Senin, 30 September 2013

Scene on Three #4 : Dreamfever


Sekarang hari Senin, dan juga hari terakhir di bulan September. Don't wanna let Monday beat you, so I want to said, "good morning, sunshine!" *hahaha jayus X)*

Sudah lama nih saya ga ikutan meme dari B-Zee, yaitu Scene on Three. Selain pada tanggal yang ada angka tiganya, biasanya saya ada postingan tersendiri, kadang susah juga nemuin adegan yang menurut saya memorable. Untungnya untuk Scene on Three kali in, saya mendapatkan scene yang menurut saya, cukup menggambarkan keadaan saya kali ini. Diambil dari buku Dreamfever, buku ke-empat serial Fever karya Karen Marie Moning, hal 238 :

I'd had no idea what life or love was.

Life didn't explode in the sunshine, and pretty places. Life took the strongest root with a little bit of rain and a whole lot of shit for fertilizer. Although love could grow in times of peace, it tempered in battle. Daddy told me once - when I'd said something about how perfect his relationship with Mom was - that I should have seen the first five years of their marriage, that they'd fought like hellions, crashed into each other like two giant stones. That eventually they'd eroded each other into the perfect fit, become a single wall, nestled into each other's curves and hollows, her strength chinking his weakness, her weakness reinforced by his strengths.

Kenapa saya ambil adegan ini? Ehm, saya cukup mengamini kalimat di atas, bahwa tahun - tahun awal pernikahan itu tidak mudah. Apalagi setelah berdiskusi masalah pernikahan tadi malam di Whatsapp (thanks to Teh Peni, Vina, Mbak Desty dan juga Aki - aki pinkih :)) ). Butuh bertahun - tahun sampai kita bisa cocok dengan pasangan. Butuh kesabaran yang tidak sedikit, kompromi dan komitmen yang kuat dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Kita kadang melihat kalau orang tua kita, adalah pasangan yang sempurna kan? Kita ingin agar saat kita menikah nanti, kita akan juga sama sempurnanya seperti mereka. Padahal, kesempurnaan itu butuh proses juga. Saya sendiri sangat menyukai kalimat yang terakhir, bagaimana kelebihan dan kelemahan orangtua MacKayla (tokoh utama buku ini) membuat mereka menjadi pasangan yang saling menguatkan setelah salah satu anak mereka dibunuh. Dan itu juga salah satu definisi sebenarnya tentang "soulmate", bahwa hal seperti itu, memang ada.  Saya rasa, bagi yang sudah menikah, adegan di atas bisa jadi renungan (saat berantem misalnya X) ), dan yang belum, bisa menjadi masukan bagaimana kehidupan pernikahan nantinya :).


Pengen ikutan meramaikan meme Scene on Three? Ini dia caranya :

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Bagaimana menurut kalian dengan adegan yang saya pilihkan di atas? Apakah kalian setuju dengan alasan saya kenapa memilih adegan tersebut? Apakah membuat kalian jadi tertarik dengan buku Dreamfever? Kebetulan buku ini baru saja saya review, dan bisa dibaca reviewnya disini :D

2 komentar:

  1. aku juga pernah denger Ren kalau 5 tahun pertama awal pernikahan itu yang paling sulit. Dan emang pernah denger juga, pasangan yang bersinergi itu yang saling melengkapi. Apa yang kurang di satu tetapi menjadi kelebihan di yang lain :D

    BalasHapus
  2. wow, iya sih, sering dengar masalah2 seputar pernikahan dan bagaimana (sebaiknya) menyikapinya, tapi tetep aja ya karena aku belum mengalami sendiri ya sekadar tahu aja, belum paham. Semangat ya! :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah meninggalkan komen di Ren's Little Corner. Silakan untuk setuju/tidak setuju dengan review/opini saya tapi mohon disampaikan dengan sopan ya :)

Saya berhak menghapus komentar yang tidak nyambung dengan isi blog atau spamming (jangan sertakan link blog kamu/ link apapun di kolom komentar, kecuali untuk giveaway/reading challenge).

Karena banyaknya komen anonim tanpa identitas, maka opsi anonim saya tiadakan.

Terimakasih sudah mau berkunjung! :D


Thanks for commenting on Ren's Little Corner. You can agree to disagree with my post/opinion, but please write your comment in good manners.

I have a right to delete your comment if its out of topic and/or spam (please do not include your blog/any link, except for giveaway/reading challenge).

Because of so many anonymous comment without identity, I disable the option.

Thank you for your visit! :D.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Just Curious Where U From ;)