Selasa, 26 Juni 2012

Review : Elementals oleh Brigid Kemmerer

Judul : Elementals
Pengarang : Brigid Kemmerer
Penerbit : Kensington
Diterbitkan pertama kali : 27 Maret 2012
Format : e-book
Target : Remaja
Genre : Paranormal Young Adult
Bahasa : Inggris
Seri : Elementals
Buku ke : 0.5 (prologue)
Website Pengarang: Brigid Kemmerer

Sinopsis

Earth, Fire, Air, Water they are more than you dream. As an air Elemental, 17-year-old Emily Morgan doesn t have much power. That 's okay she knows what happens to kids who do.

Like Michael Merrick. He 's an earth Elemental, one with enough power to level cities. Which makes him sexy, dangerous, and completely off limits. At least according to Emily 's family.

But her summer job puts her in close contact with Michael, and neither of them can help the attraction they feel. When forces of nature like theirs collide, one misstep could get someone killed. Because Emily 's family doesn t just want her to stay away from him.

They want him dead.


Review

Alasan saya baca ini :

- Covernya penuh dengan cowo remaja - remaja yang ngingetin saya sama One Direction (tapi saya lebih suka Bigbang benernya #oot)
- Dari sinopsisnya sepertinya menarik. Tapi jadi keinget sama Aang : The Last Airbender, karena tokoh utama cowoknya adalah penguasa elemen alam. Jadi jangan salahkan kalau pas baca ini, yang namanya "tapi semua berubah saat negara api menyerang" terngiang - ngiang terus di otak.
- Covernya keren
.
.
.

Baiklah. Untuk genre young adult, terus terang saya agak males bacanya. Karena kalau ga mirip Twilight, ya mirip The Hunger Games. Aneh juga kenapa ga nyoba bikin macam Harry Potter atau Lord of The Ring atau Narnia. Itu kan notabene lebih bagus gitu daripada Twilight atau THG. Tapi yah, itu pendapat pribadi. Eh, malah ngelantur. Jadi, saat saya melihat di Goodreads, beberapa teman membaca seri Elementals karya Brigid Kemmerer, saya mau ga mau tertarik.

Pertama, jelas dari cover. Beda dari YA kebanyakan yang covernya udah kayak majalah model dimana memang sepertinya dibuat seperti itu, seri Elementals ini sedikit berbeda dengan menampilkan semuanya lelaki tanpa ada cewek satupun! Tentang boyband, atau mirip posternya film The Covenant, itulah pikiran saya pertama kali. Lalu saya tertarik baca sinopsisnya, seperti yang saya bilang sebelumnya, mirip The Last Airbender. Lagian, untuk Elementals yang merupakan prologue ini, di Amazon juga gratisan. Yah, test drive dulu deh.

Bersetting 5 tahun sebelum event di buku pertama, Storm, Emily Morgan harus menghabiskan musim panas dengan kerja paruh waktu di pusat olahraga (sport center itu apa yah kalo disini?). Saat itulah dia bertemu dengan Michael Merricks. Hal yang menarik, disini Emily sadar Michael itu sama - sama istimewanya dengan dirinya. Yah, Emily dan Michael adalah penguasa element alam, dimana Emily menguasai elemen udara dan Michael menguasai elemen tanah. Keluarga Emily memperingatkan dirinya agar menjauhi Michael. Karena keluarga Merricks dianggap berbahaya. Tanpa sengaja Emily mengadu pada ortunya, dan ini membuat ortu Michael menyuruh Michael untuk lebih "berhati - hati"

Di luar dugaan, Michael sebenarnya tidak berbahaya. Dia bahkan bukan tipikal orang suka bikin onar, dan menyayangi adik - adiknya yang juga punya kekuatan sama. Michael justru khawatir dirinya akan menyakiti orang lain. Hubungan antara Emily dan Michael mulai berkembang, pelan tapi pasti. Adegan Michael mengajari Emily main baseball jadi bikin saya gigit jari, karena pas SMA saya ga punya pacar apalagi dekat sama cowok, hahaha. Sayangnya, Tyler, adik Emily tidak suka dengan Michael dan menyerangnya. Sekarang, bagaimana Emily meyakinkan keluarganya kalau Michael sebenarnya bukanlah masalah? Bahwa yang jadi masalah itu justru anggota keluarga Emily sendiri?

Diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga, membuat saya begitu bersyukur dan lebih menikmati cerita Elementals ini. Karena, jujur saja saya kurang suka sama sudut pandang orang pertama. Agak sulit bersimpati. Alur ceritanya agak lambat, tapi semua berubah saat negara api menyerang, errr maksudnya saat Tyler mulai menyerang Michael. Sayang juga karena hal ini baru terjadi menjelang akhir cerita dari buku yang cuma ada 7 chapter di dalamnya ini. Dan endingnya? Jelas bikin saya sewot setengah mati. Karena ibaratnya saya lari, di depan tiba - tiba ada tembok yang saya ga liat sebelumnya dan nabrak! Intinya, kurang puas.

Untuk sebuah cerita pendek, Elementals cukup menarik untuk diikuti dan membuat saya tidak sabar untuk membaca buku yang selanjutnya, Storm. Yah, jarang - jarang saya nemu novel remaja yang bikin saya excited. Apalagi Brigid Kemmerer ini pengarang Australia. Dan orang Australia itu biasanya lebih bagus kalo bikin cerita YA.


Rating Cerita :


Sensualitas
Hanya ada adegan ciuman sekali saja antara tokoh utama. Tapi jadi keinget pas awal - awal pacaran dulu :)) (mana nih guling, mana, mana?)

6 komentar:

  1. kayaknya Ren termasuk yang suka beli buku tertraik karena covernya yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, ga juga :D.
      Cover bagus kalo sinopsisnya ga menarik juga sama aja bohong ;D

      Hapus
  2. Aku blom baca yang Storm..
    Tapi katanya sih yang api yang bagus, Spark.
    Ditunggu review Storm-nya ^^

    Btw about cover, ini cover si Michael-nya keliatan tuwir abis. Padahal cover buat adik-adiknya masih muda, kayak tampang boyband One Direction. Hahahahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stormnya lagi baca. Barengan sama buku gothicnya *fyuuuh*
      Michael aslinya malah rambutnya diikat lho, kok disini ngga ya :|

      Hapus
  3. Gyahahaha jadi keinget Avatar, suka banget a sama anime itu sampe-sampe taglinenya hapal bener? #OOT ;-)

    BalasHapus
  4. reeeenn, bisa ya, ambil free read di amazon? Kok aku gagal terus? *beda fokus*

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)