Senin, 18 November 2013

Review : Nicola dan Sang Viscount oleh Meg Cabot


Judul : Nicola dan Sang Viscount
Judul Asli : Nicola and the Viscount
Pengarang : Meg Cabot
Penerjemah : Maharani Aulia
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal :  288 halaman
Diterbitkan pertama kali : Juni 2011
Format : Paperback
Target : Remaja
Genre : Historical Romance


Web pengarang : Click here





Sinopsis :


Nicola Sparks yakin dirinya menjadi sumber rasa iri wanita-wanita muda lain. Bagaimana tidak, ia bertunangan dengan Lord Sebastian Bartholomew, pria yang sangat tampan, kaya, dan baik. Ditambah, dirinya bakal mendapat gelar viscountess setelah menjadi istri Lord Sebastian.

Hidup Nicola sempurna, hingga Nathaniel Sheridan mulai menanam benih-benih keraguan di benaknya. Awalnya, Nicola yakin Nathaniel hanya ingin merusak kebahagiannya. Namun, lama-lama ia mulai mempertanyakan perasaan cinta sang viscount padanya. Dan mulai mempertanyakan perasaannya sendiri pada Nathaniel.
 
Review



Ehm... yang suka baca chichlit dan teenlit terbitan Gramedia, pasti kenal Meg Cabot kan? Ngga terhitung banyaknya buku tante Meg yang diterbitkan Gramedia, mulai dari genre kontemporer, paranormal, bahkan sampai historical! Jauuuh sebelum tante Meg terkenal ma Princess Diariesnya dan menjadi pengarang favorit Amerika (plus saya :P), beliau menulis di bawah nama Patricia Cabot. Nama pena yang kalau misal pembaca search di blog, banyakan bukunya historical romance. Walau akhirnya tante Meg pake namanya sendiri (mungkin hisromnya ngga terlalu laku kali ya di sono :|) dan ngarang teenlit, tetep dia tidak lupa akan akarnya. Kali ini dia menulis teenlit historical romance, dengan kaver yang super unyu, terima kasih sebanyak - banyaknya untuk illustratornya Gramedia tentunya. Ada dua teenlit hisrom tante Meg yang udah diterbitkan Gramedia. Yang pertama adalah Victoria dan Sang Earl (yang saya sudah baca sejak lama) dan kali ini yang akan saya bahas, Nicola dan Sang Viscount.

Setting cerita ini sama kayak ceritanya Victoria, di era Victorian, masa Ratu Victoria berkuasa (fyuuh sampai ada 3 kata Victoria dalam 1 kalimat :P). Era para bangsawan kebanyakan duit main di klub, emak - emak borju mengkhawatirkan putrinya bakal sukses debut atau ngga, dan awal kebangkitan Revolusi Industri. Nicola Sparks (ini parodi dari Nicholas Sparks jangan - jangan XD), hanyalah satu dari putri bangsawan rendah yatim piatu, yang baru saja lulus pelajaran etiket menjadi lady. Nicola ngga keberatan meninggalkan keluarga Sherridan dan BFFnya Eleanor, untuk pergi ke keluarga Bartholomew yang mana putra sulung mereka Sebastian, bagi Nicola itu gantengnya bagai dewa. Jangan kaget melihat Nicola amat sangat lebay dalam mengagumi ketampanan Sebastian, dan kata - kata "dewa" bersilewaran di bagian pertama buku ini. Tujuan utama Nicola? Jadi istrinya Sebastian.. dan yang penting jadi viscountess dong! Ngga peduli dirinya masih berusia 16 tahun (ini entah si Nicola terinspirasi Bella Swan atau ngga. Walau jaman segitu, pernikahan usia dini emang jamak sih) Sayang, ada duri dalam rencana Nicola. Duri itu bernama Nathaniel Sherridan, kakaknya Eleanor.

Huff, kayaknya Nicola ini shallow ya? Embeeeeeer. Saya sampe mau muntah tiap kali Nicola muji - muji Sebastian. Walau asyiknya gaya nulis tante Meg itu adalah, mau jengkelin kayak apapun tuh tokohnya, kita mau  ngga mau ya ketawa juga. Sampai akhirnya Nicola sadar kalau Sebastian ternyata tidak mencintainya, dan dia pun memutuskan pertunangan mereka. Yah, Nicola ini selain shallow juga hopeless romantic, mungkin karena dia suka baca puisi - puisi karangan Byron dan Woodsworth, makanya Nicola pun kembali ke rumah Eleanor. Selain itu, Nicola pun perlahan menyadari perasaanya pada Nathaniel, walau cowok itu mengejek puisi - puisi kesayangan Nicola. Sayangnya, paman Nicola, Lord Renshaw ingin Nicola menjual rumahnya dan ngga segan - segan mengancam gadis itu, bahkan walau harus membahayakan nyawa kemenakannya sendiri.

Nicola dan sang Viscount ini renyah bagai snack dan ringan kayak gula kapas. Plus maniiiiiis banget. Terutama bagian Nicola muji - muji Sebastian. Dari buku ini, sebenarnya kita juga sedikit banyak belajar kebudayaan Inggris di abad 19 loh. Yah, walau ngga jauh - jauh dari pelajaran etiket, pesta dansa, wallflowers, lamaran pernikahan, dll. Rasanya bangsawan Inggris pada masa itu kayaknya hidupnya cetek banget deh. Nicola yang masih umur 16 dan udah mikir mau nikah aja, ngga mau nunggu dua tahun sampai dia cukup umur, sebenarnya juga menggambarkan kondisi sosial saat itu, bahwa pernikahan bagi wanita adalah segalanya. Yang doyan baca hisrom, pasti ngerti kan, kalau wanita di usia dua puluh tahunan ke atas udah dianggap spinster, aka perawan tua. Beda banget emang sama jaman kita.

Cuma sih, tante Meg tetep memberikan ciri khasnya disini. Walau kelemahan terbesar Nicola adalah pemujaan totalnya sama Sebastian dan juga sikap pengen nikahnya itu lumayan annoying, Nicola adalah gadis yang punya pendirian. Yatim piatu sejak kecil juga membuat Nicola rada tomboi. Omongan sarkastiknya pun ada,salah satu ciri khas novel tante Meg, walau masih dalam tahap ringan. Nicola pandai menjahit dan sense of fashionnya bener - bener tinggi. Sayang nih, bagian Nicola sama Nathaniel dikiiiit banget dan kurang dieksplor. Jadi romancenya sih ngga terlalu banyak. Siap - siap aja buat nahan muntah baca bagian Nicola muja Sebastian, soalnya lumayan bikin bete, hehehe.

Untuk edisi ini, typonya buanyaaak banget, dan terjemahannya dalam beberapa bagian agak aneh. Selain itu panggilan Nathaniel pada Nicola, yaitu Nicky, entah rasanya terlalu modern. Beberapa bagian di buku ini emang terasa modern bagi saya. Kalau ditanya, apa ada fakta sejarahnya? Yah, namanya juga fiksi, plus fiksi teenlit yang ringan, kita hanya akan dapat sepotong - sepotong. Itu juga lebih ke kebudayaan masyarakat Inggris pada saat itu.



Verdict?

Kamu fans tante Meg Cabot, dan pingin bacaan ringan? Plus pengen nyobain genre hisrom atau emang fans hisrom? Nicola dan Sang Viscount bisa jadi pilihan yang tepat untuk bacaan cepat. Cerita ini juga ngga ada hubungannya sama Victoria dan Sang Earl. Jadi bisa dibaca terpisah. Kavernya sendiri sangat cantik, menjadi nilai plus buku ini. Plus... buku ini juga banyak disale. Jadi ngga usah ragu buat beli bukunya :D


Favorite Quote

... teman bisa dilepaskan semudah melepas sarung tangan, tetapi tidak begitu dengan keluargamu. Sebaiknya tidak menantang mereka, karena mereka hanya akan ada sebentar.

Rating Cerita


Sensualitas

Hanya ada adegan ciuman saja, lagipula yang ini kan targetnya memang buat remaja :D

6 komentar:

  1. Whiii jarang-jarang liat Ren review teenlit. Haha.
    Eh aku tapi suka heran lho. London jaman dulu kan kalo di film2 gelap dan spooky gitu tuh. Kok ya bangsawan2 itu betah ya tiap musim pesta ke London? Padahal kayaknya enakan di desa yang sejuk dan masih banyak matahari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha.. buat bacaan ringan pas wiken Na XD

      Iya ya, kayaknya novel hisrom tuh banyakan nunjukin hedonisme bangsawan pada saat itu. Kayaknya aku malah ga nemu yang cerita orang bener - bener biasa alias kelas pekerja. Mungkin ngga menarik kali ya :S

      Hapus
  2. Hihii, sekali-sekali baca teenlit, ah apalagi settingnya berhubungan sama sejarah Inggris. Kebetulan aku menaruh perhatian sama sejarah para Raja dan Ratu Inggris. Victoria adalah ratu yang punya posisi penting dalam lingkaran sejarah Inggris. Pada masa pemerintahannya, revolusi industri mencapai puncaknya dan Inggris menjadi negara adikuasa.

    Sama seperti kamu, pas baca nama "Nicola Sparks" langsung keinget sama nama seorang author yang udah menelurkan karya kondang "A Walk to Remember". Ya, kali aja, yang namanya plesedan bukan milik orang Indonesia seorang :D

    BalasHapus
  3. Plesetan Nicholas Sparks deh pasti. Kapan-kapan boleh pinjem ya reeen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, oke Mbak Yuska :D.. tipis kok ini

      Hapus
  4. waktu masih suka ke taman bacaan, udah masukin buku ini di daftar to read. Belum sempet pinjem, udah gak diizinin mama ke sana lagi ._.

    btw, bunya tante Meg yang baru aku baca cuma Princess Mia. Dan ternyata itu buku dari serial terakhir ya? XD Ketahuan banget kurang referensi XD

    BalasHapus

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)