Senin, 17 Desember 2012

Review : Draf 1 (Taktik Menulis Fiksi Pertamamu ) oleh Winna Efendi

Judul : Draf 1 : Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
Pengarang : Winna Efendi
Editor : Christian Simamora
Penerbit :Gagas Media
Tebal : 356 halaman
Diterbitkan pertama kali : October 2012
Format : Mass Market Paperback
Target : Semua umur
Genre : Non fiksi
Bahasa : Indonesia

Status : Punya sendiri
Beli di : Click here
Review di Goodreads : Click here


Sinopsis

Menulis itu susah? Banget.
Terutama kalau kita nggak punya komitmen kuat dan disiplin untuk itu.


Truth to be told, menulis itu gampang-gampang susah. Terkadang terasa mudah dan menyenangkan, apalagi jika ide mengalir selancar air. Namun, menulis juga dapat terasa sulit karena tanpa teknik yang benar dan loyalitas untuk kembali ke halaman-halaman yang belum rampung, tulisan kita akan terus tidak selesai atau menjadi sebaik yang kita inginkan.

Selama ini, banyak sekali teman yang bertanya kepada saya:

- Gimana sih, caranya menulis fiksi yang enak dibaca?
- Bagaimana caranya menciptakan konflik yang nggak klise?
- Gimana caranya menulis cerita dari awal sampai akhir?
- Ceritaku mandek dan nggak kelar-kelar, gimana ya supaya aku bisa menyelesaikannya?
- Bagaimana cara mengirimkan naskah ke penerbit, dan apa yang bisa kita lakukan supaya naskah tersebut 'dilirik'?
- Lalu, prosedur penerbitannya bagaimana?

Bagi kalian yang ingin tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, well, this book might be the one for you.

Dan, mari bersama-sama menikmati proses menyenangkan menulis naskah fiksi pertamamu.

Review

Oke, ini kayaknya pertama kalinya saya mereview buku non-fiksi di blog ini :). Eh, ga juga ding. Benernya dulu pernah ngereview graphic novel Dua Hippo Dinamis dan itu kan sebenarnya juga termasuk non-fiksi, hehehe. Saya merasa perlu mereview buku Draf 1 karangan Winna Efendi, dengan sang editor Christian Simamora yang keduanya adalah sesama penulis Gagas, karena selain bukunya mau dipinjam teman saya merasa perlu berbagi info dan pemikiran tentang buku ini. Membaca sinopsis buku Draf 1, saya langsung menaikkan alis mata. Winna Efendi ga tanggung - tanggung bilang "menulis itu ga gampang!" . Jika pengarang buku serupa lain akan bilang "menulis itu gampang kok, semua orang pasti bisa", Winna berbicara kebalikannya dan menurut saya itu brilliant! Winna ga berusaha ngomong manis, dia berbicara tentang kenyataan secara sederhana. Menulis itu susah, apalagi kalau ga ada komitmen dan disiplin. Amin buat itu :).

Lalu isi buku ini apa? Simpel aja benernya, mulai dari pembahasan dasar tentang perbedaan fiksi dan non fiksi, penjelasan tentang apa itu genre, alur cerita, plot, dialog, pembuatan karakter, dan lain - lain. Lalu ada pembahasan tentang proses penulisan, proses self editing, proses pengiriman naskah, gimana cara menghadapi naskah yang ditolak, gimana juga kalau naskahnya diterima. Tak lupa ada informasi menarik tentang marketing buku yang bisa dilakukan oleh penulis. Semuanya digeber tuntas oleh Winna, tanpa tedeng aling - aling. Cara penyampaian Winna pun sangat enak dibaca. Winna ga menggurui, dia cuma berbagi pengalaman saja. Dan itu membuat tulisan dia masuk ke saya. Saya berulang kali bilang "oh gitu", manggut - manggut, membuat sedikit catatan di otak dan dapat banyak informasi baru. Winna juga tak lupa memberikan banyak contoh, yang kebanyakan diambil dari novel buatannya sendiri. Tapi tak lupa juga dia memberi referensi dari novel lain. Hal ini bikin saya jauh lebih paham dengan apa yang ingin dia sampaikan. Satu lagi yang saya suka adalah pembahasan dia tentang "show, don't tell" dalam penulisan buku. Saya suka kesulitan memahami tentang hal ini. Setelah membaca penjelasan Winna, akhirnya saya ngerti :D. Buku ini juga dihiasi illustrasi - illustrasi yang manis, membuat saya ga bosan bacanya.

Draf 1 jelas akan menjadi buku dalam rak keeper saya. Hahaha, bukan kiper yang penjaga gawang itu, tapi buku yang akan selamanya saya miliki. Ga akan saya kasih ke siapapun dan kalau dipinjem lalu ga dibalik - balikin, ya saya akan marah >:). Walau saya kasih buku ini rating lima mangkuk mie, bukan berarti buku ini ga ada kekurangan. Tetap ada, menurut saya. Pertama, saat pembahasan genre romance. Oke, saya ini fans romance garis keras, dan yang bikin saya malas saat Winna bikin contoh genre romance, kok cuma historical romance ajah? Kan banyak tuh, ada contemporary, romantic suspense, paranormal romance, fantasy romance dan lain - lain. Jujur ini bikin saya sepet, hehehe. Lalu, novel - novel yang dibuat contoh pembahasan disini banyakan novelnya Gagas. Oke, mungkin karena Winna adalah novelis dari Gagas, jadi maklum lah yang dijadikan referensi banyakan novelnya Gagas. Mungkin bisa jadi ajang promosi juga kali ya. Cuma akan lebih bagus kalau novel dari penerbit lain juga bisa dimasukkan contoh, kan juga bisa memperluas jangkauan (duh ga jelas nih maksud saya X) ). Oh, dan lalu ada kalimat yang aneh. Contohnya seperti ini, saat pembahasan pembuatan karakter antagonis :

" Juga, semua novel harus memiliki antagonis. Dalam novel Ai, saya nggak menggunakan karakter antagonis sama sekali. And that's okay."

Apakah ini maksudnya "Tidak semua novel harus memiliki antagonis"?. Selain itu Winna banyak memakai kata - kata dalam bahasa Inggris untuk menekankan maksudnya. Ga ada yang salah dengan itu, cuma lebih baik dia juga menyertakan artinya, terutama untuk quote - quote yang dia sampaikan di buku ini, karena ga semua orang yang baca ini paham sama bahasa Inggris! Okelah, ada Google Translate, ada kamus, ada alphalink, tapi ga semua orang serajin itu :)).

Draf 1 tidak hanya cocok dibaca oleh mereka yang ingin jadi penulis atau penulis-in-waiting (halah!) tapi juga pembaca umum. Mereka - mereka yang punya motto "I'm a reader not writer" juga akan mendapatkan informasi baru dan lebih memperdalam pengetahuan mereka tentang unsur- unsur novel. Hei, buku ini juga bisa membantu kita untuk mereview buku dengan lebih oke. Apalagi kalau kita orang yang memperhatikan plot novel, alurnnya, POV-nya dan karakterisasinya. Terimakasih untuk Winna Efendi yang sudah berbagi ilmunya. Buku ini memang tidak menjamin orang akan jadi penulis sukses, tidak menjamin saya akan jadi penulis nantinya, tapi seengganya ia membuat saya semangat untuk melanjutkan novel - novel  saya yang dulu sempat terbengkalai :).
Rating  :


9 komentar:

  1. lagi baca buku ini juga. Maunya sih sambil praktek gitu :)

    BalasHapus
  2. Pertama kali liat buku ini pertanyaanku : Apakah akan ada Draf 2,3, dst? hehehe.. pertanyaan konyol.
    Cari pinjaman ah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, aku juga mikirnya gitu :P. Tapi ternyata Draf 1 itu istilah buat naskah yang pertama kali kita tulis, draf 2,3, dst itu hasil setelah diedit2.
      Eh, ga beli aja? Worth it kok :)

      Hapus
  3. jadi pengen beli... padahal slama ini kalo ke toko buku liat ini ga pernah ada niatan beli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harganya ga mahal2 amat kok. Worth it lah buat buku yang bakalan dibaca sampai kapanpun :)

      Hapus
  4. kayaknya memang harus dikoleksi. Walaupun saya tetap berprinsip, I'm a reader not a writer dalam urusan fiksi :D

    Trus mungkin dia ga pake contoh di luar gagas, karena nanti bakal ada urusan berkepanjangan, misalnya masalah rights-nya atau semacamnya gitu, Ren..

    Trus, ini saya mau nanya beneran. Bedanya Market Mass Paperback sama Paperback itu apa sih, Ren? Biasa suka bingung kalau mau masukin buku ke GR.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahaha, ga nyoba nulis 1-2 cerpen aja Mbak? :D

      Oh iya juga ya. Tapi dia pakai perbandingan dengan novel luar sih Mbak. Apa ga masalah yah?

      Benernya sih kesamaan Mass Market Paperback dan Paperback itu keduanya covernya itu softcover. Cuma untuk Mass Market ukurannya bukunya sama semua walau penerbitnya beda - beda. Sementara untuk Paperback (kalau di Amrik jadi Trade Paperback) itu beda ukuran, dan lebih gede dari Mass Market. Kalau buku yang di Indo, masukin jenisnya Paperback aja

      Hapus
  5. Aku penikmat karya Winna dan penasaran juga dengan teknik menulisnya Winna tuh kayak apa.

    BalasHapus

Terimakasih sudah meninggalkan komen di Ren's Little Corner. Silakan untuk setuju/tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)

Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).

Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.

Terimakasih sudah mau berkunjung! :D


Thanks for commenting on Ren's Little Corner. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.

I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).

Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.

Thank you for your visit! :D.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)