Judul : Breaking Dawn Part 2
Adaptasi dari : Breaking Dawn oleh Stephenie Meyer
Durasi film : 115 menit
Pemain : Kristen Stewart, Robert Pattinson, Taylor Lautner, Mackenzie Foy
Rating : Dewasa
Review :
Note : Mengandung Spoiler
Duluuu sekali, waktu awal mendaftarkan blog ini ke BBI, sempat ada halangan buat saya, karena isi blog harus murni tentang buku. Padahal saya juga ada niat mau masukin review film - film yang saya tonton. Walau akhirnya ada kesepakatan, untuk review film, hanya yang ada hubungannya dengan buku. Nah, kali ini pas banget eventnya dimana saya abis nonton Breaking Dawn part 2 hari Minggu sore kemaren. Karena diadaptasi dari novel terkenal yang digilai banyak orang (tapi sayangnya tidak oleh saya :)) ) Twilight, jadi direview disini gapapa dong ;)
Perjuangan saya nonton Breaking Dawn part 2 (BDPt2) ini cukup pelik. Awalnya ingin nonton hari Jum'at, sayangnya saya pas itu lagi bete jadinya dibatalkan. Saya dan cowok saya si K, memutuskan nonton hari Sabtu waktu midnite. Kami datang setengah jam sebelum film mulai, dan saya terkejut lihat tiket sudah habis! Padahal di Kalibata 21, BDPt2 ini diputer di dua studio. Tapi tetap saja karcis semua ludes tak tersisa. Saya dan K cuma bisa ngakak aja, dan berhubung saya ngotot, pokoknya sebelum kerja kudu nonton BDPt2! K cuma bisa angguk - angguk aja walau dalam hati saya tahu dia tidak rela mau nonton film itu :)). Akhirnya Minggu sore kami kembali ke Kalibata 21, dan dapat tiket nonton yang jam 5 (kami datang jam 2). Itu juga dapat barisan 4 dari depan. Saya akhirnya maklum. BDPt2 ini film terakhir Twilight Saga, dan waktu itu liburan panjang. Jadi wajar aja kalau penuh terus.
Setelah menunggu sambil baca komik di Gramedia, pukul 17.15 kami masuk ke studio. Saya perhatiin banyak banget pasangan yang nonton BDPt2. Kalau gerombolan cewek saya sih ga heran, paling juga pengen liat si RobPatzz atau Taylor Lautner buka baju. Nah ini kalau pasangan? Entah yg cowok juga fans Twilight, entah dia fans Kristen Stewart, entah mungkin pengen liat si Taylor buka baju (upss!), atau sama kayak si K, dipaksa ceweknya (aka saya) nemenin nonton, padahal aslinya ga ngerti Twilight itu cerita tentang apa :)). Film pun dimulai. Jujur saya suka opening BDPt2 ini. Terlihat berbeda, menggambarkan Forks yang bersalju, didominasi oleh warna merah, putih, hitam dan abu - abu. Adegan lalu berganti pada Bella Swan yang terbangun. Bagi yang sudah nonton Part 1-nya, pasti ngeh kalau Bella diubah menjadi vampire oleh sang suami, Edward Cullen. Disini Bella yang sudah menjadi vampire, berubah jadi mirip boneka barbie. Kulit putih pucat (bedaknya pas lho, ga berlebihan!), warna mata yang merah menyala dan rambut berkilau megar - megar seperti abis keluar dari iklan sampoo. Bella sudah tak lagi sama dengan Bella yang dulunya manusia. Dia jadi jauh lebih cantik kali ini.
Bella yang menyadari kekuatannya sebagai vampir lalu dibimbing oleh Edward untuk mencari mangsa. Bella sudah menunjukkan ketangguhan dirinya dengan menolak minum darah manusia. Tapi dia masih belum aman untuk menggendong putrinya yang baru lahir, Renesmee. Betapa terkejutnya Bella saat tahu Jacob Black, cem - cemannya dulu sebelum nikah sama Edward, menjadikan Renesmee yang belum ada seminggu umurnya untuk jadi pasangan hidup Jacob. Pedofil banget ternyata Jacob ini :)). Tapi masalahnya ga panjang kok, Bella pun bisa nerima Jacob bakal jadi menantunya nanti. Bella dan Edward dapat hadiah kejutan dari Alice Cullen, saudara angkat Edward, yaitu sebuah rumah. Dan masa bulan madu yang tertunda pun dimulai. Jujur saya senang liat adegan intimnya, karena artistik walau bikin bosan juga. Bulan madu selesai, Bella mendapati sang putri Renesmee bertumbuh dengan cepat, tidak seperti anak biasa. Saat mengajak anaknya bermain di luar, Irina salah satu vampir Denali teman keluarga Cullen memergoki Renesmee yang memakai kekuatannya. Irina pergi melapor ke Volturi, klan pemimpin Vampire di Italia. Sementara Alice mendapat penglihatan kalau Volturi akan menyerang keluarga Cullen.
Keluarga Cullen pun mengumpulkan banyak saksi untuk membuktikan kalau Renesmee tidak berbahaya, sementara Alice dan Jasper menghilang. Carlisle Cullen, ayah angkat Edward berhasil mengumpulkan semua temannya, mulai dari para vampire Denali, dari Mesir, Irlandia, Amazon, Inggris bahkan sampai Rusia. Alice masih belum kembali dan Bella mendapati kalau gadis itu sudah menyiapkan paspor dan uang untuk Renesmee dan Jacob, kalau - kalau keadaan menjadi buruk. Keluarga Cullen dan sekutunya menyiapkan diri untuk menghadapi Volturi dan Bella menyadari kekuatannya sebagai pelindung. Hari yang dinantikan pun tiba, Volturi datang ke Forks dengan begitu banyak vampire. Sementara dari keluarga Cullen hanya beberapa saja, walau banyak dari mereka yang punya kekuatan khusus. Alice pun datang dan meyakinkan Aro, pemimpin Volturi kalau Renesmee bukan anak Abadi dan tidak berbahaya. Bisakah Aro diyakinkan? Atau perang antara Volturi dan keluarga Cullen harus terjadi?
Persis sis sis dengan bukunya. Itulah pendapat saya setelah selesai liat BDPt2. Sebelumnya, jika kamu belum pernah nonton film - film Twilight, kemungkinan bakal bingung liat film ini. Dan jangan sampai belum nonton Part 1-nya, kalau pengen ngerti isi BDPt2. Saya sampai sekarang ga paham kenapa Breaking Dawn yang sebenarnya ceritanya sangat simpel tapi gaya ceritanya tante Meyers yang bertele - tele itu membuat bukunya jadi tebel banget kayak bantal, dibagi jadi dua bagian. Aih, ikut - ikutan Harry Potter dong yak. Walau kalau HarPot itu make sense kalau dibagi dua, Breaking Dawn? Oh, pfft. Jalinan cerita di film ini sama persis dan tidak melenceng sedikitpun dari buku. Ada sedikit perubahan, tapi tidak signifikan. Sebelumnya ada kabar kalau bakalan ada adegan tambahan di film ini, yang tidak ada di bukunya. Apakah itu, cek bagian spoiler di bawah ini ya (dibold dulu jika ingin membacanya):
Adegan tambahan itu adalah perang antara Volturi dan keluarga Cullen. Setelah Alice berusaha meyakinkan Aro kalau Renesmee tidak berbahaya, sayangnya Aro tidak mempercayai Alice. Terjadilah pertempuran, dimana Aro membunuh Carlisle. Jujur saya kaget waktu liat adegan ini, dan sangat excited! Akhirnya pertempuran yang ga ada di buku, diadain juga disini! Perangnya sendiri sangat sadis, dan seharusnya BDPt2 ini dirating dewasa aja. Banyak yang mati, seperti Jasper, Seth dan Leah Clearwater. Bagian yang menurut saya keren adalah saat Benjamin, vampir dari Mesir yang bisa menguasai element, meretakkan bumi untuk membalik keadaan. Jane pun akhirnya menemui ajal di tangan Alice. Aro dibunuh bersamaan oleh Bella dan Edward. Dan ternyata... itu semua cuma masa depan yang diperlihatkan Alice pada Aro, jika Aro bersikeras mengadakan perang. Lucunya, setelah adegan itu semua penonton di bioskop berteriak kecewa. Semuanya sama ketipunya dengan saya :)).
Dan adegan tambahan itulah yang membuat saya jadi "heh, sudah kuduga". Ditilik dari segi filmnya, spesial efeknya adalah yang terburuk. Okelah, bagian serigalanya sudah smooth banget. Sayang Jacob cuma buka baju sekali :)). tapi spesial effect untuk pertumbuhan Renesmee kasar! Heran juga, karena film ini terkesan jadi kayak pelit budget. Selain itu effect buat para vampir yang bergerak cepat juga bikin saya meringis. Jauh lebih halus di film - film terdahulu. Untuk urusan make up, saya angkat tangan deh. Walau sebenarnya bedak untuk para vampir sudah oke, entah kenapa untuk make up Emmett berasa aneh. Abis mukanya putih pucat, tapi badannya ngga! Dari segi akting, Kristen Stewart tetap bisa memerankan Bella yang ga ada ekspresi, walau saya akui dia cukup oke aktingnya kali ini. Robert Pattinson sebagai Edward, duh, kayak lemes, letoy ga ada gairah sama sekali. Saat adegan intim Ed dan Bella, saya sempat mikir "si Rob ini, apa bakal kebayang kalau Kristen bakalan selingkuh dari dia ya, hehee". Taylor Lautner sebagai Jacob sudah lumayan. Dan saya suka banget ma Mackenzie Foy yang imuuuuut sebagai Renesmee. Michael Sheen sebagai Aro lebay aktingnya. Saya heran kenapa aktor kelas atas kayak dia dan Dakota Fanning mau main di film Twilight. Keluarga Cullen sih yah biasa aja. Yang kasihan tuh Jackson Rathbone, karena peran dia sebagai Jasper kayak jadi pajangan aja :)). Karakter favorit saya disini adalah para vampire Denali (Kate dan Tanya), para vampir dari Amazon, Benjamin, dan Garreth yang diperankan oleh Lee Pace (pemeran Thranduil di The Hobbit) ! Bagi saya Garreth ini jauuuh lebih ganteng daripada Edward, mungkin karena brewokan :)). Adegan endingnya ditutup dengan indah dimana menceritakan pertemuan Edward dan Bella sampai saat menikah. Bagian penutupnya menampilkan semua pemain yang pernah muncul di Twilight Saga.
Bagi kamu yang penggemar Twilight, maka wajib nonton BDPt2. Bagi kamu yang ga suka Twilight, tapi terlanjur nonton filmnya dari awal, atau kayak saya hanya menganggapnya sebagai hiburan, sayang rasanya kalau ga dilanjutkan toh ini yang terakhir. Bagi saya sih Twilight ini ga akan pernah jadi film terbagus sepanjang masa, apalagi masuk Oscar. Kelas dia yah bakalan cuma sampai MTV Movie Awards yang bagi saya penghargaan film terkonyol sepanjang masa. Tapi ga memungkiri kalau film Twilight ini membuka jalan bagi film - film remaja, utamanya yang diadaptasi dari novel. Dan menangiskah saya saat melihat ending scene film ini sama kayak pas saya nonton Harry Potter? Ngga tuh, saya malah lega ^-^. Mungkin yang bikin saya agak kecewa adalah kurangnya adegan buka baju dari para werewolf di film ini :)).
Rating :
Sensualitas :
Saya menyarankan agar kalian yang dibawah 17 tahun, seengganya tutup mata liat adegan ranjang. Dan jangan bawa anak kalau nonton ini! Saya jadi geleng - geleng kepala kalau ada orang yang bawa anak kecil buat nonton film yang dirating remaja/dewasa.