada sedikit kemajuan, dimana saya baca 27 buku, 11 buku lebih banyak. Walaupun masih pandemi, dan setengah tahun saya WFH, mulai dari Mei 2021 sampai akhir tahun 2021 saya bertugas di lapangan. Masuk dari hari Senin sampai Sabtu, dan bahkan Minggu pun masuk. Pulang tiap hari sampai malam jam 9, dan harus tidur jam 10 pagi karena paginya saya sudah berangkat lagi ke lapangan. Bisa baca buku benar - benar sebuah kemewahan bagi saya saat itu. Apalagi saat di lapangan, saya ditempatkan di mess bersama dua rekan kerja saya. Saya tipe yang kalau baca buku itu harus dalam keadaan sepi, dan mungkin itu kenapa saya ga pernah ikutan acara baca buku bareng dalam satu tempat, karena saya butuh menghayati buku yang saya baca (apalagi kalau ada adegan 💋). Berusaha baca buku, sementara ada orang lain (baca: rekan kerja) yang juga lagi telponan sama pacar atau keluarganya di sebelah saya, bikin saya agak sengsara, hahaha.

Syukurlah di tahun 2022, saya menemukan ritme saya kembali. Saya merasa kalau bisa baca buku sampai 100 judul lagi kayak dulu itu hal yang mustahil buat saya saat ini dan saya lebih memilih membaca sesuai ritme saya saja. Kalau bisa bacanya pas weekend saja ya, kenapa tidak? Atau kalau sempat, saya baca 1-2 jam sebelum tidur. Masih sama seperti tahun lalu, saya juga banyak baca manga. Karena pilihan pribadi, saya tidak memasukkan manga yang saya baca (kecuali dua graphic novel, Fangs dan Nimona) ke list buku yang saya baca di tahun 2022. 

Untuk wrap up reading challenge di tahun 2022 sudah saya ulas tersendiri pada postingan Wrap Up Reading Challenge 2022. Untuk kali ini saya akan membahas sedikit beberapa buku yang saya anggap memorable di tahun 2022. Cekidot!!

Rabu, 15 Januari 2020

Ren's Memorable Books in 2019 and 2020 Bookish Resolution

Hallooo ^_^

Walaupun sudah semakin jarang ngeblog, sayang rasanya kalau saya tidak posting buku - buku favorit saya pada tahun 2019. Saya juga sadar kalau postingan ini ditulis justru 15 hari setelah tahun baru. Tapi memang awal 2020 ini terasa berat, tidak hanya buat saya, tapi juga untuk banyak orang ya. Mulai dari bencana banjir di Jabodetabek pas pada tanggal 1, dimana rumah saya ga kena banjir sih, tapi akses keluar masuk perumahan semuanya kena dampak banjir. Pun, listrik pun dimatikan saat itu, jadi saya mau nyalain laptop pun tidak bisa (apalagi hape saya mati total, hahaha). Setelahnya saya mesti menulis laporan tutup tahun, audit dll. Fyuh, belum apa - apa sudah banyak halangan untuk ngeblog. 

Yang paling berat, Jum'at minggu lalu, saya kehilangan teman kantor saya untuk selama - lamanya. Rasanya sampai sekarang saya masih tidak percaya :(. Saya teringat waktu saya dan almarhumah duduk bersebelahan dan sering bercanda. Teringat waktu dia tanya - tanya buku apa yang bagus. Saya juga masih ingat sempat chat via WA 3 hari sebelumnya dan waktu itu saya sama sekali tidak ada firasat apa - apa kalau teman saya akan meninggal. Karena almarhumah teman saya ini sedang cuti melahirkan, saya sempat bertanya kapan dia akan melahirkan dan menunggu kabar baik darinya. Saya memang merasa iman saya semakin berkurang dari hari ke hari untuk sebuah alasan personal, tapi seengganya saya yakin teman saya saat ini sudah tenang and she will go to Heaven :').

Anyway...back to the topic. Saya memutuskan menulis postingan ini karena saya akhirnya bisa menyelesaikan Goodreads Reading Challenge lagi setelah gagal total pada tahun 2018 ^^;. Saya tentunya pengen bisa menulis statistic buku - buku yang saya baca seperti pada postingan tahun 2014 yang super niat itu. Namun, karena buku yang saya baca juga ga sampai ratusan dan kebanyakan juga re-read, akhirnya saya urungkan. Saya memutuskan untuk menulis postingan yang biasa - biasa saja, hehehehe.

Seperti biasanya, tiap tahun Goodreads selalu merilis fitur books in year, dan ini books in year saya di tahun 2019:

Selasa, 02 Januari 2018

Ren's Memorable Books in 2017 and 2018 Wish

Well...hello there.

Sedikit awkward rasanya mulai blogging lagi, apalagi terakhir saya ngeblog di Ren's Little Corner adalah postingan yang isinya tentang saya hiatus (Hiatus for Now). Tahun 2017 memang rasanya kayak permen nano - nano buat saya. Aka...ga jelas, lol! Ada masa - masa naik turun, masa ga jelas, masa yang bikin saya merasa depresi (bisa dibaca di postingan ini). Saya mengakui bahwa fase hiatus ini emang bener - bener saya hiatus, dalam artian bahkan saat momen penting bagi saya yaitu ultah saya sendiri dan anniversary blog ini, saya sama sekali TIDAK posting apapun. 

But, old habit die hard, dan rasanya tidak lengkap jika saya tidak menutup akhir tahun (walau ya saya tahu postingan ini sangat telat karena pas liburan tahun baru kemaren saya malas buka laptop, hehehe) dan membukanya kembali di awal tahun 2018. Walau resolusi pribadi saya tak pernah berubah (dalam artian selama bertahun - tahun selalu menuliskan "ingin berat badan berkurang minimal 5 kg:))"), saya berharap resolusi blogging di tahun 2018, lebih baik dari tahun 2017. Hehe, don't we all? Moga - moga ga jadi wacana semata ya :P *famous last words*

Saya akan memulai postingan ini dengan pencapaian baca selama tahun 2017. Berbeda dengan minat blogging, minat baca saya syukurlah masih baik. Saya dengan bangga menyatakan kalau saya sukses menamatkan Goodreads Reading Challenge!


Yha..cuma 50 buku emang dan ga semuanya full buku, ada graphic novel, bahkan novelette. Tapi, hey, it's still an achievement. Paling engga saya bisa komit dengan tantangan baca sejak awal. Tidak mengurangi sedikit pun dan tidak menambah juga endingnya (karena waktunya mepet). Goodreads sendiri merangkum statistik baca saya pada tahun 2017 seperti ini:

 

The good news...buku yang baca tahun 2017 LEBIH banyak daripada tahun 2016. Lucunya, jumlah halamannya nambahnya ga terlalu banyak. Saya sendiri lebih banyak re-read di tahun 2017, sebuah pengalaman baca yang mengasyikkan dan bikin saya sadar dengan semakin bertambahnya usia, banyak buku dari serial yang saya ikuti saya sudah lupa ceritanya :P. Asyiknya re-read ini, saya jadi dapat pandangan baru dan seringnya pengetahuan baru karena mungkin saat awal - awal dulu saya bacanya cepet banget. Ada juga sih yang bikin saya ngebatin "kok dulu ngeratenya tinggi bener??"

Nah sekarang ini beberapa buku yang jadi buku - buku paling memorable bagi saya:


Ilona Andrews did it again! Trilogy Hidden Legacy bener - bener mengukuhkan posisi mereka sebagai penulis genre urban fantasy paling ngehits. Walau Hidden Legacy lebih ke paranormal romance dan trope romancenya emang banyak banget (cowo alpha billionaire, a nobody heroine), bukan Ilona Andrews namanya kalau ga bisa bikin trope yang basi jadi asyik lagi. Saya ga akan pernah lelah buat merekomendasikan mereka, utamanya kalau kamu suka buku fantasy dengan tokoh utama cewe yang keren.


Girl in the Dark adalah novel dengan twist paling ngehe yang pernah saya baca. Ga butuh waktu lama buat saya untuk koleksi karya Akiyoshi sensei yang lain (walau bacanya ya nanti2 lagi :P)


Siapa yang menyangka saya bakal suka Crazy Rich Asians. Walau saya tidak rate tinggi, tapi buku ini jelas memorable buat saya. Kegilaan hidup para orang kaya dan juga pengenalan yang lebih mendalam terhadap kultur orang - orang keturunan China, yang surprisely, mirip - mirip sama orang Indo. Versi filmnya akan tayang tahun ini, tapi saya ga akan pasang ekspektasi tinggi deh.


Sebagai installment terakhir salah satu seri favorit saya yaitu Elder Races, Thea Harrison bener - bener total di Shadow's End. Buku pendahulunya, yaitu Midnight's Kiss dan Kinked juga saya suka banget. Serial ini patut diikuti lho kalau kamu fans genre paranormal romance. Saya tahu temanya rada sensitif, karena ada unsur "cheating", tapi unsur itu dihandle dengan sangat baik kok. Saya merasa ini salah satu buku paling romantis yang saya baca tahun ini 


Tahun 2017 pun masih didominasi oleh genre fantasy dan paranormal romance, walau saya mendapat kejutan yang manis di genre misteri. Saya mengakhiri tahun ini dengan membaca Murder of the Orient Express, yang sayangnya karena saya udah nonton versi film dulu jadi suspensenya agak berkurang. Tapi bukan berarti saya kapok baca karya - karya Agatha Christie. Kalau kamu ada rekomendasi novel - novel Agatha Christie yang oke, kasihtahu ya :D




Resolusi di tahun 2018?

Hmm..kalau berkaca pada resolusi yang saya bikin di tahun 2017...jujurnya semuanya gagaaaal XD. Ga ada satupun yang kejadian, mulai dari baca buku Raden Mandasia atau lanjut baca buku LOTR dan Brandon Sanderson. Sepertinya tahun 2018 ini akan tetap sama dengan tahun 2017, dimana saya juga akan banyak re-read. Untuk Goodreads Reading Challenge 2018, masih tetap sama dengan 2017, yaitu:


Engga muluk - muluk, tapi siapa tahu nanti bisa nambah :D. Saya juga tidak akan ikut reading challenge yang lain, karena sadar komitmen belum begitu banyak, hehe. Untuk utang - utang saya, trust me saya ga lupa. Semoga saya bisa melunasinya ya tahun ini ^^;. Blogging? Semoga saya bisa kembali on track untuk ngeblog, baik itu postingan review maupun postingan non review.

Selamat Tahun Baru 2018. Jangan lupa bahagia ya teman - teman! May your years filled with so many wonderful and awesome books! :D

Rabu, 12 April 2017

Books & Budgeting: Tips Koleksi Buku Banyak Dengan Budget Seadanya


Selamat siang :D

Masih dalam rangka Marathon Posting untuk merayakan HUT BBI yang ke 6 (time sure do flies fast!!), kali ini saya juga ikutan posting berjamaah :D. Setelah di hari Senin saya berusaha mencuci otak merekomendasikan ke pembaca buku - buku karya pengarang yang baru bagi saya dan bukunya worth it (bukan worthed ya :V) untuk dibaca, di hari Selasa, saya curhat baper gara - gara kejadian di kantor. Nah, di hari Rabu ini, saya akan mengajak teman - teman, ala - ala orang ahli finansial, untuk gimana bisa koleksi buku dengan budget yang ada (atau seadanya. Whichever you prefer). Saya tahu, buku dan uang...adalah hal yang bertolak belakang. Karena, buku mesti dibeli dengan uang, betul? 

Makanya..mari simak tips ala - ala saya ini. Semoga berkah dan bermanfaat  bagi teman - teman pembaca semua :D

Jumat, 24 Februari 2017

Focus Grup Discussion Buku Mythical Creatures Bareng Penerbit Mizan



Awal ceritanya nih, Jum'at minggu kemaren, tanggal 17 Februari 2017, beredar Broadcast dari Madam Selvi di grup WhatsApp PNFI, Dreamland Fantasy dan juga grup WA World Mythology Community, yang isinya ajakan untuk mengikuti focus grup discussion tentang buku Mythical Creatures yang sudah diterbitkan oleh Mizan Fantasy. Sayangnya, acaranya cukup dadakan, dimana focus grup ini (saya singkat FGD), diadakan sehari setelahnya, yaitu Sabtu, 18 Februari 2016. FGDnya sendiri berlokasi di Kinosaurus, sebuah tempat nongkrong (?) yang ada di dalam toko buku Aksara di Kemang. Saya sih mau ajak yang laen, sayangnya jadwalnya pada bentrok, apalagi ini termasuk yang dadakan. Mengingat saya sendiri kenal sama orang Mizan, yaitu Mba Dyah Agustine, Mas Peter dan juga pengarangnya Mythical Creatures, Cypress Ruby, pun Sabtu itu saya lagi ga ada kerjaan, saya memutuskan untk datang.

Seperti yang sudah diduga, walau acara mulai jam 3 sore, saya yang hobinya jam karet ini, datang 10 menit setelah jam 3 sore. Asumsinya, karena tempat tinggal saya di Kalibata, cukup dekat ke Kemang. Saya lupa kalau di Kemang suka macet dan kesana pun naek taksi, karena takut kehujanan. Untunglah acara belum dimulai dan saya senang bisa ketemu muka - muka lama. Selain Mba Dyah, Mas Peter dan Madam Selvi, saya bertemu dengan Paman Hadi dari komunitas Indo Harry Potter yang akan jadi moderator untuk FGD ini dan Raafi. Orang - orang yang lain, saya ga terlalu kenal, jadi saya nempel terus ke Madam Selvi (maap ya Madam, hahaha). Mas Peter lalu menyilakan saya untuk memesan minuman (gratis! Dari dompet Mas Peter bayarnya, hehehe), dan karena saya tidak suka kopi, saya memesan cold-pressed juice warna hijau yang saya ga tahu komposisinya apa. Sayang gratisnya cuma untuk minuman, sementara pastrynya bayar sendiri. Tempatnya sendiri sangat cozy dan private. Makanya, setelah FGD usai, saya pun ngomporin teman - teman komunitas buat ngadain acara kopdar dan semacamnya disini.


Ngomong - ngomong, buku yang dibahas adalah buku Mythical Creatures of...yang sudah ada tiga buku, yaitu Asia, Eropa dan Afrika. Buku ini dikarang oleh Cypress Ruby yang masih belum mau membuka identitasnya (tapi saya mah udah tahu, wakwaaaw!!), dan membahas tentang makhluk - makhluk mitologi. Totally my catnip! Jadi..sudah punya atau belum hayo? Sudah beredar di toko buku terdekat, dan kalau tidak kelihatan, mungkin nyempil :P.

Selasa, 21 Februari 2017

BBI Share the Love 2017: Books to Movie Adaptions



Pada kesempatan kali ini, Nova dari blog Absurd Reader kembali  mengisi guest post di blog saya dengan adaptasi buku ke film yang sudah tayang. Yuk disimak! :D

Siapa yang tidak suka menonton film? Hmmm, pasti hampir semua akan menjawab suka. Yup, menonton film merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Kita bisa melihat langsung, mendengar dan bahkan ikut merasakan setiap adegan yang ada dalam film. Tegang, sedih, lucu, senang, marah, kecewa bisa kita rasakan saat menonton film. Nah, sekarang ada nggak sih yang tahu kalau sebagian film yang kita tonton di layar lebar bahkan yang sudah pernah tayang di tv itu diadaptasi dari buku? Mungkin bagi orang yang memang gemar baca buku, mereka akan tahu bahwa film yang itu diadaptasi dari buku. Yah meski tidak semua kali ya (contohnya saya :D). Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak gemar baca buku? Mungkin mereka baru sadar setelah pergi ke toko buku terus lihat cover bukunya berubah jadi cover film yang mereka tonton kali ya XD.  Kayak saya ini. Saya sendiri tidak begitu banyak tahu buku-buku apa saja yang sudah diadaptasi ke film. Bahkan saya tahu filmnya dulu baru bukunya…. Hahah #kudet. 


Sebelumnya saya sudah pernah membuat book-to-movie adaptation yang akan tayang tahun ini di blog saya di 2017 Book-To-Movie Adaptions


Nah, kali ini saya ingin share buku-buku apa saja yang sudah diadaptasi ke film dan sudah pernah tayang di layar lebar maupun di tv kesayangan kita… :D Oia, film-film ini sebagian ada yang sudah saya baca bukunya tapi sebagian lagi hanya saya tonton filmnya saja…. So, ini dia book-to-movie adaptation yang wajib kamu tonton bahkan meski belum baca bukunya…. :D

Senin, 02 Januari 2017

#BBIWishlist2017: Ren's Reading and Blogging Wish!!


Hi guys!

Terimakasih bagi yang sudah baca dan juga komen di postingan #BBITopChoice: Ren's Memorable Books in 2016. Semoga saya bisa ngeracunin teman - teman buat nambah TBRnya ya :D. Nah, kali ini saya juga ikutan posting bareng BBI, dengan tema #BBIWishlist2017. Disini, tiap member BBI akan share wishlist mereka untuk 2017. Isinya? Apapun yang berhubungan dengan buku dan bacaan.

Nah, saya juga ingin berbagi apa harapan saya untuk tahun 2017. Semoga sih..tidak cuma jadi resolusi semata, tapi juga bisa kejadian. Mengingat saya moody-an gini orangnya :D

Oke, ini beberapa wishlist saya buat tahun 2017:



Menyelesaikan buku di Curently Reading list Goodreads:


Benar - benar PR XD

Pengen lanjutin lagi proyek baca buku The Way of Kings. Tebalnya memang lumayan bikin jiper:


Tapi, saya yakin bisa selesai kok kalau tidak males.

Ingin setidaknya bisa mulai baca Fellowship of The Rings! Duh, ini cuma wacana dari dulu :'D:



Karena saya sudah baca The Hobbit dan The Silmarillion, tapi belum baca LOTR kan aneh jadinya.

Mau mulai ngereview subscription box yang sudah diikuti sampai sekarang:



Mau baca Harry Potter Illustrated Edition. Ingin rasanya nostalgia dengan Harry Potter lagi :):


Salah satu proyek baca bareng pertama dengan grup Rusuh 17++ dan GGS II, feat Aki Erie Hippo. Bukunya? Raden Mandasia!! XD:



P.S: Hae kawan, ini jadinya kapan sih kita bacanya :|

Reading Challenge Goodreads?



Cukup 50 saja. Kalau udah ga kuat di akhir tahun, diturunin lagi jumlahnya :P. Project Baca  Buku Cetak? Ini kan never ending Proyek, jadi ya tetep aja XD.

Saya juga ingin lebih banyak baca karya fantasy lokal atau genre lain seperti misteri atau romance lokal (walau untuk yang terakhir, saya belum tertarik baca buku dengan embel - embel dibaca di Wattpad ber bla de bla kali :v)

Buat blog? Bisa update blog seminggu sekali saja sudah bahagia :'D. Pokoknya engga muluk - muluk :P

Hehehe, simpel semua ya? Tapi saya memang ingin lebih sederhana dalam hal ngeblog dan membaca, mengingat dengan kesibukan saya akhir - akhir ini, kedua hobi ini jadi semacam kemewahan bagi saya. Nah, resolusi 2017 teman - teman gimana? :D

Happy New Year 2017 guys! May this year bring so many, many happiness to us :)




Sabtu, 31 Desember 2016

#BBITopChoice: Ren's Memorable Books in 2016!


Rasanya baru kemaren menulis Memorable Books 2016, dan sekarang sudah mau 2017 saja :P. Rasanya semua pengunjung blog Ren's Little Corner yang mampir juga tahu kalau mood blogging dan baca saya bener - bener jatuh. Sama seperti tahun 2015, tahun 2016 adalah tahun yang berat bagi saya. Bedanya, jika di 2015, depresi saya dimulai saat akhir tahun, di 2016 bisa dibilang saya mengalaminya sepanjang tahun. Saya sendiri masih mengkategorikan depresi yang saya alami masih dalam kadar rendah, karena saya masih bisa berfungsi (mungkin lebih tepat dibilang galau kali yaaa). Di sisi lain, spirit saya sedikit terangkat karena saya dapat proyek baru. Cuma....proyek ini juga bikin saya stress bangeeeet XD. Semuanya ini jadi berdampak sama mood baca yang turun ga karuan, blog yang makin ga keurus dan banyak lagi. Tahun 2016 memang rasanya tahun yang berat ya, tidak cuma buat saya saja, tapi juga dunia. Sampai pada banyak yang berharap tahun 2016 ini cepat berakhir.

Lucunya, tahun  ini juga saya lebih bisa berdamai sama diri sendiri untuk masalah bacaan. Saya tidak lagi menargetkan harus baca berapa buku. RC gagal? Ah, kalau yang di Goodreads mah tinggal diedit aja, lol :P. Project Baca Buku Cetak? Ini kan proyek abadi, jadi ya terus ada juga XD. Saya pun tak ikut RC apapun, baca bareng apapun, dan masih belum minat juga ikutan blog tour. Tapi, saya masih ingat kalau saya punya hutang untuk ngumumin pemenang RC NARC 2015 kok. Jangan khawatir ^^;.  Di tahun ini juga saya banyak ngerapel review, dan lama - lama jadi males :'D #banyakalasan.
Rasanya tak lengkap jika di penghujung tahun saya tak membuat semacam postingan buku ter- versi saya. Walau buku yang saya baca tidak sampai 40 judul, ada beberapa judul yang memorable buat saya. Plus, ini buat ikutan posting barengnya BBI. Itung - itung, biar keliatan aktifnya :P. Nah, ini dia Ren's 2016 Memorable Books!! :D

Rabu, 24 Agustus 2016

Agustus Bahagia Giveaway!! (Part 2) - Guest Post oleh Alvina dari Mari Membaca Buku




Selamat siang menjelang sore :D

Terimakasih buat teman - teman yang sudah ikutan Agustus Bahagia Giveaway Part 1 yang saya dan Vina posting sehari kemaren. Tenang, GAnya masih jalan sampai tanggal 30 Agustus 2016. Seperti yang saya bilang di Part 1, mulai dari tanggal 23 sampai tanggal 26 akan ada giveaway yang diposting tiap harinya. Nah, untuk hari ini, saya nodong meminta Vina untuk jadi tamu di blog saya. Vina pun setuju dan dia pun berbagi tips buat kejar target baca, terutama untuk kamu yang ikutan reading challenge kayak RC Goodreads padahal sebenarnya karena yang empunya blog blank mau nulis apa :P.  Yuk, disimak tips dari Vina :D:

Selasa, 28 Juni 2016

Ren's Bookish Confession

Biar kata saya makin males ngeblog, tapi ikutan posbar BBI mah jalan terooos :D. Untuk bulan ini, tema Posbar BBI adalah #BBIBookishConfession. Bahasa kerennya sih, silakan mengaku (entah mau ngaku dosa apa ngaku - ngaku yang lain :D), yang ada hubungannya dengan buku. Banyak yang udah share...dan saya juga mau share juga ah. Pas juga lagi bete sama suntuk kerjaan nih :P

Ini dia Ren's #BookishConfession. In no particular order dan nulisnya juga seingatnya :D:

1. Saya awalnya bukan pembaca buku, tapi pembaca komik alias manga. Buku pertama yang saya baca aja saya tidak terlalu ingat (kalau engga salah sih serial STOP). Tapi komik pertama yang saya baca itu dan masih ingat sampai sekarang adalah Dragon Ball dan Sailormoon. Makanya kalau ada yang nostalgia Lima Sekawan atau bukunya Enid Blyton, saya cuma bengong aja, karena masa kecil saya lebih ditemani oleh Usagi Tsukino dengan slogan "Dengan kekuatan bulan akan menghukummu" :">.

2. Saya dulu sempat anti sama yang namanya novel - novel Harlequin. Ga tahu deh, anti aja gitu. Rasanya kok nonsense dan ceritanya paling gitu - gitu aja. Tapi akhirnya yang bikin saya jadi rajin baca malah bukan buku Harry Potter, tapi Harlequin milik teman yang tidak sengaja saya baca dan setelahnya malah bikin saya keranjingan baca. Bisa dibaca lebih lengkapnya di postingan Kenapa Saya Membaca Buku Romance .

Jumat, 10 Juni 2016

Beli Buku Cukup Diklik Tiba Di Rumah? Belbuk Solusinya!

Sebagai seorang avid reader, kemudahan membeli buku adalah salah satu faktor penting dalam menambah koleksi buku yang semakin menggunung di rumah. Apalagi kalau sedang malas pergi ke toko buku (walau toko bukunya sebenarnya cuma lima menit jalan dari kontrakan :P), maka toko buku online jadi solusinya. Pemilihan toko buku online pun juga banyak faktor. Kelengkapan koleksi, kemudahan transaksi dan proses pengadaan buku yang tidak berbelit - belit, waktu loading laman website yang cepat (ini penting untuk saya atau teman-- teman dengan koneksi internet terbatas), dan tentunya yang paling menarik, yaitu diskon! 

Begitu banyak toko buku online yang ada di Indonesia saat ini yang siap memanjakan pembaca Indonesia untuk menghabiskan pundi - pundi uangnya sampai titik darah penghabisan ketika buku karya pengarang favorit terbit atau penasaran dengan buku yang sedang best seller. Salah satunya adalah belbuk.com. 



dengan slogan uniknya "CUKUP DIKLIK BUKU TIBA DI RUMAH". Belbuk sendiri sudah cukup lama berbisnis toko buku online, yang bisa dilihat di bagian Tentang Kami di website mereka. Visi mereka adalah "menjadikan belbuk.com tempat masyarakat Indonesia untuk mencari buku apa pun secara online". 

Penasaran sama Belbuk, saya pun mencoba untuk belanja di websitenya. Hal pertama yang saya cermati adalah websitenya yang sangat cepat dibuka. Sederhana, tidak banyak macam - macam, dan untuk koneksi kantor saya yang angin - anginan, tidak perlu menunggu lama untuk mengakses muka laman belbuk.



 ada kategori buku baru, buku promo dan buku  terlaris.

 Cara menjadi member Belbuk juga  gampang banget. Cukup mengisi data di form yang ada di gambar ini:


Udah ga sabar nyari buku yang dimau? Saya juga. Beberapa buku karya penerbit seperti Gramedia, Mizan, Gagas, dll ada. Ada keterangan juga buku lagi kosong atau tidak, jadi kamu tidak akan di-php seperti toko buku online sebelah (uhuk :P). Sayangnya, ada buku yang saya cari tidak ada:



Akhirnya saya inisiatif menghubungi CSnya dan mengisikan data buku yang ingin saya cari. Cuma, sayangnya belum ada tanggapan :(.



Tapi, ya sudahlah, saya mending beli buku yang ada dulu di Belbuk :D. Metode pembayarannya juga mudah. Mereka menerima transfer bank dan pembayaran via Paypal. Sayang memang tidak ada pembayaran via CC, tapi setahu saya juga tokbuk online lokal memang jarang menerima pembayaran via CC. Pengiriman dilakukan dengan memakai jasa JNE, TIKI atau Nex. Yah, pretty standard sih, tapi minimal sudah ada jaminan kalau dikirimnya memakai jasa delivery yang sudah dikenal :).

Skip skip beberapa hari setelah memesan, akhirnya pesanan saya datang juga! :D. Senang banget lihat packagingnya belbuk, mengingat buku yang saya beli juga lumayan banyak dan besar. Packagingnya rapi dan juga aman, membuat buku terhindar dari kerusakan macam kena air atau kardus disobek paksa dll.




Dan ini buku yang saya beli. Saya senanggggg XD.



Well, Belbuk akan jadi alternatif saya dalam membeli buku utamanya via online. Sayang nih, ada kekurangan dari Belbuk, yaitu koleksinya kurang lengkap dan juga kurang up to date, terutama untuk buku - buku dari penerbit Gramedia atau imprintnya :(. Terus saya lihat untuk buku gramedianya juga kurang diskon nih, huhuhuhu. Semoga ke depannya koleksinya semakin lengkap ya, biar makin banyak yang beli di Belbuk :D.   

Pengen beli buku tanpa ribet, tanpa konfirmasi bertele - tele atau nunggu buku yang kamu incer aslinya ada atau engga sih? Mau cukup klik aja, bukunya nyampe di rumah (jangan lupa bayar tentunya XD)? Yuk, coba Belbuk! :D

Rabu, 06 April 2016

How I Write My Review (New Version, Revised and Updated)

Begitu lama dan jarangnya saya ngepost di blog, sampai blog ini jadi terkesan cuma hidup kalau ada GA atau event saja XD. But well, karena saya juga sekarang menjadi moody blogger, dimana saya ngeblog hanya jika mood atau ada ide, so please bear with me. Saya ngga mau pasang target mesti rajin posting. Bisa ngeblog saja sudah jadi anugerah buat saya saat ini, terutama saat sedang suntuk dan pengen lempar meja karena Pak Bos #eh

Well, enough for the not-so-called-introduction. Kenapa judul postingan ini ada istilah New Version? Karena saya pernah menulis bagaimana metode saya dalam menulis review di postingan Opini: How I Write My Review yang saya tulis hampir 3 tahun lalu. Sejatinya, tidak ada perubahan yang cukup berarti dalam hal menulis review, utamanya review buku bagi saya. Di postingan saya hanya ingin berbagi proses dalam mereview yang saya harap sih, semoga bisa menjadi inspirasi untuk teman - teman yang baru mau menjadi reviewer, lagi asyik - asyiknya mereview, atau bahkan yang sudah lama mereview :).

First note, first! Metode review saya tidak saklek, dan ini hanya berlaku untuk review di blog. Tentunya metode review saya berbeda dengan yang ada di buku - buku atau artikel cara meresensi dan saya tidak mengakui kalau metode yang saya pakai dalam mereview adalah benar. Jadi, jangan terlalu dibuat patokan ya. Cukup untuk informasi :D.

Senin, 15 Februari 2016

Kenapa Saya Membaca Romance (dan masih sampai sekarang)

Dalam rangka ikutan Posting Bareng BBI 2016 (yang saya bertekad, pokoknya jangan sampai kayak tahun kemaren, tahun ini tiap bulan mesti ikut :P), bulan Februari ini divisi Event BBI memakai tema Valentine (ga heran, karena emang Februari identik dengan Valentine, walaupun ada Imlek :)) ). Banyak usulan untuk postingan menyambut Valentine Day yang sebenarnya sudah selesai kemaren, seperti top romantic books, film romantis, dll. Saya sendiri lebih memilih judul ini, kenapa saya membaca genre romance, karena sedikit banyak genre ini membentuk pribadi saya sebagai pembaca dan juga blogger.

Sejujurnya, saya dulu anti sama yang namanya romance, walau untuk komik bacanya ya komik shoujo yang ada romancenya. Bagi saya, romance identik dengan Harlequin (how I was wrong!) dan sebisa mungkin saya menghindari banget baca romance. Saya lebih memilih membaca novel fantasy, misteri atau genre lain yang pokoknya bukan romance. Hal ini berlangsung sampai saya kuliah, dimana buku - buku yang saya baca terbatas hanya pada genre yang sebut sebelumnya dan juga komik. 

Semua berubah ketika saya jatuh cinta.

Kamis, 31 Desember 2015

Ren's Memorable Books in 2015

Wow, ga kerasa sudah penghujung tahun dan saya baru ingat kalau belum bikin postingan refleksi selama tahun 2015. Saya jadi ingat, tahun - tahun kemaren saya rajin banget bikin postingan Best Book, dan paling niat memang Books in 2014 dimana saya sampai menyajikan pengalaman baca saya selama tahun 2014 dalam bentuk data :). Tahun ini? Well, saya sedang liburan dan tiap liburan saya memang jarang pegang laptop/PC. Postingan ini juga semacam dadakan, jadi hanya akan ala kadarnya XD

Tahun 2015 adalah...tahun yang cukup berat bagi saya. Ngga cuma berat di timbangan (ups!), tapi begitu banyak kejadian dalam hidup saya yang cukup mempengaruhi minat baca dan blogging saya di tahun ini. Yang pertama, adalah urusan kerjaan yang cukup bikin saya depresi luar biasa. Dan yang kedua, ini yang paling berpengaruh sebenarnya. Saya lagi keranjingan main game. Iya, GAME :))). Bahkan masih sampai sekarang. Terus terang game - game ini cukup mencuri waktu baca saya, hahahaha XD. Lalu, saya juga lagi seneng - senengnya baca manga dan webtoon. Entahlah, ini rasanya seperti balas dendam. Nyaris 5-6 tahun saya tidak seintens ini baca manga dan mungkin juga saya sudah hampir burn out baca novel. Tapi, jangan khawatir, saya masih suka baca novel kok :).

Untuk blog, postingan yang saya post di tahun ini hanya 49 post (50 termasuk postingan ini). Lebih parah lagi, buku yang saya baca cuma 45 buku! Itu juga tidak semuanya buku, ada campuran manga yang saya baca juga. Saya biasanya tidak memasukkan manga dalam daftar baca, tapi untuk tahun ini, saya memasukkan beberapa manga yang menurut saya memorable dan tentunya saya review tapi cuma di Goodreads saja. 

Reading Challenge? Dengan berat hati saya katakan..SEMUANYA GAGAL!! XD Bahkan challenge saya sendiri pun makin tak terurus. Saya sendiri juga melihat teman - teman lain yang menjadi host RC juga mengalami hal yang sama. Ini tahun yang agak suram bagi dunia blogging rupanya ^^;. Dengan ini juga saya ingin memberitahukan bahwa RC New Authors tidak akan diadakan untuk tahun 2016. But, who knows? Siapa tahun di pertengahan 2016 atau mungkin di 2017, saya akan adakan lagi RC ini. Plus, jangan khawatir bagi yang sudah berpartisipasi di tahun 2015, link wrap up dan update akan saya buka setelah tahun baru :).

Well, saya tidak akan membuat best book bla bla bla, atau best berdasarkan kategori x,y,z atau bahkan Top 10 (atau 15, atau 20 :)) ) best book, karena buku yang saya baca setahun ini aja dikit, hahaha. Saya hanya akan berbagi buku - buku yang memorable bagi saya, yang walau ada beberapa yang tidak saya rate 5*, tetap saya masukkan because they mean something to me :). 



Saya sudah pernah membaca karya Jim Butcher yaitu seri Harry Dresdennya dan terus terang mau membaca seri beliau yang high fantasy cukup ragu karena agak khawatir kalau bahasanya ketinggian buat saya dan bukunya sendiri cukup tebal dengan huruf yang kecil - kecil bikin mata sakit! Nyatanya, ceritanya sendiri SANGAT SERU dan saya ngga ragu untuk merekomendasikan buku ini pada siapa saja yang menyukai fantasy. Perpaduan unsur magis, intrik politik dan bahkan ada romance yang jujur bikin saya terkejut membuat Furies of Calderon menjadi buku paling memorable tahun ini bagi saya. I read this in one sitting lho XD.



Revenant adalah kisah penutup untuk seri yang saya suka, dan juga setia mengikutinya sampai sekarang, Demonica. Yah, walau masih ada lagi kisah - kisah lain dalam bentuk novella, tapi kebanyakan hanya sampingan. Bagi saya, Larissa Ione sukses dalam usahanya "mengobrak - abrik" Surga dan Neraka, nyaris sama "edan"nya dengan Yuki Kaori, mangaka Angel Sanctuary yang kontroversial itu. Penuh dengan aksi dan cukup epic untuk ukuran novel dengan genre paranormal romance, buku ini juga memiliki hero yang gahar tapi punya hati bak Hello Kitty! Saya nyaris meleleh baca adegan dimana Revenant menyelamatkan anak kucing supaya tidak dimakan oleh sang antagonis buku ini. Sungguh, kalau kalian yang fans romance ingin cari alpha hero yang tidak menyebalkan, maka Larissa Ione-lah jagonya menulis hero yang seperti itu :D



Written in Red bisa dibilang salah satu buku yang dipuja - puja teman Goodreads saya dan hypenya syukurlah nyambung ke saya juga :D. Buku ini emang alurnya super lambat bahkan konfliknya sendiri nyaris sederhana. Tapi saya suka sekali dengan gaya penulisan Anne Bishop yang magical, plus ditambah dengan world buildingnya yang walau sebenarnya juga sama saja dengan novel - novel genre urban fantasy yang sering saya baca, Bishop bisa menyajikannya dengan cara yang tidak biasa. Buku ini juga salah satu buku yang wajib dibaca kalau kamu fans genre fantasy atau urban fantasy




List ini ngga akan lengkap kalau saya tidak memasukkan at least, 1 judul aja karya Ilona Andrews XD.  Walau bagi saya Magic Slays terlalu emosional sehingga membuat saya tidak bisa memberinya 5* seperti pendahulunya, tapi buku ini punya sebuah adegan yang sangat menggambarkan keadaan dunia saat ini. Adegan tersebut bisa dibaca di post Scene on Three.

Serius nih, masih belum nyoba karya pengarang ini? Nyesel lho ntar ;D



Sama seperti Ilona Andrews, ngga afdol juga kalau tidak ada buku Nalini Singh disini XD. Dari semua serialnya, saya memang paling suka sama Guild Hunter. Selain karena tidak berat di science fiction, world buildingnya lebih kaya dan juga lebih sadis :P. Saya sendiri berharap beliau untuk lebih fokus di seri ini aja ketimbang nulis cerita tentang rock star yang sampai sekarang pun, saya masih ragu buat melanjutkan :(


 
Ada beberapa trend dunia buku yang cukup mencolok tahun ini, dan salah satunya adalah...COLORING BOOK FOR ADULT!. Terimakasih pada Mba Esti Budihabsari dan Mba Dyah Agustine yang sudah mengenalkan saya sama coloring book, akhirnya saya sekarang koleksi buku mewarnai terus XD (udah diwarnai semua? ya belum dong :v). My Own World bisa dibilang memorable, karena buku ini memang benar - benar the first coloring book yang terbit di Indonesia dan juga dibuat oleh illustrator anak bangsa. Barulah setelah My Own World, mulai bermunculan buku - buku mewarnai lain (yang saya lihatnya ya, jatuhnya pada ngebebek :v). Saya sih berharap trend ini akan berlangsung cukup lama dan bagi yang belum mewarnai sudah stress lihat doodlenya yang rumit, monggo dicoba dulu deh XD. Apalagi saya lihat beberapa teman jadi pada keranjingan mewarnai juga, hehehe.



Untuk penutup, buku inilah yang bagi saya merupakan one of the best romance book I've ever read. Hebatnya lagi, buku ini self-publishing, walau authornya sendiri sebelumnya pernah menerbitkan secara major. Yang membuat saya sangat menyukai Radiance adalah, banyak banget trope romance yang didobrak oleh Grace Draven. Bahwa love and relationship itu memang hubungan dua arah, bahwa cinta bisa tumbuh karena terbiasa. Fresh sekali rasanya membaca hubungan antara kedua tokohnya dan buku ini bener - bener quotable. Sayang rasanya bila dilewatkan :).

Saya tidak mau berharap muluk - muluk untuk tahun 2016 kedepannya. Saya juga tidak akan pasang target ketinggian dan kemungkinan besar Reading Challenge yang saya ikuti hanya punya Goodreads saja. Ya, saya udah kalem (atau emang males aja XD), jadi saya woles aja ngeset jumlah buku yang akan dibaca hanya sedikit. Ya, siapa tahu nanti jumlah yang dibaca ternyata melebihi, jadi nanti perasaannya bisa lebih bahagia dong XD. Oh ya, karena kesibukan, saya sampai lupa mau review e-book reader terbaru saya, Kobo Aura yang saya beri nama Vatthra! Nantikan ulasan saya tentang e-reader ini ya, dan semoga Vatthra bisa bikin saya bacanya lebih rajin XD.  Untuk Project Baca Buku Cetak, karena ini project pribadi saya jadi masih tetap jalan sampai waktu yang tidak terbatas (seenaknya deh :v) dan untuk Project Donate for Comments yang diselenggarakan oleh Oky, akan saya post dalam postingan terpisah untuk jumlah donasi yang terkumpul.

Akhir kata, terimakasih teman - teman pengunjung Ren's Little Corner yang masih tetap mengunjungi blog kecil saya yang makin lama updatenya makin sedikit ini ^^;. Mari berharap agar di tahun 2016 saya masih tetap bisa menyapa teman - teman semua lewat artikel dan review saya di blog ya :)

GOODBYE 2015 AND HAPPY NEW YEAR 2016!!!
 
 

Senin, 13 April 2015

Happy BBI 4th Anniversary

Tanggal 13 April adalah tanggal yang istimewa untuk saya dan kawan - kawan blogger lain yang tergabung dalam komuitas Blogger Buku Indonesia. Apa pasal? Well, bisa dibaca di judul postingan ini kalau tahun ini kami merayakan ultah BBI yang ke-4. Empat lho. Empat. Empat..Empat...Empat.... *udah ah Ren, mau diulang sampai berapa kali sih :v*. Jujur, BBI bisa melampaui tahun keempatnya adalah prestasi tersendiri, menunjukkan betapa besarnya komitmen para blogger yang tergabung di BBI, untuk terus melanjutkan nama BBI sembari terus mencoba berkembang dan unjuk gigi di dunia literature Indonesia.

Baiklah, rasanya udah kayak nyusun naskah pidato aja. Okay, next!



Event Kopdar perayaan Ultah BBI tahun lalu :P
Beberapa teman BBI di regional lain seperti BBI Jatim dan Joglosemar merayakan ultah BBI yang kerap dipanggil Bebi dengan syukuran kecil - kecilan alias kopdar menjalin silaturrahmi sambil makan - makan. Untuk regional saya sendiri, tidak ada perayaan khusus emang seperti saat tahun kemaren dimana saya, Azia, dan Mba Treez berkumpul di rumah Korum BBI, Helvry(aka Bang Epi, saudara tidak sah Helvy Tiana Rosa #dikeplakyangbersangkutan X)) ) dan merayakannya juga secara sederhana. Apa ini artinya kami lupa sama ultah BBI? Oh, kalian harus baca postingan ini sampai selesai karena ada acara besar yang sedang kami siapkan :)


Untuk merayakan ultah BBI ini, divisi Event BBI sudah mengadakan event Around Genres in 30 Days yang dipenuhi dengan banyak giveaway, artikel dan opini yang selain bikin peserta bahagia karena banyak hadiah bertebaran juga bikin mereka yang membaca dapat banyak ilmu :). Lalu, khusus di hari ini, tanggal 13 April, dari jajaran pengurus BBI melemparkan ide untuk bikin postingan bareng dengan tema "Perubahan apa yang terjadi pada dirimu setelah bergabung dengan BBI?"

Apa yang berubah pada diri saya?

Jawabannya, banyak. Banyak banget.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...