Tampilkan postingan dengan label novella. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novella. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2016

Buku Yang Dibaca Selama Mid 2016 - Quick Review (Part 2)

Selamat siang teman - teman :D

Well, TGIF juga bagi yang merayakan kalau ini hari Jumat, hehe (oke ini garing :v). Setelah sebelumnya saya bikin Quick Review Part 1, karena hari ini saya lumayan lowong (alias kerjaan ga banyak) jadi saya lanjutkan ke Part 2. Nah, di Part 1 ada yang menarik perhatian kalian kah? Terus apakah format reviewnya sudah oke atau ada saran untuk format review yang lain? Silakan diusulkan di kolom komen ya :D

Untuk Part 2 kali ini, kebanyakan memang judul bahasa Inggris dan beberapa bagian dari serial. Tapi semoga ada yang menarik perhatian teman - teman. Yuk, lets cekidot! :D

Rabu, 20 Agustus 2014

Review: Aces Wild oleh Amanda Carlson

Judul  : Aces Wild
Pengarang : Amanda Carlson
Bahasa : Inggris
Penerbit : self-published

Tebal :  84  halaman
Diterbitkan pertama kali :2 Juni 2014

Format : e-book
Target Pembaca: Dewasa

Genre : Paranormal Romance
Seri: Sin City Collectors Novella
Buku ke-:1 (Satu)
Web Pengarang : Click Here 
Buy Links: Kobo, iTunes, Google Playbooks


Sinopsis :

Welcome to Vegas. Home of the Sin City Collectors. The job description is easy: Bring the offending supernatural in to the Boss and don’t ask any questions. 

Nevada Hamilton has learned a few things since becoming a Sin City Collector, and staying away from vampires is one of them. After botching her first Collection, the vamp getting away after causing as much damage as possible, she hasn’t been assigned to another one since.

But when she receives her next playing card, she’s in for a surprise. Not only is a vampire her next target, but they’ve paired her up to make sure she gets the job done right. Refusing a Collection is not an option, but when she discovers who she’s working with, making the mission as difficult as possible for her new partner becomes her top priority…

Being a hellhound isn’t enough to protect Jake Troubadour from Nevada Hamilton, no matter how thick his skin is. Finding out he has to work with the beautiful dhampir, after not seeing her for three years, is a low blow—but Jake is a professional. He takes his Collections as seriously as he does running his bar. He’ll do whatever it takes to get the job done, but after that, he’s out. No more chances for the girl who wrecked his bike and scarred his soul so long ago. But even with his heart dead set against it, this hellhound quickly finds he’s not immune to love after all.
 

What’s Collected in Vegas, stays in Vegas...

 Review

Saya tuh ya... tipe orang yang kalau udah kepingin sesuatu, bakalan ngebet banget pengen dapetin si sesuatu itu :P. Impulse ini sudah saya rasakan sejak masih kecil, dan walau saat udah gede ini sudah lumayan berkurang, tetep aja kalau saya ngga dapat yang saya pengen, rasanya ada yang kurang. Kasus yang sama dengan Aces Wild ini. Amanda Carlson bukan pengarang baru buat saya, dimana saya udah baca novella beliau yang berjudul Blooded dan saya suka gaya nulisnya yang asyik. Layaknya pembaca dengan mental gretongan, maka saya berusaha cari ebook gratisannya. Yang ternyata... ga ada dong ^^;. Jadi, pilihan satu - satunya buat saya ya beli e-booknya. Dan Aces Wild adalah "korban" pertama dari hasil coba - coba saya beli ebook (untuk pengalaman saya beli ebook, silakan baca artikel ini :D)

Jumat, 25 Januari 2013

Review : The Weird Girls oleh Cecy Robson

Judul : The Weird Girls
Pengarang : Cecy Robson
Penerbit :Signet Eclipse
Tebal : 99 halaman
Diterbitkan pertama kali : 4 Desember 2012
Format : e-book (cerita pendek)
Target : Dewasa
Genre : Urban Fantasy
Seri : The Weird Girls
Buku ke : Prekuel
Bahasa : Inggris
Web Pengarang : Click here
Review di Goodreads : Click here

Sinopsis

Celia Wird and her three sisters are just like other 20-something girls—with one tiny exception: they're products of a backfired curse that has given each of them unique powers that make them, well, a little weird…

The Wird sisters are different from every race on earth—human and supernatural. When human society is no longer an option for them, they move in among the resident vampires, werebeasts, and witches of the Lake Tahoe region. Could this be the true home they’ve longed for? Um, not quite. After the sisters accidentally strip a witch of her powers in a bar brawl, they soon realize the mistake will cost them. Because to take on a witch means to take on her coven. And losing the battle isn’t an option.

Includes a preview of the first full-length novel in the Weird Girls series, Sealed with a Curse—as well as introductions to the Weird World, and a letter from the author.

Review

Celia beserta ketiga adiknya, Taran, Shayna dan Emme, bukan gadis sembarangan. Mereka lebih dari apa yang dilihat manusia biasa. Dikutuk karena ibu mereka yang seorang penyihir menikah dengan orang lain di luar klannya, entah kenapa kutukan itu malah berbalik. Membuat keempat bersaudara itu jadi kuat luar biasa dan ditakuti baik oleh manusia maupun makhluk supernatural lainnya. Celia, sang anak pertama, punya kemampuan berubah jadi seekor harimau dengan berat 200 kg dan mengubah dirinya menjadi partikel. Taran, anak kedua yang badannya seksi bohai bak Salma Hayek, punya kemampuan menciptakan petir dan api. Shayna, sang anak ketiga yang selalu bersemangat dan sporty, punya kemampuan mengubah material apapun jadi senjata. Dan si bungsu Emme, yang pemalu, punya kemampuan untuk menyembuhkan. Jadi ingat sama acara televisi pas jaman SMP saya dulu, yang judulnya Charmed :D.(duh jadi ketauan umurnya berapa :)) ). Mereka juga ngingetin saya sama Spice Girls.

Kakak beradik Wird sudah jadi yatim piatu sejak Celia berumur 8 tahun. Selama itu mereka selalu berpindah - pindah. Kali ini mereka akhirnya memutuskan menetap di Lake Tahoe. Sayangnya saat sedang merayakan pindahan mereka, Taran berkelahi dengan penyihir daerah setempat karena sang penyihir mengejek Emme. Parahnya, perkelahian itu membuat klub tempat Celia dan adik - adiknya berada terbakar sampai habis gara - gara adu kekuatan antara si penyihir dengan Celia. Masalah ga selesai sampai disitu, karena kelompok penyihir di sana tidak terima anggotanya diserang dan sang pemimpin yaitu Larissa menantang Celia. Demi keamanan adik - adiknya, Celia menerima tantangan yang disebut the Ninth Law. Tiga tantangan harus diselesaikan Celia sendiri sampai salah satu berkata misericordia alias menyerah. Tantangan yang dihadapi Celia tidaklah mudah, apalagi Larissa tak segan bermain kotor. Dan saat Celia menyangka Larissa telah mencelakai sang adiknya, Celia sudah tidak tahan lagi. Sang penyihir harus dikalahkan.

Novella alias cerita pendek The Weird Girls adalah prekuel dari seri bernama sama. Walau ini hanyalah cerita pendek, tapi sangat padat dan penuh aksi. Buat mereka yang ga suka cerita dengan tokoh yang lemah, maka akan suka baca ini karena Celia dan adik - adiknya semuanya punya kemampuan yang ga bisa dianggap remeh. Karena sering dibully dan diejek, mereka juga jadi kuat dan saling melindungi satu sama lain. Novella ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama, yaitu Celia. Walau begitu kita juga mengenal adik - adik Celia secara mendetil dan dalam. Celia sebenarnya masuk kategori heroine yang saya bisa aja jengkel karena punya hero complex. Merasa semua masalah itu semua tanggungan dia. Untunglah Celia, walau seakan punya hero complex, dia juga diceritakan bisa rapuh. Apalagi kalau menyangkut keluarganya. Cecy Robson juga ga tanggung - tanggung dalam nulis adegan aksi yang kadang sadis banget. Walau menurut saya sih masih dalam tahap wajar kok.

The Weird Girls adalah cerita perkenalan yang patut dibaca, kalau kita ingin membaca buku pertamanya, Sealed With a Curse. Kebetulan sih, saya punya bukunya yang hadiah dari pengarangnya sendiri. Hehehe, jangan iri ya, soalnya pas itu dia juga lagi promosi bukunya dan saya juga tertarik pas baca sinopsisnya. Dari segi romantisnya, masih tidak ada tanda - tanda kesana, walau dalam mimpi Celia bertemu dengan pria yang tak dikenalnya tapi membuat Celia merasa nyaman. Dengan cerita pendek (yang g sampe 100 halaman) yang udah bagus gini, saya jadi ga sabar buat baca buku pertamanya :).

Rating Cerita :


Selasa, 26 Juni 2012

Review : Elementals oleh Brigid Kemmerer

Judul : Elementals
Pengarang : Brigid Kemmerer
Penerbit : Kensington
Diterbitkan pertama kali : 27 Maret 2012
Format : e-book
Target : Remaja
Genre : Paranormal Young Adult
Bahasa : Inggris
Seri : Elementals
Buku ke : 0.5 (prologue)
Website Pengarang: Brigid Kemmerer

Sinopsis

Earth, Fire, Air, Water they are more than you dream. As an air Elemental, 17-year-old Emily Morgan doesn t have much power. That 's okay she knows what happens to kids who do.

Like Michael Merrick. He 's an earth Elemental, one with enough power to level cities. Which makes him sexy, dangerous, and completely off limits. At least according to Emily 's family.

But her summer job puts her in close contact with Michael, and neither of them can help the attraction they feel. When forces of nature like theirs collide, one misstep could get someone killed. Because Emily 's family doesn t just want her to stay away from him.

They want him dead.


Review

Alasan saya baca ini :

- Covernya penuh dengan cowo remaja - remaja yang ngingetin saya sama One Direction (tapi saya lebih suka Bigbang benernya #oot)
- Dari sinopsisnya sepertinya menarik. Tapi jadi keinget sama Aang : The Last Airbender, karena tokoh utama cowoknya adalah penguasa elemen alam. Jadi jangan salahkan kalau pas baca ini, yang namanya "tapi semua berubah saat negara api menyerang" terngiang - ngiang terus di otak.
- Covernya keren
.
.
.

Baiklah. Untuk genre young adult, terus terang saya agak males bacanya. Karena kalau ga mirip Twilight, ya mirip The Hunger Games. Aneh juga kenapa ga nyoba bikin macam Harry Potter atau Lord of The Ring atau Narnia. Itu kan notabene lebih bagus gitu daripada Twilight atau THG. Tapi yah, itu pendapat pribadi. Eh, malah ngelantur. Jadi, saat saya melihat di Goodreads, beberapa teman membaca seri Elementals karya Brigid Kemmerer, saya mau ga mau tertarik.

Pertama, jelas dari cover. Beda dari YA kebanyakan yang covernya udah kayak majalah model dimana memang sepertinya dibuat seperti itu, seri Elementals ini sedikit berbeda dengan menampilkan semuanya lelaki tanpa ada cewek satupun! Tentang boyband, atau mirip posternya film The Covenant, itulah pikiran saya pertama kali. Lalu saya tertarik baca sinopsisnya, seperti yang saya bilang sebelumnya, mirip The Last Airbender. Lagian, untuk Elementals yang merupakan prologue ini, di Amazon juga gratisan. Yah, test drive dulu deh.

Bersetting 5 tahun sebelum event di buku pertama, Storm, Emily Morgan harus menghabiskan musim panas dengan kerja paruh waktu di pusat olahraga (sport center itu apa yah kalo disini?). Saat itulah dia bertemu dengan Michael Merricks. Hal yang menarik, disini Emily sadar Michael itu sama - sama istimewanya dengan dirinya. Yah, Emily dan Michael adalah penguasa element alam, dimana Emily menguasai elemen udara dan Michael menguasai elemen tanah. Keluarga Emily memperingatkan dirinya agar menjauhi Michael. Karena keluarga Merricks dianggap berbahaya. Tanpa sengaja Emily mengadu pada ortunya, dan ini membuat ortu Michael menyuruh Michael untuk lebih "berhati - hati"

Di luar dugaan, Michael sebenarnya tidak berbahaya. Dia bahkan bukan tipikal orang suka bikin onar, dan menyayangi adik - adiknya yang juga punya kekuatan sama. Michael justru khawatir dirinya akan menyakiti orang lain. Hubungan antara Emily dan Michael mulai berkembang, pelan tapi pasti. Adegan Michael mengajari Emily main baseball jadi bikin saya gigit jari, karena pas SMA saya ga punya pacar apalagi dekat sama cowok, hahaha. Sayangnya, Tyler, adik Emily tidak suka dengan Michael dan menyerangnya. Sekarang, bagaimana Emily meyakinkan keluarganya kalau Michael sebenarnya bukanlah masalah? Bahwa yang jadi masalah itu justru anggota keluarga Emily sendiri?

Diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga, membuat saya begitu bersyukur dan lebih menikmati cerita Elementals ini. Karena, jujur saja saya kurang suka sama sudut pandang orang pertama. Agak sulit bersimpati. Alur ceritanya agak lambat, tapi semua berubah saat negara api menyerang, errr maksudnya saat Tyler mulai menyerang Michael. Sayang juga karena hal ini baru terjadi menjelang akhir cerita dari buku yang cuma ada 7 chapter di dalamnya ini. Dan endingnya? Jelas bikin saya sewot setengah mati. Karena ibaratnya saya lari, di depan tiba - tiba ada tembok yang saya ga liat sebelumnya dan nabrak! Intinya, kurang puas.

Untuk sebuah cerita pendek, Elementals cukup menarik untuk diikuti dan membuat saya tidak sabar untuk membaca buku yang selanjutnya, Storm. Yah, jarang - jarang saya nemu novel remaja yang bikin saya excited. Apalagi Brigid Kemmerer ini pengarang Australia. Dan orang Australia itu biasanya lebih bagus kalo bikin cerita YA.


Rating Cerita :


Sensualitas
Hanya ada adegan ciuman sekali saja antara tokoh utama. Tapi jadi keinget pas awal - awal pacaran dulu :)) (mana nih guling, mana, mana?)

Senin, 18 Juni 2012

Review : Immersed in Pleasure oleh Tiffany Reisz

Judul : Immersed in PleasurePengarang : Tiffany ReiszPenerbit : Harlequin Spice BriefTebal : 40 halaman
Diterbitkan pertama kali : Maret 2012
Format : E-bookTarget : Dewasa
Genre : Contemporary Erotic Romance
Bahasa : Inggris
Status : Dari Publisher (NetGalley)
Website Pengarang: Tiffany Reisz
(website hanya untuk 21 thn ke atas)



Sinopsis


The Manhattan Mermaids: Believed to be the most beautiful women in the city, they entertain wealthy, powerful men in an exclusive club called Fathoms....and are all virgins.

Derek Prince doesn't believe they really exist, until he meets the stunningly sensual Xenia. She drives him wild with desire, but giving in to temptation means losing her position at Fathoms. Derek is incredibly turned on by the thought of being Xenia's first...but will he be willing to wait for her?

Review
Oke, kayaknya baru kali ini saya bahas masalah erotica di blog ini, hahaha :P. Tapi kalaupun dibilang Erotica, Immersed in Pleasure yang kalau diterjemahkan artinya "Tenggelam dalam Kenikmatan" ini (eaaa), sama sekali bukan erotica. Walau label penerbitnya adalah penerbit khusus erotica. Buku ini lebih ke contemporary romance biasa yang steamy. Walau mungkin yang membuatnya ga biasa adalah beberapa hal yang kalau diterapkan disini, bisa didemo. (dan moga2 post saya ini juga ga diblok :P)

Diceritakan dengan plot yang maju mundur, Derek Prince menceritakan pengalamannya memasuki klub eksklusif yang unik pada kedua temannya. Seperti halnya bujangan Amerika yang hedonis, Derek doyan pergi ke klub. Tapi klub satu ini sangatlah unik. Beda dengan klub striptease bias, dimana pengunjung bisa "pegang2", The Manhattan Mermaids justru melarangnya. Dan karena namanya mermaids, wanita penghibur yang disana berenang telanjang dalam suatu aquarium besar, tidak bisa disentuh, dan masih perawan. Tentu saja untuk kebudayaan Amerika yang sangat bebas, keperawanan adalah hal yang aneh. Tapi ini juga yang menarik perhatian Derek saat salah satu Mermaid disana, Xenia menunjukkan ketertarikannya.

Tidak butuh lama bagi Derek dan Xenia untuk saling mencintai. Tapi ada peraturan, jika Derek ingin membawa Xenia pergi, dia harus membayar dengan jumlah yang besar pada pemilik klub, Kingsley Edge. Bukan masalah besar sebenarnya bagi Derek, hanya saja Xenia enggan meninggalkan klub walau dia mencintai Derek. Xenia yang besar dan menggantungkan hidupnya pada klub itu, takut setelah dia pergi, Derek akan meninggalkannya dan bernasib seperti Putri Duyung dalam cerita. Ditinggal sang Pangeran, sakit hati dan menjadi buih dalam lautan. Derek mengakhiri ceritanya ini pada dua temannya, dan mereka jelas penasaran apakah Derek dan Xenia akhirnya bisa bersatu. Dan Derek pun hanya bisa tersenyum...

Cerita ini hanyalah sebuah novella atau cerpen, dan saya jarang banget kasih lima mangkuk mie, hanya untuk sebuah cerpen. Tapi entahlah, mungkin karena mood saya lagi bagus, dan menurut saya cerita cerpen ini, dibalik tingkat sensualitas yang tinggi, sangatlah romantis. Endingnya? Tentu saja bahagia. Tapi betapa romantisnya membaca Derek yang begitu menghargai keperawanan Xenia sampai dia bisa membawanya keluar dari klub dan menikahinya secara resmi. Hal yang sangat jarang dijumpai akhir - akhir ini.

Saya sendiri berharap ceritanya tidak sependek ini, dan masih bisa dikembangkan lagi, seperti apa saja rintangan yang dihadapi Derek dan Xenia dalam waktu setahun mereka bersama dan berusaha keluar dari klub. Walau begitu, sang pengarang Tiffany Reisz tetap bisa mengemasnya dengan sangat indah dan membuat saya sangat puas membacanya. Novella ini cocok untuk mereka yang mencari bacaan pendek ringan tapi memiliki cerita yang dalam.
Rating Cerita :
Sensualitas
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...