Kamis, 06 Maret 2014

Review : Night Owls oleh Lauren M.Roy

Judul  : Night Owls

Pengarang : Lauren M. Roy

Bahasa : Inggris
Penerbit : Ace

Tebal :  304  halaman
Diterbitkan pertama kali : 25 Februari 2014

Format : Mass Market Paperback
Target Pembaca: Remaja

Genre : Urban Fantasy 
Web : L'esprit d'escalier
Buy Links : Bookdepository, Periplus,Open Trolley




Sinopsis


Night Owls book store is the one spot on campus open late enough to help out even the most practiced slacker. The employees’ penchant for fighting the evil creatures of the night is just a perk…

Valerie McTeague’s business model is simple: provide the students of Edgewood College with a late-night study haven and stay as far away from the underworld conflicts of her vampire brethren as possible. She’s lived that life, and the price she paid was far too high to ever want to return.

Elly Garrett hasn’t known any life except that of fighting the supernatural werewolf-like beings known as Creeps or Jackals. But she always had her mentor and foster father by her side—until he gave his life protecting a book that the Creeps desperately want to get their hands on.

When the book gets stashed at Night Owls for safe keeping, those Val holds nearest and dearest are put in mortal peril. Now Val and Elly will have to team up, along with a mismatched crew of humans, vampires, and lesbian succubi, to stop the Jackals from getting their claws on the book and unleashing unnamed horrors…

Review

Genre pertama yang saya suka itu fantasy. Ngga peduli berapa banyak buku yang saya baca, saya akan tetap cinta sama fantasy. Bahkan sampai ada yang bilang saya ini penggemar fantasy garis keras, yang menurut saya sih, ini ngejek apa muji sih? :| Nah, saya sendiri rada was - was kalau mau baca salah satu sub genre fantasy, yaitu Urban Fantasy (UF). Karena genre kedua yang saya cintai selain fantasy itu adalah romance, dan biasanya novel UF itu endingnya HFN (Happy for Now) alias jarang happy ending. Plus, romancenya ngga banyak. Nyatanya? Tahun kemaren saya malah banyak baca novel UF, dan saya ngga masalah dengan kurangnya unsur romance. Mungkin karena saya udah semacam punya happy ending X)).

Nah, karena itulah saat saya lagi browse NetGalley demi baca ARC (Advanced Reading Copy), saya nemu Night Owls. Kavernya sendiri menurut saya cukup unik. Biasanya, kaver novel UF itu cuma ada satu cewek (yang tokoh utamanya) dengan pose - pose bak superhero (entah bawa pistol lah, pisau lah, dll). Night Owls juga sama, cuma ini ada dua. Selain itu, sinopsisnya pun cukup menarik, yaitu seorang vampire sebagai pustakawan dan punya semacam toko buku yang cuma buka di malam hari.




Night Owls sendiri memakai pakem novel UF yang lama, jadi romance nyaris tidak ada. Namun, alih - alih memakai POV orang pertama seperti kebanyakan novel UF, novel ini malah memakai POV orang ketiga dan diceritakan dari sudut pandang banyak orang. Nah, ini lah yang lumayan bikin saya ngga bisa menikmati Night Owls, karena banyaknya sudut pandang. Ceritanya sendiri diceritakan dari POV Valerie McTeague (Val), vampire yang punya toko buku Night Owls di sebuah kampus, Reinfieldnya Val yaitu Charles (Chaz) dan Elly Garrett, seorang pemburu yang membunuhi para Creeps yang merupakan musuh di novel ini. Saya awalnya tidak mengerti, apaan sih Creeps ini? Mahkluk yang ngga jelas banget gitu loh, kayak semacam makhluk paranormal yang aneh dan mirip zombie (atau ghoul). Baru setelah Val memanggil mereka "Jackal", saya pun ngeh. Creeps ini mirip werewolf, cuma mereka doyan makan daging manusia dan mereka biasanya mengincar mangsa mereka yang masih perjaka/perawan.

Night Owls punya 7 karakter penting. Mereka adalah Val, Chaz, Elly, lalu seiring dengan berjalannya cerita, kita akan dikenalkan oleh Cavale, kakak angkat Elly. Kemudian ada Justin, seorang mahasiswa yang juga pegawainya Val, dia ngga sengaja megang buku yang dibawa Elly dan akhirnya malah diburu Creeps. Dan dua karakter yang terakhir adalah pasangan succubi lesbian bernama Sunny dan Lia. Mereka semua harus bekerja sama melindungi Justin, karena Justin punya sesuatu dari buku yang diinginkan para Creeps. Sudut pandang penceritanya berganti - ganti, mulai dari Elly dulu, lalu Val, terus ganti ke Chaz, habis itu ke Elly lagi, dan nanti semuanya bakalan nyambung di pertengahan cerita. Bingung ngga? Saya aja yang nulis review dan baca aja bingung XD.

Dan, itulah masalah nomer dua. Buku ini terlalu banyak karakter, tapi setting dunianya ngga banyak dijelaskan. Pengarangnya kayak nganggap kalau pembacanya udah pinter #yakali, jadi bisa nerima aja apa yang dia ceritain. Padahal, saya aja bingung, apaan sih Creeps itu, terus Reinfield itu apa coba, yang baru kejawab di pertengahan cerita. Kalau yang ngga sabaran, bisa jadi malah malas mau lanjutin baca :/ . Lalu, banyak sekali kejadian yang terjadi, alih - alih cuma fokus sama satu hal. Dan satu lagi, emosi antar karakternya berasa yang sangat kurang, membuat saya merasa ngga terlibat saat membaca buku ini.

Bukan berarti Night Owls itu buku yang jelek. Saya melihat adanya "first book in series" syndrome di buku ini, suatu syndrom dimana kebanyakan pengarang  fokus pada banyak hal di buku pertamanya, sehingga bikin pembaca bingung. Seandainya Night Owls cuma fokus cuma di satu karakter, misal Val atau Elly, maka ceritanya bakal lebih menarik. Emosinya juga akan dapat sehingga pembaca ngga merasa asing saat membaca buku ini. Salah satu kelebihannya adalah mitos tentang vampire dan werewolf disini cukup berbeda dengan yang biasanya ditulis oleh buku - buku sejenis. Saya sih pengen ngasih buku ini dengan 3,5 mangkuk mie, sayang endingnya semacam ngga jelas dan ngga nyambung sama ceritanya.

Kalau kalian pengen baca cerita yang murni fantasy  dengan latar belakang dunia kampus, vampir, werewolf dan apapun yang bikin merinding, cobain baca Night Owls deh. Ngga ada adegan yang aneh - aneh, dan walaupun ada tokoh lesbiannya, sama sekali ngga ada adegan kipas - kipas atau apalah. Kalau penyuka romance, mungkin akan kecewa karena romancenya nyaris ngga ada. Memang ada semacam hints, kalau antara Val dan Chaz itu bakal ada hubungan yang lebih, mengingat Chaz protektif banget sama Val dan Val juga peduli sama pemuda ini. Tapi jangan terlalu berharap, hehehe :P


Note : e-ARC copy disediakan oleh Random Publishing dan NetGalley

Story & Sensuality Rate

Rate untuk Night Owls adalah




Dan karena tidak ada kadar sensualitas plus adegan aneh - aneh, maka sensualitasnya adalah zero, hihihi ^^.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saya menghargai setiap komen/opini yang diberikan. Silakan untuk tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)
Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).
Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.
Terimakasih sudah mau mengunjungi dan meninggalkan komentar di blog saya :).


I value your comment/opinion. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.
I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).
Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.
Thank you for your visit and comment :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)